Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Penggoda Iman

Suami Penggoda Iman

Rifki Viran Al-Maqdisi adalah selebgram tampan berotot yang sering menghiasi majalah dewasa. Di usia 22 tahun, hidupnya terusik saat dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki merasa Nabila jauh dari kriterianya dan bersikap sinis pada pernikahan tersebut. Namun, Nabila tetap ikhlas mendampingi suaminya yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terungkap ke publik dan bagaimana nasib hubungan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Nabila sholat istikharah memikirkan semua yang ada di dalam pikirannya sekarang. Kehidupan dirinya yang memang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. 

"Nak, kamu mau menikah dengan orang yang ayah pilih kan?" tanya Hadi kepada anaknya. 

Nabila memang orang yang penurut, dia sama sekali tidak bisa menolak pernikahan ini. Walau dia harus menikah dengan pria seperti Rifki. Tetapi dia akan berusaha untuk memberikan pemahaman kepada abinya tentang sosok Rofki yang sesungguhnya. 

"Aku insya Allah mau, tetapi apa dia bisa menjadi imam terbaik untukku kelak?" tanya Nabila yang sedikit meragukan sosok Rifki. 

Setahu Nabila, pria seperti dia hanya bisa pamer aurat dan menggoda kaum hawa saja. Bahkan pria itu Nabila ragukan sebagai calon imam untuk dirinya. 

Hadi menatap kearah anaknya dengan sekilas. Dia paham yang ada di dalam pikiran anaknya saat ini. 

"Nak, kamu jangan melihat seseorang dari cangkangnya saja. Ayah sudah kenal baik dengan dia dan keluarganya."

Nabila memang tidak bisa melawan sama sekali, tetapi rasanya aneh jika sosok Rifki itu bisa menjadi imam yang membimbing dirinya kelak ke surga. 

"Ayah sudah kenal dengan dia dari lama? Apa ayah tahu juga yang dia lakukan di kampus?" tanya Nabila. 

Mengingat hal tersebut, membuat dia merasa kesal. Rifki bahkan tebar pesona kepada orang lain. Ini yang membuat dia tidak nyaman. Seolah pria itu mencari perhatian kepada semua orang. 

"Memang ada apa dengan dia?"

Nabila menatap ayahnya, ini kesempatan dirinya untuk mengatakan semua yang sudah terjadi. Termasuk dengan sosok Rifki yang membuat dirinya sedikit tidak suka. 

"Dia suka tebar pesona kepada kaum hawa. Bahkan dia tidak segan memamerkan bentuk tubuhnya yang kekar."

Mendengar hal tersebut dari anaknya. Hadi malah tertawa. Baru kali ini anaknya bisa berkata seperti itu, apalagi membicarakan tentang pria. 

Nabila menaikan sebelah alisnya ketika ayahnya yang malah tertawa, memangnya ada yang lucu sekarang. 

"Kenapa ayah malah tertawa?" dengus Nabila yang sedikit tidak suka. 

"Kamu itu sangat lucu nak, bukannya ayah sudah mengatakan kalau jangan pernah menilai seseorang dari bentuk fisik dan cangkangnya saja. Kamu harus ingat dengan yang pernah ayah katakan dulu tentang sebuah hadits. 

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW pernah menuturkan kepadanya, "Lihatlah, sesungguhnya engkau tidaklah lebih baik dari (orang kulit) merah dan hitam kecuali jika engkau melebihkan diri dengan ketakwaan kepada Allah." (HR Ahmad)

Darrah binti Abu Lahab meriwayatkan sebuah hadits, ia berkata: 'Ada seorang laki-laki yang berdiri menemui Nabi SAW yang ketika itu tengah berada di atas mimbar, lalu ia berkata: 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling baik itu?' Rasulullah SAW menjawab: "Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling baik bacaan (Al-Qur'an) nya, paling bertakwa kepada Allah SWT, paling gigih menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, dan paling giat menyambung tali silaturahmi." (HR Ahmad)

Maka dari itu, ayah tidak ingin kamu membedakan orang lain."

Nabila terdiam ketika mendengar ayahnya yang justru malah berceramah. Sebenernya bukan itu yang dimaksud oleh Nabila. 

"Ayah, aku tidak membedakan dia."

"Lalu?" tanya Hadi. 

Nabila menghela napas panjang, dia tidak akan bisa memang juga jika berdebat dengan ayahnya. Untuk sementara ini, dia akan mengikuti semua alurnya. 

Nabila juga yakin kalau Rifki pasti sekarang sedang berusaha untuk membatalkan perjodohan ini. Terlebih waktu itu Rifki menghina dirinya dengan mengatakan kalau dirinya wanita kampungan hanya dengan hijab yang sering dia gunakan. 

"Kalau begitu Nabila ke kamar dulu ayah, sepertinya aku sudah mengantuk."

Nabila mengatakan itu dan dia masuk ke dalam kamarnya. Hadi hanya tersenyum tipis sambil melirik kearah anaknya. 

Dia tahu Rifki orang seperti apa, jadi tidak kaget ketika anaknya mengatakan itu padanya. Hadi juga tahu sisi lain dari Rifki dan kehidupan pria itu. Makanya dia ingin menjodohkan anaknya dengan Rifki. 

***

Pagi hari yang cerah. 

Rifki bersiap hendak akan pergi ke kampus, dia melihat kearah meja makan di sana ada abinya. Ibu tirinya dan adik tirinya. Orang yang melihat itu pasti akan mengira keluarga bahagia. Tetapi Rifki tidak mau bergabung dengan mereka. Terlebih ada sosok wanita yang Rifki benci, yaitu wanita yang sudah merebut abinya dari uminya. 

"Pagi Kak Rifki," sapa Hafiz adik tiri yang hanya beda satu tahun dengan dirinya. 

"Rifki sarapan dulu," ujar Quraish pada anaknya.

Rifki menoleh di meja tersebut dia melihat abinya bersama dengan wanita yang dia benci. Lalu dia melihat anak dari wanita itu juga. Rifki enggan jika harus makan bersama dengan mereka. 

"Aku sudah kenyang hanya dengan melihat kalian saja. Lagian aku tidak mau duduk bersama dengan wanita yang sudah membuat umi sakit hingga meninggal." 

"Rifki jaga kesopanan kamu!" marah Quraish sambil memegangi jantungnya. 

"Sudah mas, jangan seperti itu. Biarkan Rifki melakukan yang dia inginkan saja." Hana hanya mengatakan itu memberitahu suaminya. 

Rifki yang melihat itu malah tersenyum sinis. Wanita itu memang pandai sekali membuat abinya seperti itu. Lalu dia melihat kearah anak wanita itu yang hanya diam ditengah pertengkaran mereka. Pria pengecut menurut Rifki, hanya tampangnya saja yang terlihat alim. 

"Aku pamit, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Rifki pergi dengan begitu saja, dia sebenarnya tidak ingin mempunyai keluarga yang seperti itu. Apalagi hidup dengan wanita yang sudah merusak kebahagiaan dari uminya. 

Membayangkan kejadian yang sudah terjadi dengan uminya di masa lalu membuat hatinya kian merasa sakit. Andai saja wanita itu tidak datang ke pada abinya. Pasti uminya sampai sekarang masih hidup. 

"Maafkan aku ummi," gumam Rifki dengan sendu. 

Dia melanjutkan mesin mobilnya dengan kecepatan sedang. Membayangkan masa lalu yang membuat dia merasa sakit. 

Ketika pikiran dirinya sedang kacau, hingga dia tidak merasakan kalau dihadapannya terdapat seseorang. Rifki dengan cepat akhirnya mengerem dengan mendadak. 

Citt...

Kepala Rifki terbentur, dia berusaha untuk bangkit tetapi dia terlalu lemah. Sampai ada seseorang yang mengetuk pintu mobilnya. 

"Permisi, Mas tidak papa?"

Samar suara seseorang yang menurut dirinya tidak asing. Dia berusaha untuk membuka kunci mobilnya. Sampai orang tersebut berhasil membuka pintunya. 

"Tolong," ujar Rifki yang berusaha untuk dirinya sekarang. 

"Astaghfirullah, Innalilahi Rifki," ujar seseorang yang memang tidak asing dengan dirinya. 

Wanita itu menutup mulutnya karena sedikit terkejut dengan keadaan Rifki sekarang. Apalagi pelipis pria itu yang mengeluarkan darah. 

"Tolong," gumam Rifki. 

Samar-samar Rifki melihat orang tersebut yang membuka mobilnya, wanita berhijab warna pink. Hingga kesadarannya menghilang dan dia tidak menyadarinya lagi. 

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Leana terpaksa menggantikan kakaknya, Sasmita, yang kabur di hari pernikahan dengan Elvano Mahendra. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, Leana terus disalahkan oleh suaminya yang dingin. Ia sadar dirinya bukanlah wanita idaman Elvano. Saat Sasmita kembali, kesabaran Leana habis hingga ia menuntut cerai. Namun, Elvano justru menolak melepaskannya meski kekasih lamanya telah pulang. Mengapa Elvano bersikeras mempertahankan Leana di sisinya?
Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang
8.9
Nisa terjebak dalam skandal asmara dengan Dani, suami Rika. Meski berlatar belakang pendidikan pesantren, Nisa gagal menjaga prinsipnya karena rayuan maut Dani yang meruntuhkan pertahanannya. Rika dengan tegas meminta Nisa menjauh, namun Nisa merasa Dani harus bertanggung jawab atas perasaan yang telah tumbuh. Kini, Nisa bimbang antara mengakhiri hubungan terlarang itu atau justru terus menyakiti sesama wanita demi mengejar cinta pertamanya yang salah.
Sampul Novel Di Ceraikan Karena di Tuduh Mandul
9.4
Kinara terpaksa menikah di usia tiga puluh tahun demi menuruti keinginan orang tuanya. Namun, setelah dua tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati, ia justru dituduh mandul oleh mertuanya sendiri. Penderitaannya kian mendalam saat sang suami memutuskan untuk berpoligami dengan wanita lain. Merasa dikhianati dan hancur, Kinara bertekad bangkit demi membuktikan bahwa tuduhan kejam mereka salah besar serta menunjukkan harga dirinya yang sebenarnya.
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Olivia menyusuri jalanan dengan lelah, menggenggam map lamaran kerja sambil berharap ada lowongan bagi dirinya. Saat ia bertanya pada satpam, perhatian teralih oleh kedatangan Alexander Drake, pengusaha berwibawa yang turun dari mobil mewahnya. Pertemuan singkat itu menciptakan ketegangan saat mata mereka beradu. Meski Olivia merasa rendah diri dan Alexander bersikap dingin, ketertarikan mulai muncul. Tanpa disadari, momen di gerbang kantor itu akan mengubah hidup Olivia selamanya.
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares
8.1
Perjodohan paksa merupakan fenomena klasik yang kerap membebani siapa pun, terutama jika harus bersatu dengan orang asing tanpa landasan cinta. Beban berat inilah yang kini menghimpit hidup Ares dan Anggun. Meski hati menolak, mereka terjebak dalam situasi yang tidak memberikan celah untuk melarikan diri. Keduanya terpaksa menghadapi komitmen yang tak diinginkan, di mana alasan apa pun tidak cukup kuat untuk membatalkan ikatan pernikahan tersebut.