Sampul Novel Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO

Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO

8.0 / 10.0
Dalam Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO, Nadira Angelista terjebak hutang keluarga dan harus melayani Jovian Hadinata. Di billionaire romance novels ini, Nadira berusaha kabur namun justru menjadi sekretaris sang mantan yang ingin balas dendam. Baca kisah seru ini di webnovel kami.
Ringkasan Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO
Demi melunasi utang sang ayah dan biaya pengobatan ibunya, Nadira Angelista dijual oleh Om Sam kepada seorang CEO kaya raya. Berusaha lepas dari jeratan tersebut, Nadira justru terjebak saat bekerja di perusahaan Jovian Hadinata. Jovian adalah mantan tunangan yang dulu ia tinggalkan dan kini bertekad menuntut balas dendam atas luka lama. Di tengah bayang-bayang masa lalu, akankah jalinan kebencian mereka berubah menjadi cinta kembali?
Baca Selengkapnya

Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO Bab 1

Dengan langkah tegap, lelaki bersepatu pantofel itu pun berjalan menuju ruangan paling ditakuti oleh semua karyawan kantor ini. Bukan karena penghuni dari ruangan itu adalah makhluk astral ataupun monster penghisap darah segar. Justru, sang pemilik ruangan ialah seorang lelaki tampan dengan badan atletis yang digilai banyak wanita di berbagai tempat ia berada. Tak terkecuali pun para wanita di kantor ini. Hanya saja sikapnya yang angkuh, tegas dan tidak suka dibantah membuat aura negatif memancar dari dalam badannya yang selalu tampil elegan dengan balutan jas branded itu. Lelaki itu mengetuk pintu ruangan dengan mantap.

"Masuk!" ucap sang big boss dari dalam ruang itu. Lelaki tadi pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan penuh aura kegelapan itu.

"Siang, Boss," sapa lelaki tadi pada seorang pria yang tengah duduk di kursi kerja dengan posisi yang membelakanginya.

"Bagaimana? Ketemu?" balasnya tak menghiraukan sapaan ramah si lelaki.

"Sudah Boss. Dan dia ready malam ini. Aku sudah mengaturnya untuk bertemu di Paradise hotel. Seperti yang Boss inginkan," jawabnya yang langsung membuat senyum penuh kemenangan terukir di bibir lelaki yang ia panggil Boss itu.

"Bagus. Saya suka kerja kamu yang tidak pernah mengecewakan," ucapnya tanpa mengubah posisi duduknya. Mata elangnya pun masih fokus menatap ke arah dinding kaca yang menampilkan pemandangan kota Jakarta beserta hiruk pikuk di dalamnya. Bibirnya sensual mendadak menyunggingkan senyuman penuh arti.

Di tempat lain....

Seorang waitress sedang melayani para pengunjung restoran tempatnya bekerja. Wanita itu tampak paling cantik diantara waitress lainnya. Bahkan, tak satu dua pelanggan pria memperhatikan gerak-geriknya. Sampai di meja tujuannya. Gadis itu meletakkan piring yang ada di atas nampan ke meja di depannya. Namun, tiba-tiba tangan lelaki yang memesan hidangan itu mengelusnya sambil tersenyum mesum. Reflek gadis itu menarik tangannya dengan wajah waspada.

"Cantik. Nanti malem kita jalan yuk!" ajak lelaki itu.

"Maaf. Saya tidak bisa," balas gadis itu sambil cepat-cepat meletakkan piring-piring itu ke meja.

"Alah. Sombong banget sih. Palingan nanti kamu juga mau kalau dibayar," sahut temen cowok itu.

"Iya. Kamu nggak tau aja kalau uangku itu banyak."

"Maaf. Saya bukan gadis seperti itu." Gadis itu balik badan hendak kembali ke dapur. Tetapi, kedua lelaki itu langsung menahan tangannya.

"Alah. Jangan sok jual mahal deh! Cewek kayak kamu pasti butuh uang, kan?"

"Mending temani kita jalan malam ini. Kamu pasti dapat uang banyak. Daripada harus kerja capek-capek di restoran kayak gini."

"Maaf. Saya tidak mau." Dengan sedikit ketus gadis itu menepis tangan kedua cowok tadi.

"Jangan seperti itulah! Nanti kita kasih uang yang banyak lho!" Salah satu dari mereka kembali menahan tangan gadis itu.

"Maaf saya tidak mau."

"Ayolah. Coba malam ini saja! Kamu pasti ketagihan."

