Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Claire dijebak oleh sahabatnya sendiri hingga terjerat cinta satu malam dengan Levin. Akibat kejadian itu, Claire hamil dan memilih menghilang demi membesarkan putranya sendirian tanpa sepengetahuan Levin. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Levin terkejut saat menyadari kehadiran darah dagingnya dan berniat menuntut tanggung jawab. Akankah Claire membuka hatinya, atau tetap menutup rapat pintu maaf bagi pria dari masa lalunya tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Claire, sang gadis, asyik menggoyangkan kepalanya. Bukti kalau dirinya menikmati musik yang dibawakan oleh sang DJ. Claire sama sekali tidak menyadari kalau ada yang memperhatikannya. Atau bukannya tidak sadar, tapi tidak peduli? Entahlah! Toh dirinya hanya ingin bersenang-senang, jadi tidak perlu mempedulikan yang lain kan?

Terserah mereka ingin melakukan apa, yang penting tidak merugikannya. Setidaknya itulah yang Claire pikirkan. Gadis itu memang terkenal cuek dan tidak peduli pada sekitarnya asalkan dirinya happy. Terdengar egois? Memang iya!

Hingga keasyikan Claire terusik saat dirinya menyadari ada sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya yang mendadak terasa panas, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, otaknya terasa berkabut dan yang paling parah, dirinya merasa begitu bergairah, hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Selama ini, Claire memang sering pergi ke bar untuk bersenang-senang, tapi konteks bersenang-senang yang dirinya maksud disini hanyalah sebatas menikmati musik dan alkohol sambil bercengkerama dengan teman-temannya. Hanya untuk melepas penat karena kesibukan kuliah. Tidak pernah lebih dari itu. Claire tidak pernah keluar jalur.

Dirinya masih bisa memilah apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Dirinya tau ada batasan tegas yang tidak boleh dilanggarnya seperti obat dan seks.

Tapi kali ini, Claire merasakan hal yang berbeda seolah tubuhnya ingin dipuaskan, tapi dipuaskan dengan cara apa, Claire tidak paham. Ralat, sebagai gadis yang sudah beranjak dewasa, Claire sudah paham, tapi dirinya belum pernah melakukannya dengan pria manapun, setidaknya sampai dirinya resmi menikah. Itulah niatnya.

Meski menyukai dunia malam, bukan berarti Claire penganut seks bebas kan? Meski dirinya terlihat nakal, tapi Claire adalah gadis baik-baik dan tentunya masih virgin!

Tapi masalahnya, kali ini Claire merasa tubuhnya sulit dikendalikan dan sangat mendamba sentuhan seorang pria serta ingin melakukan hubungan terlarang itu.

Hubungan intim antara pria dan wanita yang biasanya dilakukan di dalam kamar!

Hubungan yang selama ini hanya pernah dilihatnya melalui video dan belum pernah dipraktekkan secara langsung!

'Damn! Kenapa tubuhku jadi merasa seperti ini? Bukankah tadi baik-baik saja? Mungkinkah karena pengaruh alkohol? Rasanya tidak mungkin karena ini bukan pertama kalinya aku minum alkohol!' batin Claire mulai panik.

Gadis itu memutar otak, sadar kalau dirinya harus pergi dari tempat ini sebelum reaksi tubuhnya semakin menggila dan lepas kendali!

Claire berusaha tenang, tidak ingin kegelisahannya terlihat jelas. Tidak ingin orang lain tau kalau tubuhnya sedang bereaksi aneh akan hal yang belum pernah dilakukannya.

Bahaya. Claire tidak ingin dimanfaatkan, apalagi di tempat seperti ini. Tempat dimana banyak pria brengsek yang berkeliaran di sekelilingnya. Pria yang akan dengan senang hati memanfaatkan kondisi tubuhnya yang menggila. Yang harus dirinya lakukan sekarang adalah melarikan diri secepatnya sebelum tubuhnya semakin lepas kendali.

Melarikan diri sebelum Claire melakukan hal gila yang akan disesalinya.

"Aku ingin ke toilet!" ucap Claire yang dijawab anggukan sahabatnya.

Dengan tubuh sempoyongan gadis itu beranjak menuju toilet. Reaksi tubuhnya semakin tidak bisa dikendalikan dan mengkhawatirkan. Claire menyadari kalau tubuhnya sekarang oversensitive, sentuhan tidak sengaja pun bisa membuat gairahnya semakin meronta, menuntut untuk dipuaskan! Gawat!

Padahal jika ingin ke toilet dirinya harus melewati area dance floor dimana banyak orang bergoyang hingga tidak memperhatikan sekitar, wajar jika tubuhnya tersenggol oleh banyak orang kan? Apalagi pria dan wanita gabung menjadi satu di dance floor, tempat dimana mereka bisa bergoyang dengan teman kencan mereka malam ini.

Tempat dimana mereka bisa menyalurkan rasa frustasi dengan menari gila-gilaan.

Tempat dimana setiap orang bebas melakukan apapun sesuka hati.

Tapi masalahnya, setiap kali Claire tersentuh meski karena ketidaksengajaan, tubuhnya seolah ingin langsung menerkam pria tersebut untuk dijadikan pelampiasan hasratnya yang menggebu-gebu! Pelampiasan hasratnya yang bergejolak menuntut sentuhan seorang pria! Ditambah lagi alkohol sudah menguasai tubuhnya membuat otaknya semakin tidak bisa berpikir jernih. Claire sadar kalau dirinya mulai mabuk.

'Gawat, sepertinya aku lepas kendali. Tidak seharusnya aku minum sebanyak ini. Tapi bukankah aku minum alkohol seperti biasa? Rasanya tidak terlalu banyak, namun kenapa tubuhku bereaksi seaneh ini? Apa ada yang menjebakku dengan obat perangsang makanya aku bergairah seperti ini? Tapi siapa?'

Claire bukanlah gadis bodoh. Dirinya yakin ada seseorang yang menjebaknya hingga tubuhnya bereaksi diluar batas seperti ini. Masalahnya, Claire belum tau siapa yang tega melakukan hal terkutuk ini padanya!

Kabut yang muncul dalam otak Claire membuat gadis itu tidak bisa berpikir jernih. Jangankan memikirkan siapa tersangka utama yang membuatnya seperti ini, sekarang Claire bahkan kian sulit mengendalikan reaksi tubuhnya sendiri yang semakin meletup-letup akan gairah dan menuntut pelampiasan! Damn!

Claire menggeleng pelan, berharap dengan begitu rasa mabuknya mereda, tapi percuma, bukannya reda, Claire malah merasa seperti ada gempa kecil yang mengguncang lantai tempatnya berpijak membuat tubuhnya kian limbung.

Ditambah lagi debaran jantungnya kian menggila dengan hasrat menggebu yang membuatnya semakin gelisah. Belum lagi dengan area sensitifnya yang terasa gatal dan berdenyut. Oh, sialan! Lagi, Claire hanya bisa mengumpat dalam hati.

Claire berjuang dengan susah payah hingga akhirnya tiba di toilet. Bersyukur karena dirinya bisa melewati area dance floor dengan aman tanpa menerkam pria manapun untuk dijadikan pelampiasan hasratnya, meski Claire harus mengerahkan seluruh akal sehatnya yang sudah kabur karena terkontaminasi alkohol dan obat perangsang.

Di dalam toilet, Claire membasuh wajahnya, berharap rasa mabuk yang menghampirinya sirna, tapi percuma karena jumlah alkohol yang masuk ke dalam darahnya sudah tidak bisa lagi ditolerir oleh tubuhnya.

Ditambah obat sialan itu semakin membuat tubuhnya kian sengsara! Bahkan gairah yang menyerangnya semakin gencar membuat kegelisahan Claire meningkat!

Aliran darahnya seolah mengalir deras hingga berpusat ke bagian sensitifnya yang terasa gatal. Claire memeluk tubuhnya yang semakin sulit dikendalikan.

"Aku tidak bisa berada disini terus. Lebih baik aku pergi ke kamar dan berendam, siapa tau dengan begitu rasa panas di tubuhku mereda," lirih Claire yang memang menginap di hotel yang menyatu dengan bar yang didatanginya itu.

Claire berjalan hendak ke kamar, tapi sulit. Campuran antara rasa mabuk dan gairah yang melonjak naik membuat tubuhnya tidak bisa bergerak dengan benar. Claire bahkan harus berpegangan pada railing (pegangan tangga) agar tidak terjatuh.

Namun sepatu hak tinggi yang dikenakannya membuat Claire semakin kesulitan berjalan, dirinya hampir jatuh terjerembab karena tersandung kakinya sendiri akibat langkahnya yang tidak stabil, saat sebuah tangan kekar menahan tubuhnya.

Tangan kekar yang tanpa segan melingkari pinggangnya membuat aliran darah di tubuh Claire semakin deras, menuntut pelampiasan. Sekuat apapun Claire melawan, tapi keinginan tubuhnya tidak bisa lagi diajak kompromi.

Serius, ingin rasanya Claire melampiaskan hasratnya saat ini juga di tempat ini! Persetan dengan orang banyak di sekitar mereka. Claire tidak peduli! Bukankah di tempat seperti ini setiap orang asyik dengan dunianya sendiri? Tubuhnya tidak bisa lagi bertahan terlalu lama. Sepertinya ini adalah akhir dari batas pertahanannya.

Yang perlu mereka lakukan hanyalah mencari ruangan tertutup di bar ini.

Claire mendongak, menatap pria yang menjadi penopang tubuhnya, bahkan sekarang tubuh mereka menempel erat satu sama lain.

Sama sekali tidak ada jarak yang memisahkan. Pandangan matanya semakin kabur.

"Hei, are you okay?" tanya sang pria sambil berbisik tepat di telinga Claire membuat gadis itu mengerang frustasi. Bisikan pria itu membuat gairahnya melonjak bagaikan air bah. Bagi Claire, bisikan pria itu adalah godaan yang tidak bisa lagi ditolak!

"Aku menginginkannya," lirih Claire. Ucapan yang langsung dipahami oleh sang pria.

Mengikuti naluri, tanpa sadar Claire melingkarkan kedua lengannya ke leher pria yang tidak dikenalnya, hendak menyatukan bibir, membuat seringai tipis muncul di wajah licik sang pria. Namun tepat sebelum bibir mereka bersentuhan, pria itu berbisik lagi, seolah senang melihat penderitaan Claire yang sedang berjuang dilanda gairah.

"Jangan disini, aku tau tempat yang tepat untuk menuntaskan keinginan tubuhmu," tahan sang pria dan langsung memapah Claire ke tempat yang direncanakan.

Claire tidak sadar kalau dirinya sudah masuk ke dalam jebakan yang bisa menghancurkan masa depannya!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Mengunci Keluarga Suamiku
9.0
Saat perayaan ulang tahun pernikahan, aku menemukan catatan kehamilan di ponsel lama suamiku, James Vance. Isinya penuh cinta untuk seorang janin, padahal aku tidak pernah mengandung. James berdalih itu milik sahabatnya, namun aku menemukan foto USG atas nama Amelia Harper di folder terhapus. Sambil memendam amarah atas pengkhianatan ini, aku tersenyum getir dan segera menghubungi ibu mertuaku, Margaret. Rahasia gelap keluarga mereka kini mulai terkuak.
Sampul Novel BILANG SAJA KAMU JANDA
8.6
Rania hancur saat suaminya sendiri memintanya berpura-pura menjadi janda demi uang. Di balik kerudung pastelnya, ia memendam luka mendalam sekaligus berjuang melawan kanker ganas yang menggerogoti raga. Meski tubuhnya kian melemah, Rania bertahan demi kedua buah hatinya. Ini adalah kisah perjuangan seorang ibu yang bangkit dari pengkhianatan dan rasa sakit, mengumpulkan sisa kekuatan demi tetap hidup untuk anak-anak yang mencintainya.
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Hubungan asmara antara Kaluna dan Citra terpaksa berakhir secara tragis akibat fitnah kejam yang dilancarkan oleh Rina. Di tengah kebencian mendalam yang dirasakan Citra, sebuah rahasia besar yang tersembunyi perlahan mulai terkuak ke permukaan. Kini, Kaluna harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit dan bertahan hidup dalam bayang-bayang kemarahan mantan kekasihnya. Akankah kebenaran mampu mengubah segalanya sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Rayhan, seorang dokter umum, ditinggalkan kekasihnya yang ambisius demi pria bergelar spesialis. Untuk menyembuhkan luka hati, ia menjalin hubungan virtual dengan wanita misterius bernama El. Namun, dunianya terguncang saat mengetahui identitas asli El. Ternyata, sosok yang membuatnya nyaman di dunia maya adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama yang dingin di rumah sakit tempatnya bekerja. Kini, Rayhan terjebak dalam dinamika asmara dan profesional yang rumit.
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat
8.6
Nasib buruk di Paris membawa Vera terjebak dalam malam panjang bersama pria asing. Betapa terkejutnya dia saat menyadari pria itu adalah Dante, perundung masa sekolah yang paling ia benci. Dua bulan berlalu di Jakarta, Vera mendapati dirinya hamil dan bertekad membesarkan janin itu sendirian demi menghindari bayang masa lalu. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kehadiran Dante yang tiba-tiba membuat hidup Vera kian rumit dan penuh dilema.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Dunia Aletta runtuh saat Aldo, calon suaminya, menghilang tepat di hari pernikahan mereka. Demi martabat keluarga, ia terpaksa menikahi Bian Dirgantara sebagai pengganti. Namun, hidupnya justru penuh kepedihan akibat perlakuan kasar dan semena-mena dari Bian. Luka hati Aletta semakin dalam ketika sebuah rahasia besar yang disembunyikan suaminya terungkap. Akankah kebenaran itu menghancurkan mereka, ataukah ada ruang bagi maaf di tengah dendam?