Sampul Novel Skandal Cinta Pengantin Pesanan

Skandal Cinta Pengantin Pesanan

8.0 / 10.0
Dalam romance novel Skandal Cinta Pengantin Pesanan, Hannah dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Sebastian. Konflik memuncak saat masa lalu Sebastian kembali, memaksa Hannah melindungi pria itu di tengah rahasia besar yang mengancam menghancurkan hidupnya. Baca fiction books ini sekarang.
Ringkasan Skandal Cinta Pengantin Pesanan
Hannah, perancang busana pengantin, terpaksa menuruti keinginan Sebastian untuk menjadi mempelai pengganti demi reputasi pria tersebut. Situasi kian pelik saat kekasih lama Sebastian hadir kembali membawa misi terselubung. Hannah pun harus berjuang melindunginya dari niat jahat wanita itu. Tanpa diduga, Hannah mulai terjebak dalam pusaran perasaan. Namun, ketika rahasia besar terungkap, ia berisiko kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya selamanya.
Baca Selengkapnya

Skandal Cinta Pengantin Pesanan Bab 1

“Apa ini semacam lelucon, Kit?” Sebastian menatap sekretarisnya dengan sorot mata mengancam. Jika ini lelucon maka Kit harus bersiap menerima kemarahannya dan saat ia marah tidak ada satu pun hal baik yang akan terjadi.

Kit mengangguk. “Saya baru mengkonfirmasinya, Sir.”

Sebastian memejamkan mata bukan untuk meredam emosinya seperti yang biasa ia lakukan. Bukan. Ia memejamkan mata dengan harapan kalau yang ia dengar mungkin hanya mimpi buruk. Para pengantin biasa merasakannya bukan?

“Kenapa?” tanyanya bingung, lebih kepada dirinya sendiri.

Kit mengangguk, tidak mengatakan apa pun.

“Periksa semua gedung. Setiap sudut. Temukan dia, Kit! Sialan! Wanita itu mungkin terjatuh atau bisa saja dia sakit!” geramnya dengan rahang mengeras.

“Kami sudah memeriksanya, Sir. Memeriksa setiap sudut. Memerintahkan setiap pengawal untuk mencari di apartemen dan kami menemukan ini.” Tangan Kit yang gemetar memberikan secarik kertas pada Sebastian.

Sebastian mengernyit namun menerimanya. Ia membuka lipatan kertas yang rasanya seperti surat kematian dan ketika ia membaca kalimat yang tertulis di sana Sebastian merasakan gelombang kemarahan menusuk-nusuk kulitnya.

“Kapan kalian menemukan ini?” tanyanya datar, nyaris terkesan kasar.

“Kami menemukannya pagi ini. Ketika para pengawal datang untuk menjemputnya, Sir.”

Kenapa sekarang? Jika wanita itu ingin menghilang kenapa dia memutuskan untuk melaukannya hari ini? Hari yang seharusnya menjadi saksi atas kebahagiaan mereka?

“Apa yang harus kami lakukan sekarang, Sir? Apa kami perlu mengusir para tamu?”

Kedua tangan Sebastian terkepal hingga menunjukkan buku-buku tangannya yang memutih. Kemarahan memenuhi setiap sel dalam darahnya hingga rasanya menyakitkan. Tara pergi. Wanita itu meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka! Sekarang bagaimana ia akan menyelesiakan kekacauan ini?

Hannah tersenyum lebar mendapati para tamu yang memadati gedung tempat pernikahan akan digelar. Dekorasi gedung ini mengingatkannya akan kisah dongeng yang dulu sering ia baca sewaktu kecil. Mengingat yang akan menikah merupakan taipan yang kekayaannya membuat perutnya mual ia yakin pesta ini layak.

Hannah menyunggingkan senyumnya. Ini akan menjadi harinya juga. Ketika para tamu melihat rancangan yang dikenakan pengantin ia yakin ini akan menjadi awal dari bisnis yang ia bangun.

Ia harus memastikan kalau gaun yang ia rancang benar-benar sempurna. Hannah memasuki kamar yang menjadi tempat pengantin dirias dan langsung membeku saat melihat sosok yang ada di dalamnya. Bukan Tara Dixon yang ada di dalam melainkan Sebastian Carter sang mempelai pria.

“Siapa kau?”

Pertanyaan bernada menuduh itu membuatnya berjengit. Tatapan mata pria itu sedingin es seakan ada badai di balik tatapannya yang menusuk. Kenyataan ini mengirimkan ketakutan pada Hannah. Ia berdeham sebelum membuka suara.