"Saya tidak mau. Tolong jangan paksa saya!" kata gadis itu sambil mendorong lelaki itu hingga tersungkur ke belakang. Seketika lelaki itu jatuh dan menarik meja di sebelahnya. Meja pun terbalik dan menumpahkan semua makanan di atasnya.

"Kurang ajar! Dasar pelayan bodoh! Mana managermu! Gadis payah sepertimu tak pantas bekerja di restoran ini!" bentak lelaki itu.

"Benar. Gara-gara kamu teman saya jadi seperti ini."

"Tapi... tapi saya tidak sengaja."

"Alah banyak omong! Mana manager mu! Mana!" teriak lelaki yang jatuh itu setelah bangkit.

"Ada apa ini?" tanya sang manager yang baru saja datang.

"Dia! Perempuan ini sudah membuat saya malu disini. Lihat apa yang sudah dia lakukan!" Lelaki itu menunjukkan bajunya yang sudah kotor dengan semua noda makanan yang menguburnya tadi.

"Nadira! Apa yang sudah kamu lakukan pada pelanggan kita?" hardik sang manager.

"Saya.... Saya tidak melakukannya dengan sengaja. Mereka... Mereka yang sudah menggoda saya lebih dulu!"

"Hei, wanita jalang! Kamu mau memutar balikkan fakta? Kau mau menuduh dan memfitnah kami? Kami bisa menuntut mu dengan tuduhan pencemaran nama baik. Mau saya viral kan tempat ini agar tidak ada yang Sudi datang ke restoran ini!" ancam teman lelaki itu sambil mengeluarkan ponselnya.

"Jangan-jangan! Tolong jangan videokan kejadian ini. Maafkan pelayan saya yang sudah membuatmu tidak nyaman. Sebagai gantinya. Kita akan memberikan hidangan spesial restoran ini untuk kalian berdua."

"Kau pikir? Kami tidak punya uang untuk membayarnya?"

"Iya. Kami tak butuh semua ini. Tapi, kami akan mempertimbangkan lagi. Jika gadis itu mau berlutut pada kami dan mengganti rugi kemeja saya yang mahal ini."

"Apa? Tapi, saya tidak bersalah. Saya hanya ingin membela diri." Nadira memberanikan diri untuk berkata.

"Diam kamu Nadira! Kamu ini anak baru disini. Sudah berani bikin ulah. Cepat lakukan apa yang mereka inginkan! Sekarang!"

"Tapi... tapi, Pak!"

"Sudah cepat lakukan!" Si manager mendorong tubuh Nadira hingga bersimpuh di depan kedua lelaki itu. "Cepat! Minta maaf pada mereka!" Nadira meneteskan air matanya sambil menatap kedua lelaki itu. Mereka membahas tatapan Nadira dengan penuh kemenangan.

"Ma... Maafkan saya," gumam Nadira lirih.

"Apa? Saya tidak mendengar ucapanmu?" kata lelaki itu.

"Maafkan saya." Nadira berkata lebih keras.

"Bagus. Sekarang kamu harus ganti rugi baju saya seharga dua ratus juta."

"Apa? Ini pemerasan. Mana mungkin baju anda semahal itu?" Nadira segera bangkit sambil melayangkan protes.

"Hei. Kamu cewek miskin mana tau barang mahal. Udah cepat berikan uang itu atau kamu saya laporkan ke polisi!" ancam teman lelaki itu.

"Tapi, saya tidak punya uang sebanyak itu."

"Alah. Kami tidak mau tau. Pokoknya kamu harus berikan uang itu sekarang juga!"

"Kalau dia tetap tidak mau kita laporkan saja ke polisi," sahut rekannya.

"Jangan! Saya mohon jangan!"

"Kalau begitu berikan uang itu sekarang!"

"Laporkan saja dia ke polisi!" kata seseorang yang baru saja datang. Mendengar ucapan itu semua orang yang ada disana menoleh ke sumber suara.

"Om Sam," gumam Nadira.

"Laporkan saja sekarang! Setelah itu kamu yang akan saya laporkan atas tuduhan pemerasan terhadap gadis ini," lanjut Om Sam. Seraya berjalan mendekat.

"Siapa kamu? Jangan ikut campur urusan kami!"

"Saya adalah Om gadis itu. Jadi, kalau kalian berurusan dengan gadis ini berarti kamu juga berurusan dengan saya!" hardik Om Sam.

"Kau–!"

"Kenapa? Saya bisa memenjarakanmu seumur hidup. Jika kamu masih ingin memperpanjang masalah ini." Kedua pria itu tak bisa menjawab. Kemudian mereka memilih untuk pergi.

"Lihat apa yang sudah kau lakukan, Nadira! Baru juga bekerja disini. Sudah bikin ulah. Lebih baik kamu saya pecat!" bentak sang manager.

