Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan

Setelah 17 Tahun Pernikahan

Amira terkejut mendengar rekaman pembicaraan antara ibu mertuanya dan Bu Sarah. Setelah menderita kelumpuhan akibat stroke ringan selama sebulan, ia justru dikhianati. Bu Nur menganggap Amira takkan sembuh dan berencana meminta Habib menikahi Laila. Sang mertua mengaku sudah mendapat persetujuan Habib dengan alasan kasihan melihat putranya harus mengurus diri sendiri. Amira kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya setuju untuk berpoligami.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

Yoona meraih ponsel yang berdering di atas nakas. Melihat siapa yang menelpon, Yoona menjadi muak.

"Halo, ada apa, Oma?"

"Kenapa lama sekali angkat telpon?"

"Kami sibuk disini. Tidak sempat lihat handphone."

"Oh ya? Hmm, di ruangan mana ibumu di rawat? Aku mau kesana."

Mendengar ucapan itu, Yoona merasa janggal. Sebab selama sebulan ibunya sakit,tak sekalipun sang Oma datang membezuk. Sekarang tiba-tiba mau datang, pasti ada maksud.

Seketika Yoona teringat bagaimana ucapan Omanya pada Bu Sarah beberapa hari yang lalu. Yoona mulai menerka-nerka maksud Oma-nya alias ibu dari ayahnya tersebut.

"Ada perlu apa Oma mau kemari?"

"Kenapa bertanya begitu? Ketus sekali caramu. Ini bukan urusanmu, aku hanya ingin bicara pada ibumu. Katakan di ruangan apa ibumu dirawat! Aku malas sibuk bertanya di sana nanti."

Yoona menarik nafas agak panjang. Memang wanita paruh baya yang ia panggil oma tersebut telah merenggut habis rasa hormat Yoona. Semua disebabkan oleh sikap oma-nya itu sendiri yang dimata Yoona kurang etis.

Yoona merasa sudah cukup selama ini Oma-nya tersebut membencinya, mencaci maki, dan membeda-bedakan sekaligus membanding-bandingkan Yoona dengan cucu-cucu yang lain.

Jika hanya dia yang dihina, Yoona masih bisa bersabar. Tapi naasnya, si oma ini jika menghina, Amira juga diikutsertakan. Ini yang membuat Yoona geram.

"Yoona! Jawab aku!" Suara di benda pipih itu terdengar kasar.

"Baiklah, di ruang Raflesia nomor dua." Jawab Yoona.

Yoona terpaksa berbohong, sebab sebenarnya Amira masih dirawat di ruang ICU. Yoona mempunyai ide lain untuk mencegah Sang Oma berbicara pada ibunya. Bagaimanapun Yoona tidak ingin ibunya semakin parah.

***

Bu Nurmala berjalan menuju ke ruangan Raflesia.

"Oma!" Seseorang mencegatnya.

"Yoona!"

"Oma, ibu tidak ada di ruangan, dia sedang CT-scan."

"Dimana?"

"Maaf, ibu tidak bisa diganggu kata dokter."

"Yoona, jangan menghalangiku! Ini penting sekali. Aku ingin dia tahu di awal. Aku tidak mau nanti orang-orang menyalahkan aku!"

"Ibu sedang sakit, Oma. Tolong jangan dulu bebani pikiran ibu sekarang!"

"Mengapa kau menghalangiku? Aku ingin bicara pada Amira! PENTING!"

"Seberapa penting, Oma? Soal apa? Ingin membicarakan jika Ayah akan menikahi Laila? Oma tidak perlu bicara! Ibuku sudah mengetahuinya, dan Beliau mengizinkannya. Jadi, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!" Sambar Yoona.

Kelihatannya Bu Nurmala agak terkejut, tapi sebentar kemudian ia tertawa.

"Ho hoo, baguslah kalau kau sudah mengetahuinya. Jadi sekarang, panggil Laila dengan sebutan "Ummi"! Ummi Laila. Dia calon ibumu!"

"Tidak! Aku tidak pernah punya calon ibu! Aku cuma punya satu ibu, dan dia adalah Amira, bukan Laila."

"Yoona! Aku tetap akan menemui ibumu!" Suara Bu Nurmala merendah. Ia menatap Yoona tajam.

"Jangan memancingku, Oma! Kalian tidak pernah peduli ketika ibuku sakit. Jadi, kami juga tidak peduli jika Ayah akan menikahi Laila. Itu urusan kalian, bukan urusan kami. Urusan kami hanya satu, berusaha agar ibu sembuh! Itu saja!"

"Ibumu tidak akan pernah sembuh!"

"Oma bukan Tuhan! Ibuku pasti sembuh!"

Dalam hatinya hati Yoona menangis membayangkan jika ibunya tak bisa bertahan hidup.

"Lihat saja nanti, kita bertaruh, ibumu akan sehat? Atau akan mati!"

"Jaga omonganmu, Oma! Oma sudah tua dan pasti tahu bagaimana cara bicara yang seharusnya. Oh ya, jika ibu sembuh, apa yang Oma inginkan? Memperbudaknya lagi? Tidak akan bisa!" cela Yoona.

"Siapa pula yang memperbudak ibumu?"

"Orang yang busuk hatinya memang tak akan pernah menyadari kesalahan." sambar Yoona.

"Benar dugaanku, bibirmu busuk, Yoona! Sepertinya kau bukan berasal dari benih putraku!"

"Ya, aku lebih suka jika aku bukan berasal dari benih anakmu!"

"Kurang ajar!" Bu Nurmala mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Tolooooooong!" Yoona berteriak sekuat tenaga.

Plakkk!

Sebuah tamparan terlanjur mendarat.

Dua satpam datang.Bu Nurmala kaget.

"Ada apa ini?" Tanya satpam menghampiri.

"Pak, ibu ini membuat keributan. Dia ingin mencelakai ibuku. Tolong amankan aku dan ibuku dari orang ini!" isak Yoona.

Dua satpam itu membawa Bu Nurmala untuk di amankan. Demikian pula Yoona, anak itu harus ikut diamankan. Sebenarnya, sudah gatal tangan Yoona ingin membalas. Tapi ia tahu ia harus bersabar. Setidaknya Yoona bisa lega Bu Nurmala tidak mendapatkan kesempatan untuk bicara pada Amira.

"Tunggu balasanku nanti, Bu Nurmala! Satu tamparan akan kubalas dengan satu tamparan pula!" Batin Yoona menggeram.

Salahkahh jika Yoona menyimpan dendam pada keluarga ayahnya?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu
8.2
Dengan tangan gemetar dan mata terpejam, Scarlett mencoba meraih celana yang dikenakan Ethan. Namun, suasana seketika pecah saat Scarlett berteriak kaget karena tak sengaja menyentuh sesuatu yang terasa sangat keras. Ethan pun tersentak mendengar jeritan nyaring yang memekakkan telinga tersebut. Dengan wajah yang merona merah karena malu sekaligus dilingkupi rasa takut, Scarlett menunjuk ke arah benda itu untuk menjelaskan penyebab kepanikannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel DENDAM ISTRI TARUHAN
8.2
Perjanjian pranikah tak mampu melindungi Dea saat noda lipstik di baju Kevin mengungkap tabir perselingkuhan. Icha, sang pelakor, justru membeberkan fakta pahit bahwa Dea hanyalah istri taruhan hasil permainan Kevin dan kakak kandungnya. Meski awalnya berniat cerai, Dea mengubah rencana setelah tahu hartanya dikuasai sepihak oleh Kevin. Kini, Dea bangkit untuk menuntut balas atas pengkhianatan keji ini. Akankah ia berhasil menghancurkan mereka yang telah menyakitinya?
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha menjalani hidup pahit, berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah lainnya demi bertahan hidup. Di tengah keputusasaan untuk melarikan diri dari nasibnya, ia bertemu Min Ho, idol populer yang membawa keceriaan baru. Namun, kebahagiaan mereka terancam oleh kebencian publik dan penolakan keras dari orang-orang di sekitar sang bintang. Mampukah Raelyn mempertahankan cinta dan perasaannya meski seluruh dunia menentang hubungan mereka?
Sampul Novel KAMU MILIKKU
8.3
Tumbuh bersama sejak remaja membuat Mega Asturi memendam rasa pada Athaya Tonda, adik sahabatnya. Namun, perbedaan status sosial dan trauma masa lalu memaksanya menolak pemuda itu meski hatinya hancur. Bertahun-tahun berlalu, Athaya kembali sebagai pria matang yang gigih mengejar Mega. Terdesak oleh keadaan, Mega memilih mendustai perasaannya demi melindungi diri. Namun, mampukah ia terus menghindar saat obsesi Athaya untuk memilikinya justru semakin kuat?
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Vera Dianthe terjebak pernikahan paksa dengan Dorian Ashford, CEO kapal pesiar ternama, demi memenuhi wasiat keluarga. Dorian yang merasa kebebasannya terenggut lantas membuat perjanjian berat untuk Vera. Namun, Vera justru tumbuh menjadi sosok berani yang mampu mengguncang hati Dorian saat konfrontasi mereka terjadi. Situasi kian memanas ketika kekasih Dorian, Isabella Moreau, mulai menyerang. Akankah cinta muncul di tengah manipulasi dan kekuasaan ini?