“A-aku,” sial! Kenapa ia harus gugup?

Kedua alis Hannah terangkat saat melihat pria yang ada di dekat Sebastian berbisik pada pria itu.

“Ah, jadi kau perancang gaun pengantin itu?”

Hannah mengangguk, meski ia kebingungan. Kenapa pria itu ada di sini dan di mana pengantin wanitanya? Hannah mengedarkan pandangan dan kebingungan saat tidak melihat siapapun ada di sini. Apa yang terjadi?

“Tinggalkan kami, Kit. Aku perlu bicara dengan perancang ini!”

Caranya mengatakan perancang berhasil mengundang kemarahan Hannah. Meski begitu ia berusaha menahannya. Hannah sedikit menepi dari pintu saat melihat pria bernama Kit berjalan kearahnya.

“Mendekat.”

Tatapannya, sorot matanya yang mengandung amarah membuat Hannah ragu untuk melangkah.

Tanpa sadar ia menjilat bibirnya.

“Ke mari Hannah! Aku tidak suka menunggu!”

Bentakan itu menyadarkan Hannah. Ia berjalan mendekat dan berada dalam jarak aman Sebastian.

“Apa kau tahu ini akan terjadi?”

Hannah yang kebingungan hanya bisa mengernyit.

“Kau tahu kalau Tara menghilang?” ucap Sebastian mulai kehilangan kesabaran.

Butuh beberapa detik mencerna kalimat itu. Tara menghilang? Yang berarti … mata Hannah membulat sempurna saat otaknya berhasil mengirimkan informasi yang ia butuhkan. Pengantinnya menghilang? Bagaimana mungkin?

“Kau tahu ini akan terjadi?”

Tuduhan itu berhasil menyulut emosinya. “Kenapa aku harus tahu? Aku perancang bukan pendamping pengantin dan sebelum kau menuduhku lebih kejam, tidak aku bukan temannya.”

“Tentu saja aku tahu kau bukan temannya!”

Hannah membuka mulut untuk mengatakan sesuatu namun kemudian ia menutupnya kembali.

Sebastian menyapu pandangan pada tubuh Hannah dari kepala sampai kaki sampai membuat Hannah risih.

"Ukuran tubuhmu sama dengan Tara."

Meski tidak suka dengan nadanya Hannah meyetujui ucapan Sebastian. Tubuhnya mungil seperti Tara.

“Apa gaun itu cocok untukmu?”

Hannah menatap gaun selutut yang ia kenakan. Tidak ada yang aneh. Kenapa pria itu bertanya?

“Tentu saja cocok. Gaun ini—“

“Bukan gaun bodoh itu yang kumaksudkan. Maksudku gaun pengantin rancanganmu apa gaun itu bisa kau kenakan?”

“Kenapa?”

Keheningan pekat mengelilingi mereka. Hannah menatap ekspresi tenang Sebastian. Ia tahu ketenangan pria itu seperti bom waktu. Hanya menunggu detik berlalu sebelum benar-benar meledak. Ketegangan pria itu bahkan bisa membuat udara di sekeliling mereka membeku hingga titik terendah.

“Karena kau yang akan mengenakannya.”

Hannah menatap Sebastian seperti melihat makhluk asing yang tiba-tiba mendarat di depannya.

“Kau pasti bercanda.”

Satu alis Sebastian terangkat. “Menurutmu situasi saat ini cocok untuk bercanda?”

Hannah membuka mulut, menutupnya kemudian membukanya kembali. “Kalau begitu kepalamu mungkin bermasalah. Namaku Hannah bukan Tara. Aku perancang bukan pengantin.”

“Seperti yang kau tahu pengantinnya menghilang dan aku tidak ingin membuat diriku terlihat menyedihkan.” Sebastian mengernyit jijik seolah pemikiran menyedihkan merupakan kosa kata baru baginya. “Kau akan menjadi pengantin penggantinya.”

Hannah tahu seharusnya ia tertawa. Ucapan pria itu tidak masuk akal, tapi saat melihat kabut kemarahan dan juga emosi menakutkan lainnya di mata biru itu Hannah berusaha mempertahankan kewarasannya.

“Itu tidak mungkin!”

“Kenapa tidak mungkin?”

Hannah tertawa sinis. “Karena bukan aku pengantinnya dan lebih dari segalanya aku tidak mengenalmu.” Meski hal itu tidak sepenuhnya benar, Hannah menolak mengakuinya. Matanya yang membola menatap Sebastian yang terlihat luar biasa tenang dengan situasi aneh ini.

“Tunggu! Kenapa pengantinnya menghilang?” tanyanya bingung. Kenapa harus hari ini?

Sebastian menatap jam tangan platinumnya seakan tidak mendengar pertanyaan Hannah.

“Kenakan gaun rancanganmu dan keluarlah dalam 15 menit. Aku akan keluar dan menemui para tamu.”

Sebastian sudah berada di ambang pintu saat mendengar teriakan panik Hannah.

“Tidak! Aku tidak mau menikah denganmu!”

Sebastian berhenti. Pria itu berbalik dan saat melihat seringainya tanpa sadar kulit Hannah meremang. Ia menelan ludah susah payah. Sebastian memiliki aura yang membuat nyali ciut hingga terasa menakutkan. Meski begitu Hannah berusaha menunjukkan keteguhannya. Pria itu sinting!

“Kau yakin?” Senyum yang tidak menyentuh mata Sebastian terukir di wajahnya yang rupawan.

Wajah yang terpahat sempurna dan membuat wanita manapun terpesona.

“Ki-kita tidak mungkin menikah,” ucapnya terbata-bata.

“Kalau begitu sebagai investor utamamu aku akan menghentikan semua aliran danaku dan bukan hanya itu pinjaman dengan jaminan rumahmu juga akan digadaikan jika dalam 2 hari dana itu tidak dikembalikan. Bagaimana?”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Skandal Cinta Pengantin Pesanan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel My Accidental Marriage
9.3
Demi menyembuhkan hati dan memperluas bisnis butiknya, seorang desainer asal Beijing pindah ke Shanghai. Namun, vila yang ia sewa justru ditempati Alan, pemandu wisata berjiwa bebas yang memikat. Di tengah perjuangannya melawan penyakit Parkinson, Azzura diajak Alan mengecap petualangan hidup yang penuh gairah. Hubungan tak terduga ini berujung pada kehamilan, tanpa Alan sadari bahwa Azzura adalah penerima donor organ milik mendiang kekasihnya di masa lalu.
Sampul Novel PESONA RAMAH YANG MENGINSPIRASI
9.5
Safira, perempuan berusia 25 tahun yang menetap di kota kecil Springville, memiliki kecantikan alami dengan sepasang mata cokelat yang menawan serta senyuman hangat. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia sangat disegani dan dikenal luas sebagai sosok yang luar biasa ringan tangan. Safira selalu tulus memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun, menjadikannya figur yang sangat menginspirasi banyak orang.
Sampul Novel Sahabat Bad Boy VS Dosen Moody
7.8
Kehidupan Susan, mahasiswi berusia 20 tahun di pinggiran Jakarta, berubah drastis setelah menjadi korban jebakan yang berujung pelecehan. Trauma mendalam membayangi langkahnya saat ia terjebak dalam dilema hati yang rumit. Kini, Susan harus berjuang menentukan arah masa depannya demi menemukan cinta sejati. Di tengah konflik batin, ia dihadapkan pada tiga pilihan sulit untuk sosok suami: sahabat setianya, sang mantan kekasih, atau dosennya yang emosional.
Sampul Novel Terjebak Cinta Pria Arogan
8.3
Kejadian pahit di musim panas sepuluh tahun silam menjadikan Kheil Abraham Leight sebagai sosok paling dibenci oleh Peony Madeline Hart. Meski Peony bertekad menjauh demi menjaga harga dirinya yang pernah hancur, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kheil kini hadir dengan pesona memikat yang sulit ditolak. Di tengah kemunculan kenangan lama yang mulai membayangi, Peony harus memilih antara tetap bertahan pada bencinya atau jatuh cinta lagi.
Sampul Novel The Syndrome: Diperkosa Setan
9.0
Sintia yang gemar menikmati gemerlap dunia malam tidak pernah menyadari bahaya besar yang mengintai. Seorang iblis keji telah menargetkannya, lalu menculik Sintia ke pedalaman hutan yang terpencil. Di sana, ia harus mengalami penderitaan luar biasa akibat penyiksaan dan pemerkosaan yang merendahkan martabatnya. Siapakah sosok pria iblis tersebut sebenarnya? Mampukah Sintia meloloskan diri dari cengkeraman hutan belantara yang mencekam itu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan