Sampul Novel Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

8.7 / 10.0
Novel misteri modern Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku mengisahkan perjuangan seorang ibu yang dikhianati suami dan anaknya demi uang asuransi. Setelah tewas akibat kelelahan membayar utang palsu, ia kembali ke masa lalu untuk membalas dendam. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ringkasan Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku
Setelah berkorban menjual rumah warisan dan bekerja keras demi melunasi utang mendiang suaminya, seorang ibu justru dikhianati oleh anak kandungnya sendiri. Di ambang kematiannya akibat kelelahan, ia mengetahui kenyataan pahit bahwa suaminya masih hidup bersama selingkuhannya di luar negeri. Sang putra bahkan sengaja membiarkannya sekarat demi mengincar uang klaim asuransi jiwa senilai 10 miliar. Beruntung, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun tepat pada hari suaminya merekayasa kematiannya.
Baca Selengkapnya

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku Bab 1

Di kehidupan lalu, suamiku tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan meninggal. Dia juga meninggalkan sejumlah besar utang. Demi putraku yang masih SMA, aku menjual rumah yang diwariskan orang tuaku dan bekerja 3 pekerjaan untuk membayar utang.

Setelah terlalu banyak bekerja, aku jatuh sakit dan akhirnya masuk rumah sakit. Di samping ranjang pasien, putraku yang sudah diterima di universitas bergengsi malah menelepon dengan gembira.

“Halo? Ayah, ini aku. Wanita ini sudah mau mati. Aku ada belikan asuransi untuknya. Kita setidaknya bisa dapat kompensasi 10 miliar. Kamu dan Bibi Susi cepat kembali dari luar negeri.”

Bibi Susi yang dimaksudnya adalah teman semasa kecil dan juga tetangga suamiku. Ternyata, yang disebut utang itu adalah hasil pencucian uang dalam jumlah besar yang dilakukan suamiku dan kekasih gelapnya. Demi menutupinya, mereka membuat pembukuan palsu, bahkan berpura-pura mati untuk menghindari tanggung jawab hukum.

Sementara itu, demi menjadi anak orang kaya, putraku membiarkanku mati karena kelelahan.

Saat membuka kembali mataku, aku sudah kembali ke hari di mana suamiku berpura-pura mati.

“Apa ini istrinya Marco? Suamimu alami pendarahan otak, tapi gagal diselamatkan. Dia sudah meninggal 1 jam lalu.”

Setengah jam sebelumnya, aku menerima telepon dari sebuah rumah sakit swasta yang terletak di dekat rumah. Aku buru-buru datang, tetapi malah menerima kabar kematian suamiku pada saat baru masuk.

Yohan, putraku sudah menunggu di tempat ini. Dia mendongak dan menatapku dengan mata berlinang air mata sambil berkata, “Ibu, Ayah sudah meninggal.”

Aku menatap jasad suamiku yang ditutup kain putih, lalu menatap putraku yang terlihat sangat sedih. Ini semua terasa bagaikan mimpi.

Di kehidupan sebelumnya, saat melihat putraku yang seperti ini, aku merasa sangat sedih dan langsung memeluknya sambil berkata, “Yohan, tenang saja. Meski cuma tersisa kita berdua, Ibu juga nggak akan biarkan kamu hidup susah.”

Dua hari setelah Marco meninggal, ada orang yang datang ke rumah untuk menagih utang. Aku baru tahu ternyata suamiku berjudi online dan berutang puluhan miliar. Demi tidak membuat Yohan khawatir, aku tidak memberitahunya mengenai situasi keluarga. Aku menjual rumah di ibu kota yang diwariskan orang tuaku, lalu meminjam uang dari teman dan kerabat untuk membayar utang itu.

Saat ini, Yohan berada di tahun ke-3 SMA dan membutuhkan banyak uang untuk pendidikan. Ditambah dengan dia juga lumayan boros dan suka membeli barang-barang bermerek, gajiku mulai tidak mampu untuk menutupi biaya hidup kami.

Oleh karena itu, aku bekerja 3 pekerjaan setiap hari tanpa beristirahat. Aku juga hanya makan acar dan mie instan, tetapi tetap memperhatikan nutrisi Yohan dan memasakkan banyak makanan bergizi seperti abalone, teripang, dan sebagainya. Selain itu, aku bahkan pekerjakan guru les privat yang biayanya jutaan per sesi untuk Yohan.

Setelahnya, aku jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Aku masih berjuang keras untuk hidup, tetapi di saat-saat kritis, aku mendengar percakapan Yohan dengan suster.

“Keadaan pasien sangat gawat. Kami butuh walinya memutuskan apa dia mau dioperasi atau nggak secepat mungkin. Keinginannya untuk hidup sangat kuat sehingga dia masih memiliki peluang untuk hidup.”

Aku mengerahkan hampir seluruh tenagaku untuk bernapas dengan harapan bisa bertahan hidup. Namun, putra yang sudah kusayangi selama lebih dari 20 tahun itu malah menjawab dengan sangat dingin, “Nggak usah. Kami nggak punya uang sebanyak itu untuk operasi.”

Meskipun tidak membuka mata, aku dapat mendengar suara di sekitar.

Kenapa putraku berkata begitu? Situasi keluarga kami memang tidak sekaya saat suamiku masih hidup, tetapi aku juga memiliki sedikit tabungan setelah bekerja keras bertahun-tahun. Bahkan 3 hari yang lalu, aku baru menyerahkan selembar kartu bank berisi uang 400 juta kepada putraku untuk membantunya membeli rumah.

Perawat merasa tidak tega dan lanjut bertanya, “Yakin nggak mau operasi? Biaya operasinya nggak lebih dari 100 juta. Kamu nggak bisa pinjam dari teman atau kerabat dulu?”

Namun, Yohan malah menyela ucapan perawat dengan tidak sabar, “Punya peluang hidup nggak berarti pasti bisa hidup. Kalau gagal, bukankah 100 juta itu akan melayang dengan sia-sia?”

Perawat itu pun menghela napas. Tanpa persetujuan wali, rumah sakit tidak dapat mengoperasiku. Aku dipindahkan ke unit perawatan intensif. Mereka menyebutnya sebagai perawatan konservatif, tetapi itu sebenarnya tidak berbeda dengan menunggu mati.

Aku yang berbaring di ranjang pasien tidak mengerti kenapa putraku tega menolak biaya operasiku yang hanya membutuhkan biaya 100 juta. Sampai aku sadar kembali sebelum meninggal, aku berusaha membuka mata dan melihat putraku yang berdiri di ujung ranjang pasien.

Melihat EKG-ku yang berangsur-angsur melemah, dia tersenyum gembira dan menelepon seseorang untuk melaporkan keadaanku.

“Ayah, Ibu sudah mau mati. Kamu dan Bibi Susi beres-beres saja dulu. Kalian sudah boleh pulang dengan bawa uangnya. Aku sudah belikan asuransi ratusan juta untuknya. Habis dia mati, kita paling nggak bisa dapat kompensasi 10 miliar.”

Suara dari ujung telepon terdengar jelas. Itu adalah suara suamiku yang sudah meninggal 6 tahun lalu. Sementara itu, Bibi Susi yang dimaksud putraku adalah teman semasa kecil suamiku.

Yohan tidak tahu aku masih bisa mendengar. Dia dengan bangganya membahas kehidupan gembira mereka kelak.

“Beberapa tahun ini, aku sudah hampir nggak tahan, tapi malah harus lanjut sandiwara. Kalau bukan karena Ibu, aku sudah pergi ke luar negeri untuk jadi orang kaya. Tapi, kematiannya nggak sia-sia. Kita bisa dapat tambahan 10 miliar. Sudah lama aku incar rumah di ibu kota itu. Kebetulan, uang ini bisa jadi tambahan buatku.”

