
SOUL TRANSMIGRATION
Bab 3
Pagi ini shiro terlihat begitu segar,ia mencoba untuk menyeimbangkan tubuh dan juga emosinya.ia berniat untuk berkebun guna menetralkan suasana hatinya,
"Xio" panggil seorang pria
"Maaf nama saya shiro"kata shiro
Karena mengingat tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang pindahnya jiwa xio,selain dirinya sendiri
"Tidak usah berpura pura padaku,aku tahu bahwa kau adalah xio" kata pria itu
Pria itu akrab di panggil bian
"Namaku bian"kata bian
"Bian??tidak asing nama itu bagiku" lirih xio
"Aku adalah adik dari davin"jelas bian
"Adik??aku baru tahu kalau davin punya adik"jawab xio terkejut
"Aku adalah adiknya yang disembunyikan"gumam bian dalam hati
"Darimana kau tau tentang diriku?"tanya xio
"Karena aku yang melibatkanmu xio,aku yang membawamu kesini"jawab bian santai
"Apa?kau yang membawaku?bagaimana mungkin.siapa kau yang sebenarnya?"tanya xio datar
Sebenarnya xio kaget hanya saja ia menyembunyikannya
"Perhalan lahan kau akan mengetahuinya,aku akan selalu didekatmu,aku akan menjagamu xio,maaf telah melibatkanmu"minta bian
"Tetapi?apa tujuanmu membawaku?dan apakah waktu bergerak ke belakang?"tanya xio
"Hahaha,kau ini sangat polos,waktu tidak bergerak kebelakang hanya saja kau kembali ke masalalumu yang belum sempat kau tuntaskan"timbal bian
"Masalalu?aku tidak mengerti sama sekali"bingung xio
"Lambat laun kau akan faham,dan waktumu disini hanya 2minggu,selama 4 harii kau akan mengetaui semuanya,selanjutnya misi akan dimulai"kata bian
Kemudian ia pergi meninggalkan xio dengan fikirannya sendiri
Misi?misi apa?tanya xio
Tetapi tidak dijawab oleh bian
****
Tiba tiba kalung yang digunakan oleh shiro menyala,ia heran mengapa kalungnya bisa menyala,kalung itu memancarkan warna merah
"Heii,mengapa kalung ini menyala"kata shiro
Tiba tiba ia merasakan sakitt kepala yang sangatt luarbiasa
"Agrrrr,sakittttttt" triak shiro
Kemudian tercahaya itu semakin membesarr
Angin yang sangatt kencang dan xio kagett ternyata ia kembali ke kamar apartnya
"Lohh kamarku"
Xio tidak percaya lalu melihat ke arah cermin ternyata benar ia kembali ke dunianya
"Pagi?ebused aku ada rapat,masih bisa nihh prepare buat sekolahh"
Xio bergegas mandi dan pergii kesekolah
Sesampainya disekolah,tepat waktu bel sekolah dan ya
Triakan seseorang berhasil menarik perhatian xio
"Xioooo"triak rea
"Apaan dahh,lu tu ya pagi pagi udahh triak triak aja,kebiasaan bnget dah"kata xio kesal
"Eheheh,sorry deh,oiya dicariin sama kevin tuh,katanya hari ini kalian rapat"beritahu rea
"Iya,gue ingat kok,di aula sekolah kan?"tanya xio
"Ho'oh,yang lain udah pada nunggu lo tuh cepetan sana"suruh rea
"Iya,bawel bnget"kata xio kesal
****
"Lo lama bnget datangnya"kata kevin sambil tersenyum liat ke arah xio
"Ngapain lo senyam senyum gitu,kek orang gila ae lu"kata xio
"Eh elu tu ya,btw lu cantik hari ini"kata kevin santai
Dugg,xio yang mendengar hal itu seperti ada kupu kupu yang menggelitiki perutnya
"Ishh sialan bnget nih kevin pagi pagi udah buat jantung gue mo copot ae" kata xio dalam hati
"Apaan sih lu,meng eakkk" kata xio
"Jiahkk,baper kan lo,dikatain cakep baper lo,tpi emg bener sii lo cakep" goda kevin
"Udahh ayokk rapatt"kata xio
*****
Davin pov
Davin gelisah,ia kesana kemari mencari keberadaan shiro,ia mencoba untuk menggunakan fellingnya untuk mencari xio.
Tiba tiba cincin yang digunakan oleh davin mengeluarkan cahaya seperti cahaya kalung shiro
"Menyala?berarti sekarang shiro berada di dunianya"felling davin
"Agahrr,kenapa gue jadi uring uringan gini sihh,davinn ingatt itu bukan shiro,itu xio mereka berbeda,nanti juga xio balik lagii."kata davin mencoba menenangkan dirinya
Davin segera pergii ke ruang bawah tanah,dimana ruangan itu hanya ia,bian,dan juga ibunya yang mengetahui ruangan itu.
****
"Ibu,aku merindukanmu" kata davin sambil menatap foto ibunya
Tidak terasa ternyata air bening berhasil keluar dari mata davin.
"Cengeng banget,anak sulung itu gak boleh nangis,lemahh" ejek bian
Yang entah dari mana ternyata sudah berada di samping davin
"Kita bisakan selamatin ibu?aku takut aku engga akan pernah jumpa sama ibu lagi,hiks hiks" kata davin dengan susah payah
"Seharusnya bisa,shiro ada disini,dia bakal bantu kita buat selesain misi ini,ibu akan selamat,tenanglah,aku mengirim xio kembali kedunianya,karna aku takut aktivitasnya terganggu karena bantuin kita,aku harus kembali ke dunia,aku harus jagain xio."kata bian sambil mengusap punggung kakaknya itu
"Bawa dia kembali,aku merindukannya juga."kata davin
"Rindu?sejak kapan kau mulai terbiasa dengan keberadaan shiro?"selidik bian
"Entahlah"kata davin tidak ingin banyak bicara
"Kau menyukai xio kan?apa kau menyukainya?"kata bian dengan tatapan yang tidak dapat dibaca
"Aku hanya mencintai shiro,bukan xio,mereka berbeda" kata davin singkat
Entah kenapa bian langsung tersenyum mendengar pernyataan kakaknya itu
"Baiklah,jika seperti itu,aku harap kau tidak sedang membohongi diriku"ucap bian
"Bohong?aku tidak membohongi mu,apa kau jatuh cinta pada xio?"selidik davin
"Tidak"
"Sungguh?"
"Iya"
"Tetapi aku melihat kebohongan berada dimatamu"ucap davin asal
Davin hanya menerka,sebenarnya davin tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu tentang adiknya,begitu juga dengan bian,ia tidak pernah mengatakan perasaannya,bian terbiasa memendam segalanya sendiri,sebab menurutnya tidak ada gunanya jika mengatakan prasaannya,tidak ads yang benar benar faham kepadanya.
"A-a,aku tidak berbohong" balas bian
"Jika kau tidak berbohong lalu mengapa kau gugup bian,hmm?"
"T- tidak,Tidak sama sekali.aku tidak berbohong padamu" jawab bian dengan gugup dan tergesa gesa
"Apa kau fikir aku bodoh?aku mengerti dirimu bian,kau sedang membohongi diriku,aku bisa memahami nada bicaramu itu,tetapi baiklah aku akan menganggapnya benar,tetapi jika benar kau menyukai xio juga tidak masalah"davin menjelaskannya dengan sangat hati hati
Dari dulu,davin selalu faham dengan tindakan adiknya itu,namun ia berpura pura tidak peduli,seakan menutup diri dengan apapun yang terjadi kepada adiknya,padahal davin selalu mengawasi sang adik
"Terserah padamu,jika kau tidak mempercayai diriku juga tidak masalah,aku tidak butuh pendapatmu itu"kata bian sambil pergi meninggalkan davin seorang diri
"Ibu,lihatlah anak mu itu,ia bersikap seperti anak umur 10 tahun saja,sangat ceroboh ia bahkan tidak pandai berbohong sama sekali,dan dengan beraninya ia membohongi ku,mungkin dia lupa bahwa aku adalah kakaknya"monolog davin
****
"Ibu aku juga merindukanmu,aku ingin sekali menangis,jujur sesak rasanya ketika aku harus menahan air mataku ibu,davin itu kakakku bukan?namun mengapa ia begitu cengeng,harusnya dia yang menenangkan diriku ketika aku merindukan aroma khasmu,merindukan pelukanmu,mata teduhmu ketika menatapku juga sentuhan hangatmu padaku ibu,aku sangat merindukan itu semua"biam menatap langit dan merasakan terpaan angin menyentuh kulitnya
"Sok sok an bilangin aku cengeng,ternyata kamu lebih parah"sentil davin
"Lahh,napa tiba tiba lu disini bukannya tadi ada-
Kalimat bian terpotong
"Engga usah alihin pembicaraan lahh dek,aku tahu kau juga sering menangis tapi kau tak mampu menunjukan kesedihanmu padaku,kau tau?ibu pernah mengatakan sesuatu padaku,begini katanya'kau dan aku adalah saudara kandung,senangmu milikku dan senangku milikmu,sedihmu milikku dan sedihku boleh jadi milikmu,kita harus akur engga boleh bertengkar,saat melihat kita bertengkar ibu merasa sedih,namun rasa lelahnya hilang ketika melihat kita akur dan tertawa"ucap davin menatap adiknya itu
Namun bian menutup matanya merasakan kalimat kalimat yang keluar dari mulut abangnya itu
Anda Mungkin Juga Suka





