Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selingkuhan Suami

Selingkuhan Suami

Pernikahan Vee hancur setelah Damar berselingkuh dengan asisten rumah tangga mereka sendiri. Meski telah bercerai, penderitaan Vee belum usai karena teror istri baru Damar yang merenggut sosok tercintanya. Tak tinggal diam, Vee bersama sahabatnya berjuang membongkar kedok mantan pembantunya itu. Akankah Vee berhasil mengungkap kebenaran di balik kekejaman sang rival? Bagaimana reaksi Damar saat menyadari pengkhianatan yang sebenarnya terjadi?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bram, aku bisa minta bantuan?" tanyaku pada Bram melalui sambungan telepon.

"Tentu saja. Apa yang bisa dibantu, Vee?" tanya Bram padaku. "Apa ada masalah dengan pekerjaanmu?" ucapnya padaku.

"Bukan itu. Pekerjaanku baik-baik saja. Aku justru sedang di luar kota mengurus masalah di kantor cabang," jawabku padanya. "Aku hanya minta, tolong kau awasi Mas Damar selama aku pergi?" ucapku dengan nada serius.

Nada bicara Bram langsung berubah serius ketika aku mengatakan untuk mengawasi suamiku padanya. Tidak biasanya aku mengucapkan permintaan aneh padanya. Terlebih mengawasi suamiku sendiri.

"Ada apa sebenarnya? Apa kalian ada masalah hingga kau memutuskan untuk pergi dari rumah?" tanya Bram.

"Tidak, kami baik-baik saja. Aku pergi ke Palembang dalam rangka tugas kantor. Mas Damar cuma berdua saja dengan Sumi--asisten rumah tangga kami," jawabku padanya. "Aku hanya merasa ada sesuatu yang terjadi, namun belum menemukan bukti," lanjutku.

"Baiklah, aku akan membantumu. Kau selesaikan saja tugasmu di sana. Jangan khawatir, aku pasti akan melaporkan jika terjadi hal yang mencurigakan," ucapnya menenangkan.

"Terima kasih, Bram. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya, sudah ada panggilan untuk masuk ke dalam pesawat,"kataku menutup telepon.

"Kau hati-hati selama di sana. Jaga kesehatan dan pola makan. Terus kabari aku," kata Bram mengingatkanku.

"Ah, seharusnya suamiku--Dana yang mengucapkan hal itu. Tapi, justru Bram--sahabatku yang begitu perhatian mengingatkanku.

Baru saja aku menutup telepon, satu pesan masuk. Rupanya Mas Damar. Aku membaca pesan yang berisi kekesalannya karena pergi tanpa pamit.

["Rupanya kau sudah tak menghargai aku sebagai suamimu, hingga pergi tanpa pamit. Baiklah, semoga sukses."]

Aku hanya membaca tanpa berniat membalasnya. Malas berdebat, terlebih masih teringat ucapannya semalam yang mengatakan Sumi yang akan melayaninya. 

"Aku tidak akan tinggal diam jika terbukti ada sesuatu yang terjadi di antara kalian," ucapku lirih sambil terus berjalan memasuki badan pesawat.

===

Mas Damar terus menghubungi selama aku di Palembang. Dia meminta maaf atas perkataannya malam itu. Sementara aku,  hanya menanggapinya dengan sikap dingin.

"Sayang, maafkan. Mas salah karena perkataan malam itu. Mas tidak bermaksud membandingkan dirimu dengan Sumi--asisten rumah tangga kita," ucapnya melalui sambungan telepon. 

"Sudahlah mas, lupakan saja. Jaga dirimu selama aku tidak ada di rumah. Aku harus tidur, besok ada pertemuan penting dengan kepala cabang," kataku lalu menutup telepon. 

Aku merasa tak ada ketulusan ketika mas Dana mengucapkan hal itu. Perasaan seorang istri tak pernah salah, perubahan sikap Mas Damar selama beberapa bulan belakangan ini menjadi bukti untukku mencurigainya. 

"Kepercayaan diriku padamu mulai luntur, Mas. Apa aku bisa mempercayai setelah apa yang kau ucapkan malam itu? Membandingkan istri yang menemanimu dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang diperhitungkan? Tidak semudah itu aku akan percaya jika sampai terbukti kecurigaanku," kataku mencoba untuk tenang.

***

"Sudah melepas rindu dengan istrimu, Mas?" tanya Sumi masih tergolek di ranjang.

"Kau cemburu, Sumi?" tanya Damar tersenyum.

"Ngapain harus cemburu kalau nantinya dia tetap akan kau tinggalkan, Mas? Aku kan hanya tinggal menunggu saat itu tiba," jawab Sumi dengan sombongnya.

"Sudahlah, jangan bicarakan istriku di saat seperti ini. Sekarang aku hanya ingin berduaan saja denganmu mumpung Vee masih di luar kota," ucap Damar. "Senyum dong, masa cemberut gitu," lanjutnya.

"Aah, Mas gitu ..." sahut Sumi manja.

***

Entah, setan apa yang telah membuat Damar memutuskan menjalin hubungan terlarang dengan Sumi yang notabene adalah pembantu baru di rumah kediamannya.

Dia tidak ragu lagi memperlihatkan kemesraan dan perhatian pada Sumi demi mendapatkan kepuasan batin yang selama ini sudah jarang dia dapatkan dari Vee--istrinya yang sangat sibuk bekerja beberapa bulan belakangan.

Damar sudah lupa akan semua janji pernikahan yanv diucapkan di hadapan Tuhan untuk tetap setia pada istrinya. Kehadiran Sumi yang terlihat begitu menggoda sejak pertama dia melihatnya di rumah kediaman sang kakak. Damar yang terkenal setia di kalangan teman-temannya, kini tidak ubahnya singa kelaparan yang haus akan kasih sayang. 

Terlebih, selama pernikahannya dengan Vee yang sudah menginjak tahun ketiga, mereka belum dikaruniai momongan. Hal itu membuat dirinya frustrasi karena mendapatkan berbagai pertanyaan dari keluarga besarnya.

Dirinya sudah mendambakan kehadiran seorang anak yang bisa menjadi perekat hubungan suami istri antara dirinya dan Vee. Namun, hingga detik ini, istrinya tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. 

Dia tahu dirinya bersalah karena melakukan perselingkuhan. Terlebih, dia melakukannya dengan pembantunya sendiri. Sumi yang selalu saja menggoda dengan sikap manja dan segala perhatian yang diberikan, membuat Damar lupa diri. 

"Mas, bagaimana jika nanti Sumi hamil? Apa mas akan bertanggung jawab?  Sumi takut, Mas akan meninggalkanku begitu saja," ucapnya merajuk. 

"Kau kan tahu, aku sangat mendambakan kehadiran seorang anak selama beberapa tahun ini. Jika dirimu hamil, tentu saja aku akan bertanggung jawab dan menikahimu, Sumi. Untuk masalah Vee, kau jangan khawatir. Itu urusanku," jawabnya menenangkan Sumi. 

"Terima kasih, Mas. Sumi bahagia sekali karena Mas sangat perhatian dan membuatku bahagia. Sumi berharap mas tidak akan berubah dan tetap seperti ini jika satu saat hubungan kita akan diketahui oleh istrimu," ungkap Sumi pada Damar yang memeluknya. 

"Lebih baik kita tidak usah membahas soal Vee. Seharusnya, kau memberiku kebahagiaan dan kepuasan. Terlebih, tidak setiap hari kita bisa sebebas ini," ucap Damar pada Sumi. 

Mereka kembali larut dalam kemesraan dan berharap tidak akan pernah berakhir. Akan tetapi, itu tidak mungkin terjadi. Sebab, setelah Vee kembali dari Palembang, Sumi akan kembali menempati posisinya sebagai seorang pembantu dalam rumah itu. Dan dia juga harus kuat melihat kemesraan Damar dengan Vee. 

"Bagaimana caraku menyingkirkan Vee dari kehidupan Mas Damar untuk selamanya? Aku tidak mau dia menjadi penghalang kebahagiaan kami nantinya," ucap Sumi dalam hati. 

Pagi menjelang. Sumi pun bersiap untuk memulai aktivitas dengan membersihkan seluruh rumah. Setelah itu, dirinya menunggu tukang sayur yang biasa lewat di dalam komplek perumahan itu.

Dia memakai baju dan perhiasan terbaik ketika melihat beberapa pembantu di lingkungan komplek itu sudah mengerumuni tukang sayur. Sumi berjalan mendekati mereka yang langsung menatap penuh rasa kagum atas perubahan yang terjadi padanya. 

"Sumi, apa Bu Vee masih membutuhkan seorang pembantu lagi untuk membantu meringankan pekerjaanmu di sana?" tanya Inem yang iri dengan apa yang dipunya oleh Sumi.

"Kelihatannya belum. Lagipula, mereka kan hanya hidup berdua tanpa ada anak. Jadi, belum banyak pekerjaan, dan aku masih bisa menanganinya sendiri," ucap Sumi sedikit menyombongkan diri.

"Apa kamu tidak takut hanya tinggal berdua dengan majikan laki-laki di rumah itu? Sementara, majikan perempuan tidak ada dirumah?" tanya Inem kepo. 

"Untuk apa takut? Lagipula, Pak Damar tidak melakukan apa pun padaku. Dia sangat baik dan perhatian," jawab Sumi lugas. 

"Awas, hati-hati,  nanti kau bisa jatuh cinta dengan majikan laki-lakimu yang tampan itu," sambung Odah tertawa. 

"Hahaha, itu tidak akan mungkin terjadi. Aku ini hanya seorang pembantu, jadi tahu diri akan posisi diriku sekarang. Sudah ah,  nanti Pak Damar mencari. Dia bisa marah jika ketahuan aku suka bergosip di luaran. Bye semua," ucap Sumi sombong. 

Semua pembantu komplek hanya menatap Sumi tidak percaya. Mereka meragukan ucapannya yang tidak mengakui kedekatan antara majikan dan pembantu. Karena, pernah tanpa sengaja, Inem memergoki saat majikan laki-laki mencium Sumi di satu pagi. 

"Sepertinya, sebentar lagi kita semua akan mendapatkan tontonan menarik di komplek ini, " ucapnya tersenyum jahat. 

"Tontonan?  Apa disini akan ada layar tancap seperti dikampungku dulu?" sahut Odah. 

"Kita tinggal tunggi waktunya saja," ucap Inem.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel CEO Dingin Pemikat Hati
9.2
Shintia berjuang memulai hidup baru pasca putus dari Arya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Arya muncul sebagai CEO di kantornya. Meski cinta Shintia bersemi lagi, Arya justru menyimpan kebencian mendalam dan sering bersikap kasar. Keadaan kian rumit akibat kesalahpahaman masa lalu dan skandal Shintia dengan Felix yang memicu kemarahan Arya. Mampukah Shintia meluluhkan hati Arya dengan mengungkap alasan tragis perpisahan mereka dua tahun lalu?
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel Ingin Tenang, Dengan Menumpang
8.1
Deli merasa sangat terbebani oleh rentetan masalah yang terus menghimpit hidupnya hingga ia merasa lelah secara mental. Demi mendapatkan kedamaian yang selama ini sulit ia temukan, ia memutuskan untuk mencari perlindungan sementara. Deli akhirnya memilih untuk menumpang tinggal di kediaman Dena, adik kandungnya sendiri. Ia berharap dengan menetap di sana, ia bisa menenangkan pikiran dan memulihkan diri dari segala kerumitan yang sedang menjeratnya saat ini.
Sampul Novel ISTRIKU YANG MENGGAIRAHKAN(IYM)
9.2
Isabell Fernandez, model ternama sekaligus istri CEO Damian Devardo, jatuh miskin akibat kelicikan ibu mertuanya. Setelah dilecehkan dan dibuang ke jurang, ia terbangun di New York tanpa ingatan. Kini, Isabell bekerja sebagai penari erotis di bar kasino demi bertahan hidup. Di sisi lain, Damian yang frustrasi terus mencarinya hingga seorang bawahan menemukan sosok yang sangat mirip sang istri. Akankah cinta mereka bersatu kembali saat Isabell telah berubah status?
Sampul Novel Istriku Yang Seksi
8.1
Dunia Alden hancur saat memergoki Synthia, istri yang sangat ia cintai, berselingkuh tepat saat ia hendak memberi kejutan. Dipicu dendam, Alden menjerat Saskia, gadis polos teman istrinya, ke dalam pernikahan paksa. Meski awalnya hanya ingin membalas sakit hati, Alden justru mulai luluh oleh kehadiran Saskia. Kini, Saskia harus bertahan menghadapi sikap dingin sang suami yang arogan. Akankah cinta tulus tumbuh di tengah badai cobaan dan luka masa lalu mereka?