
Secret Family
Bab 2
Merasakan seseorang memasukinya membuat Jasmine membuka matanya dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Doni memasukinya kembali membuat Jasmine hanya bisa mendesah atas apa yang dirinya lakukan.
“Ough....kamu nikmat.” Doni mengerang dengan tangannya meremas kedua payudara Jasmine “Kalau mama nggak meninggalkan kita dulu maka kamu akan menjadi adikku dan aku pasti menyayangi kamu...ough..pantas saja papa selingkuh sama wanita murahan itu.” Doni terus mengerang hingga akhirnya mencapai klimaks tidak lama kemudian dan langsung melepaskan penyatuan mereka.
Meninggalkan Jasmine sendiri lagi yang membuatnya hanya bisa diam menatap Doni keluar dari kamar dimana dirinya berada, memilih memejamkan matanya kembali sambil meraba bibir vaginanya dimana cairan Doni berada disana.
“Sampai kapan semua berakhir.”
Memilih memejamkan matanya kembali dan membiarkan cairan tersebut didalam atau mengering dengan sendirinya, badannya terlalu lelah untuk sekedar membersihkan diri.
“Pergilah tapi aku akan datang kesana jadi persiapkan dirimu ketika aku datang.” Jasmine hanya mengangguk mendengarkan perkataan Doni “Kamu menjadi penurut ya sekarang?”
“Aku harus mengatakan apa?”
“Bagus kalau begitu, aku akan mengatakan pada mama dan membelikan tiketmu untuk kesana “
“Nggak perlu untuk tiket karena semua sudah ditanggung.” Doni mengangguk pelan.
Jasmine tersenyum lebar setelah Doni mengatakan itu dengan segera langsung mengirim pesan bahwa dirinya berangkat, satu hal yang tidak diketahui oleh keluarganya adalah Jasmine menjadi model pakaian dewasa yang memperlihatkan lekuk tubuhnya bahkan tidak jarang tanpa busana. Jasmine menerima tawaran itu karena akan bertemu dengan salah satu idolanya yang memiliki bentuk tubuh indah dan idaman para wanita, Jasmine setidaknya ingin melihat bagaimana wajah pria tersebut.
Mempersiapkan keberangkatannya dengan Amel yang memberikan banyak kata-kata nasehat membuat Jasmine hanya bisa mengangguk tanpa berniat membantah sama sekali. Menatap pakaian yang dibawanya seketika Jasmine tersenyum kecil bahwa dirinya bisa bebas dari rumah ini, meskipun papa kandungnya meninggalkan harta berlebih tapi tetap saja tidak bisa membuat Jasmine bahagia.
“Kalau papa disini pasti nggak akan seperti ini. Mama lebih peduli sama keluarga barunya bahkan nggak peduli sama kamu, Kak Rannu mencari kepuasan sendiri diluar meskipun masih bertanggung jawab sama usaha papa tapi tetap saja kurang. Maafkan Jasmine yang lebih memilih pergi dari rumah untuk menjadi model dan semoga mendapatkan pria yang bisa mencintai Jasmine seperti papa mencintai mama.”
Kepergian Jasmine berjalan begitu cepat dan langsung diantar oleh keluarga tapi tidak dengan Doni karena menghabiskan waktu dengan istri, masuk kedalam pesawat dengan segera langsung memblokir Doni dan seluruh keluarganya termasuk Yuki serta Arsen. Jasmine tidak ingin berhubungan dengan mereka kembali termasuk Doni yang menganggap dirinya sebagai pemuas nafsunya dalam membalaskan dendam.
“Akhirnya gue bisa keluar juga.” Jasmine berbicara dengan menatap kesamping pesawat.
“Lo seneng banget.” Ella menatap Jasmine yang tampak bahagia “Lo bisa bebas dari kakak ketemu gede itu?” Jasmine mengangguk.
“Gue mau tidur nanti bangunin.”
Ella adalah salah satu yang sama dengan Jasmine yaitu mendaparkan tawaran menjadi model disana, hanya saja Ella lebih dibandingkan dengan Jasmine dan dirinya tidak peduli sama sekali. Memilih memejamkan matanya daripada memikirkan hal yang tidak tahu kedepan bagaimana, mereka sampai tidak lama kemudian dan langsung keluar dari pesawat. Langkah mereka terhenti untuk mengambil barang, mencari orang yang menjemput mereka dan tidak lama menemukannya dimana membawa mereka ke salah satu apartemen.
“Fasilitasnya keren.” Jasmine membenarkan perkataan Ella “Ponsel selama disini.”
Menatap ponsel yang diberikan membuat dirinya tersenyum dengan segera mematikan ponselnya dan menghidupkan ponsel baru, memulai hidup tanpa adanya gangguan dari keluarga adalah pilihan pertama yang Jasmine ambil.
“Kapan kita mulai pemotretan?” Jasmine menatap Ella ingin tahu.
“Entah nanti mereka yang hubungi kita, tapi aku kok jadi mikir kita disuruh melayani pria-pria hidung belang.”
“Kontraknya kan model jadi tenang aja.” Jasmine menenangkan Ella meski dirinya juga sama dengan pemikiran Ella.
Menatap tempat tinggal mereka yang tampak besar semakin membuat Jasmine berpikir yang tidak-tidak namun segera dihilangkan pemikiran gila itu, memilih untuk istirahat daripada memikirkan apa yang ada dalam isi kepalanya.
“Jasmine, bangun!”
Membuka matanya tampak Ella dengan wajah bingungnya membuat Jasmine duduk tidak melepaskan tatapan dari Ella “Ada apa?”
“Orang agency kesini minta kita bersiap-siap.”
“Bersiap kemana?”
Ella mengangkat bahu “Kita disuruh bersiap kerena akan ada fashion show.”
Jasmine menatap tidak percaya karena baru datang pertama dan harus ikut fashion show dengan segera berdiri dan bersiap, langkah Jasmine terhenti saat melihat Ella hanya diam tanpa melakukan apapun.
“Lo nggak siap-siap?”
“Gue takut kalau ini fashion show tanpa busana.”
“Mana ada seperti itu paling kaya fashion show brand pakaian dalam ternama, udah jangan mikir yang aneh-aneh kita disini bekerja dan dibayar.”
Ella mengikuti langkah Jasmine mempersiapkan dirinya tanpa berpikir yang aneh-aneh, mereka mengikuti wanita atau pria yang tadi menjemput dan berada di apartemen. Pria yang berdandan seperti wanita itu menjelaskan apa saja pekerjaan yang harus mereka berdua lakukan nantinya, Jasmine dan Ella hanya diam mendengarkan semua yang dikatakan pria itu.
“Saya Gabriella sebagai manager kalian berdua jadi harus mengikuti jadwal yang sudah dibuat.”
“Memang banyak yang seperti kami?” Jasmine menatap penasaran.
“Tentu dan mereka memulai awal seperti kalian dan ada yang sudah menjadi model di Amerika atau menikah dengan orang kaya, hidup mereka sukses besar dan aku harap kalian juga sama. Satu lagi tidak ada yang boleh memegang badan kalian tanpa ijin dariku.” Ella dan Jasmine hanya mengangguk saat Gabriella bicara.
Mereka berdua langsung di make up oleh para stylish yang ada, tubuh mereka tanpa busana diberi parfum bahkan pada bagian bawah. Jasmine hanya diam saat mereka melakukan pekerjaannya, pakaian yang Jasmine dan Ella kenakan hanya penutup payudara dan juga bagian bawah dengan sayap dimasukkan pada lengan tangan mereka.
“Kalian adalah malaikat hari ini dan semoga berhasil.” Gabriella mengedipkan matanya setelah melihat penampilan Jasmine dan Ella “Aku rasa Jasmine akan menarik Tuan Lilo dan akan dapat uang banyak.”
“Dia memang idaman Tuan Lilo hanya saja vaginanya yang kita nggak tahu, kalau tidak memuaskan akan susah buat dia berkembang dan kamu tahu sendiri bagaimana Tuan Lilo.”
Jasmine yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa diam, dalam bayangannya tidak tahu seperti apa Lilo yang mereka katakan itu. Dalam benaknya hanya bisa berdoa semoga dirinya dan Ella tidak menjadi apa yang ada dalam pikirannya.
“AYO KELUAR DAN TAMPILKAN PESONA KALIAN!”
Anda Mungkin Juga Suka





