Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Penggoda

Sang Penggoda

Jullyana dikenal banyak orang dengan julukan Sang Penggoda. Ia tidak menampik sebutan tersebut karena kenyataannya ia bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah klub malam. Pilihan hidup yang berat ini terpaksa ia ambil demi bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang mencekik. Jullyana harus menghadapi pandangan negatif masyarakat demi memenuhi kebutuhan finansialnya. Ikuti kisah perjuangan hidup dan realita pahit yang harus dihadapi oleh Jullyana di sini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku dan Ibu saling pandang, saling melempar tatapan haru. Hati seorang Ibu mana yang tidak tersentuh mendengarya. 

“Sayang, tapi kamu gak apa-apa ‘kan Nak? Emangnya teman kamu menjelekkan seperti apa Sayang?” tanyaku lembut.

“Mereka bilang Abang sama Adik anak haram karena tidak punya Papa, terus Mama juga di bilang perempuan tidak benar, memangnya perempuan tidak benar itu seperti apa sih Ma?”

 Mataku seketika memanas. Tidak kuat sekali rasanya jika seperti ini. Dia tidak masalah jika dia yang di hina di kata-katain, tapi masalahnya sekarang anaknya pun ikut menjadi sasaran.

 “Sayang lain kali jangan dengerin apa kata-kata teman kamu ya, Abang ‘kan tujuan sekolah buat belajar, mau jadi apa Nak?” 

“Mau jadi Pilot Ma.” Jawab Revano dengan antusias. Cita-citanya menjadi seorang pilot, sungguh hebat bukan? Dan tentu untuk menggapai cita-citanya aku harus bekerja keras agar dia bisa menggapai cita-citanya.

 “Lain kali Abang tinggalin aja ya kalau ada teman Abang yang seperti itu, jangan di dengerin.”

 “Iya Ma.” 

Aku tersnyum, tak terasa jam sudah menujukkan pukul setengah tujuh. Itu artinya aku harus segera berangkat bekerja lagi. 

“Ma, Jullya harus berangkat kerja, Jullya titip anak-anak ya?”

 “Iya Nak,  kamu hati-hati ya?” Aku mengangguk. Lalu berpamitan pada kedua putraku.

“Mama harus kerja dulu sekarang, Abang sama Adik baik-baik di rumah ya? Jangan bandel, dan nurut apa kata Nenek? Paham ‘kan Sayang?”

  “Paham Ma, Mama jangan khawatir, Abang akan jagain Adik.” 

Aku tersnyum, beruntung aku mempunyai anak-anak yang pintar seperti mereka. “Anak pintar, yaudah Mama pergi kerja dulu ya.”

Cup! Aku mengecup sayang bergantian puncak kepala kedua putraku.

***

Seperti biasa aku akan berangkat dengan make-up dan pakian seadanya, aku membawa tas yang berisi pakaian. Sengaja aku membawa baju ganti dan tidak bersiap dari rumah, agar tidak semakin di julid oleh warga kampung. 

Dari rumah aku akan berjalan  kaki keluar dari kampung, hingga tiba di jalan besar baru aku naik angkot. 

Baru saja aku keluar dari rumah, tatapan tajam sudah menyambutku. Huh! Gini amat tinggal di kampung. Andai saja uangku sudah cukup, aku akan pindah ke kompleks saja, tapi sayangnya uangku belum cukup, ada sih tapi tentu saja harus ku gunakan untuk keperluan yang lain,seperti keperluan sekolah Revan dan kehidupan sehari-hari kami. 

***

Setibanya di Club tempat ku bekerja, aku langsung masuk ke ruang ganti dan make-up. 

 “Ribet amat sih Jull, kenapa gak  dari rumah aja?” Tanya Heni temanku yang juga bekerja di sana. 

Aku tersnyum kecil. “Biasalah Hen, gak mungkin ‘kan aku pergi dengan baju mini dari rumah, kamu tau sendiri gimana orang-rang di kampung aku.” Jawab ku. Heni termasuk teman dekatku di kerjaan. 

“Iya sih ya Jull, ribet deh pokonya emang kalau tinggal di kampung, makanya  mending pindah Jul.” 

“Ya aku maunya juga begitu sih Hen, tapi mau gimana lagi, uangnya belum ada.”

 “Eh tapi denger-denger kamu malam ini di suruh Mami ngelayani tamu special, ihh itu uangnya gede, apalagi kalau kamu bisa menarik perhatian pelanggan kamu bakal di kasih tips loh.” Ucap Heni menggebu-gebu. 

“Doain aja ya Hen.”

 “Aku pasti doain kamu, udah tenang aja, malam ini kamu bakal dapat rezeki nomplok.” Aku tersnyum lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian. Malam ini aku memakai dress pendek berwaran coklat.

Ketika aku keluar dari kamar mandi, rupanya  Mami sedang menungguku. “Ya ampun Jullya, ganti pakaian kamu, kan Mami udah bilang pakai baju yang seksi dan menarik minat, ini apaan?” Menurutku dress yang  ku pakai sudah cukup seksi, tapi ternyata masih kurang di mata Mami.

 “Udahlah Mi, mending kasih ke aku aja, nih lihat aku udah siap banget, di jamin tamunya pasti puas.” Ucap Sinta yang juga pekerja di sana.

“Kamu diem ya Sinta, mending  kamu ke bawah sana, udah banyak yang datang.” 

“Isss.” Sinta mendelik tajam keadaku sebelum pergi. 

Kalian percaya tidak di manapun kalian berada, pasti ada saja orag-orang yang tidak suka, kalau menurutku sih itu sebuah hukum alam.

 “Dan kamu Jullya, ganti pakai baju ini!” Mami memberikan ku  baju ketat yang menerawang hingga dalamanku transparan. 

“Udah  cepat ganti, nanti keburu datang pelanggannya.” Akupun kembali masuk ke dalam kamar mandi. 

Usai berganti pakaian aku memoles wajahku dengan make-up. 

“Cantik banget sih Jull.” Puji Heni yang baru masuk, sepertinya dia habis dari bawah lantai dansa terlihat dari keringat bercucuran dan tanda merah di lehernya. 

“Ihh kamu bisa aja Hen.”

 “Eh belum datang ya tamu spesialnya?” Aku menggelengkan kepalaku. 

Tiba-tiba pintu terbuka dan masukklah Mami. “Untung ada kamu Heni, kamu siap-siap ya, kamu juga akan masuk bersama Jullya, tiba-tiba tamu special bertambah orang, oh sekalin panggil Sinta, dia akan juga bersama kalian.” Ucap Mami lalu berlalu pergi lagi. 

Aku dan Heni saling pandang. “Aaaaa akhirnya kita sama-sama.” Girangku dan Heni bersamaan. 

“Apaan sih, ribut tau gak!” kami terdiam saat Sinta masuk dan membentak kami berdua. 

***

Saat ini kami bertiga sudah berada di hadapa pintu ruangan Vvip yang telah di sewa oleh para tamu special. Sinta dengan bangganya langsung masuk dan melnggok –lenggok bak model. Aku dan Heni pun menyusul. Ternyata tamu spesialnya ada tiga orang.  

Ku lihat Sinta yang sudah berpangku pada salah satu pria dan Heni mendekat pria yang lain, kini hanya aku yang tersisa. Ku lihat pria yang saat ini duduk dengan kepala menunduk. Aku pun mulai berjalan mendekatinya.

 “Permisi,” sapaku, dan saat dia mendongak aku langsung menutup mulutku yang terbuka kaget. 

“P-pak Ed” gagapku tak percaya. Ku lihat dia pun tak kalah kaget meski sepertinya dia sudah mabuk berat, terlihat dari tataan matanya dan raut wajahnya saat ini. 

“Kamu,” gumamnya.

Sreet! Aku kaget saat tanganku tiba-tiba di tarik olehnya hingga aku terduduk di pangkuannya.

 “P-pak, maaf, saya tidak bisa.” Ucapku sembari hendak bangkit dan meningglkan pergi. Namun sepertinya Pak Edward sudah dikuasi oleh nafsu akibat mabuk. Di bahkan mengungkung tubuhku hingga aku tidak dapat pergi. 

“P-pak.”

”Huuust! diamlah.” Bisiknya tepat di telingaku membuat buluku seketika berdiri. Keadaan di ruang itu semkain panas, suara desahan dari Heni dan Sinta serta dua pria lainnya semakin menyeruput birahi Edward. 

Aku sendiri merasa panas ku lihat ada minuman bekas Edward dan tanpa tunggu lama langsung saja ku minum. Dan sialanya aku baru sadar jika ternyata minuman Pak Edward sudah di beri obar perangsang, sepertinya itu semua ulah teman-temannya. Pantas saja Pak Edward seperti bukan Pak Edward saat ini.

 ‘Akhh sial, tubuhku panas sekali.’ Sepertinya obat itu sudah bereaksi pada tubuhku. 

‘Akhh aku tidak tahan seperti ini.’ Tanpa sadar kini bibirku dan bibir Pak Edward sudah saling bertaut, setelah itu aku mulau tak sadar apa saja yang aku lakukan. 

****

Aku terbangun saat runguku mendengar suara gemercik air. Dengan perlahan aku membuka mataku, pandangan peertama saat aku membuka mata adalah ruangan putih. Tidak-tidak, bukan rumah sakit, tapi ini sepertinya hotel. Beberapa keping pristiwa tadi malam pun mulai bermunculan di kepalaku. Aku langsung bangkit, dan saat itu juga jantungku berdetak cepat saat melihat aku tidak mengenakan sehelai pakaian. ‘Astaga!’Aku menoleh ke arah pintu kamar mandi, sepertinya Pak Edward tengah mandi saat ini, tanpa membuang waktu dan melewatkan kesempatan, aku lagsung turun dari ranjang memungut pakaianku, sialnya dress yang ku pakai tadi malam sudah robek tak dapat di pakai lagi. Tanpa berfikir panjang aku meraih kemeja milik Pak Edward yang juga tergeletak di lantai. Aku memakainya asal, lalu aku meraih tas dan sepatuku dengan cepat aku keluar dari kamar hotel itu. Di pikiranku saat ini hanya ingin menghilang secepatnya dan tidak ingin bertemu dengan Pak Edward lagi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GQB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GQB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Be My Husband
8.1
Bagi Kiran Naomi Tanaka, misi hidupnya hanyalah satu: menjadikan Evan Davaro Saga sebagai suaminya. Sejak pertemuan pertama mereka, Kiran bertekad menaklukkan hati pria dingin yang merupakan anak sahabat ayahnya itu. Namun, Evan yang gila kerja terus bersikap acuh, bahkan menyuruh Kiran fokus belajar matematika daripada membicarakan pernikahan. Di tengah perbedaan usia yang kontras, mampukah kegigihan Kiran meluluhkan Evan, ataukah ia hanya akan berakhir patah hati?
Sampul Novel Cinta Tak Bersyarat
8.9
Arini terjebak dalam depresi berat akibat luka cinta yang mengganggu hormon kebahagiaannya. Burhan dan Morela, seorang psikiater, bekerja sama secara rahasia untuk menyelamatkan kesehatan mental Arini tanpa membuatnya merasa terhakimi. Meski Arini sempat menolak bantuan medis karena merasa tidak gila, pendekatan perlahan melalui olahraga dan dukungan emosional mulai menunjukkan hasil. Burhan menyadari bahwa mencintai Arini berarti mendukung kesembuhannya tanpa syarat apa pun.
Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Seorang bintang film papan atas terjerat asmara tersembunyi dengan sutradara muda jenius yang telah berkeluarga. Di tengah gemerlapnya industri hiburan, hubungan rahasia mereka dibayangi ketegangan dan intrik berbahaya. Meski berusaha keras melindungi reputasi serta karier profesional masing-masing, godaan gairah yang membara membuat mereka sulit berpaling. Inilah kisah perjuangan cinta yang penuh risiko di balik kemegahan layar lebar.
Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Istri yang Direndahkan Berubah Cantik
8.2
Hana sering kali menjadi sasaran hinaan oleh keluarga suaminya hanya karena latar belakangnya yang berasal dari kalangan ekonomi rendah. Statusnya sebagai menantu miskin membuatnya terus direndahkan tanpa henti. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, Hana menyimpan rahasia besar mengenai profesi aslinya. Ia memiliki bakat luar biasa dan pekerjaan hebat yang jauh melampaui dugaan siapa pun, siap membuktikan bahwa mereka telah salah menilainya.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Selva merintih kesakitan saat Mark memaksakan kehendaknya dalam sebuah pertemuan terlarang yang penuh ketegangan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark mengerang tertahan sambil membisikkan peringatan agar Selva meredam suaranya. Ia sangat khawatir desahan gadis itu akan membangunkan orang tua Selva yang sedang terlelap di rumah yang sama. Hubungan rahasia ini menuntut keheningan mutlak agar rahasia gelap mereka tidak terendus oleh keluarga terdekat.