Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemilik Rahim Pengganti

Sang Pemilik Rahim Pengganti

Demi melunasi utang ayahnya, Renata Larasati yang berusia 20 tahun terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pengusaha kaya bernama Danu Rahardianto. Istri Danu, Rubby Kirana, menolak hamil demi menjaga bentuk tubuhnya. Namun, penderitaan Renata tak berakhir setelah melahirkan. Rubby justru tega menjualnya ke mucikari demi uang. Di tengah keterpurukan sebagai penghibur, Renata harus berjuang keras untuk bangkit. Mampukah ia mengubah nasibnya yang tragis?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Ini serius, Sayang! Kalau kamu tidak mau memiliki anak, lalu bagaimana? Sedangkan baik aku maupun kamu adalah anak tunggal.” Danu Rahardianto berkata sembari memegangi kepala menggunakan dua tangannya.

“Loh, siapa bilang aku tidak mau punya anak, Mas?” tanya Rubby Kirana dengan nada kesal.

“Kamu sendiri ‘kan yang berkali-kali bilang padaku bahwa kamu tidak mau melahirkan anak?” ujar Danu Rahardianto kali ini sambil menatap sang istri dengan pandangan tajam.

“Aku bukannya tidak mau punya anak, Mas. Kamu salah mengerti! Aku mau kok punya anak, tetapi aku tidak mau melahirkan,” ucap Rubby Kirana santai.

Kedua mata Danu Rahardianto melotot kesal pada sang istri.

“Apa maksudmu berkata seperti itu? Untuk bisa punya anak ya jelas harus melahirkan dong!” ujar Danu Rahardianto mulai tersulut emosinya.

“Kata siapa harus melahirkan jika kita ingin punya anak, Mas. Kita ‘kan bisa juga mengadopsi anak,” tutur Rubby Kirana lagi.

“Adopsi anak? Rubby, kita berdua tuh dalam kondisi sehat dan baik-baik saja, masa sih kita mau adopsi anak? Lagipula aku ingin anak yang merupakan darah dagingku sendiri!” ujar Danu Rahardianto sudah tak mampu menahan amarahnya lagi.

“Ok, ok! Kalau itu memang maunya kamu, Mas,” kata Rubby Kirana akhirnya.

Danu Rahardianto menghela napas lega mendengar perkataan istrinya yang cantik dan sexy itu.

“Tapi, aku tetap tidak mau melahirkan. Aku tidak ingin tubuh sexy ku ini rusak akibat melahirkan,” ujar Rubby Kirana.

Danu Rahardianto melotot tajam pada Rubby Kirana.

“Apa lagi maksudmu, Rubby? Melahirkan adalah suatu kewajiban istri, masalah bentuk tubuhmu, bukankah setelah melahirkan kamu bisa olahraga dan diet sehat untuk mengembalikan tubuhmu ke bentuk semula?” ujar Danu Rahardianto mencoba memberi semangat pada sang istri.

“Apa?! Kamu pikir tubuhku ini akan bisa seperti semula, Mas? Walau olahraga atau diet, tetap saja ada yang kurang menurutku,” bantah Rubby Kirana tegas.

“Lalu, mengapa tadi kamu bilang mau punya anak?” cecar Danu Rahardianto bingung.

“Begini, Mas. Kebetulan aku punya teman seorang pengurus yayasan yatim piatu,_”

“Adopsi lagi maksudmu? Tidak!” sergah Danu Rahardianto menyerobot perkataan sang istri.

“Ih, dengarkan dulu dong, Mas! Kamu dengarkan aku dulu, sabar ya. Jadi, seperti yang aku bilang tadi, aku punya teman nih seorang pengurus yayasan yatim piatu. Kebetulan dia punya kenalan seorang ibu yang memiliki anak gadis. Anak gadis ibu itu sudah cukup usia untuk menikah, gadis itu sudah bekerja sebagai pelayan toko. Gadis itu cantik sekaligus penurut, Mas,” tutur Rubby Kirana.

“Kemana sebenarnya arah perkataanmu ini, Rubby?” tanya Danu Rahardianto dengan nada curiga.

“Maksudku, bagaimana jika kamu menikahi gadis itu dengan cara kawin kontrak? Hanya untuk sementara waktu, sampai dia hamil dan melahirkan anakmu, Mas. Bagaimana? Kamu setuju ‘kan?” kata Rubby Kirana dengan penuh harap.

Mulut Danu Rahardianto menganga, ekspresi wajahnya memerah karena marah.

“Apa kamu sudah gila, Rubby?! Kamu menyuruhku melakukan kawin kontrak dengan gadis lain? Apa kamu rela?” cecar Danu Rahardianto semakin marah.

“Ah, ‘kan hanya sampai dia melahirkan saja, Mas. Setelah itu ‘kan sudah selesai hubunganmu dengannya,” tutur Rubby Kirana.

“Kamu pikir gadis itu mau kuajak kawin kontrak?” tantang Danu Rahardianto mulai kehilangan kesabarannya.

“Eh, tenang dong, Mas! Gadis itu pasti mau. Temanku itu pernah cerita bahwa gadis itu sedang membutuhkan uang untuk melunasi hutang bapaknya, jadi aku yakin dia tidak akan menolak jika kita menawari dia sejumlah uang agar dia bisa melunasi hutang bapaknya. Bagaimana? Kata temanku, gadis itu cantik dan penurut,” kata Rubby Kirana mendorong sang suami.

Danu Rahardianto diam, dia duduk di sofa sambil memikirkan usulan istrinya itu.

“Bagaimana, Mas?” tanya Rubby Kirana ketika melihat sang suami terdiam.

Danu Rahardianto menatap sang istri dan berkata, “Apa kamu yakin kamu tidak masalah jika aku menikah lagi?”

“Yakin, Mas. Bukankah aku yang mendukungmu untuk melakukan kawin kontrak? Maka sudah semestinya aku siap menerima hal itu,” jawab Rubby Kirana meyakinkan.

“Lalu, yakinkah kamu bahwa aku dan dia akan bisa punya anak?” tanya Danu Rahardianto lagi.

“Pasti bisa, Mas. Sebelum kamu mengawininya, terlebih dulu kita suruh dia melakukan tes kesuburan dong,” kata Rubby Kirana.

“Tapi,” Danu Rahardianto tidak jadi melanjutkan perkataannya.

“Tapi apa, Mas? Sudahlah, lakukan saja. Lagipula apa yang perlu kita khawatirkan? Ayah dan ibuku juga sudah tidak ada, jadi kita tidak perlu meminta ijin mereka ‘kan?” ujar Rubby Kirana.

“Tapi apa yang harus aku katakan pada ibuku?” Danu Rahardianto bingung.

“Biar aku yang akan bilang pada ibumu,” jawab Rubby Kirana sembari tersenyum.

Danu Rahardianto kehabisan kata-kata. Laki-laki itu hanya duduk diam sembari memejamkan matanya.

***

Renata Larasati tidak bisa memejamkan matanya meski malam semakin larut. Di dalam kamarnya yang sempit dan hanya berdinding papan, Renata Larasati merasakan kedua matanya memanas. Tak berapa lama kemudian, butir-butir bening menetes dan mengalir melalui pipinya, Renata Larasati menangis.

Tadi sore, Tante Sonya bertandang ke rumahnya. Namun, kedatangan Tante Sonya sore itu tidak sendirian, dia datang bersama seorang wanita cantik yang kaya raya. Wanita itu mengendarai mobil sport hitam metalik yang elegan. Ingatan Renata kembali pada percakapan kedua tamu itu dengan ibu dan dirinya di ruang tamu rumahnya yang sederhana.

“Jadi, begitulah Bu Salma, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada Ibu dan Dik Renata, saya bermaksud meminta Dik Renata untuk menjadi istri kontrak bagi suami saya. Bagaimana menurut Bu Salma dan Dik Renata?” ujar Rubby Kirana.

“Tidak apa toh Bu Salma, ini kesempatan langka loh. Kapan lagi coba, Bu Salma dan Dik Renata bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Jadi, dengan uang itu Bu Salma bisa melunasi hutang suami Ibu, dan sisa uangnya bisa untuk kalian buka usaha,” kata Tante Sonya mendukung Rubby Kirana.

“Hanya sampai Dik Renata melahirkan saja kok,” kata Rubby Kirana menambahkan.

“Maaf, Bu Sonya, Bu Rubby, kalau saya sih terserah Renata saja. Bagaimanapun juga yang akan menjalani ‘kan Renata. Kalau saya sih, akan mendukung apa yang menjadi keputusan Renata. Buat saya yang penting Renata bahagia dan tidak terpaksa,” tutur Bu Salma sambil menoleh pada Renata Larasati yang duduk di sampingnya.

Kini, di atas ranjang tidurnya yang reot, yang selalu berdecit tatkala dirinya menggerakkan badan, Renata Larasati bimbang untuk mengambil keputusan.

“Seandainya bapak masih ada,” desah Renata Larasati lirih.

Jujur Renata Larasati merasa bimbang akan apa yang harus diputuskannya. Dia yang saat ini berusia dua puluh tahun harus memilih antara menjalani kawin kontrak demi uang untuk melunasi hutang bapaknya atau menolak kawin kontrak tetapi entah tidak jelas kapan dirinya dan ibunya bisa melunasi hutang sang bapak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Dark Love
8.0
Albert Kenzi Erdinata terjebak dalam dendam masa lalu atas kematian tragis ibunya. Ia bertekad menghancurkan hidup Akira, putri dari wanita yang dianggapnya bertanggung jawab. Setelah menculik dan merusak kehormatan Akira, Albert menjebaknya menjadi asisten pribadi demi menyiksanya lebih jauh. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Kini Albert harus memilih antara membalas dendam atau mengikuti kata hatinya saat rahasia masa lalu mulai terungkap.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dulu Aruna diusir dan dicaci sebagai pembawa sial yang tidak diinginkan. Luka hatinya kian dalam saat perasaan tulusnya pada Nathan hanya dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali dengan identitas baru dan kepribadian yang jauh berbeda. Takdir mempertemukannya lagi dengan sang CEO yang dulu menolaknya. Kini, Aruna siap menjalankan misi balas dendam demi menghancurkan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Jebakan Ibu Susu Bayiku
8.6
Demi biaya pengobatan ibunya, Elara terpaksa menjadi ibu susu bagi anak Viktor Laxmere, miliarder penuh misteri. Pekerjaan yang semula dianggap penyelamat justru menjerumuskannya ke dalam pusaran manipulasi dan intrik gelap. Di tengah kekuasaan Viktor yang absolut, Elara terjebak dalam dilema antara benci dan perasaan yang mulai tumbuh. Kini ia harus mengungkap rahasia besar di balik tawaran tersebut sebelum dirinya hancur sebagai pion dalam permainan berbahaya Viktor.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama adalah suami miliarder yang sempurna hingga masa lalunya kembali membawa seorang putra yang sakit. Saat anak itu kritis, Baskara mengabaikan luka parahku demi menyelamatkannya. Aku kehilangan calon bayi kami dalam kesendirian tanpa kehadirannya. Saat ia kembali memohon agar aku menyetujui pernikahan palsunya dengan sang mantan demi keinginan terakhir putranya, aku melihat tanda cinta wanita lain di lehernya. Di tengah duka, aku pun menyetujuinya.