Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Skandal Cinta Saudara Angkat

Skandal Cinta Saudara Angkat

Wulan Prabu Aditama terjebak dalam nestapa saat kehormatannya dirampas paksa oleh Damar, kakak angkat yang selama ini ia anggap sebagai pelindung sejati. Tragedi ini seketika menghancurkan masa depan Wulan di tangan pria yang paling ia percayai. Kini, ia harus menghadapi ketidakpastian hidup yang kelam. Akankah Damar bersedia menebus dosa besar tersebut? Hubungan persaudaraan non-sedarah mereka kini menjadi skandal rumit yang penuh dilema dan luka mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seketika Damar merasa ketakutan, takut jika sampai buka suara pada dokter Alia. Bagaimana pun Damar belum siap jika perbuatannya tadi malam harus terungkap.

"Sayang, bagaimana keadaan mu?" tanya Dokter Alia pada Wulan.

"Sudah lebih ba-ik." Wulan menjawab dengan nada terbata. Namun, tatapannya seketika berubah kala melihat Damar ada dihadapannya. Wanita itu sepertinya ketakutan melihat kehadiran Damar. Tubuhnya seketika beringsut, wajahnya tertunduk. Wulan benar-benar ketakutan saat ini.

"Lan, kamu kenapa? ujar Damar seraya mendekat pada Wulan.

"Akhh! Tidak!" Wulan menjerit ketakutan dan kembali jatuh pingsan.

"Wulan!"

"Lan!"

Dokter Alia dan Damar sontak berteriak. Mereka begitu kaget melihat Wulan yang kembali pingsan. Dokter Alia semakin dibuat penasaran ketika melihat reaksi Wulan saat Damar baru saja hendak menyentuh tangannya. Sungguh Wulan seperti mengalami trauma yang cukup dalam.

"Kita bawa Wulan ke rumah sakit sekarang Mar," ujar dokter Alia mengintruksikan Danar untuk membawa Wulan ke rumah sakit.

"Baik Aunty." Damar mengangguk seraya menggendong tubuh sang adik dan membawanya ke rumah sakit.

Wulan akhirnya dibawa kerumah sakit. Wanita berparas cantik itu langsung mendapat pertolongan. Damar membawa Wulan ke IGD dan terus menunggu Wulan disana. Sungguh pria itu benar-benar tak menyangka jika hal ini akan terjadi.

Sementara, dokter Alia menatap nanar kearah Damar. Dokter Alia menelisik Damar yang tengah tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang Wulan. Dengan wajah yang tertelungkup di bawah tangannya.

Dokter Alia yang tadinya berniat menghubungi Tuan Aditama dan Nyonya Laura. Namun, ia urungkan sebab Damar sudah mengatakan jika dia sendiri yang akan menghubungi orang tuanya. Bagaimana pun dokter Alia adalah orang luar, tentu saja ia masih tahu diri, dan menghargai permintaan Damar.

Jam sudah menunjukan pukul 23.45, Wulan akhirnya tersadar dari pingsannya. Wanita itu perlahan mulai membuka mata. Wulan merasakan ada seseorang yang menggenggam tangannya. Wanita berparas cantik itu langsung melihat ke arah samping.

Wulan langsung tersentak saat mengetahui jika ternyata orang yang menggenggam tangannya adalah Damar. Spontan Wulan, langsung menarik tangannya dari genggaman Damar. Membuat pria itu langsung terbangun dari tidurnya.

"Lan," Panggil Damar pada Wulan yang terlihat kembali beringsut dan ketakutan.

"Lan, tolong jangan begini. Kakak minta maaf Lan, sungguh kakak tidak sengaja, kakak khilaf Lan, maafin Kakak." Damar memohon kepada Wulan untuk memanfaatkan perbuatannya.

"Ka-kak jahat! Tolong Kak tinggalin Wulan sendiri," ujar Wulan mengiba dengan raut wajah ketakutan pada sang Kakak.

"Lan, tapi kakak mau jagain kamu—"

"Kak Damar! Tolong tinggal aku sekarang!" Wulan berteriak semakin kencang meminta Damar keluar dari ruang rawat inapnya.

"Ok, Kakak keluar tapi, kakak akan kembali lagi dan kakak mohon setelah kakak kembali kita bicarakan ini baik-baik ok," ujar Damar kemudian melangkah pergi. Pria itu mencoba memberi ruang untuk sang adik menenangkan diri.

Damar yakin setelah ini, Wulan bisa ia ajak bicara. Biar bagaimanapun hal ini benar-benar harus dibicarakan serius antara mereka berdua. Sebelum Papah dan Mamahnya pulang dari luar kota.

Sepeninggal Damar, wulan terduduk menekuk lututnya sendiri. Wanita itu kembali menangis meratapi nasib sialnya. Puas menangis Wulan kemudian menghapus air matanya dan bertekad menghadapi semua masalah yang tengah menimpanya. Termasuk menghadapi Damar, ia harus tegas dan meminta pertanggung jawaban dari pria itu.

Bersamaan dengan itu Damar pun perlahan melangkah kembali keruangan Wulan. Pria itu masuk ke dalam ruang rawat inap Wulan. Terlihat disana Wulan tengah duduk melipat kakinya, kali ini tak ada penolakan atau pengusiran dari Wulan.

Meski tak satu pun kata keluar dari bibir wanita itu. Damar tahu betul jika Wulan saat ini sudah lebih baik. Inilah waktu yang tepat bagi Damar untuk berbicara dari hati ke hati.

"Aku mau bicara Kak," ucap Wulan tiba-tiba. Dengan nada dingin, wanita itu berucap tanpa mengalihkan pandangannya. Wulan memasang wajah datarnya dan terus menatap kedepan dengan tatapan kosong.

"Iya Lan, kita memang perlu bicara." Damar tersenyum tipis kemudian perlahan mulai mendekati Wulan. Damar kemudian mendudukan dirinya di kursi samping ranjang Wulan.

"Lan, pertama kakak mau minta maaf, sungguh kakak saat itu tidak sadar, kakak khilaf Lan," ucap Damar seraya tertunduk. Pria itu benar-benar menyesali perbuatannya tadi malam.

"Kak, apa dengan minta maaf kehormatanku bisa kembali? Apa dengan maaf kakak, aku bisa minta kembali kesucianku?" Wulan menjawab tegas seraya menatap tajam Damar yang duduk di sampingnya.

"Lan Kakak ...."

"Kakak apa?"

"Kakak benar-benar menyesal,"

"Kakak menyesal! Minta maaf! Sekarang aku tanya, apa semua itu bisa mengembalikan kesucianku! Apa bisa mengembalikan kehormatanku!" teriak Wulan mengulang kata-katanya.

Wanita itu hanya ingin Damar mengatakan dia akan bertanggung jawab. Tapi apa, Damar hanya terus berucap maaf dan menyesal. Sungguh, bukan itu yang Wulan harapkan. Semua memang sudah terjadi tapi, apakah tidak ada niat Damar untuk bertanggungjawab. Apa Wulan tidak berhak meminta pertanggung jawaban dari Damar?

Saat ini hati Wulan terasa begitu sakit. Ketika Damar hanya berucap kata maaf, maaf dan menyesal. Kini suasana menjadi hening, baik Damar maupun Wulan, tak ada yang saling bicara. Mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing.

"Lan," panggil Damar setelah beberapa saat pria itu terdiam. Sementara, Wulan tersentak saat Damar kembali memanggilnya. Wanita itu berharap kali ini Damar mengatakan apa yang ia harapkan.

"Lan, sekali lagi kakak minta maaf, Kakak benar-benar minta—"

"Bagaimana jika aku hamil?" Wulan langsung memotong perkataan Damar. Wanita itu kembali menanyakan kemungkinan terburuk dari kejadian tadi malam.

Deg!

Jantung Damar berdetak kencang, pria itu seketika terdiam. Tenggorokannya terasa tercekat sesak seolah tak dapat bicara.

"Sudah cukup minta maafnya Kak, sekarang aku tanya bagaimana jika perbuatan Kakak tadi malam membuatku hamil?" Wulan kembali bertanya pada sang kakak bagaimana jika dirinya hamil.

"Lan, masa depan kita masih panjang, kakak harap kamu tidak berpikir sejauh itu dan lagi pula kita hanya satu kali melakukannya, kakak rasa itu tidak akan membuat mu hamil, kakak yakin jika—"

"Aku tanya sekali lagi, bagaimana jika aku hamil Kak!" Wulan kembali bertanya dengan nada tinggi.

"Kita gugurkan," jawab Damar singkat namun penuh penekanan.

Wulan melotot kaget, mendengar pernyataan kakak angkatnya itu. Nafasnya sesak hatinya begitu sakit mendenagar jawaban dari Damar. Begitu mudahnya Damar berkata akan mengugurkan kandungannya jika dirinya hamil. Sungguh, Wulan baru melihat sifat Damar yang begitu tak memiliki perasaan.

Wulan benar-benar tak menyangka jika selama 19 tahun ini. Ternyata dirinya salah menilai seorang Damar. Wanita itu mengira jika Damar adalah pria yang baik dan lembut. Namun, nyatanya kini Damar berubah menjadi Damar yang berhati iblis.

"Aku tidak menyangka, jika ini akan keluar dari mulutmu Kak, aku tidak menyangka jika kau bisa berpikir sekejam ini aku sungguh aku—"

"Cukup Lan! Kakak membuat keputusan ini bukan semata karena kakak kejam, tapi pikirkan apa yang akan kita dapatkan dari ini semua jika kita mempertahankannya." Damar mencoba menyakinkan Wulan bahwa tidak akan ada baiknya jika sampai dirinya hamil.

"Dan iya, pikirkan juga, apa yang akan Papah dan Mamah terima jika kita mempertahankan ini semua! Sudah ku bilang ini hanya kecelakaan dan kakak hanya sekali melakukannya jadi jangan berpikir jauh seperti ini, karena itu tidak akan mungki!" ucap Damar lagi dengan nada dingin, seraya pergi meninggalkan Wulan. Menyisakan sejuta luka dan sakit di hati wanita itu.

"Jahat kamu Kak! Jahat kamu!!!" Wulan meraung terisak mengingat perkataan Damar yang begitu menyakiti bahkan membuat hatinya kini semakin hancur berkeping-keping.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PPQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PPQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa
9.1
Fei Livi terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria yang jauh lebih tua demi melunasi utang ibu tirinya. Ia hanya memiliki satu misi: melahirkan seorang ahli waris sebelum akhirnya mereka bercerai. Namun, perjuangan Livi kian berat karena sang suami masih terbelenggu bayang-bayang masa lalu. Di tengah pahitnya kesepakatan ini, mampukah Livi bertahan? Akankah benih cinta tumbuh di hatinya sebelum waktu perpisahan yang dijanjikan itu tiba?
Sampul Novel Dikhianati Sejak Hari Pertama
8.4
Katrina terpaksa menerima perjodohan mendadak demi ayahnya yang sakit. Ia pun resmi menikah dengan Gavin Ardian secara sederhana. Namun, pengkhianatan langsung menyambutnya saat Katrina tahu Gavin masih menjalin asmara dengan kekasih lamanya. Di tengah luka itu, Katrina justru diberi misi khusus oleh ayah mertuanya untuk merebut hati Gavin sepenuhnya. Kini, ia harus berjuang memenangkan cinta sang suami atau justru tenggelam dalam drama rumah tangga yang pelik.
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Emilia, pewaris sah Keluarga Hewitt, nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu. Kini, dia bangkit tanpa rasa takut untuk melawan siapa pun yang menindasnya. Sebagai dokter ternama dan penilai harta karun, ia membungkam setiap ejekan dengan kemampuannya. Saat dikucilkan karena tidak dicintai keluarganya, klan paling terpandang di kota justru muncul melindunginya dan menganggap Emilia sebagai permata yang sangat berharga.
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Hasna memulai harinya pukul lima pagi untuk beribadah dan membantu ibunya di dapur. Di tengah perjuangannya yang belum membuahkan hasil dalam mencari pekerjaan baru, ia tetap berusaha tegar meski berbagai penolakan telah ia lalui. Namun, suasana setelah sarapan mendadak berubah serius saat kedua orang tuanya mengajak bicara. Sebuah kejutan besar menanti Hasna ketika mereka mengungkapkan niat untuk menjodohkannya dengan pria pilihan keluarga tersebut.
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya baru saja memulai perjalanannya sebagai asisten eksekutif di sebuah perusahaan besar. Sebagai wanita muda yang penuh talenta dan dedikasi, ia melihat posisi ini sebagai peluang emas demi membuktikan keahlian profesionalnya. Meski harus menghadapi ritme kerja yang sangat padat dan sempat didera rasa cemas di awal, Maya tetap teguh pada pendiriannya. Ia bertekad memberikan performa terbaik dalam menjalankan setiap tugas demi meraih kesuksesan di lingkungan baru.
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky telah lama menyembunyikan kekaguman mendalam kepada majikan mudanya yang ia sapa dengan sebutan Om. Di tengah peliknya dinamika kehidupan sang pria, mampukah ia menemukan ruang untuk membalas perasaan tulus gadis itu? Meski sosok Nicky pernah muncul dalam karya sebelumnya, kisah romansa modern ini berdiri sendiri sepenuhnya. Ikuti perjalanan emosional mereka dalam menghadapi kerumitan takdir demi mencari kebahagiaan sejati yang dinantikan.