Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUARA

SUARA

Pasca perceraian orang tuanya, Suara yang berusia 12 tahun terpaksa menghuni rumah tua kosong karena ibunya harus bekerja. Di sana, ia menjadi sasaran serangan gaib ayah tirinya serta gangguan makhluk halus setiap malam. Namun, saat mengadu, ia justru terancam dianggap gila oleh ibunya sendiri. Diikuti lelembut sejak kecil, Suara harus berjuang sendirian atau mengandalkan sosok pendamping tak kasat mata yang selama ini melindunginya tanpa ia sadari.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah mandi, perutku trasa lapar. Dengan langkah berat

karena malas dan juga takut, kupaksakan lagi kakiku menuju dapur yang jauh

letaknya dari kamar dan rang tamu karena bangunan rumah yang maha luas tapi

sia-sia. Bagaimana tidak? Bangunan ini seperti dua rumah yang digandeng dengan

dua ruang tamu yang sama luas seperti lapangan golf. Tapi, hanya ada dua kamar

sempit di bagian kanan dan satu kamar di bagian kiri, sisanya ya ruang tamu

itu, kamar mandi dan dua ruangan besar dibalakang untuk dapur.

Baru tiba di tengah-tengah mbale, atau ruang tamu luas itu

aku ingat. Kalau tadi aku tidak masak. Karena tinggal sendiri dan aku masih

sekolah, jadi, habis sbuh ya langsung nyapu halaman, dan rumah saja sudah

memakan waktu lama, belum lagi nyuci baju. Karena jamanku dulu belum ada jasa laundry. Mungkin inilah yang dinamakan anak-anak tapi kesibukannya seperti emak-emak.

Karena tidak ada apapun, aku putuskan untuk keluar membeli

makanan. Sempat terbesit di benakku untk beli mie instan saja. Tapi, aku ngeri kalau harus masak sendiri di dapur. Aku sering mendengar bunyi-bunyian aneh dari

belakang rumah. Entah itu bunyi langkah kaki perlahan, dan merasakan seperti ada sosok yang mengintip di lubang angin. Kadang juga suara dengkuran napas makhluk yang besar dan tinggi. Hiii serem pokoknya.

Awalnya aku di sini tinggal bersama adikku yang masih

berusia empat tahun saat itu. Tapi, sekarang ia berada di kota J. Kota kelahiiku. kot. Sebenarnya aku sedih, tapi karena tak ada pilihan lain, mau

gimana lagi?

Oh, ya. Sebelaumnya aku tinggal bersama ibu adik dan juga

pabak tiriku di desa K. Tapi, karena masalah keluarga, ibuku bercerai dengan bapak tiriku ia mebawa aku dan adikku pindah. Karena tidak terima, lelaki itu terus memaksa datang kesini menggangguku dengan alasan ingin mengajak adikku. Dan memperalatnya agar ibuku mau kembali. Akhirnya, dengan berat hati, adikku dititipkan pada salah satu kakak ibuku di kota J.

Lalu, sekarang, lelaki itu menerorku. Kadang pula datang dan aku tahu, dia menaruh benda aneh dari dukun. Tapi, setelahnya aku tidak merasakan apa-apa. Mungkin yang ia datangi dukun abal-abal. Tapi, pas melet ibuku dulu kok ampuh banget, ya? Oke lah skip.

Tapi, kalau bahas rumah, ini bangunan seppertinya tak setua

dengan bangunan yang aku tempati dulu. Terlihat dari dindingnya yang masih kokoh. Sementara, dinding rumah di desa K yang aku tempati dulu,sudah banyak yang keropos dan rontok. Sebagian dindingnya juga pecah.

Setidaknya, ini masih ada lima rumah di satu pagar wakau jaraknya tidaklah dekat. Jika dirasakan pada malam hari. Kalau

siang hari, enak, antara depan rumahku dan belakang rumah dari anak pemilik rumah yang sudah tiada itu bisa lah buat lapangan bulu tangkis.

Rumah yang kami tempati di desa K dulu itu jauh dari tetangga.

Depan rumah kebun kopi dan ada sebatang pohon rambutan yang sudah tua, karena kalau malam hari kek pohon beringin, dan banyak anak kecil yang bermain ayunan

di ranting-rantinya yang hampir bersentuhan dengan tanah. Saking besar dan tak

terawatnya pohon itu. Tapi, saat musim rambutan tiba, enak. Gak perlu manjat, samabil rebahan di bawahnya aja, bisa metik buahnya, asal mau digigiti semut rang-rang 😅

Nex sama rumah di desa K tersebut. Rumah itu luas, lebih

luas dari rumah yang kuhuni saat ini, timur rumahku adalah kebun nanas, dan

timurnya lagi kuburan. Jadi, saat melihat dari jendela, keliatan tuh batu-batu

nisan berjajar. Lalu belakang rumah, kebun rimbun dengan tanaman perdu liar gak

karuan, ada kolam ikan gak kepake juga di sana, tapi ya gitu, tertutup

rerumputan liar itu tadi, dan seratus lima puluh dari kebun itu adalah

rimbunan bambu yang cukup luas.

Pernah suatu sore pulang ngaji lewat sana, ada suara aneh,

aku takut sih, sempat merinding juga. Kukira bayi bajangnya nangis. Karena kabarnya di situ juga angker, berbagai jenis mahluk halus termasuk nanas Pati katanya juga ada. Eh, ternyata

anak kucing. Lega, tapi tetap saja serem. Bunyinya persis bayi nangis.

Setelah membeli makanan, aku makan tidak menggunakan sendok,

padahal mie ayam dan berkuah. Bomat, aku takut, untung ada satu botol aqua, bisa

lah buat cuci tangan. Habis tadi, baru saja membuka pintu, aku sudah seperti melihat sekelebat bayangan hitam melintas rumah bagian timur, yang gandeng dengan

dapur. Sementara aku menempati bagian barat, yang hanya ada dua kamar dan ruang tamu seluas stadion.

Habis makan aku teringat dengan prku yang banyak. Males,

sih. Tapi, besok ada mata pelajaran itu, jika sampai tidak mengerjakannya, mau kutaruh mana mukaku? Katanya nakal boleh, bandel gapapa, asal pr harus dikerjakan dan banyak yang benar saat mengerjakan soal dari guru, maupun dari LKS. (Jangan dicontoh)

Ketika aku lagi kusuk-kusuknya mengerjaan pr bhs ingris dan

sibuk bolak-balik kamus, tiba-tiba saja pintu rumah yang sudah aku tutup, dan untungnya terkunci seperti ada yang menggebrak dengan keras.

Badanku kaku tak bisa bergerak, jangan kan bergerak, untuk

bernapas saja aku kesusahan sampai beberapa detik. Setelah semua edaran darahku

normal, dengan segra aku beranjak untuk mengintip keadaan luar. Terasa hening seperti tak ada apa-apa. Kulihat juga sudah jam sebelas malam. Lalu, barusan

itu apa? Orang, apa kucing liar? Kalau kucing rasanya tidak mungkin, jika pun

itu orang lalu siapa, dan kenapa? Apakah ada masalah denganku? Aku Cuma anak

kecil kelas satu SMP yang tinggal sendiri di sini. Uang kontrak juga sudah dibayar satu tahun oleh ibuku, aku juga selalu sibuk dengan urusan sekolah dan jarang ada di rumah.

Merasa kian tidak enak, aku buru-buru mengerjakan tugasku,

Bahasa ingris aja yang pertama. Soal matematik dan kesenian, masih lama,

apalagi kesenian hanya satu kali dua jam pelajaran saja selama satu minggu. Jadi, lumayan satai.

Sekitar pukul duabelas kurang, aku sudah berhasil menyelesaikan

pr-ku. Dengan segera aku masuk ke kamar. Walau perut mules pengen pipis aku lupakan, besok saja. Daripada aku dicegat sama sosok yang tak kasat mata

tiba-tiba axis, kan tidak lucu. Berteriak juga mungkin tidak akan ada yang

dengar. Dengan gelisah, aku paksakan untuk tidur, serta tak lupa aku berdoa

agar selalu dalam lindungan sang maha kuasa dan tidak ngompol.

Entah berapa lama aku tidur, aku merasa seperti kejtuhan

benda keras di kaki, lalu perut, dan kepala. Meskipun masih ngantuk kupaksakan

untuk membuka mata yang terasa lengket.

"Tak… tak… tak… "

Aku terkejut saat mendapati banyak batu-batu kecil tapi

bukan kerikil berjatuhan masuk ke dalam kamarku melalui lubang angin-angin di

atas jendela kamar. Kenapa begini? Siapa yang melakukannya?

Saat itu juga terbesit di kepalaku pelakunya adalah bpk

tiriku. Mungkin sengaja menakut-nakutiku agar aku rewel dan ibuku yang bekerja

di Kediri tidak bisa tenang. Agar dia menemui bapakku, dan ia jadikan kesempatan untuk memeletnya lagi, agar mau diajak balikan.

Dia tidak terima diceraikan oleh ibuku. Padahal dia yang

salah, lantas, kenapa sekarang malah menerorku?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan betaku, Kyan, mendadak amnesia setelah diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru memilih Gamma Evelyn sebagai pendamping barunya. Kyan menghinaku sebagai kasta rendah yang tak layak bersamanya, hingga aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku hendak bersatu dengan Raja Alpha, Kyan muncul penuh penyesalan dan menanyakan janinnya. Dengan dingin, aku menegaskan bahwa anak itu sudah tiada sebelum memulai hidup baru.
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming yakin bahwa Diandra, putri dari asisten rumah tangganya, adalah reinkarnasi legendaris Perempuan Naga. Sejak belia, gadis yatim piatu ini menunjukkan tanda-tanda sebagai titisan Dewi Kesayangan Langit dengan kekuatan spiritual besar. Diandra harus berjuang melewati berbagai tragedi dan ujian hidup demi meraih kesuksesan. Kisahnya penuh rintangan rumit, berpadu dengan romansa mendalam serta sisi erotis yang mewarnai perjalanan takdirnya.
Sampul Novel My Handsome Partner
8.0
Karir Senja stagnan hingga tugas meliput bencana menyeretnya ke banjir bandang. Terdampar di hutan, ia bertahan hidup bersama Ella si peri dan menyelamatkan pria bernama Salaar Bayu dari laba-laba raksasa. Pertemuan mereka berlanjut di Desa Galie, di mana Bayu bertugas sebagai jagawana. Keduanya bekerja sama mengungkap misteri Hutan Sungai Hitam. Namun, kehadiran Fajar, sang mantan kekasih, menguji hati Senja di tengah misi berbahaya mereka.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, putra Arjuna dan Ken Rukmini, terjebak dalam intrik Kerajaan Pedang Wangi saat menghadapi ancaman Joyorono serta pasukan Mong. Didampingi Niken Wulandari, ia nekat bersekutu dengan Mong demi menumbangkan musuh, namun justru dikhianati. Untuk menyelamatkan negeri, Mahesa harus mengungkap rahasia masa lalu dan membangkitkan kekuatan pusaka Wesi Wangi. Di tengah pengkhianatan istana, ia belajar bahwa kepemimpinan sejati menuntut pengorbanan ego demi rakyat.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.