
Sexy Dancer
Bab 3
Cattrine yang tadi beranjak dari tempat duduknya dimeja bartender, berjalan masuk ke tempat dimana ia bekerja. Memasuki itu ia harus melewati kontrol petugas keamanan pintu utama serta menunjukkan kartu pekerja.
Setelah berhasil masuk, ia dijemput dengan suara music yang sudah terdengar. Para ladies tengah duduk manja memamerkan keindahan tubuhnya. Cattrine sudah biasa melihat adegan itu.
Ia lalu masuk keruangan khusus Sexy Dancer yang jaraknya tak jauh dari ruang tata rias.
"Hai gais!" Sapa Cattrine pada teman-temannya yang sudah selesai berdandan dan tengah menunggu jam tayang.
"Hai Cat, cepat sana bersiap. Para tamu sepertinya sebentar lagi akan ramai datang berbondong-bondong." ucap Laras membalas sapaannya.
"Iya ras. Sepertinya malam ini kita akan kelelahan, karna jam tarian kita di tambah 20menit, haduh mabuk parah lagi ni !" Cetus Cattrine sambil melepaskan kaos oversize-nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11:40 dimana sebentar lagi petugas penerimaan tamu The Real VIP akan membukakan pintu untuk para pengunjung yang sudah tak sabar lagi menikmati momen indah mereka.
Tema pakaian yang para ladies gunakan adalah berwarna biru langit dengan sedikit bernuansa jaring laba-laba di bagian dada dan paha bagian dalam. Itu bisa membangkitkan gairah sex lelaki mana saja yang melihat.
Sedangkan, Sexy Dancer bertema bikini berwarna putih transparan, dengan sepatu hak tinggi berwarna merah darah. Tentunya pemandangan itu sangat menggairahkan.
"Para ladies bakalan kebanjiran ni!" Ungkap salah satu sexy dancer yang tengah memakai sepatu haknya.
"Iya, aku yakin para tamu bakal gila-gilaan malam ini!!! Pokoknya kita jangan sampai kalah!" Respon Laras dengan nada semangat.
"Aku kayaknya masuk dingin deh! Tangan aku pegel!" Ucap Cattrine pelan sembari memijat lengannya sendiri perlahan.
"Ini aku bawah Salonpas, tempel disitu. Nanti Jangan lupa dicabut pas sudah mau perform!" Ujar Laras sembari merogoh isi tasnya.
"Hey, aku dengar-dengar anak laki-laki dari owner mau datang lohh... Ganteng gak yah!" Sambung wanita yang tengah asik menyemprotkan parfum ketubuh nya.
"Beneran???" Ucap mereka secara kompak.
"Iyaa, aku dengar dari mami.!"
"Wah, bakalan asyik ni malam ini. Godain ahh, siapa tau bisa tidur bersama satu malam! Hahaha!" Ucap Laras sembari mengeluarkan lelucon ciri khasnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12, kini mereka tinggal menunggu satu jam untuk jam perform mereka. Kini para leadis akan dipilih siapa saja yang akan menemani para pengunjung, tentu saja tamu sendiri yang memilih.
"Aku akan merokok diluar!" Ucap Cattrine sambil melapisi bikini putih yang sudah ia kenakan dengan baju Oversize-nya.
"Bukannya, beristirahat. Nanti kita bakal kecapean banget loh!" respon Laras pada Cattrine yang terlihat acuh berjalan keluar ruangan.
Cattrine duduk disalah satu sofa dekat dengan ruang ganti Sexy Dancer, ia mengeluarkan sebatang rokoknya lalu menyalakan rokok. Hembusan asap keluar dari mulutnya. Ia mengeluarkan handphonenya lalu membuka menu Note.
Ia membaca keperluan yang harus ia keluarkan pada Minggu ini.
"Bayar sekolah total 5.500.000, bayar sewa apartemen 2.500.000, Listrik 500.000. Total 8.500.000! Hufttt, di luar keperluan mendadak nantinya!" Ucap Cattrine menarik nafas panjang sambil memijat keningnya.
"Ini juga masih tanggal 14, masih 8hari lagi gajian! Uang aku sisa 10jt, semoga malam ini bisa dapat TIP!" Lanjutnya sambil menghembus keluar asap rokok di mulutnya.
Cattrine sesekali melirik ketempat duduk para ladies, mereka yang sedang asyik berpose sexy agar terpilih sebagai teman para tamu malam ini. Cattrine salah fokus ke salah satu tamu yang berusia sekitar 38tahun itu, tamu itu sedang bersama kedua temannya mereka tengah memilih-milih ladies yang mereka inginkan.
"Bos muda ni!" Ucap Cattrine pelan sambil tersenyum memikirkan sesuatu hal yang akan ia lakukan nantinya.
Cattrine lalu masuk kembali keruang ganti, ia mengatakan pada teman-temannya bahwa tamu-tamu malam ini terlihat sangat royal dan ada beberapa tamu yang berusia dibawah 45tahun. Mata mereka terbelalak bahagia mendengar itu.
Tak berlangsung lama jam perform mereka tiba, suara Disco Time mulai terdengar. Para Sexy Dancer diperintahkan oleh Sang Manager untuk segera naik ke atas panggung, dengan sigap mereka segera keluar dan menuju keatas panggung.
"Heiii, salonpass!!! Cabuttt!" Pintah Laras sembari mencolek pundak Cattrine.
"Ohh my God! Hampir lupa!" Jawabnya dengan mulut yang berekspresi tapi tak mengeluarkan suara.
Kelap-kelip lampu membuat pemandangan kearah panggung terlihat lebih intens.
Cattrine dan teman-temannya yang sudah berdiri di atas panggung dengan bikini berwarna putih transparan serta hak tinggi berwarna merah, membuat para tamu langsung bertepuk tangan secara meriah.
"Welcome to The Real VIP bar, Enjoy a wonderful banquet tonight !!! Para wanita di depan ini akan menggoyangkan tubuh mereka dengan indah ! Seperti biasa, jika ada permintaan pribadi jangan lupa untuk memanggil para waiters yang sudah bersiap di dekat anda!" Teriak DJ itu disela-sela suara music yang ia mainkan.
Cattrine dan teman-temannya mulai bergoyang secara hot perlahan-lahan tubuh indah mereka. Masing-masing dari mereka pergi ke tiang dimana nanti mereka akan mengesek-gesekan tubuh mereka di tiang tersebut.
Cattrine membuat tiang itu terposisikan tepat di belahan bokong indahnya, ia lalu menaik turunkan secara perlahan bokongnya sambil melakukan ekspresi penuh hasrat, tentunya dengan gerakan sesuai music yang terdengar.
Cattrine memfokuskan pandangannya kepada bos muda yang ia lihat tadi, bos muda itu tengah asik berciuman dengan ladies yang ia pesan. Tak menyerah Cattrine tetap bergoyang semaksimalnya mungkin untuk mencuri perhatian dari bos muda itu. Tiba-tiba terlihat rekan bos muda itu yang sepertinya jauh lebih tua memperhatikan Cattrine dengan saksama, lalu ia memanggil waiters di sampingnya.
Entah apa yang ia dikatakan pada waiters itu.
Anda Mungkin Juga Suka