Air mata mengalir dari sudut mataku. Dari percakapan mereka, aku sudah memahami semuanya. Ternyata utang itu hanyalah jebakan yang disusun suamiku dan selingkuhannya. Mereka membuat pembukuan palsu untuk menutupi pencucian uang yang dilakukan mereka.

Sementara itu, putra yang kulindungi mati-matian ternyata mengetahui semua fakta ini, juga diam-diam membantu mereka. Suami dan putra yang seharusnya adalah orang terdekatku malah memanfaatkan aku tanpa belas kasihan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
9.0
Jack Harper, pakar survival ternama, terjebak dalam mimpi buruk saat acara realitasnya berakhir tragis akibat ledakan misterius. Teruntai di pulau terpencil penuh reruntuhan kuno dan suku berbahaya, Jack harus memimpin sekelompok selebritas untuk bertahan hidup. Namun, ancaman terbesar muncul dari Mei Ling, kontestan yang ternyata pembunuh bayaran dengan dendam pribadi padanya. Di tengah konspirasi pulau dan pengkhianatan, Jack harus bertarung demi nyawa dan kebenaran.
Sampul Novel Jebakan Salon
8.1
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk melakukan perawatan wajah di salon kecantikan, hidup seorang wanita berubah drastis setelah ia bertemu dengan seorang pemuda tampan nan memikat. Terbuai oleh pesona, ketampanan, dan rayuan manis pria tersebut, ia memilih mengabaikan keberadaan kekasihnya demi merasakan kebahagiaan baru. Namun, keintiman instan yang penuh gairah ini justru menyeretnya ke dalam situasi berbahaya, di mana bahaya besar yang tak terduga siap mengancamnya.
Sampul Novel Menjadi Ibu Susu
8.5
Viona, seorang wanita yang terjebak dalam dunia prostitusi dengan nama panggung Ros, mendapati hidupnya berubah drastis secara tidak terduga. Ia mengemban tanggung jawab sebagai ibu susu bagi bayi piatu bernama Melati. Di tengah tugas barunya itu, Viona dihadapkan pada tantangan emosional yang sulit. Ia harus berjuang menjalankan perannya dengan profesional sembari berusaha keras menahan perasaan yang mulai tumbuh terhadap ayah kandung Melati.
Sampul Novel Menunggu Perceraian yang Dinantikan
8.9
Keputusan cerai bulat diambil saat Navish lebih memilih mengantarkan obat untuk asistennya daripada menolong istrinya yang terjebak klaustrofobia di lift. Navish menandatangani berkas itu dengan santai, yakin sang istri yang sebatang kara hanya sedang merajuk dan akan memohon kembali selama masa tunggu tiga puluh hari. Di saat Navish sibuk memamerkan kemesraan dengan asistennya di media sosial, sang istri justru diam-diam mengemas barang dan bersiap pergi jauh ke New York.
Sampul Novel Pacar Kontrak Berbalut Cinta
8.0
Tasya dan Kyler adalah musuh bebuyutan yang selalu berselisih sejak kecil. Namun, tekanan keluarga memaksa Tasya mencari pasangan, sementara Kyler ingin membalas dendam pada sahabatnya yang berkhianat. Keduanya pun sepakat menjalani hubungan kontrak yang mengejutkan orang terdekat. Meski awalnya penuh kebencian, benih cinta mulai tumbuh di tengah perbedaan usia mereka yang cukup jauh. Akankah sandiwara ini menjadi nyata atau hancur karena masa lalu?
Sampul Novel Perjaka Kepincut Janda
8.1
Della Mahardika, seorang janda menawan, tidak pernah menyangka bahwa luka masa lalunya akan membawanya bertemu dengan Dimas Anggara. Meski berawal dari pertemuan yang unik dan penuh tawa, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Dimas percaya bahwa cinta sejati menuntut pengorbanan, namun ia enggan membiarkan perasaan itu dimanfaatkan secara buta. Akankah hubungan beda status ini berjalan mulus tanpa rintangan, atau justru menemui hambatan besar?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan