Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Magnetis

Suami Magnetis

Bekerja sebagai sekretaris bagi bos besar membuatku merasa layaknya pekerja serabutan. Dari fajar hingga petang, aku mengurus segala kebutuhan pribadinya, mulai dari menyiapkan pakaian, sarapan, hingga menemaninya makan malam. Meski melelahkan, gaji fantastis membuatku tetap bertahan melakoni rutinitas ini. Namun, segalanya berubah rumit saat atasan yang magnetis itu tiba-tiba memintaku untuk mengatur kencan buta bagi dirinya sendiri secara mendadak.
Bab
Bagikan

Bab 2

DASAR MESUM!

Jika menuruti isi hati, aku ingin sekali memberontak serta berteriak keras, namun kepalaku masih menggunakan logikanya. Terlalu banyak gerak hanya akan membuang energi. Selain itu, kami harus menghemat oksigen, jangan sampai menghabiskannya untuk hal yang tak perlu.

Demi menyelamatkan diri dari serangan lelaki yang tak punya akhlak, aku harus memukul leher belakang Pak Malik supaya dia jatuh pingsan. Menyerang dengan cara yang halus adalah kunci agar dia tidak mencurigai rencanaku yang luar biasa ini.

Langkah pertama dimulai dengan meraba dadanya, lalu naik ke atas menelusuri batang leher....

Tunggu sebentar! Sepertinya ada yang salah.

Pak Bos berkeringat sangat banyak, napasnya sesak, dan tangannya bergetar hebat. Benar-benar gawat. Telah terjadi sesuatu yang buruk pada pria yang menjadi motor kebanggaan Pecitra.

Aku segera mengambil telepon genggam, lalu menyalakan senter. Terlihat wajah Pak Malik pucat pasi. Tanpa membuang waktu, aku langsung melepas dasinya, lalu membuka beberapa kancing baju lelaki itu agar dia bisa bernapas lega.

"Duduk dulu, Pak."

Aku ambil saputangan yang berada di kantong jas Pak Malik kemudian menggunakan saputangan tersebut untuk menyeka keringat pada tubuh milik pria yang lemah tak berdaya itu. Setelahnya, aku memeluk tubuh sang CEO Pecitra erat-erat dan membiarkan lelaki itu bersandar di bahuku.

"Tidak apa-apa...." Aku menepuk-nepuk punggung Pak Malik dengan lembut dan beberapa kali mengelusnya.

"Semua akan baik-baik saja..., semuanya baik-baik saja," imbuhku.

***

"Jika Bapak masih merasa kurang nyaman, saya akan membatalkan agenda Bapak dengan Nona Rosiana," ucapku ketika kami sudah berada di dalam mobil.

Untung saja teknisi lift segera datang setelah aku menekan tombol bantuan sehingga kami dapat keluar dari sana dengan cepat.

"Lakukan saja seperti yang sudah direncanakan," ucapnya.

"Baik Pak," jawabku.

Ah orang ini bikin gemas saja. Meski beberapa waktu yang lalu beliau terlihat sangat memprihatinkan, namun sekarang kelakuannya seperti orang benar, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

"Pak, tolong mampir dulu ke mal terdekat ya," pintaku pada Pak Budi, sopir yang mengantar kami.

Pak Malik tidak boleh menemui pasangan kencan butanya dengan pakaian seperti ini. Terdapat bekas lipstik di kemeja putih yang dia pakai sekarang. Pasti tertinggal di sana ketika lelaki berparas rupawan ini memelukku di lift.

Kalau tahu akan terjadi kejadian yang memalukan seperti ini, aku pasti tidak akan menggunakan pewarna bibir yang mudah luntur ke benda lain.

***

Menurut sebuah survei yang dilakukan di Amerika, satu dari tiga wanita menyukai pria yang mengenakan celana jin dan kemeja putih di acara kencan pertama mereka.

"Bagaimana?" Pak Malik menanyakan pendapat tentang penampilannya setelah mencoba baju di kamar pas.

Mempesona.

Hanya kata itu yang pas digunakan untuk menggambarkan dirinya saat ini. Ternyata survei yang aku baca tersebut ada benarnya juga. Semoga si Bos berhasil dalam kencannya nanti.

"Bagus, cocok sama Bapak," jawabku.

Aku membuka tas dan mengambil kartu kredit milik perusahaan yang selalu kubawa untuk memenuhi kebutuhan sang CEO. "Kalau begitu saya bayar dulu, Pak."

"Tunggu!" Pak Malik meraih tanganku.

"Coba pakai ini!" Dia menyodorkan gaun panjang warna merah dengan belahan kaki yang tinggi hingga di atas lutut.

TUNGGU! APA?!

Gaun merah, belahan tinggi. Beliau sadar tidak sih kalau pasangan kencan butanya bukan aku?

Baiklah, berpikir positif saja. Mungkin beliau ingin memberikan gaun itu ke Nona Rosiana dan sebelum itu ia memintaku untuk menjadi modelnya. Tak ada salahnya juga menuruti permintaan lelaki ini.

Anda lihat saja, Bos. Akan aku tunjukkan bagaimana penampilanku setelah yang memakai gaun itu.

"Saya beli yang itu juga," ucap Pak Malik pada pegawai toko baju di mana kami berada.

Sudah tidak perlu diragukan lagi, dia pasti puas dengan performa sang Sekretaris, siapa lagi kalau bukan diriku, Alba Ayuningtyas. Aku doakan semoga Bapak langsung jatuh cinta pada orang yang memakai gaun merah yang dia berikan.

***

Kami tiba di restoran yang aku sewa untuk Pak Malik. Sebelum turun dari mobil, aku memastikan kembali bagaimana penampilan sang Pimpinan Pecitra. Dimulai dari tatanan rambut, kerapian pakaian, sepatu, jam tangan hingga aroma tubuhnya.

Semua sudah bagus, hanya saja masih ada yang bisa diberi sentuhan magis. Aku membuka tiga kancing baju teratas pada kemeja yang beliau kenakan agar pasangan kencan Pak Malik melihat dadanya yang kokoh dan menggoda.

"Pak, mohon tunggu sebentar ya," pintaku

Aku keluar dari mobil menuju bagasi untuk mengambil buket bunga mawar merah yang sudah dipersiapkan serta gaun yang sebelumnya dibeli oleh Pak Malik, lalu menyerahkan kedua senjata cinta tersebut pada lelaki itu.

***

Semua karyawan restoran menyambut kami di pintu masuk. Setelah itu, kami langsung diantar ke meja yang sudah di pesan.

"Kenapa dia belum datang?" Pak Malik melihat jam tangannya.

Beliau pasti menanyakan tentang pasangan kencan butanya. Aku pun segera menjawab, "Karena kita datang lebih awal 30 menit dari waktu yang dijanjikan, Pak."

Lelaki itu memutar posisi tubuhnya. "Alba, kamu tahu kalau aku tidak suka menunggu, bukan?"

"Tentu saja, Pak. Namun, malam ini Bapak harus melakukannya demi calon pasangan Anda kelak. Ini juga bisa menjadi latihan kesabaran karena salah satu kunci menjaga hubungan dengan pasangan agar langgeng adalah sabar," jawabku.

"Begitu ya? Aku mengerti," ucap Pak Malik.

Karena Pak Bos sudah tidak ada keluhan, maka aku bisa pergi dari sana dan mencari tempat makan lain untuk menikmati makan malam. Tidak peduli bagaimana kita bekerja keras dari pagi hingga malam, kesejahteraan perut tetap harus dijadikan prioritas utama.

"Kenapa pergi?" tanya Pak Malik.

Praktis, pertanyaan beliau menghentikan langkah kakiku yang sudah mengobarkan semangat berapi-api untuk meninggalkan si Bos di sana.

"Mau keluar cari makan, Pak." Aku katakan saja apa adanya.

"Kalau mau makan kan tinggal duduk saja di salah satu kursi. Kenapa harus keluar?" timpalnya.

Mengapa hari ini Pak CEO banyak sekali maunya sih? Dasar bos bawel. Sudah cerewet, tidak peka pula. Dia kan mau kencan, seharusnya orang itu membiarkanku pergi agar tak menjadi obat nyamuk di antara mereka. Tapi apa yang terjadi sekarang?

Dia menunjuk salah satu kursi di yang ada di restoran itu dengan gerakan matanya. "Kamu tidak sedang menungguku untuk menggendongmu duduk di sana, kan?"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Gairah Ceo Arogan
7.8
Adam Longthen diselimuti amarah besar setelah dikhianati Asley, istrinya sendiri. Walau Asley dikabarkan tewas dalam kecelakaan bersama selingkuhannya, Adam tetap memerintahkan pencarian hingga titik darah penghabisan. Keajaiban muncul saat anak buahnya membawa pulang seorang wanita berwajah serupa, namun ia mengaku sebagai Alin dan menolak identitas lamanya. Apakah wanita itu benar-benar Asley yang hilang ingatan, ataukah ada rahasia gelap di balik kemiripan mereka?
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina merupakan sosok gadis cerdas dan ambisius yang terjebak dalam pusaran dunia mafia setelah bertemu Alvaro. Sebagai pemimpin jaringan bisnis ilegal berpengaruh di kota, pria berusia awal 40-an tersebut terobsesi menjadikan Arina miliknya. Alvaro tidak ragu memanfaatkan kekayaan serta kekuasaannya demi mendapatkan apa yang diinginkan. Kini, kehidupan Arina berubah total saat dirinya dianggap sebagai permata berharga oleh sang penguasa gelap tersebut.
Sampul Novel Istri Kelima Sang Presdir
8.3
Menjadi istri Presdir kaya mungkin impian banyak orang, namun bagi Cassandra, hal itu adalah jebakan maut. Lewat siasat licik Bardolf Konstantino, ia terikat kontrak sebagai istri kelima. Hidupnya penuh penghinaan dan ia dipaksa melahirkan anak demi bertahan hidup. Demi melindungi masa depan sang adik dari ancaman keluarga Konstantino, Cassandra harus bertahan. Kini ia bertekad memenangkan hati suaminya yang dingin, meski pria itu tampak tak punya perasaan.
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana terjebak dalam kesepian akibat sikap dingin Devaro, suaminya. Di tengah kehampaan itu, kehadiran Javier sang bos memberikan warna baru hingga Ayana jatuh hati. Tanpa disadari, hubungan terlarang mereka adalah bagian dari rencana balas dendam Javier terhadap Devaro. Namun, niat jahat itu perlahan terkikis oleh cinta tulus yang tumbuh tak terduga. Akankah Devaro sanggup menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah berpaling pada pria yang sangat membencinya?
Sampul Novel Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan
8.9
Seorang pria sering dihina sebagai siluman miskin karena wajahnya yang hitam bertompel sangat kontras dengan kulit tubuhnya. Bahkan istrinya sendiri sempat meragukan identitas aslinya. Namun, semua penampilan buruk itu hanyalah penyamaran demi menemukan cinta tulus dari seorang gadis desa. Saat identitasnya sebagai CEO kaya raya terungkap, para tetangga yang meremehkannya seketika terdiam. Mengapa sang Sultan memilih hidup penuh hinaan?