Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Skandal Pengasuh Tua dan Putraku

Skandal Pengasuh Tua dan Putraku

Setelah memergoki Bi Tati, asisten rumah tangganya, berpesta mewah secara diam-diam, sang majikan memilih mengampuninya. Atas bujukan kakak ipar, ia hanya memotong gaji asisten tersebut demi menjaga hubungan keluarga. Namun, keputusan itu menjadi awal petaka. Baru dua hari sang majikan pergi ke luar negeri, putranya yang baru lulus mengadakan pesta di rumah. Sang putra tiba-tiba menelepon sambil menangis ketakutan dan mengaku bahwa dirinya telah tidur dengan pengasuh tua tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pada hari keberangkatanku, aku berulang kali mengingatkan anakku.

"Jangan bermain terlalu larut. Suruh teman-temanmu pulang lebih awal."

"Tenang saja, Bu!"

Anakku meyakinkanku sambil tersenyum, lalu mengantarku ke pintu keberangkatan.

Di pesawat, aku meninjau kembali jadwal kerja di tempat tujuan, lalu tertidur sebentar.

Keesokan paginya, saat langit masih agak gelap, pesawat akhirnya mendarat.

Saat sedang menunggu untuk mengambil koper di tempat pengambilan bagasi, aku mematikan mode pesawat di ponsel.

Belasan panggilan tak terjawab dan puluhan pesan tiba-tiba muncul bersamaan.

Semuanya dari anakku.

Hatiku tiba-tiba merasa panik.

Perasaan tidak enak langsung muncul di benakku.

Aku mengabaikan koperku, mencari sudut yang sepi, dan segera menelepon balik.

Baru tersambung sekali, telepon langsung diangkat.

Namun, tidak ada yang berbicara. Hanya keheningan yang menyapa.

Kalau bukan karena suara napas terengah-engah anakku, aku hampir mengira tidak ada siapa-siapa di ujung telepon.

Setelah beberapa saat, dia berkata dengan suara gemetar, "Bu ... apa yang harus aku lakukan?"

Aku menggenggam ponsel dengan erat dan merasa panik.

"Ada apa? Kenapa? Kenapa kamu menelepon Ibu berkali-kali!"

Apakah dia menyesal karena tidak pergi bersamaku?

Kalau benar begitu, aku pasti akan memberi pelajaran pada bocah tidak tahu diri ini saat aku pulang nanti.

"Ibu ... aku ... aku ...."

Dia tergagap lama tanpa ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya.

Aku sangat cemas hingga aku ingin sekali masuk ke dalam ponsel dan menarik lehernya untuk memaksanya bicara.

"Apa yang terjadi? Cepat katakan! Ibu harus pergi rapat sebentar lagi!"

Anak ini benar-benar suka membuat masalah.

Aku melihat waktu di ponsel, sementara dia masih tergagap.

Aku sudah tidak tahan lagi. Saat aku hendak memarahinya, suara familiar tiba-tiba terdengar dari sana.

"Tuan Muda! Kenapa kamu melakukan ini? Kehormatanku! Harga diriku! Aku ... aku nggak mau hidup lagi!"

Diiringi suara isak tangis Bi Tati, anakku berkata dengan suara lemah dan penuh penyesalan, "Bu ... aku tidur ... aku tidur di ranjang yang sama dengan Bi Tati!"

Aku sangat terkejut.

Aku terdiam di tempat sambil menggenggam erat ponselku yang terasa seperti batu bata panas.

Dalam sekejap, pikiranku kosong.

Aku tampak kebingungan.

Lalu, aku berteriak tak percaya, "Apa kamu bilang? Nichol! Ulangi sekali lagi!"

Biasanya, anak ini memang suka bercanda.

Dia sering mengerjaiku.

Sebelumnya, aku tidak pernah menghiraukannya. Namun sekarang, dia berani bercanda seperti ini.

Dengan tangan gemetar, aku membuka halaman pembelian tiket penerbangan pulang sambil mendengarkan anakku yang mencoba menjelaskan di telepon.

"Bu! Aku benar-benar nggak tahu apa yang terjadi!"

"Kemarin aku hanya minum sedikit dengan teman-teman, lalu ... setelah mereka pulang, aku kembali ke kamar tidur."

"Pagi ini, saat aku bangun, aku ...."

Dia gemetar tanpa melanjutkan kata-katanya.

Belum sempat aku bicara, telepon itu sudah direbut.

"Nyonya! Nyonya harus menjadi penengah! Aku sudah setua ini, tapi dia masih ... masih ... aduh!"

"Apa yang kamu katakan! Aku sama sekali nggak menyentuhmu!"

"Tuan Muda, kenapa kamu masih berbohong? Kamu ...."

Telepon di sana tampaknya tak sengaja terputus.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menarik koper di sampingku dan bergegas kembali ke ruang tunggu.

Saat ini, aku sangat menyesal telah membiarkan Bi Tati tetap bekerja di rumahku hanya karena dorongan sesaat.

Dan juga membiarkan anakku mengadakan pesta di rumah.

Kalau saja aku memaksanya ikut, semua masalah ini tidak akan terjadi.

Aku menutup mata yang penuh dengan garis-garis merah karena kelelahan, lalu membuka ponsel untuk memberi tahu bahwa rapat dibatalkan.

Semua urusan ditunda sementara.

Yang paling penting sekarang adalah menyelesaikan masalah ini.

Sejak panggilan telepon itu, anakku tidak mengirim pesan lagi.

Aku juga mencoba meneleponnya, tetapi ponselnya sudah dimatikan.

Awalnya, aku panik seperti cacing kepanasan.

Namun, setelah ketakutanku mereda, aku mulai kembali tenang.

Aku menatap ponsel yang kugenggam erat dan tiba-tiba teringat sesuatu.

Aku buru-buru membuka ponsel dan mulai menghubungkannya ke kamera pengawas di rumah.

Setelah beberapa saat, aku tersenyum dan menghela napas lega.

Lalu, aku menyimpan rekaman video kamera pengawas dengan tatapan penuh tekad.

Aku paling benci trik-trik kecil yang dibuat-buat seperti ini.

Kalau berani mengusikku, mari kita lihat siapa yang menang.

Saat sampai di rumah, aku melihat sebuah van tua parkir di luar rumah.

Dan juga ...

Aku menyipitkan mata saat melihat nomor plat mobil yang tidak asing.

Pintu rumah setengah terbuka.

Dari dalam, terdengar suara orang marah-marah.

Para tetangga berkumpul di sekitar dan menonton dengan penuh minat.

Para wanita yang biasanya minum teh sore bersamaku sekarang berkumpul dan mulai berbisik satu sama lain.

Mereka semua adalah orang-orang yang aku kenal.

Saat melihatku, mereka tersenyum canggung dan menyapaku.

Tiba-tiba, terdengar suara tangisan dari dalam rumah.

Ekspresiku langsung berubah, dan aku segera berlari masuk.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B59039" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B59039
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian terhenyak saat Radit mengusirnya dengan kasar dan melemparkan tas pakaian ke arahnya. Perubahan sikap suaminya yang mendadak terasa menyakitkan, apalagi ada wanita lain yang menatapnya sinis di sana. Meski tengah mengandung delapan bulan, Dian harus menghadapi kenyataan pahit dibuang begitu saja. Ia mencoba memohon belas kasihan demi janin di rahimnya, namun Radit tetap tega mengusir istrinya sendiri tanpa memikirkan nasib calon anak mereka.
Sampul Novel Cathleen secret
8.1
Cathleen rela berperan sebagai antagonis demi melindungi Rikkard, pangeran kampus pujaannya, dari para wanita yang berniat buruk. Meski dibenci, ia bertahan hingga lembaran cintanya mencapai angka 3650. Akhirnya, Cathleen memilih mundur dan merelakan Rikkard bagi wanita lain yang tulus. Saat rahasia pengorbanannya terungkap, dunia Rikkard seketika terguncang. Akankah pandangan Rikkard terhadap sosok yang ia anggap iblis ini berubah selamanya?
Sampul Novel Cinta Dalam Balutan Tasbih
8.1
Mencintai seseorang memang indah, namun Ikrimah harus menghadapi kenyataan pahit saat sahabatnya, Sakila, juga memuja pria yang sama. Sakila bahkan nekat menjadi mualaf demi mendapatkan hati Zaid. Meski difitnah secara keji, Ikrimah memilih bersabar dan berserah diri pada petunjuk Tuhan. Di sisi lain, Zaid terjebak dalam dilema besar untuk menentukan pilihan hatinya. Siapakah yang akan dipilih Zaid pada akhirnya, Ikrimah yang tulus atau Sakila yang penuh pengorbanan?
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.6
Bertemu mantan ipar saat periksa kehamilan membuka luka lama Rumi. Setahun lalu, Aryan membatalkan pernikahan mereka demi wanita lain, hingga ibu Rumi wafat karena syok. Rumi pun memilih pergi meninggalkan Kota Daro. Kini, sang ipar memintanya kembali karena Aryan menderita dan terus mencarinya. Namun, Rumi yang telah menata hidup baru hanya tersenyum tenang sambil menunjukkan cincin di jarinya, membuktikan bahwa ia telah melangkah pergi dan menikah dengan pria lain.
Sampul Novel Dasha: Balas Dendam Pada Mantan Suami
8.8
Tepat di usia 27 tahun, Dasha diceraikan suaminya yang berpaling pada Irina. Untuk membalas dendam, Dasha menemui Oscar, dokter bedah yang bersedia mengubah wajahnya. Namun, Oscar mengajukan syarat berat: Dasha harus melayani nafsu seksualnya kapan saja. Demi ambisi menghancurkan sang mantan, Dasha rela menyerahkan tubuhnya pada Oscar yang menyimpang. Mampukah identitas barunya membawa kesuksesan, dan bagaimana kelanjutan hubungan rumit mereka?
Sampul Novel Dua Takdir, Satu Malam
9.7
Menjelang hari pernikahan, Damar terbangun di sisi sekretarisnya, Kyra. Murka karena merasa dijebak, Damar memecat Kyra dan menghancurkan reputasinya. Hidup Kyra lantas runtuh; ia kehilangan tempat tinggal serta biaya pengobatan ibunya. Di tengah penderitaan, Kyra menyadari dirinya hamil. Berbulan-bulan kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Kyra tengah berjuang sendirian. Sebuah rahasia besar pun perlahan terungkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi malam itu.