Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemuas

Sang Pemuas

Di ruangan penuh kamera, seorang pemuda berusia sembilan belas tahun menjalani wawancara dengan sosok bernama Mamih. Meski pengalamannya minim, ia didorong oleh kebutuhan finansial dan hasrat mencari petualangan seksual. Mamih menilai ketampanannya mampu menarik minat klien wanita dewasa usia tiga puluh hingga lima puluh tahun. Demi menjadi seorang pemuas profesional, ia harus mengikuti setiap instruksi Mamih tanpa keraguan, termasuk saat diminta menunjukkan fisiknya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ternyata Mamih membawaku ke sebuah kamar tidur. Di kamar ini ada sebuah tempat tidur berukuran lebar. Sebuah lemari pakaian, sebuah meja rias yang berkaca cermin dan ada pula kamar mandi tersendiri.

Lalu Mamih bertolak pinggang di depanku, sambil berkata, “Sekarang kamu akan menempuh latihan. Agar jangan mengecewakan wanita - wanita yang membayarmu nanti ya. “

“Siap Mamih, “ sahutku sambil berdiri tegak, dengan kontol yang masih ngaceng.

Mamih memegang kedua bahuku sambil berkata, “Anggap saja sekarang kamu sedang berhadapan dengan wanita yang akan membayarmu. Kamu harus tau apa yang sebaiknya kamu lakukan. Pertama ... lepasin gaunku. “ Mami membelakangiku, sehingga aku tahu bahwa di bagian punggung gaunnya ada ritsleting yang harus diturunkan. Maka kuturunkanlah ritsleting itu.

Setelah ritsleting itu diturunkan dengan mudah aku bisa menurunkan gaunnya, sampai terlepas dari sepasang kaki Mamih.

Mamih membelakangiku dan berkata, “Sekarang behanya lepasin. “

Kuikuti saja permintaan Mamih itu. Kulepaskan kacing kait behanya yang terletak di bagian punggungnya. Mamih sendiri yang menanggalkan behanya, lalu melemparkannya ke atas bed.

Mamih masih membelakangiku. Dan berkata, “Kalau aku ini wanita yang membayarmu, kamu harus aktif. Jangan berdiam pasif. Coba katakan apa yang ingin kamu lakukan sekarang seandainya aku ini wanita yang membayarmu ?”

“Mung ... mungkin ingin memegang pantat Mamih yang gede dan indah sekali bentuknya ini, “ sahutku.

“Peganglah ... remaslah ... tepok - tepok juga boleh ... “ ucap Mamih yang masih membelakangiku.

Aku pun langsung melakukannya. Memegang bokong gede Mamih, meremasnya dan menepuk - nepuknya. Namun kedua tanganku ditarik oleh Mamih ke depan, kemudian diletakkan di permukaan sepasang toketnya. “Agar wanita membayarmu cepat horny, peganglah teteknya. Lalu remas dengan lembut. Mainkan pentilnya dengan jarimu. “

Lalu aku meremas toket kiri Mamih, toket yang belum jelas bentuknya karena aku meremasnya dari belakang Mamih. Sementara tangan kananku diarahkan oleh Mamih, untuk mengelus pentil toket kanannya dengan ujung telunjukku, sedangkan jempol dan jari tengahku untuk menjepit pentil itu.

Mamih membiarkan kedua tanganku beraksi beberapa menit. Kemudian ia bertanya, “Pernah jilatin memek ?”

“Sering, “ sahutku, “saudara sepupu saya selalu ingin dijilatin memeknya setiap kali mau bersetubuh. “

Tiba - tiba Mamih memutar badannya, jadi berhadapan denganku. Sambil tersenyum ia mengusap - isap memeknya. Dan berkata, “Kalau begitu jilatin memekku sekarang ya. Biar latihannya lancar.

“Iya Mamih, “ sahutku spontan. Karena sejak tadi pun aku sudah ingin menjilati memek Mamih yang bersih dari jembut itu, tapi belum ada instruksi dari Mamih.

Lalu Mamih melangkah ke arah springbednya yang dilapisi kain seprai berwarna pink. Di situlah Mamih celentang sambil mengusap - usap memeknya. “Kamu harus telanjang dulu Sef. “

“Iya Mam, “ sahutku sambil melepaskan sepatu dan kaus kakiku, lalu menurunkan celana jeans dan celana dalamku, sampai terlepas dari kedua kakiku. Lalu kulepaskan baju kausku, sehingga aku jadi telanjang bulat seperti Mamih.

Lalu aku naik ke atas springbed Mamih.

“Yosef ... badanmu bagus sekali, “ kata Mamih, “Kamu sering olahraga ya ?”

“Iya Mamih. “

“Menurutmu ... aku ini seperti apa ?” tanya Mamih.

Aku yang sudah terbiasa memuji orang lain, lalu menyahut, “Mamih ... ya cantik ya manis pula. Tubuh Mamih pun luar biasa indahnya. Mudah - mudahan para wanita yang akan membayarku kelak seperti Mamih semua. “

“Hihihiii ... gak mungkinlah ... wanita - wanita yang akan membayarmu itu, ada yang agak muda, ada yang lebih tua dariku. Ada yang item, ada yang putih. Ada yang gendut ada yang kurus. Ada cantik, ada yang jelek, “ kata Mamih.

Lalu kata Mamih lagi, “Tapi mereka semua orang - orang tajir. Karena itu kamu harus bersikap sebaik mungkin kepada mereka. Jangan sampai ada yang kapok, akibat sikap dan perilakumu yang kurang sopan. “

“Iya Mamih. Petunjuk dari Mamih akan kuingat terus, “ sahutku sambil berlutut di antara kedua kaki Mamih yang mengangkang.

Lalu aku menelungkup, dengan wajah berada di atas memek Mamih. Dan mulai mengusap - usap permukaan memek yang lumayan tembem itu. Lalu ... dengan penuh nafsu kuciumi permukaan memek Mami. Lidahku pun mulai kujulurkan, untuk menyapu - nyapu memek Mamih yang agak ternganga sehingga bagian dalamnya yang berwarna pink itu terlihat jelas olehku.

Mamih mulai terasa mengejang - ngejang. Kedua tangannya pun mengusap - usap rambutku. Terlebih setelah aku menyelinapkan jaru tengah dan telunjukku ke dalam celah memeknya, sementara lidah dan bibirku terkonsentrasi untuk menjilati dan mengisap - isap kelentitnya.

Mamih pun mulai mendesah dan merintih perlahan, “Yosef ... oooooh ... Yosef ... ternyata kamu sangat ... sangat pandai jilatin ... jilatin memek .... oooh ... Yosef ... jilatin dan isep terus itilnya Seeeef ... oooohhh ... ini enak sekali Yoseeeef ... “

Mamih menggeliat - geliat terus, sambil merintih - rintih perlahan. Tangannya bukan cuma mengusap - usap rambutku lagi. Kini rambutku diremas - remas, terkadang dijambak - jambak.

Ini mengingatkanku pada Lilis, saudara sepupu yang usianya 10 tahun lebih tua dariku. Tapi dia harus manggil Kang padaku, karena ibunya adik almarhumah ibu kandungku.

Aku masih ingat bahwa Lilis yang saat itu menjanda, merupakan pengalaman pertamaku merasakan hubungan sex. Lilis selalu ingin dijilatin memeknya sebelum kusetubuhi. Sehingga aku cukup berpengalaman dalam soal jilmek.

Dan kini aku berhasil membuat Mamih terlena - lena, dengan tubuh menggeliat - geliat, dengan nafas berdesah - desah. Terlebih ketika kelentitnya kuisap - isap sekuatnya, terasa tubuh wanita setengah baya yang cantik itu tergetar - getar dibuatnya.

Sampai pada suatu saat, kedua telapak tangan Mamih mendorong kepalaku. “Cukup Sef ... masukkan aja kontolmu. “

Tanpa buang waktu, aku pun berlutut di antara kedua kaki Mamih yang mengangkang, sambil meletakkan moncong kontolku di mulut memek yang sudah basah itu. Sambil berlutut dan membungkuk pula kudesakkan kontolku sekuat tenaga. Langsung membenam ke dalam liang memek yang sudah licin ini. Tapi tidak bisa masuk semuanya, karena mentok di dasar liang memek Mamih.

“Duuuh ... kontolmu memang panjang sekali ... sampai nabrak dasar liang memekku ... “ ucap Mamih terengah, “nanti pasti banyak ibu - ibu yang ketagihan sama kamu ... ayo entotin Sef ... “

Mendengar instruksi itu aku langsung mengayun kontolku yang sudah berada di dalam liang memek Mamih.

Mamih pun menarik kedua lenganku, sehingga dadaku terhempas ke sepasang toket Mamih yang berukuran sedang dan masih lumayan padat kenyal itu.

“Sambil mainin tetekku Sef, “ ucap Mamih ketika entotanku mulai lancar.

Lalu Mamih memberi petunjuk bagaimana cara memainkan toket yang benar. Bahwa aku boleh meremasnya, tapi jangan terlalu kuat, karena bisa menyakitkan pasangan seksualku nanti. Mamih juga menganjurkan untuk mengulum pentilnya sambil menjilatinya di dalam mulutku.

Mamih juga menganjurkan untuk menjilati lehernya. Bahkan ketiaknya juga. Karena bagian - bagian sensitif itu akan menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi wanita yang kusetubuhi.

Mamih juga ngasih tahu, bahwa sebagian wanita senang kalau Sang Gigolo memakai kondom pada waktu menyetubuhinya. Tapi banyak juga yang tidak suka benda yang terbuat dari karet itu. Jadi sebaiknya aku selalu membekal kondom setiap mau berkencan dengan wanita yang akan membayarku.

Banyak lagi petunjuk dari Mamih, yang harus kucamkan di dalam hati.

Lalu kulanjutkan lagi “latihan” dengan Mamih ini. Ternyata aku mendapat pujian. Mamih berkata, “Kontolmu luar biasa panjangnya Sef. Pasti bakal banyak wanita yang ketagihan nanti. Soalnya enak sekali. Puncak kontolmu bisa terus - terusan menyundul dasar liang memek begini ... lagian wajahmu tidak mengecewakan. Kamu lebih tampan daripada Danke. “

Kebetulan pula aku cukup tangguh pada waktu menyetubuhi Mamih ini. Sudah bermacam - macam posisi kami lakukan, sehingga Mamih sudah orgasme 2 kali. Tapi aku tetap tangguh dan belum terasa gejala - gejala mau ngecrot.

Aku benar - benar digembleng oleh Mamih, untuk membentuk diriku sebagai lelaki muda yang tangguh dan memuaskan di atas ranjang.

Mamih pun menasehatiku, agar selalu berdandan rapi sebelum ketemuan dengan wanita yang akan “menyewaku”. Aku juga harus selalu menjaga sopan santun waktu sedang bersama dengan “klien”. Ya, Mamih menyebut wanita - wanita yang suka memakai jasa gigolo itu sebagai klien.

Sebelum pulang, aku masih sempat mendengar bisikan Mamih, “Kapan - kapan kalau aku pengen dientot sama kamu, harus mau ya. “

“Iya Mamih. “

Lalu Mamih memberikan 5 lembar uang seratusribuan. Buat membeli vitamin dan suplemen, katanya.

Hari sudah larut malam ketika aku meninggalkan rumah Mamih.

Setibanya di rumah Danke, ternyata sahabatku itu sudah ada di rumah lagi.

“Kok udah pulang ? Kirain mau nginep bersama wanita yang nyewa loe, “ kataku.

“Wanita yang punya suami sih gak bisa nginep. Kecuali kalau suaminya sedang jauh atau ke luar negeri, baru bisa nginep. Ohya, tadi ngapain aja di rumah Mamih ? Dikasih perempuan untuk latihan ngewe ?”

“Sama Mamih sendiri. “

“Haaa ?! Jadi latihan eweannya sama Mamih ?”

“Iya. Sampai berjam - jam. “

“Hahahaaa ... berarti nasib loe bagus Sef. Gue aja gak dilatih langsung sama Mamih. “

“Kirain semua gigolo dilatih sama Mamih. “

“Berapa ronde main sama Mamih tadi ?”

“Tiga ronde. Makanya sampai berjam - jam. Mamih ingin tau ketangguhan gue seberapa kuat. Karena kadang - kadang suka ada dua atau tiga wanita yang membooking seorang gigolo, katanya. “

“Berarti loe lulus trainingnya dong. “

“Lulus. Malah gue dikasih duit limaratusribu. Buat beli vitamin dan suplemen katanya. “

“Wah sukurlah. Berarti loe bakal jadi kesayangan Mamih tuh. “

“Gue sih gak terlalu ngarepin masalah itu. Sekarang ini cita - cita gue sih pengen banyak duiiiit ... itu aja. “

“Soal duit sih akan datang dengan sendirinya setelah loe bisa nyenangin orang. “

“Ohya, menurut loe apa yang paling menyenangkan hidup sebagai gigolo itu Dank ?”

“Gue sih enjoy banget Sef. Rasanya pekerjaan gue selalu nyenengin. Soalnya gue bisa nyobain bermacam - macam memek wanita setengah baya. Sedangkan gue udah lama seneng banget sama wanita setengah baya. Kadang gue mikir gak dikasih duit juga gakpapa, asalkan bisa ngentot memeknya aja. Hahahaaaa .... !”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LAG" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LAG
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
8.3
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Sampul Novel Batas Kesabaran Seorang Wanita
8.9
Sera merasa jengah dengan Darren yang tiba-tiba terobsesi setelah rahasia insiden hotel tiga tahun lalu terkuak. Namun, upaya Darren tampak terlambat karena kehadiran Alvin, pria yang dahulu menolong Sera di masa sulit. Kehangatan Alvin mulai meluluhkan hati Sera, memberikan rasa aman dan cinta tulus yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya. Kini Sera harus memilih: memaafkan Darren yang penuh penyesalan atau melangkah maju bersama Alvin yang mencintainya sepenuh hati.
Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih
7.9
Kehidupan sering kali melenceng dari rencana awal dan menyajikan beragam pilihan sulit bagi setiap orang. Meski sebuah jalan terlihat menjanjikan, tiap keputusan pasti membawa konsekuensi tertentu. Sebagai manusia, kita dituntut bijak dalam menilai situasi demi masa depan. Terkadang, berdiam diri dan mengikuti arus pun tetap memiliki risiko tersendiri. Renungkanlah setiap langkah dengan matang agar tidak ada penyesalan mendalam akibat salah mengambil keputusan di kemudian hari.
Sampul Novel (Bukan) Salah Jodoh
8.9
Nayra Alfarani terjebak dalam pernikahan yang terasa salah. Di tengah kehancuran hari bahagianya, ia justru dipersatukan dengan Cakra Yudhistira, pria yang bersikeras bahwa mereka bukanlah jodoh. Meski kini menyandang status sebagai istri Cakra, hati Nayra masih terpaku pada sosok Ezhra. Konflik batin dan penolakan mewarnai awal hubungan mereka, saat keduanya meragukan takdir yang memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tidak pernah mereka harapkan.
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga, mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun, terjebak dalam situasi rumit bersama senior populer bernama Zyan. Berawal dari insiden ciuman hingga tinggal satu atap, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terkuak: Zyan ternyata sudah memiliki seorang putri. Di tengah penolakan dan luka lama, mampukah Elga bertahan dan membawa hubungan mereka menuju pelaminan?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.