Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Kita Bercerai

Setelah Kita Bercerai

Vina harus menghadapi pahitnya perceraian di usia 22 tahun. Perkawinannya dengan Radit hancur karena pengaruh buruk sang ibu mertua yang sejak awal tidak merestui mereka. Merasa dikhianati oleh sikap lemah mantan suaminya, Vina memutuskan untuk membalas dendam. Selama ini ia dianggap rendah sebagai anak janda miskin, namun Vina memilih momen pernikahan baru Radit untuk membongkar identitas aslinya yang mengejutkan di hadapan semua orang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Masih teringat jelas dalam ingatan Vina saat suaminya Radit memberikan surat cerai pada hari itu. Yang mana pada hari itu, Vina baru saja pulang dari rumah sakit. Pulang membawa kabar tidak menyenangkan, membuatnya berstatus janda seperti pada saat ini. Entahlah, belum ada hitungan jam orang kepercayaan Radit sudah bisa mengurus surat cerai secepat itu. Mungkin itu yang dikatakan kekuatan uang.

Vina divonis sulit memiliki keturunan oleh Dokter yang menanganinya pada hari itu. Dan, langsung saja pada hari itu Vina diberi surat cerai oleh suami yang kini sudah menjadi mantan suaminya.

Vina Putri Hermawan, adalah nama lengkap dari Vina. Vina baru saja menikah dengan Radit lima bulan yang lalu. Tapi, karena vonis dokter yang mengatakan kalau Vina sulit memiliki keturunan saat melakukan tes kesuburan, membuatnya menyandang status janda dari pernikahan yang belum genap setengah tahun itu.

"Dit, lebih baik kamu ceraikan saja istrimu itu. Untuk apa mempertahankan istri yang tidak bisa punya anak. Lebih baik segera kau ceraikan saja dia daripada menjadi beban keluarga. Tidak ada untungnya kita memberi makan orang yang tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada kita. Daripada kita buang-buang uang untuk memberinya makan, lebih baik uang jatah makan dan keperluan dia kamu tabung untuk keperluan anakmu nanti." Ibu Saras berkata dengan nada sinis. Yang mana Ibu Saras adalah ibu dari Radit, ibu mertua Vina.

Di saat Ibu Saras mendengar kabar bahwa menantunya itu sulit memiliki keturunan, di saat itu pula dia langsung bertambah tidak suka dengan Vina. Ya, memang sudah dari awal pernikahan Ibu Saras tidak merestui putranya itu menikah dengan Vina.

"Bu, tapi pernikahan kami baru berjalan lima bulan. Apa kata orang-orang nanti bila mereka tahu kalau aku dan Vina bercerai? Keluarga kita akan menanggung malu, Bu! Belum lagi nanti kalau keluarga kita dan keluarga Vina bertanya-tanya tentang sebab cerainya pernikahan kami. Radit harus jawab apa Bu? Radit malu." Radit mengacak rambutnya frustasi. Memikirkan perasaan, nasib pernikahan, dan juga reputasi nama baik keluarga yang harus dijaga. Itu semua seolah berputar di pikiran Radit, membuat kepalanya pusing sendiri.

"Ibu tanya sekarang sama kamu, Dit. Kamu pilih ditanya sekarang tentang perceraian kamu sama Vina? Apa kamu pilih ditanya nanti tentang momongan? Ditanya tentang momongan itu hal yang sangat sensitif, Dit. Itu menyangkut harga diri kamu sebagai seorang laki-laki dan suami," kata Ibu Saras.

"Bu, Vina sama Mas Radit itu kan menikah baru lima bulan. Jadi waktunya masih panjang Bu. Apakah tidak sebaiknya kita berusaha terlebih dahulu? Vina yakin kalau Vina itu bisa memiliki keturunan, Bu." Kini giliran Vina yang angkat bicara. Memegang telapak tangan mertuanya itu.

"Dapat dari mana kamu keyakinan kalau kamu itu bisa memiliki keturunan? Sudah jelas vonis dokter mengatakan kalau kemungkinan kamu untuk memiliki keturunan sangatlah tipis. Jadi kamu tidak usah seyakin itu!" cerca ibu Saras kepada menantunya itu. Ibu Saras menarik telapak tangan yang dipegang oleh menantunya itu.

"Dit, beri surat cerai itu pada Vina. Supaya Vina tanda tangan sekarang di hadapan Ibu" kata ibu Saras.

"Surat cerai?" Vina mengulang ucapan ibu Saras. Terkejut akan apa yang dikatakan boleh ibu mertuanya itu.

"Iya. Surat cerai kamu dan Radit anak saya." Tekan ibu Saras. Menatap Vina dengan tatapan mata tidak suka.

"Tapi Bu, benar kata Vina. Kita bisa berusaha dulu. Berikan waktu untuk Vina berusaha Bu. Vina masih bisa mengikuti program hamil, atau bayi tabung misalnya. Masih banyak jalan alternatif lain, Bu. Tolong beri kesempatan untuk Vina," bujuk Radit pada ibunya.

"Inilah yang Ibu tidak suka dari Vina. Dia banyak merubah kamu Dit. Kamu berubah drastis setelah menikah dengan wanita ini. Maka dari itu waktu kamu minta restu, Ibu tidak merestui pernikahan kalian. Tapi apa? Kalian malah menikah tanpa restu dari ibu. Maka, inilah jadinya sekarang. Ini akibat dari pernikahan tanpa restu dari seorang ibu, Dit!" kata Ibu Saras. Berbicara dengan dagu yang terangkat.

"Bu, salah Vina di mana dan apa? Kenapa Ibu sangat tidak suka dengan Vina?" tanya Vina. Menatap ibu mertuanya itu.

"Dit, berikan suratnya pada Vina saat ini di depan ibu, atau, kamu ibu anggap tidak pernah ada dalam kehidupan Ibu?" Ibu Saras tidak menjawab pertanyaan menantunya itu. Dia malah melanjutkan permintaannya pada putranya untuk memberi surat cerai pada Vina. Vina yang mendengar itu pun tidak terasa air matanya menetes. Vina sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Kini semuanya bergantung pada suaminya itu.

Huft….

Maafkan aku Vina. Aku tidak bisa berbuat lebih jauh lagi dari ini. Sudah jelas terlihat hasil dari pernikahan tanpa restu seorang ibu. Dan, aku tidak mau ini terjadi dalam hidupku untuk selamanya. Aku tidak mau membuat Ibu kecewa padaku lebih dari ini. Sekali lagi, maafkan aku Vina Putri Hermawan.

Radit yang semula menunduk termenung memikirkan sesuatu, mengangkat kepalanya. Menatap wajah Vina.

"Tanda tangani surat ini Vin!" perintah Radit memberikan sebuah amplop berisikan surat cerai kepada Vin.

"Mas Radit tega sama Vina?" tanya Vina tak habis pikir akan apa yang diperintahkan oleh suaminya itu. Vin benar-benar sakit hati atas perlakuan suami dan mertuanya itu.

"Mas nggak bisa berbuat apa-apa lagi, Vin. Mungkin benar kata Ibu. Inilah akibat dari pernikahan tanpa restu dari orang tua, terutama seorang Ibu," jelas Radit. Dia merasa sangat bersalah kepada Vin.

"Hmm, baik."

"Itu pilihan, Mas. Vina tidak bisa merubah keputusan Mas. Vina ikhlas bila memang pernikahan ini harus berakhir saat ini." Vina berusaha untuk menguatkan hatinya. Vina pun menerima surat itu. Tanpa membaca surat itu, Vina langsung membubuhkan tanda tangannya di surat cerai itu.

"Ini Mas suratnya. Terima kasih atas waktu, perhatian, cinta dan kasih sayang yang sudah mas Radit berikan ke Vina selama ini. Sekali lagi Vina mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Mas Radit dan juga Ibu. Vina pamit, Mas, Bu!" Vina pergi dari rumah itu, tanpa membawa barang-barang satu pun kecuali pakaian yang melekat di tubuhnya. Dia merasa tidak berhak atas semua itu. Karena, saat dari awal dia memasuki pekarangan rumah itu, dia tidak membawa apa-apa selain membawa dirinya sendiri.

Dari sini aku tahu kalau kamu itu bukan laki-laki yang setia Mas. Ibu, kita lihat nanti. Akan aku buat Ibu menyesal karena sudah tidak memberikan aku kesempatan. Aku yakin ini hanya akal-akan Ibu untuk memisahkan aku dan Mas Radit. Ibu menang untuk saat ini. Tapi tidak untuk hari esok dan seterusnya. Lihat apa yang akan Vina lakukan pada Ibu dan Mas Radit. Aku percaya kalau aku itu bisa memiliki keturunan. Aku merasa ada yang janggal saat di rumah sakit tadi. Tapi, aku juga berterima kasih dengan Ibu. Karena berkat Ibu aku tahu Mas Radit itu laki-laki yang tidak setia. Dan yang jelas tidak pantas untukku. Batin Vina.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Menjadi bidan tak pernah ada dalam rencana hidupku, apalagi profesi ini sering dianggap judes. Namun, seiring waktu, aku justru jatuh cinta pada pekerjaan ini hingga usiaku menginjak 25 tahun. Kini, Mama mendesakku mencari jodoh, bahkan sampai meminta bantuan sahabatku sendiri. Kesibukan di Puskesmas membuatku sulit bertemu pria, sampai akhirnya sosok mempesona muncul dan membuatku bertingkah konyol. Hidupku kini mulai berwarna di luar ruang persalinan.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia adalah gadis konyol berhati tulus yang jatuh hati pada Steven Grellyn, pemuda sedingin es yang selalu mengabaikannya. Meski sering ditolak, kegigihan Relva perlahan meruntuhkan benteng pertahanan Steven yang awalnya enggan menjalin hubungan. Kisah ini bukan sekadar romansa, melainkan perjuangan emosional penuh liku dan air mata demi masa depan. Keduanya harus mengorbankan ego demi cinta yang mampu mencairkan kebekuan hati dan mengubah hidup mereka.
Sampul Novel Gairah sang gadis hiper
7.9
Revi tumbuh dalam kehangatan keluarga yang harmonis, namun sebuah peristiwa kelam merenggut segalanya dan mengubah dirinya menjadi sosok yang terobsesi pada kepuasan seksual. Terjebak dalam lingkaran kegelapan yang seolah tanpa ujung, ia mulai meragukan harga dirinya sendiri. Di tengah kehancuran moral tersebut, Revi terus mempertanyakan apakah wanita dengan masa lalu sepertinya masih layak dicintai oleh pria baik-baik yang tulus.
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Arka terpaksa menjadi arwah penasaran setelah kecelakaan maut merenggut nyawanya di waktu yang salah. Mendapat peluang terakhir untuk kembali ke dunia, ia meminta bantuan Zulfi, seorang pengangguran, demi menuntaskan urusan yang tersisa. Arka ingin memastikan kekasihnya, Ziva, tetap bahagia meski ia telah tiada. Mampukah Arka pergi dengan tenang setelah melihat kedekatan Ziva dan Zulfi? Bisakah ia mengubah hidup Zulfi menjadi lebih baik sebelum waktu habis?
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Kehidupan rumah tangga Andini yang terasa hambar mendadak terusik oleh kehadiran Andreas, tetangga baru yang masih muda dan menawan. Pesona luar biasa pria tersebut membangkitkan gairah terpendam dalam diri Andini yang selama ini padam. Meski menyadari statusnya sebagai wanita bersuami, ia terus terbayang akan sentuhan Andreas. Kini, Andini terjebak dalam dilema moral antara kesetiaan pernikahan atau godaan hasrat dari brondong yang sangat sulit ia tepis.