Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Tiga puluh tahun hidupku habis demi mencintai dan merawat Rafli tanpa pamrih. Namun, setelah dia mengingkari janji pernikahan untuk ketujuh kalinya, kesadaranku pulih. Aku memilih pergi dan memutus semua komunikasi secara total. Dari memblokir kontak hingga mengundurkan diri dari pekerjaan yang bekerja sama dengan perusahaannya, aku menghindari kehadirannya di mana pun. Menghabiskan sisa hidup sendirian jauh lebih menenangkan daripada terus menanti di rumah kosong yang tak pernah ia datangi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Meskipun sudah berusaha keras menolak, aku tetap diseret oleh sahabatku ke tempat mereka mengadakan acara kumpul malam ini. Baru saja sampai di depan pintu ruang VIP, suara Rafli sudah terdengar jelas dari dalam.

"Kalian nggak usah ribut. Selama bertahun-tahun ini, Dinda sudah ngomong berapa kali mau ninggalin aku? Tapi pada akhirnya tetap nggak pernah bisa lepas. Hari ini dia cuma lagi emosi. Nanti juga kalau sudah reda, pasti akan kembali cari-cari aku lagi!"

Di luar pintu, aku menggigit bibirku dengan kuat, sampai samar-samar terasa rasa darah di mulutku.

Selama ini, aku sudah setulus itu merawatnya dan melakukan semua hal demi kebaikannya. Namun ternyata, di mata Rafli, semua itu tidak berarti apa-apa.

Sahabatku yang melihat mataku sudah memerah, menggenggam tanganku erat.

Saat dia hendak mendorong pintu dan masuk, aku langsung menahannya. Pada titik ini, aku bahkan tidak ingin lagi melihat wajah Rafli. Aku menarik sahabatku pergi, bersiap untuk meninggalkan tempat itu.

Baru berjalan dua langkah dan sampai di tikungan lorong, pintu ruang VIP terbuka dan Rafli keluar bersama Yasmine.

Tak lama kemudian, Yasmine mulai bicara, "Rafli, kamu sudah mabuk. Jangan ngomong terus. Nanti kalau Dinda dengar, bisa sakit hati, lho."

"Bukannya itu yang kamu mau? Setiap kali kamu minta aku untuk setuju menikah sama dia, lalu di detik-detik terakhir suruh aku batalin. Kamu memang jahat, Yas."

Begitu kalimat itu keluar dari mulut Rafli, air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya jatuh juga. Ternyata, aku cuma badut bagi mereka selama ini. Aku hanya bagian dari permainan dan olok-olokan bagi mereka berdua!

Pantas saja ... waktu Rafli setuju menikah denganku untuk pertama kalinya, dia sama sekali tidak terlihat bahagia. Aku yang sedang hanyut dalam kegembiraan saat itu, tidak pernah menyadari kesinisan di balik matanya.

Yasmine lalu bersandar manja di dada Rafli dan meninju-ninju dadanya sambil bercanda, "Apa-apaan sih, jahat gimana? Bukannya kamu yang pertama kali ngusulin ide ini!"

"Aku cuma mau buat kamu senang, makanya aku ngasih ide itu."

Keduanya semakin asyik mengobrol. Lalu tanpa memedulikan sekitar, mereka mulai berciuman mesra.

Sekujur tubuhku seolah-olah telah kehilangan jiwa. Aku menyeret sahabatku keluar dengan perasaan linglung.

Angin malam yang dingin menerpa wajahku, seakan ikut membekukan hatiku.

"Dinda, kamu itu terlalu baik, makanya dua manusia berengsek itu semena-mena mempermainkan kamu!" Yasmine terus mengomel dengan penuh amarah, sementara aku hanya tersenyum tipis.

Baru saja hendak membuka mulut, mulutku merasakan bau anyir darah yang pekat.

"Semuanya sudah berlalu. Mulai sekarang, aku dan Rafli nggaka akan ada hubungan apa-apa lagi!"

Setelah bersusah payah membujuk Yasmine pulang, aku kembali ke rumah kontrakan.

Begitu tiba di rumah, aku menerima telepon dari kurir. Katanya dia sudah tiba di lokasi, tetapi tidak bisa menghubungi penerima.

Aku baru teringat, Rafli memang selalu menolak panggilan dari nomor tak dikenal. Aku meminta kurir untuk menunggu sejenak, lalu menutup telepon dan menghubungi Rafli sendiri. Sepertinya dia sedang di bar. Suasananya bising, tetapi suara sombongnya tetap jelas terdengar.

"Cepat sekali telepon aku. Mana keberanianmu waktu ninggalin aku sendirian di tepi jalan seperti tadi siang?"

Dulu, aku pasti sudah meminta maaf dengan segala cara. Namun sekarang, aku hanya berkata dengan datar, "Barangmu sudah kutitipkan di depan pintu rumah. Nanti ambil saja waktu pulang."

Rafli semakin besar kepala.

"Dinda ... kamu belikan aku apa lagi? Mau bujuk-bujuk aku lagi ya? Bukannya kamu sudah sekeras itu sampai ngirim pesan seperti itu ke semua teman-teman? Bukannya kamu bilang nggak mau hadir di semua acara yang ada aku? Kenapa sekarang malah mau bujuk aku lagi?"

Aku tidak berkata apa-apa lagi, melainkan langsung menutup telepon. Sebelum panggilan itu terputus, sepertinya aku sempat mendengar dia menanyakan barang apa yang kubelikan. Dia masih harus melihat apakah dia menyukai barang itu atau tidak sebelum mempertimbangkan untuk memaafkanku.

Aku tertawa getir.

Sudah bertahun-tahun jadi "anjing penjilat", di matanya aku bahkan tidak punya harga diri sedikit pun.

Namun, semua itu tidak masalah lagi. Suatu hari dia akan sadar sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Si Janda Mandul
8.7
Rieta Bonanza sering dipandang sebelah mata karena statusnya sebagai janda mandul. Namun, di balik stigma tersebut, ia menyimpan bakat luar biasa yang siap ditunjukkan kepada dunia. Rieta bertekad membuktikan kekuatannya kepada keluarga mantan suaminya yang dulu kerap meremehkannya. Di tengah perjuangan itu, hadir sosok pria hebat yang berhasil meluluhkan hatinya. Akankah Rieta menemukan kebahagiaan sejati dan cinta baru meski dihantui masa lalunya?
Sampul Novel Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya
9.4
Ketika kakak kembar suamiku gugur dalam tugas, kakak iparku mengalami amnesia akibat syok berat. Demi melindunginya, suamiku dan ibu mertua memaksaku menyetujui sandiwara di mana suamiku berperan menjadi suaminya. Aku harus menahan pedih melihat mereka hidup bersama, bahkan putriku harus melihat ayahnya dipanggil 'papa' oleh sepupunya. Saat putriku sakit parah dan aku meminta pertolongan, pertikaian pecah hingga sebuah gunting merenggut nyawaku. Namun, takdir membawaku kembali ke hari saat suamiku memutuskan menjadi pengganti.
Sampul Novel Cinta Bisa Tumbuh Lagi
7.8
Tepat sebelum pernikahan, penglihatan wanita ini pulih setelah sebelumnya buta demi menyelamatkan Doni. Namun, kebahagiaan itu sirna saat ia menyaksikan tunangannya bermesraan dengan adik sepupunya sendiri di ruang tamu. Sadar telah dikhianati selama setengah tahun terakhir, ia menyembunyikan fakta bahwa matanya telah sembuh. Dengan tekad bulat, ia menghubungi ibunya untuk membatalkan pernikahan dengan Doni dan memilih menikahi pria vegetatif dari Keluarga Barata yang kaya raya.
Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya tewas tragis setelah dikhianati keluarga dan tunangannya demi mendonorkan hati secara paksa. Kini, ia terlahir kembali dengan ambisi membalas dendam dan merebut haknya yang dirampas. Namun, rencananya terusik oleh kehadiran Randy Logan, CEO angkuh nan dingin yang mendadak terobsesi padanya. Di tengah misi pembalasan, pria kaya raya itu justru mengepung Viona dengan kelembutan posesif yang membuat sang wanita merasa sangat terdesak.
Sampul Novel Gairah di Kota kecil
8.2
Selamat datang dalam sebuah kisah romansa modern yang memikat, berlatar di sudut kota kecil yang tenang namun menyimpan sejuta rasa. Narasi ini dirancang secara mendalam untuk membawa imajinasi Anda menjelajahi momen-momen intim dan penuh gairah antar karakter. Pembaca diharapkan bijak saat menikmati setiap babnya, karena jalinan ceritanya mampu membangkitkan fantasi tentang hubungan raga yang sangat intens dan membuai pikiran secara nyata.