Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sejak Kehadiran Pelakor...

Sejak Kehadiran Pelakor...

Petaka menimpa Keenan saat menghadiri pesta bersama ayahnya. Karena memuntahkan ceri kue demi menghindari alergi mematikan, ia dituduh tidak sopan oleh sang bibi pemilik rumah. Tanpa mendengar penjelasan, sang ayah menghukum Keenan di halaman luar. Di tengah cuaca panas ekstrem yang sempat diperingatkan ibunya, tubuh Keenan mulai gatal dan kesulitan bernapas. Meski ia terus mengetuk pintu kaca untuk meminta pertolongan, sang ayah hanya menatapnya dengan dingin dari dalam rumah tanpa berniat membantunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku takut Ibu akan khawatir, jadi aku mencoba meniru apa yang biasanya dilakukan Ibu. Aku memasukkan pakaian ke mesin cuci untuk mencucinya dan mengepel lantai hingga bersih.

Ketika Ibu pulang, dia bertanya kenapa aku mengganti pakaian. Aku hanya berpura-pura malu dan berkata bahwa aku mengompol. Karena masalah itu, Ibu mengejekku selama beberapa hari.

Ayah tentu saja tidak menemukan aku di kamarku, karena "aku" sudah berada di dalam kotak kecil itu. Dia memandang Ibu dengan tidak puas dan berkata, "Virly, hebat juga kamu! Sebelum mengajukan cerai, kamu masih sempat menyembunyikan anak!"

"Kamu nggak punya uang, pekerjaan, atau latar belakang keluarga. Kamu sendiri tahu kamu nggak bakal bisa menang dariku kalau cerai, 'kan? Kamu pasti mau manfaatin anak untuk tetap mengikatku, 'kan? Mau pakai cara begini untuk minta uang dariku, ya? Kamu memang penuh akal licik!"

"Kukasih tahu nih, boleh saja kalau mau cerai. Aku bahkan bisa mengasihanimu dengan ngasih kamu sedikit uang. Tapi Keenan harus ikut aku!"

Ibu hanya mendengarkan ucapan Ayah yang penuh hinaan tanpa bereaksi. Dia berdiri dan mengambil koper yang sudah lama dibereskannya, lalu membawa kotak kecil berisi abu jenazahku dan pergi tanpa menoleh ke belakang.

Ayah mengejar Ibu keluar rumah dan berteriak marah, "Pergi! Pergi sejauh mungkin! Kalau bukan karena orang tuaku, aku nggak bakal nikah sama kamu! Jangan pernah datang menangis memohon padaku lagi!"

Meskipun aku tahu Ayah tidak bisa mendengarku, aku tetap berteriak kepadanya, "Aku nggak mau ikut kamu! Aku mau Ibu! Ayah jahat!" Aku berlari kecil mengejar Ibu dan pergi bersamanya meninggalkan tempat yang kubenci ini.

Aku ingat Ibu pernah bercerita tentang kisahnya dengan Ayah saat dia menidurkanku. Ibu mengira aku tidak mengerti atau tidak mengingatnya, tapi aku mengingatnya dengan sangat jelas.

Ibu dan Ayah adalah teman masa keci dan keluarga mereka adalah sahabat dekat. Mereka bahkan dijodohkan sejak kecil. Namun ketika Ibu masih remaja, keluarganya mengalami musibah dan bangkrut. Kakek dan nenek dari pihak Ibu tidak mampu menanggung beban itu dan meninggal satu per satu.

Kakek dan nenek dari pihak Ayah mengadopsi Ibu yang saat itu masih duduk di bangku SMP dan bersikeras untuk tetap melanjutkan perjodohan mereka.

Awalnya, mereka masih terlalu muda untuk memahami hal-hal ini, jadi mereka tidak keberatan. Mereka hanya menikmati kebersamaan sehari-hari, makan dan bermain bersama, menjalin persahabatan yang erat.

Namun ketika mereka masuk perguruan tinggi, Ayah jatuh cinta pada Nala. Sayangnya, Nala tidak menyukai Ayah. Dia justru mencintai dosennya, seorang pria berusia 40-an yang sudah menikah. Nala bahkan nekat mengejar pria itu hingga ke luar negeri.

Ayah ingin ikut pergi ke luar negeri juga, tetapi Kakek dan Nenek marah besar. Mereka langsung mengurung Ayah di rumah dan memaksanya menikahi Ibu.

Ibu pernah bilang, dia sebenarnya tidak terlalu mencintai Ayah. Namun sejak kecil, dia selalu dimanjakan oleh kakek dan neneknya. Setelah tinggal di rumah Ayah, dia juga tidak pernah merasakan kesulitan. Hidupnya seperti bunga yang tumbuh di dalam rumah kaca, terlindungi dari kerasnya dunia luar.

Ibu tidak tahu harus pergi ke mana jika dia tidak menikah. Dia juga tidak tahu apa yang bisa dia lakukan dengan hidupnya. Terlebih lagi, Kakek dan Nenek membesarkan Ibu dengan harapan agar dia menikah dengan Ayah. Karena alasan itu saja, Ibu merasa dia tidak bisa menolak.

Ibu berpikir bahwa dengan mengandalkan hubungan mereka sejak kecil, setidaknya dia dan Ayah bisa hidup dengan saling menghormati. Namun, Ayah malah mulai membenci Ibu sejak saat itu.

Ayah merasa Ibu menikahinya hanya karena ingin menikmati kekayaan keluarga mereka. Dia mengira Ibu takut jika Ayah menikahi orang lain, Ibu tidak bisa lagi memanfaatkan status sebagai tunangan atau istrinya untuk hidup nyaman.

Ayah yakin Ibu yang diam-diam mengadu dan memohon pada Kakek dan Nenek untuk memaksanya menikah dengan Ibu. Ayah menyalahkan Ibu karena telah menghalangi jalannya untuk mengejar cinta sejatinya, membuatnya kehilangan wanita yang dia cintai.

Dalam ingatanku, Ayah sangat jarang pulang ke rumah. Terutama setelah Tante Nala muncul kembali dalam hidup mereka. Setiap kali bertemu, mereka selalu bertengkar hebat.

Ibu akhirnya membawaku pergi ke sebuah apartemen kecil yang sudah dialihkan ke namanya sebelum Kakek dan Nenek meninggal. Mungkin Kakek dan Nenek sudah memperkirakan hari ini akan datang, sehingga mereka memberi Ibu tempat berlindung.

Apartemen kecil itu didekorasi dengan sangat nyaman. Ibu meletakkan "aku" di atas lemari pendek di sudut ruangan. Aku mendengar Ibu berbicara padaku.

"Keenan, maaf ya, untuk sementara kamu harus tinggal di sini. Beberapa hari ini Ibu terlalu larut dalam kesedihan, belum sempat mencarikan makam untukmu. Sebentar lagi Ibu akan pergi mencarinya, oke?"

Aku mengangguk, tetapi langsung teringat bahwa Ibu tidak bisa melihatku. Perasaan kehilangan kembali muncul di hatiku.

Ah, Ibu tidak akan pernah bisa melihatku lagi. Kami tidak akan pernah bisa membuat kue bersama lagi, bermain balok bersama, atau mendengarkan cerita bersama ....

Aku mengikuti Ibu saat dia pergi mencari makam untukku.

Ibu memilih tempat di puncak gunung yang tinggi. Dari sana, aku bisa melihat taman hiburan di kejauhan, lengkap dengan bianglala besar yang berputar perlahan.

Saat seorang pria yang terlihat seperti seorang manajer membawa beberapa dokumen untuk ditandatangani Ibu, Ibu tiba-tiba mendapat telepon dari pengelola apartemen. Mereka memberi tahu bahwa seseorang telah memaksa masuk ke dalam rumah.

Ibu segera memanggil taksi dan kembali ke apartemen dengan tergesa-gesa. Saat tiba, dia melihat manajer properti dan petugas keamanan dihadang oleh beberapa pengawal besar yang kekar.

Dari dalam rumah terdengar suara Ayah yang sedang marah, "Cuma beberapa ruangan kecil! Kenapa nggak bisa ketemu juga?"

Ibu langsung masuk ke rumah dan bertanya,"Kalian ngapain?"

Ayah berdiri dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku. Dengan ekspresi kesal, dia melirik Ibu dan berkata, "Kamu datang tepat waktu. Serahkan Keenan, aku mau bawa dia untuk minta maaf sama Nala!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B63639" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B63639
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Cinta masa kecil
9.0
Dina dan Arga berbagi masa kecil yang indah sebelum akhirnya terpisah oleh jarak dan ambisi. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di kota besar. Dina kini menjadi desainer gigih, sementara Arga telah bertransformasi menjadi pengusaha sukses. Meski kehidupan mereka telah berubah, perasaan lama yang terpendam perlahan muncul kembali. Di tengah keraguan masa lalu, mereka harus mencari tahu apakah ikatan masa kecil ini adalah jodoh sejati.
Sampul Novel CINTA SANG JANDA
9.4
Pasca bercerai, Rahma berjuang keras demi menghidupi buah hati tercintanya melalui berbagai pekerjaan halal. Sebuah kecelakaan tak terduga mempertemukannya dengan Rian, pria tampan yang kemudian menjadi sosok pelindung bagi hidupnya. Meski tumbuh rasa nyaman, tembok perbedaan status sosial dan keyakinan menghalangi restu keluarga. Kini, mereka harus menghadapi tantangan berat dari nenek Rian demi mempertahankan cinta. Mampukah keduanya melewati ujian sulit tersebut?
Sampul Novel Gadis (Tak) Perawan
8.4
Indana Maheswari, putri tunggal dari keluarga terpandang, menyimpan rahasia kelam di balik kesempurnaannya. Statusnya yang tak lagi perawan membuatnya sulit mencari pasangan hidup. Di tengah keputusasaan, muncul Utsman yang tetap bertahan meski mengetahui masa lalunya. Saat Indana mulai membuka hati, Saddam hadir kembali. Sahabat Utsman dari masa lalu itu membawa tawaran pernikahan yang sangat sulit untuk ditolak, memicu konflik batin bagi Indana.
Sampul Novel Jessica, Luka Yang Terpendam
9.3
Jessica, seorang agen properti andal, terkejut saat Moses membawa klien yang ternyata mantan kekasihnya, Tommy. Pria itu datang bersama calon istrinya untuk mencari hunian menjelang pernikahan mereka enam bulan lagi. Meski awalnya bersikap seolah tak saling kenal, Tommy justru muncul di rumah Jessica keesokan harinya untuk bicara empat mata. Akankah pertemuan ini membangkitkan perasaan lama, atau justru mengacaukan rencana pernikahan Tommy yang sudah di depan mata?
Sampul Novel Missing You Like Crazy
8.0
Kebahagiaan Rania bersama suaminya, Adipati, hancur seketika saat kecelakaan pesawat tragis merenggut pria itu. Di tengah duka dan kondisi hamil, Rania harus menghadapi kenyataan bahwa Adi dinyatakan hilang. Namun, titik terang muncul beberapa bulan kemudian saat ia melihat sosok yang sangat mirip dengan Adi bersama wanita lain. Rania pun terjebak dalam misteri besar: apakah pria itu benar suaminya yang selamat, ataukah hanya orang asing yang memiliki wajah serupa?