Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang

Suamiku Sayang Suamiku Malang

9.7 / 10.0
Terjebak pernikahan paksa, Tamara harus menjalani rumah tangga tanpa cinta bersama Alif dalam novel Suamiku Sayang Suamiku Malang. Ikuti perjuangan Alif meluluhkan hati istrinya yang keras kepala dalam romance novel ini. Baca kisah selengkapnya di web novel modern yang penuh konflik ini.
Ringkasan Suamiku Sayang Suamiku Malang
Terpaksa oleh keadaan, Tamara yang berwatak garang harus merelakan kebebasannya demi menikahi Alif. Tanpa rasa cinta, ia menjalani hari-hari pernikahan dengan berat hati dan kepasrahan penuh. Di tengah dinginnya sikap Tamara, Alif berjuang keras demi meluluhkan hati sang istri agar mau menerimanya sebagai pasangan hidup. Mampukah pernikahan tanpa landasan perasaan ini bertahan, ataukah kegigihan Alif sanggup mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Baca Selengkapnya

Suamiku Sayang Suamiku Malang Bab 1

Seorang gadis bernama Tamara duduk dengan beberapa teman- temannya, dalam keadaan separu sadar.

Dentuman musik dan lampu yang gemerlap, membuat suasana mereka semakin menikmati suasana malam dengan beberapa minuman dengan merek terkenal.

"Lanjutin Ra! Ayo ngapain si loe pusing mikirin bokap yang sekarang aja gak peduli sama elo lagi. Dia lebih peduli dengan ibu sambung loe!" ucap seorang wanita dengan rambut pirang, menghasut Tamara.

"Iya, gue jadi males pulang. Apalagi ada perempuan itu, bikin gue gak betah di rumah!" jawab Tamara, dengan teman-temannya.

Wanita yang di sapa Poppy pun tersenyum menyeringai mendengar Tamara menjawab seperti itu. Lalu seorang pria yang sejak tadi Rara bersandar kepadanya. Pria itu bernama Juno yang dari tadi tak henti-henti mengecup tangan Tamara.

Antara Poppy dan Juno sejak tadi tersenyum menyeringai. Hanya mereka saja yang tau apa yang mereka pikirkan.

"Ra bagaimana elo jadi ikut gue. Rumah gue sepi, elo bisa tidur di sana temani gue," bisik di telinga Tamara.

Karena Tamara sudah mabuk berat ia pun kini tak sadarkan diri. Juno yang mempunyai pikiran buruk segera membopong Rara meninggalkan tempat yang di penuhi oleh penghuni club malam tersebut.

Di pertengahan perjalanan, Juno menghentikan kendaraannya di tempat yang sepi dan gelap. Ia yang sejak tadi memperhatikan Tamara dengan penampilannya yang menarik membuat pikiran kotonya terus menghantuinya.

Apalagi penampilan Tamara yang menggunakan mini dress berwarna hitam, dengan tali 1 berada di pundaknya serta bagian atasnya yang terbuka. Membuat bagian dua buah melon miliknya terlihat sangat indah.

Tamara yang terlihat berantakan, apalagi dengan kondisi yang mabuk berat membuat Juno berpikiran buruk. Dirinya ingin menikmati gadis yang ada di hadapannya itu.

Karena Tamara tak sadarkan diri, tangan Juno terulur untuk menurunkan tali kecil yang berada di bahu Tamara.

Dengan wajah mesum, Juno mendekatkan wajahnya ke Tamara. Ia berusaha untuk menyentuh bibir ranum Rara yang sejak tadi sudah menggodanya.

Namun keberuntungan berada pada Rara, di saat Juno ingin menciumnya. Mata Tamara terbuka, ia terbelalak dengan apa yang ia lihat, dan dengan cepat ia segera mendorong pria yang ada di hadapannya.

"Juno, elo mau apain gue?" tanya Tamara dengan marah.

Juno tersenyum menatap Tamara. "Ayolah Ra, elo tau gue suka sama elo. Kita sama-sama dekat dan saling kenal, kenapa kita gak menjalin hubungan. Mari kita memulai dari sekarang!"

Plak.

Tamara menampar Juno, sampai-sampai pria itu menatap Rara dengan tatapan tak suka.

"Berani loe ya, nampar gue." Juno menekan kedua pipi Tamara dengan kencang. "Elo tau hah! Elo itu gak jauh beda seperti cewek yang lain biasa w kenal. Jadi dengan elo bersikap seperti ini, percuma karena elo itu seperti cewek murahan tau gak!"

Mata Rara basah saat mendengar apa yang Juno katakan. Dengan memberanikan diri Tamara mendorong tubuh pria itu agar menjauh darinya. Saat ada kesempatan barulah dia membuka pintu dan melarikan diri.

Suasana jalan cukup sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, jadi tak ada orang yang terlihat di jalan.

Tamara terus berlari saat Juno mengejar dirinya. Dengan nafas yang tersengal-sengal, Rara berusaha melarikan diri dari pria yang hampir saja melecehkannya.

"Tolong ..." teriak Tamara.

"Mau kemana cewek bodoh, ini udah pagi. Elo berteriak sampe mulut lo doer, tetap gak akan ada yang dengar. Hahaha ..." Juno tertawa saat melihat Tamara yang jatuh bangun menghindar darinya

Saat Tamara berlari, terus menoleh kebelakang. Sampai-sampai ia tak sadar ada sebuah mobil di hadapannya, dan ..."

"Aaaaa ...."

Brak.

Tamara tertabrak sebuah mobil berwarna hitam, dan langsung tak sadarkan diri. Sedangkan Juno melihat Rara yang tergeletak di jalan, ia mundur dan segera melarikan diri

Dua orang pria keluar dari dalam mobil, untuk melihat kondisi orang yang mereka tabrak.

"Ya ampun, Fahmi ayo kita segera bawa dia ke rumah sakit!"

"Tapi Alif kita gak kenal dia, ngapain kita bawa dia ke rumah sakit? Lagian dia yang sengaja menabrakkan dirinya sendiri ke mobil!" tolak Fahmi.

"Mau kenal atau enggak, tapi kita udah menabrak dia. Bahkan dia sampai tak sadarkan diri. Kalau kamu tak mau bantu, biar aku yang bawa dia." Jawab Alif, dengan cepat ia segera membopong tubuh Tamara.

Fahmi pun dengan pasrah membantu Alif membuka pintu mobil, dan membawa Tamara ke rumah sakit.

Keesokan paginya Tamara membuka mata, alangkah terkejutnya ia melihat sang ayah berada di hadapannya yang terlihat begitu khawatir.

"Sayang. Syukurlah kamu sudah sadar, papa khawatir dengan kondisi kamu Nak." Pak Tama mengecup kening putrinya.

"Papa disini? Lalu aku kenapa aku berada di sini?" tanya Tamara mengingat kejadian semalam, namun justru kepalanya terasa berdenyut membuat dirinya tak dapat mengingat apapun.

"Sudah sayang, jangan di paksa untuk mengingatnya. Semalam itu papa di hubungi oleh seseorang, kalau kamu masuk rumah sakit. Tanpa pikir panjang papa dan mama Intan segera kesini,"jawab pak Tama.

"Mama Intan juga ikut menunggu aku di sini?" Tanya Tamara.

"Iya Nak, bahkan dia juga yang semalaman menunggu kamu di sini. Mama Intan begitu khawatir dengan kamu sayang." Sambil membelai lembut rambut sang putri.

"CK! Sudah lah Pah aku sedang tidak ingin mendengar papa menceritakan tentang mama Intan!" Pinta Tamara.

Pak Tama hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar sang putri bicara seperti itu. Tanpa mereka sadari intan sejak tadi mendengar percakapan antara suami dan anak sambungnya. Ada rasa sedih, namun ia segera menghapus air matanya.

Dua hari Tamara di rawat, dan hari ini Tamara sudah di perbolehkan pulang. Intan sebagai ibu berniat ingin membantu putri sambungnya. Namun apa yang ia dapatkan justru ucapan yang tak enak di dengar oleh Rara.

"Hei dengar ya! Sampai kapanpun kamu berusaha baik dengan saya, saya tak peduli. Bagi saya kamu hanya istri papa saja, bukan ibu saya mengerti kamu!" Ucap Tamara dengan tatapan benci.

"Terserah kamu Tamara, saya melakukan ini tulus. Bagaimanapun saya sangat menyayangi papa kamu, otomatis saya juga sayang kamu sebagai putri dari suami saya!" jawab intan dengan tegas.

"Dengarkan saya baik-baik! Saya tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Saya yakin perkataan kamu itu, hanya bualan semata. Setelah saya baik dengan kamu, justru kamu yang akan membunuh saya secara perlahan," Tamara dengan senyuman menyeringai

Mana mungkin saya membunuh kamu secara perlahan. Sedangkan saya tau, kamu putri kesayangan suami saya. Saya sadar diri kalau saya ini siapa, saya melakukan ini semua tulus ke kamu." Setelah mengatakan itu, makanan yang di bawa oleh intan segera di letakkan di atas meja, dan ia pun meninggalkan kamar putri sambungnya dengan rasa kecewanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suamiku Sayang Suamiku Malang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dear Clarissa
7.9
Dua tahun di Jakarta, Clarissa berjuang menjaga diri saat bekerja di dunia malam. Namun, misinya terancam sejak Arga hadir sebagai pelanggan tetap yang obsesif. Meski Clarissa benci laki-laki dan berusaha menjauh, kekuasaan Arga membuatnya sulit lepas. Arga harus berjuang keras menaklukkan hati Clarissa sambil menghadapi penolakan saudaranya yang memicu konflik besar. Akankah Clarissa menyerah pada pria yang kini terus menguntit hidupnya itu?
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Ingatan terakhirku adalah kematian tragis di tangan tunanganku sendiri. Namun, aku justru terbangun dalam balutan hanfu putih kuno. Rasa nyeri akibat guncangan hebat di dalam kotak kayu ini membuktikan bahwa aku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin orang mati masih bisa merasakan sakit? Saat mencoba duduk, aku terperanjat menyadari bahwa tempat tidurku adalah sebuah peti mati. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku bisa kembali bernapas setelah dikhianati?
Sampul Novel Istri Kontraknya Ingin Bercerai
8.2
Emalee terjebak dalam pernikahan kontrak setelah malam tak terduga dengan Jonny. Namun, ia menyadari suaminya masih mencintai masa lalunya. Saat wanita dari hati Jonny kembali, Emalee menyerah dan meminta cerai demi mengakhiri penderitaannya. Tak disangka, Jonny yang dingin justru menolak keras. Ia menegaskan bahwa Emalee adalah miliknya selamanya. Di keluarga itu, kematian adalah satu-satunya jalan keluar karena perceraian tidak pernah diizinkan.
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar melarikan diri dari kekejaman suaminya, Rivan, hingga tersesat di hutan dan diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan menjadi tangguh. Arvella mengungkap fakta bahwa kematian orang tuanya adalah konspirasi jahat, bukan kecelakaan. Bersama Kael, ia kini bersiap keluar dari hutan untuk membalas dendam dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa menjadi taruhan utama.
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Demi cinta pertamanya, aku rela mengantar Lee ke Thailand. Namun, dia justru membalas kebaikanku dengan menculik orang tuaku malam itu juga. Nyawa mereka terancam saat Lee menyandera mereka demi informasi keberadaan wanita itu. Di layar monitor, aku melihat orang tuaku tergantung terbalik dari pesawat. Begitu instruksi diberikan, sebuah tembakan dilepaskan ke arah tali pengikat yang hampir putus. Kini, nasib mereka berada di ujung tanduk.
Sampul Novel Sentuhan Memabukkan Shifa
8.1
Karim Zahid tidak pernah menyangka bahwa mahasiswi baru bernama Shifa Sakinah akan menjeratnya dalam permainan gairah yang berbahaya. Meski Shifa sempat ingin mengubur masa kelamnya, desakan keadaan memaksanya menunjukkan sisi gelap di depan sang asisten praktikum. Kini, Karim terjebak dalam pesona bidadari terlarang yang mengusik prinsip hidupnya. Sentuhan menggoda Shifa tidak hanya menguji iman Karim, tetapi juga mengubah seluruh alur kehidupannya selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan