Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Kehilangan ibu sejak usia lima tahun membuat arah hidupnya sempat goyah. Meski tanpa dekapan mama, kasih sayang melimpah dari kakak serta abangnya menjadi penguat utama. Namun, ujian berat kembali datang saat sang ayah memutuskan menikah lagi dan membiarkan mereka berempat berjuang mandiri demi menyambung hidup. Di tengah kerasnya realita, mampukah persaudaraan mereka bertahan menghadapi kejamnya dunia tanpa sandaran orang tua?
Bab
Bagikan

Bab 3

Di tengah kegalauan yang menghampiri sandi dan Andre, tiba-tiba ponsel Andre berdering, ia melihat nama ibu panti di layar ponsel itu, segera ia mengangkatnya.

"Halo Iya Bu, "jawab Andre.

"Cookie kamu dan sandi segera ke kamar Leon ya," ujar ibu panti dari seberang sana.

"Oke Bu, kami akan segera ke sana," Jawab Andre.

Sesegera mungkin Andre menutup teleponnya dan memberitahu sandi apa yang baru saja ibu panti katakan.

, San ibu menyuruh kita untuk segera pergi ke kamar Leon, ucap Andre memberitahu sandi apa yang baru saja dikatakan oleh ibu panti kepadanya.

""Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Leon? "Tanya sandi khawatir.

" Aku tidak tahu, lebih baik kita pergi ke sana sekarang, "ajak Andre pada sandi.

"Oke baiklah, ayo kita segera pergi!" Jawab sandi.

Kini sandi dan Andre sama-sama berlari ke dalam rumah sakit, karena keduanya begitu khawatir tentang keadaan Leon. Tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai di ruang rawat Leon, di sana terlihat ibu panti yang sedang duduk di kursi dan Leon yang sudah duduk menatap ke arah mereka berdua sambil tersenyum di atas tempat tidur.

"Aku sudah sembuh," teriak Leon dengan penuh semangat.

Sandi dan Andre seketika tersenyum lega kalau melihat adik kecil mereka itu kembali sembuh dan bersemangat.

"Apa kau benar-benar sudah sembuh?" Tanya sandi kepada Leon.

" Iya Kak, Sekarang kita akan bisa bermain lagi, "jawab Leon penuh semangat.

"Syukurlah, kau benar-benar membuat kami sangat khawatir Leon, "ujar Andre sambil mendekat ke arah Leon.

" Sekarang Leon sudah bisa pulang, kita akan segera membawanya pulang ke rumah, "ujar ibu panti.

"Baiklah kalau begitu, aku akan siapkan mobil dan membereskan urusan administrasinya," ujar Andre.

"Oke, aku akan segera membawa Leon ke mobil," jawab sandi.

Kini ibu panti mulai bersiap-siap untuk pulang, ia segera mengemas semua barang yang tadi ia bawa ke dalam sebuah tas. Sedangkan sandi dan Leon sibuk bercanda satu sama lain, sandi memang begitu dekat dengan Leon, baginya Leon sudah seperti adiknya sendiri.

Wajah tampan Leon juga akan membuat siapapun akan terpesona kalau menatap wajah bocah 7 tahun itu. Leon juga merupakan anak yang periang, dia juga merupakan salah satu penghibur untuk sandi dan Andre jika terkena masalah.

"Ayo kita segera pulang, Ibu sudah menyiapkan semuanya," ujar ibu panti yang sudah siap dengan sebuah tas di tangannya.

"Baiklah, ayo kita segera pulang," ujar sandi.

Sandi mulai menggendong tubuh kecil Leon, dia bahkan membawa tubuh kecil itu berlari hingga membuat Leon tertawa dan merasa begitu senang. Kini mereka bertiga menuju arah parkiran, sepertinya Andre telah menunggu mereka diperkiraan itu.

Benar saja, mobil Andre telah siap di waktu Taeyong ibu panti dan Leon sampai di sana, segera mereka bertiga memasuki mobil dan berlalu meninggalkan rumah sakit itu.

Selama perjalanan pulang sandi hanya diam saja, ia terus memikirkan tentang rencana untuk segera pergi dari panti. Kini dia harus bisa mengambil keputusan yang tegas demi masa depannya, Sampai kapan dia dan Andre harus tetap di panti dan menjadi beban di sana di saat usia mereka sudah dewasa.

Sandi juga merasa sudah tidak pantas berada dan bergantung hidup dari donasi panti, meskipun di sana dia dan Andre juga ikut bekerja dan mengelola panti namun dia tetap saja merasa sudah tidak pantas berada di sana.

Di luar sana masih banyak anak-anak seperti dirinya dulu yang membutuhkan bantuan dan tempat tinggal, bagaimana mungkin dia dan Andre akan terus membebani ibu panti dan anak-anak di sana. Dan kini keputusan sandi sudah bulat, ia akan mulai berbicara dengan ibu panti setelah sampai di panti.

Dia akan memberikan penjelasan kepada ibu panti, sandi yakin bahwa ibu panti akan mendukung keputusannya kali ini.

"Sandi, Kenapa kamu melamun? "Tanya Leon yang sedari tadi memperhatikan sandi.

"Tidak, aku tidak melamun, aku hanya sedang berpikir permainan apa yang akan kita mainkan sesampainya di panti nanti? "Ujar sandi mencari alasan.

" Benarkah? Aku jadi tidak sabar untuk bermain, "jawab Leon sambil tersenyum.

"Tetapi Leon Kamu harus istirahat dulu sesampainya di panti, kamu masih belum terlalu sehat. Jadi nanti perbanyak kita undur sampai besok pagi saja ya," ujar ibu panti memperingatkan Leon.

Leon hanya diam karena mendengar perkataan ibu panti, kini dia kembali murung dan tidak bersemangat. Ibu panti melakukan semua ini memang untuk demi kebaikan Leon, dia tidak ingin jika nanti Leon jatuh sakit lagi.

"Akhirnya kita sampai," dari Andre di waktu mobil mereka berhenti di depan panti.

"Leon ayo kita segera ke kamar," ajak ibu kepada Leon.

Segera ibu panti dan Leon berlalu meninggalkan sandi dan Andre yang masih berdiri di depan panti.

"Apa yang saat ini sedang kau pikirkan san?" Tanya Andre yang melihat sandi kembali melamun.

" Aku sudah memutuskan bahwa kita agar tetap keluar dari panti dan memulai karir kita sebagai seorang dancer "ujar sandi kepada Andre.

"Apa kau sudah yakin dengan keputusan ini?" Tanya Andre lagi.

" Iya aku sudah yakin, aku juga sudah memikirkannya. Ini semua adalah keputusan yang terbaik untuk hidup kita kedepannya, "jawab sandi penuh keyakinan.

"Baiklah kalau begitu, aku yakin jika kamu juga yakin, "ujar Andre meyakinkannya.

"Kita akan bicara kepada ibu panti nanti malam, dan jika sudah mendapatkan izin kita akan segera keluar besok atau lusa. Jadi mulailah mengawasi barang-barang milikmu," ujar sandi kepada Andre.

"Baiklah, aku akan segera mengamati barang-barangku," jawab Andre.

Mereka berdua kini begitu yakin dengan segala keputusan yang akan mereka ambil kali ini, keduanya akan benar-benar serius dalam mencapai impian mereka sebagai seorang dancer yang terkenal di mana-mana.

Mereka berdua akan mulai menata hidup baru di saat mereka sudah berada di luar sana, keduanya akan mulai fokus berlatih menari dan akan mulai mencari peluang-peluang yang akan bisa mengantarkan mereka menjadi seorang dancer.

"San bagaimana kalau sekarang kita berlatih dance di tepi danau lagi?" Usul Andre kepada sandi.

Wah boleh tuh, cepat sekarang kamu ambil speakernya di kamar lalu kita akan pergi ke tepi danau!" Ucap sandi kepada Andre.

" Kenapa sih selalu saja aku, mentang-mentang aku lebih mudah kau selalu saja menyuruhku, "protes Andre pada sandi.

"Hahaha itu salahmu, Kenapa kamu jauh lebih mudah dariku!" Ujar Sandy sambil tertawa ketika melihat Andre pergi dengan wajah yang kesal kepadanya.

Kini sandi memutuskan untuk duduk terlebih dahulu sambil menunggu Andre datang dan membawa speaker itu, sandi mulai melihat sekeliling pantai, ia mengingat setiap kenangan yang pernah dia lewati di pantai ini. Di setiap sudut panti tersimpan kenangan dirinya bersama Andre dan anak-anak lainnya yang telah lebih dulu keluar dari panti. Kini semua kenangan itu akan dia simpan di dalam hatinya, sebab mungkin besok atau lusa dia dan Andre akan benar-benar pergi meninggalkan pantai itu.

Lagi-lagi kini sandi kembali melamun, akhir-akhir ini dia memang suka sekali melamun. Entah karena banyak yang dipikirkannya atau entah kenapa ia pun tidak tahu, dia selalu saja termenung kalau sedang duduk sendiri, pikirannya seolah-olah tidak berhenti berpikir.

"Woi" dari Andre yang lagi-lagi mengagetkannya.

"Astaga, lama-lama bisa copot nih jantung karena kamu," protes sandi kesal kepada Andre.

"Lagian semua itu adalah kesalahanmu, siapa yang menyuruhmu selalu melamun di mana-mana? Katanya kita harus latihan, ayo Sekarang kita pergi, "ajak Andre kepada sandi.

Tanda baca Iya ayo, Apa kau sudah membawa semuanya kan? "Tanya sandi.

"Iya iya aku sudah membawa semuanya," jawab Andre

Kini keduanya mulai berjalan menuju danau yang berada tidak jauh dari pantai, di danau itulah sandi dan Andre sering menghabiskan waktu mereka mulai dari mereka kecil. Mereka selalu menari di sana dan berkhayal menjadi seorang dancer dan idola yang memiliki banyak penggemar. Tidak jarang keduanya berakting layaknya sebuah idol yang sedang dikemuni para fans, kesamaan diantara keduanya itulah yang membuat mereka seakan tidak bisa untuk dipisahkan.

Mereka juga berharap jika akan sukses bersama, sama-sama bisa menjadi seorang dancer dan idola terkenal pada, mereka juga berjanji jika suatu saat nanti mimpi mereka tercapai, maka mereka akan sama-sama memajukan dan mensejahterakan panti yang sudah seperti rumah mereka selama ini.

Tidak hanya itu mereka juga bermimpi, kelak akan menikah dan membeli rumah yang berdampingan agar mereka selalu dekat satu sama lain. Ada begitu banyak mimpi yang telah mereka berdua rencanakan sedari kecil, mimpi-mimpi yang kini perlahan ingin mereka wujudkan.

Mereka berdua kini bahkan tidak lagi berpikir tentang keluarga mereka yang mungkin saja ada di luar sana, apalagi sandi yang masih mempunyai harapan untuk bertemu kedua orang tua yang telah membuangnya.

Namun sepertinya bagi sandi mereka sudah tidak ada lagi, saat ini satu-satunya keluarga yang dia punya hanyalah sandi adalah Andre dan keluarganya di panti ini.

Ini mereka hanya akan fokus mengejar mimpi mereka dan mengabaikan orang-orang di luar sana. Bagi mereka sekarang hanya ada sebuah mimpi menjadi seorang dancer terkenal dan menjadi idol besar di masa yang akan datang.

Akankah mimpi kedua nya akan benar-benar terwujud? "

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NBF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NBF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pelakor?
9.2
Novel modern Aku Pelakor? mengisahkan kehancuran hati seorang ibu di hari pernikahan putranya sendiri. Alih-alih dihormati, sang suami justru mengusirnya ke kursi undangan paling belakang demi memberikan posisi ibu kepada Liana, wanita yang tidak pernah menikah demi suaminya. Tragisnya, sang putra justru membela ayahnya dan menolak menyajikan teh pernikahan untuk ibu kandungnya sendiri demi menyenangkan Liana. Pengkhianatan ganda dari dua pria tercintanya ini seketika membuat pengorbanan dan biduk rumah tangga yang dia bina selama 25 tahun terakhir terasa seperti lelucon belaka.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Syafana Azzahra, wanita cantik berusia 33 tahun, harus menelan pil pahit setelah dua kali gagal menikah. Harapannya kini tertuju pada Arman Alatas, pria pilihan sahabatnya. Namun, tiga hari menjelang hari bahagia, Syafana justru memergoki Arman berselingkuh. Meski hatinya hancur dan terluka dalam akibat pengkhianatan tersebut, ia tetap memberi kesempatan kedua hingga mereka resmi menikah. Mampukah Syafana bertahan dalam rumah tangga yang diawali dengan dusta?
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Arkan Ravendra kehilangan pengantinnya, Nayara, yang terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya akibat penebusan utang. Arkan bersumpah merebutnya kembali, sementara istri sah Darryl, Laras, merasa dikhianati hingga terjebak hubungan gelap dengan pria lain. Nayara kini terhimpit di antara keluarga Arkan yang obsesif dan keluarga Darryl yang merendahkannya. Akankah cinta tumbuh dari keterpaksaan ini, atau semua hancur saat masa lalu menuntut balas?
Sampul Novel Gemintang
8.8
Gemintang Farhana hancur saat Bachdim, cinta pertamanya, memutuskan hubungan secara sepihak. Demi mengobati luka, ia pindah kerja namun justru terpikat oleh Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Meski perhatian Amar menyembuhkan hati Gemintang, takdir berkata lain. Hubungan indah mereka terbentur restu semesta yang memaksa keduanya berpisah. Kini, mereka terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersatu, menyisakan kenangan manis yang tak selamanya berujung bahagia.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Dua remaja SMA terperangkap dalam skenario perjodohan paksa demi ambisi orang tua mereka. Laluna Hasywa, gadis cantik berwatak keras, menentang keras rencana ini karena meragukan integritas calon suaminya. Di sisi lain, Biru Al Arsakha, pewaris Arsakha Company yang tampan, awalnya menolak namun akhirnya berbalik arah. Kini, Biru berjuang keras menaklukkan hati Laluna yang sekeras batu. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meluluhkan prinsip kuat gadis pilihannya?
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Alya Rahayu pindah ke Jakarta demi karier impian, namun nasib malang membuatnya kehilangan segalanya. Di titik terendah, ia bertemu Dira Pratama, mantan kekasih yang kini menjadi CEO dingin penuh rahasia gelap. Lima tahun berlalu, Dira bukan lagi pria lembut yang ia kenal, melainkan sosok obsesif yang menyimpan dendam masa lalu. Terjebak sebagai bawahan Dira, Alya harus menghadapi trauma dan kenyataan pahit di balik alasan pria itu meninggalkannya dahulu.