Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung

Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung

Memasuki usia kandungan sembilan bulan, kehidupan rumah tangga sang protagonis diguncang oleh kehadiran Stella, wanita idaman suaminya yang mendadak menumpang tinggal bersama mereka. Setiap kali berpapasan, Stella selalu berlagak tersiksa oleh kenangan masa lalu yang menyakitkan. Alih-alih melindungi sang istri yang sedang hamil tua, sang suami justru menuduhnya sengaja memamerkan kandungan untuk menyakiti perasaan Stella. Konflik modern yang penuh misteri ini menguji batas kesabaran di tengah pengkhianatan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Gordon akhirnya tidak bisa lagi menahan diri. Dia mencium Stella dengan napas memburu. Stella membalasnya dengan bisikan lembut. Bibir mereka saling bertaut dalam ciuman yang membara, lalu mulai menuntut dengan ganas pada tubuh satu sama lain.

Namun, tepat di saat terakhir, Stella tiba-tiba mendorong pria itu yang sedang terengah-engah. "Nggak boleh, sekarang kamu sudah jadi suami orang. Selain itu, Kak Claryne sedang mengandung anakmu .... Aku nggak mau jadi pelakor yang merusak rumah tangga orang lain!"

Mata Gordon menyala oleh hasrat yang nyaris meluap. Suaranya terdengar serak saat berkata, "Baik, aku nggak akan menyia-nyiakan ketulusan hatimu, Stella! Tunggu aku sedikit lagi! Hanya diriku yang bersih, baru pantas menyentuhmu yang suci!"

Setelah berkata demikian, dia mencium lembut kening Stella, seolah tengah menjaga harta karun yang paling berharga di dunia.

Di mata Stella muncul secercah rasa puas.

Gordon memang tidak melihatnya, tapi aku melihat semuanya dengan jelas.

Tidak mau jadi pelakor yang merusak rumah tangga orang lain? Aku hanya merasa ini sangat menggelikan!

Berkali-kali dia datang menemuiku dan mengatakan dengan lantang bahwa kehamilanku ini hanya untuk mempermulus jalannya di masa depan. Kelak, bahkan anak yang kulahirkan nanti tetap akan memanggilnya ibu.

Lalu, apa artinya semua itu?

Dia tinggal di rumahku dengan alasan bahwa dia sedang sakit dan tidak ada yang merawatnya.

Di meja makan, dia terang-terangan menggoda Gordon, sampai-sampai asisten rumah tangga saja tidak tahan dan menegur dengan nada sinis.

Namun, apa yang dia lakukan?

Stella langsung mengadu pada Gordon, mengatakan bahwa pelayan itu tidak mencuci bahan makanan dengan bersih dan membuatnya sakit perut. Lalu menuntut agar pelayan itu dipecat.

Padahal, saat itu aku sedang mengandung dan hanya bisa makan masakan buatan pelayan itu.

Demi kesopanan sebagai tuan rumah, aku bahkan menawarkan untuk memanggil juru masak khusus hanya untuknya. Namun, dia menamparku dengan keras.

"Rasa masakan itu nggak penting. Yang penting adalah tahu siapa pemeran utamanya! Claryne, aku cuma mau kamu tahu, satu-satunya Nyonya di sini itu cuma aku!"

Demi membuktikan bahwa dia pantas menjadi istri Gordon, Stella meringkuk di pelukan Gordon sambil menangis tersedu-sedu. Dengan tangis pilu, dia mengeluhkan bahwa dirinya tidak beruntung karena tak bisa memberi Gordon keturunan.

Selain itu, karena aku berjalan dengan perut buncit setiap hari, dia merasa sedih dan tersisih setiap kali melihatku.

"Aku sudah berusaha menghindari Kak Claryne sebisa mungkin, tapi tetap saja kami bertemu setiap hari! Lebih baik aku pindah saja .... Aku nggak bisa terus hidup dalam penderitaan seperti ini ...."

Emosi Gordon langsung meledak. Wajahnya seketika menjadi gelap dan dia menghampiriku lalu menamparku hingga aku terjatuh ke lantai.

"Kamu jelas-jelas tahu emosi Stella mudah terpancing kalau melihat wanita hamil, tapi kamu tetap saja mondar-mandir di depannya dengan perut segede itu! Apa sebenarnya maumu?"

"Perempuan sejahat kamu nggak pantas jadi ibu! Hari ini juga, aku akan kurung kamu di loteng! Biar kamu tahu rasanya menderita!"

Beberapa pengawal menarik-narik tubuhku dengan kasar dan menyeretku ke dalam loteng penuh debu, lalu langsung melemparkan tubuhku ke sana.

"Dokter menyuruhku ke rumah sakit hari ini untuk rawat inap persiapan melahirkan! Kalau aku ke rumah sakit, dia juga nggak bakal lihat aku lagi!" seruku putus asa sambil menangis dan memegangi pintu.

Gordon hanya tertawa sinis, "Kalau mau bohong, cocokkan dulu sama catatan dokter. Perkiraan kelahiranmu masih tiga hari lagi!"

Gordon tidak mau lagi mendengarkan pembelaanku, melainkan langsung menghantamkan pintu loteng dengan keras.

Jari-jariku terjepit hebat di antara kusen pintu, rasa sakit yang luar biasa membuat tubuhku meringkuk dan jari-jariku refleks tertarik ke dalam. Aku tak sanggup lagi mengeluarkan sepatah kata pun.

Di saat kedua orang itu masih bergumul dengan penuh hasrat, tiba-tiba kepala pelayan berlari terburu-buru ke arah mereka dengan napas tersengal-sengal.

Suaranya begitu panik saat berkata, "Tuan ... Nyonya ... Nyonya sudah tiada!"

"Tiada?" Gordon mendongak dengan cepat, wajahnya menunjukkan kejengkelan karena suasana hatinya terganggu.

Kepala pelayan menyeka keringat di dahinya, lalu berkata dengan ketakutan, "Loteng ... loteng penuh darah .... Nyonya ... dia ...."

Pelayan itu tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

Gordon membetulkan kerah kemejanya yang berantakan, lalu berkata, "Darah apaan? Oh, maksudmu pendarahan ya? Mungkin sudah waktunya melahirkan. Bawa dia ke rumah sakit."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALASKA
8.4
Bhalendra Alaska Arlic percaya bahwa perubahan sejati lahir dari kemauan diri sendiri tanpa paksaan. Meski terus dihantam luka, Alaska tetap berjuang bangkit walau hatinya remuk. Hubungannya dengan Yesaya justru meninggalkan trauma mendalam daripada kebahagiaan. Di tengah skeptisisme Azka tentang cinta yang dianggap omong kosong, Alaska terjebak dalam rasa sakit masa lalu. Mampukah kehadiran sosok baru meruntuhkan dinding hatinya dan menyembuhkan luka lama?
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku
9.2
Dalam pernikahan hasil perjodohan, Shafa mendambakan kesetiaan dan kasih sayang tulus dari Alby. Meski awalnya Alby tampak sangat mencintai Shafa, pria itu ternyata menyimpan pengkhianatan di balik sikap manisnya. Kepercayaan yang diberikan Shafa pun hancur seketika. Walau Shafa telah mencoba memaafkan demi cinta, ia justru terus tenggelam dalam luka yang mendalam. Kini, di tengah kehancuran, mungkinkah Alby meraih kembali hati Shafa dan menemukan akhir bahagia?
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung
9.4
Lima tahun membina rumah tangga, Stella justru menemukan kenyataan pahit bahwa dokumen pernikahannya dengan Felix adalah palsu. Status istri sah ternyata diberikan kepada wanita lain bernama Tania demi melancarkan bisnisnya di luar negeri. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan segalanya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa sakit hati yang teramat dalam membuat Stella memutuskan untuk menghilang selamanya, tepat saat Felix mencoba membawa akta pernikahan yang asli.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel Love Trap
8.2
Nasib malang menghampiri Melisa saat menghadiri perayaan ulang tahun sahabat lamanya. Di acara tersebut, ia terjerat dalam sebuah jebakan kelam yang meninggalkan trauma mendalam, hingga membuatnya kehilangan semangat untuk menghadapi hari. Namun, peristiwa pahit itu justru menjadi titik balik yang tak terduga. Seiring berjalannya waktu, Melisa mulai menyadari bahwa perasaan cintanya perlahan mengalami transformasi yang sangat signifikan.