Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Keisha rela menderita demi sang kekasih, Presley, yang sedang sakit. Dia berlutut mendaki 999 anak tangga Gunung Forel untuk mencari jimat keselamatan, hingga lututnya terluka parah. Namun, setibanya di rumah sakit, kenyataan pahit menantinya. Di balik pintu, Keisha mendengar Presley dan teman-temannya tertawa. Perjuangan beratnya ternyata hanyalah jebakan yang direkam menggunakan drone untuk menipu orang tua Presley. Keisha hanya bisa terpaku mendengar kebenaran kejam tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 7

Tubuh Keisha langsung bergetar hebat ketika melihat kamera tersembunyi di kursi penumpang depan menyala, lampu merahnya berkedip dua kali.

Detak jantungnya berpacu kencang. Dia buru-buru meraih gagang pintu, tapi baru sadar, entah sejak kapan pintu mobil sudah terkunci rapat dari luar.

"Rekaman bisa jalan, tapi suaranya nggak masuk, Kak Tono. Masih ada waktu buat aku atur lagi nggak?"

"Sudahlah, nggak sempat. Bisa rekam gambar saja sudah cukup."

Keisha mematung ketakutan. Presley menjebaknya di sini ... sebenarnya apa lagi yang ingin dia lakukan padanya?!

Tiba-tiba dari arah trotoar, seorang pria muda yang tinggi dan tegap melewati jalan itu dan masuk ke mobil yang berhenti tepat di depan mobil Keisha.

Tak lama kemudian, speaker Bluetooth mobil kembali menyala, "Eh eh, Harlan datang! Kali ini biar Keisha menabrakkan mobil ke mobilnya, sekalian bantu Presley kasih pelajaran buat pesaingnya. Lumayan, satu lagi pengorbanan buat koleksi. Kak Presley memang cerdas, hahaha!"

"Aku di sini sudah mulai rekaman, bisa dimulai sekarang!"

Setetes keringat dingin mengalir dari pelipis Keisha. Mereka mau merekam apa? Tabrakan? Mana mungkin dia bisa melakukannya?

Namun seketika, mobilnya malah bergerak sendiri. Mesin menyala tanpa kendali dan kecepatan melonjak tajam. Mobil melaju lurus menabrak mobil di depannya.

"Brak!"

Suara benturan keras mengguncang seluruh tubuh Keisha. Airbag meletup dan menghantam Keisha hingga dia kehilangan kesadaran.

Ketika membuka mata lagi, yang pertama dia lihat hanyalah ruangan yang putih dan terang. Dia berusaha bangkit, lalu menyadari dirinya sudah berada di rumah sakit.

Ingatannya yang kacau perlahan kembali. Saat mengingat detik-detik sebelum pingsan, jantung Keisha kembali berdebar keras dan perasaan takut menyapu seluruh tubuhnya.

Di saat itulah, pintu diketuk. Seorang pria dengan pakaian pasien rumah sakit melangkah masuk.

Keisha segera mengenalinya, itu adalah pria yang tadi duduk di mobil yang ditabraknya.

Harlan.

Wajahnya memang sedikit pucat dan lengannya masih terbalut perban, tetapi sorot mata yang tegas dan ketampanan di raut wajahnya sama sekali tidak bisa ditutupi.

Tatapan Harlan tertuju pada Keisha, lalu dia berkata dengan suara jernih, "Aku dengar dari pacarmu, mobilmu rusak makanya menabrak mobilku. Jadi itu bukan kesengajaan. Karena itu, aku nggak akan menuntutmu. Jangan khawatir."

Keisha sempat tidak langsung mengerti maksud ucapannya, "Jadi maksudmu ...."

"Aku ingin bilang, kalau memang masalahnya ada pada mobil, berarti kita sama-sama korban. Jadi kamu nggak perlu merasa terbebani. Selain itu, aku juga ingin memastikan keadaanmu."

Sambil berkata demikian, Harlan benar-benar meneliti kondisi Keisha sejenak. Akhirnya dia menyimpulkan, "Kalau masih bisa duduk, berarti lukanya nggak terlalu parah. Rawat dirimu baik-baik. Kita pasti akan bertemu lagi."

Setelah berkata demikian, Harlan berbalik dan meninggalkan ruangan. Sebaliknya, Keisha masih lama terdiam, bahkan setelah sosok Harlan lenyap dari pandangan.

Tak lama kemudian, telepon di samping ranjang berbunyi. Keisha melirik sekilas, ternyata nomor ibunya.

"Halo, Bu." Begitu membuka mulut, suaranya terdengar serak dan kering.

"Keisha, kenapa suaramu serak sekali? Kamu sakit, ya?"

Mendengar pertanyaan itu, hidung Keisha terasa perih menahan tangis. "Bu, aku nggak apa-apa. Aku akan segera pulang. Jangan khawatir."

Dari seberang, ibunya menghela napas panjang, "Keisha, kamu boleh pulang kapan pun kamu mau. Tapi yang paling penting adalah menjaga kesehatanmu."

"Oh iya, Keisha, soal calon pasangan perjodohan yang Ibu sebutkan terakhir kali itu ... belakangan ini dia juga ada di Kota Nordam. Dia bilang ke Ibu, kalau kamu butuh apa pun, kamu bisa langsung menghubunginya. Ibu kasih kontaknya, ya. Orangnya baik, namanya Harlan."

"Baik, Bu."

Ibu Keisha mendengar jelas nada lelah dalam suara putrinya. Setelah berulang kali berpesan agar Keisha beristirahat dengan baik, dia pun menutup telepon.

Namun bagi Keisha, yang dia rasakan bukan sekadar lelah, melainkan kehampaan yang begitu menusuk.

Presley pasti benar-benar mencintai Lara, ya? Kalau tidak, mana mungkin dalam waktu sesingkat itu dia bisa merancang sebuah "kecelakaan", memalsukan seolah-olah Keisha sengaja menabrak mobil pesaingnya, lalu menjadikannya sebagai rekaman ke-98?

Di mata Presley, keselamatan Keisha jelas bukan sesuatu yang patut dipertimbangkan.

Keisha hanya bisa menunduk dan tersenyum getir, lalu menggelengkan kepala dengan perasaan pahit.

Tepat saat itu, pintu kamar rawatnya kembali diketuk. Orang yang masuk, tak lain adalah Presley.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Mertuaku, Musuhku
8.3
Kehidupan Laras hancur setelah sang suami tiada, namun kasih sayang mertuanya menjadi pelipur lara. Di balik itu, Rizqan, kakak iparnya, menyimpan rasa yang lebih dari sekadar keluarga. Saat hujan menderu suatu malam, kebersamaan mereka di ruang tamu memicu percakapan intim yang tak terelakkan. Rizqan akhirnya mengakui perasaan terpendamnya, membuat Laras bimbang. Dalam sunyi, mereka menyerah pada ketertarikan terlarang yang menghapus duka lewat kehangatan rahasia.
Sampul Novel Cinta Diantara
8.9
Demi kehormatan keluarga, Aisyah terpaksa menikahi pria asing yang ternyata sudah memiliki putra bernama Haidar. Seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh, namun Aisyah justru menemukan sisi gelap sang suami yang tersembunyi rapat. Saat rahasia kelam dan bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap bertahan, menghadapi masa lalunya, atau memilih untuk hidup sendiri? Sebuah kisah penuh rahasia dan pilihan hati.
Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.0
Sepuluh tahun pernikahan Lestari diwarnai kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun saat kebakaran melanda, Atmaja justru tewas demi menyelamatkan Lestari, meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang. Didorong rasa bersalah dan keputusasaan, Lestari melompat dari Menara Bintang dan terbangun di masa sepuluh tahun lalu. Di kehidupan kedua ini, ia bertekad mengakhiri hubungannya dengan Atmaja demi mencegah tragedi masa depan dan mengabulkan keinginan semua orang.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Abraham
8.5
Demi memenuhi wasiat Mikhaela yang sakit parah, Abraham Wijaya terpaksa meminta Jihan, asisten rumah tangganya, untuk menjadi istri kedua. Meski sempat menolak, Jihan akhirnya setuju demi membalas budi. Namun, situasi menjadi rumit saat Jihan hamil dan sikap Abraham mulai berubah. Rasa cemburu membakar hati Mikhaela hingga ia mengusir Jihan. Kini, Jihan terjebak dalam dilema antara pergi membawa kandungannya atau bertahan demi cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.