Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan

Sinar di Balik Pengkhianatan

Tiga tahun mendampingi penguasa dunia bawah Kota Beirus, Suryanto Pradana, Julianti Sahara harus bertahan dari puluhan teror mematikan demi suaminya. Namun, sebuah ledakan fatal yang hampir merenggut nyawanya justru memulihkan pendengaran Julianti. Di rumah sakit, ia mendengar kenyataan pahit dari mulut Suryanto sendiri. Pernikahan mereka hanyalah siasat kejam untuk menjadikan Julianti yang tuli sebagai tameng pelindung bagi Yulia Ananda, wanita yang sebenarnya dicintai pria itu.
Bab
Bagikan

Bab 5

Keesokan harinya, Julianti didampingi pengawal pergi ke panti perawatan tempat neneknya tinggal.

Sejak mendengar Suryanto berkata ingin mengirimnya ke luar negeri, Julianti sudah tahu bahwa Suryanto sama sekali tidak berniat mengurus hidup-mati neneknya.

Jadi, Julianti tahu satu-satunya jalan adalah membawa neneknya pergi sendiri.

Julianti melangkah ke ruang perawatan seperti biasa.

Baru saja berdiri di depan ranjang, dia melihat nenek berusaha keras untuk duduk, matanya merah, tangannya bergetar membentuk isyarat, "Juli, aku dengar kamu masuk rumah sakit lagi. Sebenarnya ada apa? Sejak kamu menikah dengan Suryanto, tubuhmu tak pernah lepas dari luka. Apakah dia terus menyakitimu?"

Rasa asam menyergap hidung Julianti.

Mengingat sebentar lagi akan pergi, dia memutuskan untuk tidak menyangkal lagi.

"Nenek, ikut aku pergi, ya? Kita pindah ke kota yang tenang, dan tak akan pernah berpisah lagi," kata Julianti.

Sampai di titik ini, sang nenek pun sudah paham.

Air matanya langsung jatuh, dan isyarat tangannya makin cepat dan kuat, "Baik, nenek ikut kamu. Asal bisa bersamamu, ke mana pun tak masalah."

Julianti menghabiskan waktu hingga sore menemani neneknya, lalu pergi ke Jalan Perniagaan untuk membeli kue kesukaan neneknya.

Namun siapa sangka ketika kembali, neneknya sudah tidak ada.

Saat dia hendak mencari staf rumah sakit, sebuah pesan anonim masuk ke ponselnya.

[Julianti, nenekmu ada di tanganku. Jika ingin dia tetap hidup, segera transfer sepuluh miliar rupiah ke rekening ini!]

Tangannya bergetar hebat, kotak kue yang dia pegang terjatuh terhempas ke lantai.

Dia tidak punya uang sebanyak itu. Dengan jari gemetaran, dia menelepon Suryanto, tetapi tidak bisa terhubung.

Tanpa pilihan lain, dia meminta pengawal mengantarnya ke Perusahaan Pradana.

Beruntung, begitu sampai di depan gedung perusahaan, Julianti melihat Suryanto sedang membuka pintu mobil, hendak masuk.

Julianti tersandung-sandung berlari ke depan Suryanto, kedua tangan gemetar membuat isyarat, "Suryanto, nenekku diculik, pelakunya minta sepuluh miliar ... "

Namun Suryanto sama sekali tidak melihat apa yang diucapkannya, dengan acuh tak acuh melemparkan satu kalimat, "Aku sangat sibuk sekarang, ada urusan cari asistenku."

Lalu, Suryanto buru-buru masuk ke dalam mobil.

Saat pintu mobil tertutup, Julianti dengan jelas mendengar suara manja Yulia dari ponsel Suryanto.

"Suryanto, kamu sudah jalan belum? Kue Ceri Coklat di toko itu setiap hari jumlahnya terbatas. Kalau telat, kita harus antre!"

Suryanto membujuk dengan suara rendah, "Tenang, aku sudah berangkat, nggak akan membuat si kecil yang doyan makan lapar menunggu lama."

Julianti mata memerah, kedua tangan memukul kaca mobil dengan gila, tetapi Suryanto sama sekali tidak menoleh.

Hingga mobil itu melaju dan menghilang dari pandangan, Julianti akhirnya tidak bisa lagi menahan diri, air matanya mengalir deras tanpa henti.

Dia tak berani buang waktu. Langsung berbalik dan berlari masuk ke dalam gedung, mencari asisten Suryanto.

Namun dari para karyawan, dia baru tahu bahwa asisten itu sedang dinas ke luar negeri sejak pagi tadi.

Pada saat itu, seluruh tenaga Julianti seolah terkuras, hanya menyisakan keputusasaan yang mendalam.

Dia mengirim pesan berkali-kali ke Suryanto, menelepon berkali-kali, namun tetap tidak ada balasan sama sekali, bagai batu tenggelam di laut.

Akhirnya, tak punya pilihan lain, dia pergi ke kantor polisi dan melapor.

Ketika Julianti tiba di lokasi kejadian bersama polisi, yang tersisa hanyalah seonggok tubuh tak bernyawa.

"Pelaku penculikan entah tahu dari mana hal bahwa Nona Julianti melapor polisi, mereka murka dan langsung ... " kata petugas polisi sambil mengerutkan kening, tidak sanggup melanjutkan.

Julianti tersandung-sandung berlari ke samping jenazah. "Bruuk!" Lututnya menghantam keras di lantai.

Lutut yang membentur lantai semen terasa sakit yang menusuk, tetapi dia seperti tidak merasakannya, gemetar memegangi tangan neneknya.

Beberapa jam sebelumnya, tangan ini masih dengan lembut membelai pipinya, menghapus air matanya.

Tetapi sekarang, sudah tidak ada lagi kehangatan seperti dulu.

Julianti menunduk, air mata panas menghujam baju neneknya, jantung sakitnya hampir membuatnya sesak.

Julianti tersedu-sedu, berulang kali bergumam, "Nenek, bukankah kita sudah janji akan pergi bersama? Tak akan pernah berpisah lagi ... "

Nenek, bangunlah, ya? Lihat aku sekali saja, hanya sekali saja ... "

Suara Julianti sangat pelan.

Begitu pelan, hingga hanya menjadi bisikan patah hati yang larut dalam udara dingin yang tak bersuara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam seorang ibu
8.3
Dunia Maya hancur saat putrinya dibunuh oleh anak pejabat yang tak tersentuh hukum. Menyadari keadilan mustahil didapat melalui sistem yang korup, sang ibu yang berduka ini memilih jalan gelap untuk menuntut balas secara mandiri. Ia menyusun rencana rapi demi menghukum pelaku, meski harus mempertaruhkan nyawa. Namun, apakah aksi nekat ini akan memberikan ketenangan atau justru melenyapkan sisa hidupnya? Sebuah perjuangan ibu demi kebenaran di tengah bahaya.
Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Gerhana
9.6
Gerhana Putri Alam tak menyangka perselisihannya dengan preman garang bernama Tangguh Langit Ramadhan justru menumbuhkan benih cinta. Meski Tangguh bersikap dingin dan merasa tidak pantas bersanding dengan putri seorang jenderal, Gerhana tetap yakin ada perasaan tulus di balik sikap acuh tersebut. Tangguh bersikeras menepis kenyataan itu, namun Gerhana balik menggoda rahasia sang pria yang diam-diam sering menatap fotonya. Akankah perbedaan status menyatukan mereka?
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Emilia, pewaris sah Keluarga Hewitt, nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu. Kini, dia bangkit tanpa rasa takut untuk melawan siapa pun yang menindasnya. Sebagai dokter ternama dan penilai harta karun, ia membungkam setiap ejekan dengan kemampuannya. Saat dikucilkan karena tidak dicintai keluarganya, klan paling terpandang di kota justru muncul melindunginya dan menganggap Emilia sebagai permata yang sangat berharga.