"Tapi, Pak. Saya benar-benar tidak bersalah."

"Sudahlah, Nadira. Untuk apa kau bertahan di tempat kerja yang sudah membuang mu seperti ini. Masih banyak tempat lain yang mau memberimu pekerjaan. Ayo!" Om Sam menarik tangan Nadira. Gadis itu pun akhirnya menurut. Karena tak ingin lebih lama berada di sana.

Ternyata kebaikan Om Sam karena ada maunya. Dia membawa Nadira ke sebuah tempat yang tidak Nadira kenali.

"Dimana ini, Om? Kenapa kita malah kesini?"

"Nadira. Ada pekerjaan bagus yang harus kamu kerjakan malam ini?"

"Apa? Pekerjaan apa, Om? Saya tidak mau." Nadira berusaha keluar dari mobil, tapi langsung dihalangi oleh Om Sam. Nadira terus memberontak.

"Diam!" bentak Om Sam. "Ingat hutang keluargamu masih banyak padaku. Dan pengobatan ibumu akan ku hentikan. Jika kau tak menuruti perintahku!" Akhirnya Nadira tak lagi melawan. Ucapan Om Sam benar. Keluarganya memang memiliki hutang yang cukup banyak pada Om Sam. Apalagi sekarang dia juga harus menggantungkan pengobatan ibunya pada lelaki itu. Akhirnya, Nadira memilih untuk pasrah. Demi kesembuhan ibunya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta di Daun Semanggi
8.4
Logika Sindi seolah lumpuh demi cinta butanya pada Ronald, pria yang sebenarnya telah berkeluarga. Selama tiga tahun mereka terjerat dalam asmara terlarang hingga akhirnya Sindi mengandung. Penyesalan kini tak lagi berguna bagi keduanya. Di tengah nestapa dan beban masa lalu akibat kehilangan orang-orang tercinta, mampukah Sindi bertahan menghadapi cobaan terberat ini sendirian? Sebuah kisah penuh dilema tentang konsekuensi hati yang salah memilih jalan.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.
Sampul Novel Resiko Pekerjaan Pengasuh Menyusui
9.1
Bekerja sebagai pengasuh menyusui di kediaman keluarga konglomerat menjadi babak baru dalam hidupku. Karena sang nyonya tidak memiliki ASI, aku disewa khusus untuk menyusui bayinya yang masih kecil. Semuanya berjalan lancar hingga sebuah insiden tak terduga terjadi di kamar bayi. Saat aku sedang menjalankan tugasku, sang suami kaya raya tiba-tiba masuk dan melakukan kesalahan fatal. Dalam keremangan, pria itu salah mengenaliku dan mengira bahwa aku adalah istrinya sendiri.
Sampul Novel Rhododendron
9.3
Seorang gadis mafia harus menjalankan misi rahasia di sebuah desa terpencil. Agar penyamarannya sempurna, ia membentuk keluarga palsu demi membaur dengan warga lokal tanpa memicu kecurigaan. Namun, situasi menjadi kacau saat beberapa pendatang baru mulai mengendus identitas aslinya yang berbahaya. Di tengah ancaman yang kian nyata, mampukah ia menuntaskan tugasnya dan tetap menjaga rahasia gelapnya agar tidak terbongkar oleh orang-orang di sekitarnya?
Sampul Novel Senja di Kaki Gunung Arjuna
9.8
Pelatihan Korps Sukarela PMI di lereng Gunung Arjuna menjadi awal petualangan bagi Sindy. Selama tiga hari empat malam, ia terjebak dalam dilema asmara yang rumit. Meski sering ditekan oleh Imam, sang senior yang berwatak keras, Sindy justru merasakan debaran jantung yang tak menentu. Di sisi lain, perhatian tulus dari Fuad dan Yudha terus membayanginya sepanjang kegiatan. Sindy kini harus menentukan kepada siapa hatinya akan berlabuh di tengah dinginnya gunung.
Sampul Novel Surga Terakhir yang Hilang
9.6
Ava menghela napas dalam sebelum akhirnya melepas seluruh helai kain yang tersisa. Momen ini menjadi bentuk pembebasan baginya, melepaskan segala kepalsuan yang selama ini menyelimuti dirinya. Sambil memejamkan mata, ia meresapi embusan angin sore dan dinginnya aliran air yang membasuh kulit. Di bawah langit senja itu, Ava merasakan kedamaian mendalam seolah jiwanya benar-benar menyatu dengan alam semesta tanpa ada lagi rahasia yang ia sembunyikan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan