Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SERPIHAN DENDAM MASA LALU

SERPIHAN DENDAM MASA LALU

Hidup damai Rianna Lopez hancur seketika saat menyaksikan kakak laki-lakinya dibunuh oleh Alexander, pria kejam yang pernah ia tolong. Dikhianati kekasih dan sahabatnya, Rianna berubah menjadi sosok yang dingin. Ia menjual seluruh hartanya dan pergi demi mempersiapkan pembalasan dendam. Kini, ia kembali untuk menuntut nyawa Alexander serta penyesalan Orion. Akankah Rianna mampu menuntaskan janjinya untuk menghabisi mereka yang telah menghancurkan dunianya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Satu tamparan mendarat sempurna di wajah mulus Anna, kepalanya pusing dan sudut bibirnya sudah robek karena tamparan yang sangat kuat.

“Kau berani main-main denganku?” desisnya menarik rambut Anna sampai dia mendongak dan merasakan rambutnya akan terlepas.

“Katakan pada kakakmu, bayar hutangnya atau kau ikut bersama kami.” Pria berotot itu menghempaskan tangannya yang menarik rambut Anna dan mereka semua keluar dari kedai. Meninggalkan Anna yang menangis dalam hati menyaksikan kekacauan yang mereka tinggalkan.

“Anna … “ Lyora mendekat dan memeluk sahabatnya.”

“Kau mengenal mereka?”Anna menggeleng dan terlihat sangat kacau. Dia tidak tahu siapa mereka dan ada apa sebenarnya, kenapa Arche meninggalkan banyak kekacauan. Kakaknya adalah pria yang baik.

Anna tersenyum lembut dan menepuk lengan Lyora mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Tetapi dia masih tidak percaya bahwa kakaknya melakukan ini di belakangnya, hutang apa yang mereka maksud, dan untuk apa. Kepala Anna semakin pusing memikirkannya.

Sesampainya di rumah, Anna menghempaskan diri di sofa ruang keluarga, menyandarkan punggungnya dan mendongak dengan mata tertutup. Tetapi baru saja dia ingin tenggelam dalam tidurnya, terdengar pintunya diketuk dari luar.

Dia menoleh kearah pintu. Memang masih siang karena dia menutup kedai lebih cepat dari biasanya. Dia bangkit dari sofa dan melangkah ke depan pintu, baru saja dia membuka pintu Anna sudah dikejutkan dengan empat pria berbaju hitam disana.

“Ka-kalian siapa?” tanyanya terbata karena salah seorang dari mereka terlihat sangat menyeramkan.

“Ikut kami.” Yang paling berbadan besar dan menyeramkan menyeret paksa Anna sampai wanita itu hampir terjatuh. Sekuat tenaga dia memberontak melepaskan diri tetapi salah satu di antara mereka menutup mulutnya dengan sebuah sapu tangan yang diambil dari kantong celananya. Anna tidak sadarkan diri.

“Kau membiusnya?” salah seorang diantara mereka melotot tidak percaya.

“Dia memberontak itu tidak aman untuk kita, boss hanya mengatakan jangan membunuh.” Ketiganya diam kemudian membawa Anna masuk kedalam mobil mereka.

Satu setengah jam kemudian mobil hitam yang membawa Anna sudah tiba di halaman luas sebuah mansion bertingkat tiga. Dari luar tampak sangat mewah dan menangkan, tetapi siapa sangka didalamnya didominasi dengan warna dark.

Anna sudah ditempatkan di sebuah kamar di lantai bawah, kamar paling ujung di sebelah kanan dekat dengan taman belakang mansion. setelah memastikan tawanan mereka aman, keempatnya menutup pintu dan menguncinya dari luar.

Tujuan mereka saat ini adalah ruang kerja boss mereka di lantai dua. Tidak menunggu lama ke empatnya sudah masuk dan melaporkan bahwa mereka sudah melaksanakan tugas dengan baik.

“Bagaimana tugas kalian?”

“Adiknya sudah kami bawa boss, berada di kamar bawah.” Terang salah satu di antara mereka. Kali ini mereka akan aman.

“Bagus. Setelah ini paksa dia mengaku dimana dia menyimpan hartanya untuk membayar hutang kakaknya atau beri dia pilihan kedua.” Keempatnya mengangguk.

Baru saja ke empatnya akan bersenang-senang karena mendapatkan bonus dari hasil kerja mereka keributan kembali terjadi saat mendengar bahwa tawanan mereka mencoba unttuk melarikan diri. Anna mencoba memecahkan jendela dan mencoba untuk keluar walaupun itu tidak mungkin.

“Lepaskan aku, kalian jangan coba-coba mendekat atau aku akan membunuh kalian!” teriaknya pada beberapa orang yang mencoba menangkapnya kembali. Tubuhnya bergetar karena tidak pernah membayangkan hal buruk ini akan terjadi setelah kepergian kakaknya Arche.

“Tangkap dia atau boss akan membunuh kita!” teriak salah seorang dari mereka.

“Jangan mendekat!” Anna melempar apa saja yang berada di dekatnya. Tubuhnya semakin gemetar ketakutan karena mereka semakin banyak dan semuanya adalah pria.

“Lepaskan, lepaskan aku brengsek!” dia terus berteriak saat dua orang sudah menahan tubuhnya dan mencoba membawanya kembali ke kamarnya.

Karena kekuatannya yang tidak seberapa, Anna berhasil dibawa kembali ke kamar yang sebelumnya dia hancurkan.

Melihat bagaimana tawanan mereka terus memberontak terpaksa mereka mengikatnya di sebuah kursi dan menyuruh pelayan untuk membersihkan kembali kekacauan yang diakibatkan olehnya. Mereka masih berdiri di sisi pintu memperhatikan bagaimana Anna terus bergerak melepaskan diri.

“Katakan kenapa kalian menangkapku, aku tidak mengenal kalian!” teriaknya frustasi

“Diamlah nona, jangan terlalu berteriak kau membuat telinga kami sakit.”

“Lepaskan aku, katakan apa salahku brengsek!”

Amarahnya sudah sampai ubun-ubun dia sangat marah karena tidak tahu apa kesalahannya, tiba-tiba sudah berada di tempat ini, dia mengingat tadi pagi kejadian di toko, apakah mereka orang yang sama. Oh ya ampun apakah ini karena hutang kak Arche.

“Apakah ini karena kakakku Arche?” tanyanya pelan, dia masih tidak yakin bahwa kakaknya melakukan pinjaman kepada pria menyeramkan seperti mereka.

“Akhirnya kau menyadarinya, kakakmu meminjam uang untuk berjudi, dan tidak mau membayarnya, lalu bagaimana uang kami bisa kembali setelah kematiannya?” jawab salah seorang yang masih disana.

“Berjudi?” ucapnya tidak percaya dengan menggelengkan kepala kuat.

“Tidak-tidak kalian salah, kakakku tidak mungkin melakukan perjudian, kalian pasti salah mengenali orang.”

“Diamlah, sekarang katakan dimana kamu menyimpan uangmu, karena kami tidak ingin membuat kekacauan tidak berarti di rumahmu.” Ucapnya malas. Boss mereka memang terkadang sangat berbeda. Bahkan jika mereka menghamburkan seluruh isi rumah sudah wajar.

“Apa maksud kalian?” Anna masih mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

“Dengar, kakakmu memiliki hutang yang sangat besar dan aku yakin kau tidak akan bisa melunasinya, walaupun kedai itu kau jual jadi ….”

“Apa … katakan, aku akan membayar semua hutang kakakku, lepaskan aku, aku akan mencari uang nya.” Anna mengiba dia harus keluar dari tempat menyeramkan ini, dia tidak tahu apa yang terjadi padanya jika tidak bisa lolos, bisa saja dia akan mati seperti kakaknya.

Mengingat kematian kakaknya, Anna menatap mereka satu persatu, pakaian mereka dan bentuk tubuh mereka, apakah mereka adalah orang yang sama yang membunuh kakaknya?

“Apakah kalian yang membunuh kakakku?” tebak Anna membuat mereka saling pandang tidak menyangka bahwa apa yang mereka lakukan akan terlihat.

“Katakan! Apakah kalian yang membunuh kakakku?” pekiknya dengan kemarahan yang di ubun-ubun.

Anna terus memberontak membuat kursi yang didudukinya terus saja bergeser akibat gerakannya.

“Diam! atau aku akan membunuhmu!” teriak salah seorang yang memang paling tidak bisa menjaga emosinya. Mendengar itu Anna diam, dan menatap musuh orang yang membentaknya.

“Katakan dimana bos kalian, suru dia keluar jangan hanya bersembunyi setelah membunuh kakakku.” Desisnya.

Anna terus berteriak dan memberontak, dendamnya semakin besar setelah mengetahui bahwa dia sudah bertemu dengan pembunuh kakaknya.

“Aku akan membunuh kalian semua!” pekiknya tidak peduli bahwa lengannya sudah berdarah karena memaksa untuk melepaskan diri. Tidak ada rasa sakit karena tujuannya sudah semakin dekat, membunuh mereka semua.

Derap langkah sepatu menggema mengarah ke ruangan dimana Anna dikurung, sebenarnya ruangan yang Anna tempati masih dikatakan layak, mereka menculik hanya untuk mengancam tidak tahunya Anna mengetahui fakta lain bahwa mereka terlihat saat membunuh kakaknya.

“Lepaskan aku, aku akan membunuh kalian semua!”

“Dasar pembunuh!”

“Lepaskan aku brengsek!”

Anna terus berteriak, mengamuk dan mencoba melepaskan diri, tidak peduli lagi dengan kondisi tangannya yang sudah lecet. Tidak ada yang mendekat mencegah karena mereka tidak ada yang boleh menyentuh tawanan wanita sesuka mereka.

“Lepaskan!” teriaknya menghadap ke arah pintu, dimana seorang pria yang baru saja datang melihatnya langsung mematung dan melotot karena melihat siapa yang anak buahnya bawa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Akibat kebencian mendalam, Ratih Darmi menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah itu diculik oleh raja mafia kejam, Razzore, untuk dieksekusi di istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu sebagai mafia, harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya demi menyelamatkan Farid. Luna bersumpah akan menembus istana monster tersebut meski harus mengorbankan nyawanya sendiri demi sang putra.
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
9.1
Saat penculikan melanda diriku dan Elowyn—mantan kekasih suamiku—harapan muncul ketika suamiku yang berprofesi sebagai ahli negosiasi tiba di lokasi. Namun, saat penculik hanya mengizinkan satu sandera bebas, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia berdalih Elowyn yang masih suci tidak akan kuat menghadapi trauma, sementara aku yang sudah berstatus istrinya dianggap sanggup bertahan. Meski aku memohon, dia tega menyerahkanku pada penculik, tanpa tahu aku sedang hamil tiga bulan.
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Emilia, pewaris sah Keluarga Hewitt, nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu. Kini, dia bangkit tanpa rasa takut untuk melawan siapa pun yang menindasnya. Sebagai dokter ternama dan penilai harta karun, ia membungkam setiap ejekan dengan kemampuannya. Saat dikucilkan karena tidak dicintai keluarganya, klan paling terpandang di kota justru muncul melindunginya dan menganggap Emilia sebagai permata yang sangat berharga.
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Sampul Novel Pesona Nona Khana
8.4
Khana memiliki kecantikan luar biasa yang mampu memikat hati siapa pun. Namun, dia justru terjerat asmara dengan seorang pria berkuasa yang sudah memiliki istri. Hubungan terlarang ini memicu kemarahan besar Areta, sang istri sah. Areta tidak tinggal diam dan berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan demi menghancurkan Khana. Nyawa Khana kini terancam saat dia harus menghadapi konsekuensi mematikan akibat mencintai pria yang salah dalam hidupnya.