Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Desainer

Sang Desainer

Karina adalah mahasiswa desain semester lima yang gigih merintis karier sebagai desainer muda. Meski paras cantiknya memikat banyak pria, ia terus dihantui gangguan mantan kekasihnya, Langit. Demi membiayai kuliah dan pengobatan sang ibu, Karina terpaksa bekerja sampingan sebagai pengasuh bayi. Di tengah peliknya dunia profesional dan beban tanggung jawab keluarga, ia harus menghadapi berbagai cobaan berat. Mampukah Karina bertahan melewati semua rintangan hidup ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Karina menatap kagum rumah besar tiga tingkat di hadapannya. Sebuah rumah mewah bercat putih dengan beberapa bagian yang berwarna emas. Karina sampai terpana sesaat ketika melihatnya.

Karina membenarkan tas ranselnya. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju pos satpam.

"Permisi," ucap Karina.

Satpam dengan name tag Zali tersebut menghampiri Karina sambil berkata, "Ada yang bisa dibantu?"

"Saya kemarin diberikan kartu nama dari Bu Agatha. Saya kesini ingin melamar jadi baby sitter," terang Karina.

"Oh, silahkan masuk. Bu Agatha ada di dalam."

"Baik, Pak. Terima kasih."

"Sama-sama."

Zali membuka gerbang. Karina pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Di halaman rumah, ada sebuah mobil sport mewah yang terpakir.

Karina berhenri sejenak, merasa mengenali mobil tersebut. Tapi Karina langsung menepis pikirannya.

"Di dunia ini, mobil seperti itu tidak hanya satu," ucap Karina dalam hati.

Karina memencet bel rumah beberapa kali hingga pintu dibuka oleh seorang pembantu.

"Ada yang bisa dibantu, Non?" Pembantu tersebut bertanya.

"Saya ingin bertemu Bu Agatha," ujar Karina

"Sebentar, saya panggilkan."

Karina mengangguk. Beberapa menit kemudian, Agatha muncul cari balik pintu. "Ayo masuk!"

Karina mengikuti langkah Agatha. Agatha duduk di sofa ruang tamu diikuti Karina.

"Boleh saya minta data diri kamu?" Agatha menengadahkan tangan.

"Boleh, Bu." Karina mengambil map holder dari dalam tasnya lalu menyerahkannya kepada Agatha.

Pupil Agatha sedikit membesar ketika melihat data diri Karina yang tertera di kertas. "Kamu kuliah di Yausa university?"

"Benar, Bu."

"Kok bisa kamu kuliah di sana? Itu 'kan kuliah untuk anak-anak orang kaya. Anak saya saja kuliah di sana," ucap Agatha, meremehkan Karina.

"Syukurnya, saya dapat beasiswa jadi bisa kuliah disana." Karina menanggapi walau hatinya sedikit sakit.

"Oh, pantesan. Makanya kok kamu bisa sekolah di sana padahal 'kan biayanya mahal."

Karina hanya menanggapinya dengan tersenyum. Beluma apa-apa, hatinya sudah terluka.

"Sebelumnya, kamu harus tanda tangan kontrak kerja ini." Agatha menyerahkan satu lembar kertas berisi kontrak kerja.

Karina membacanya sekilas lalu menandatanganinya.

"Ya sudah. Kamu diterima kerja di sini. Mulai besok kamu bisa berangkat kerja," ucap Agatha.

"Baik, Bu. Terima kasih."

•••

Sepulang dari rumah Agatha, Karina mampir sebentar ke kafe untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Saat sedang fokus mengerjakan tugas di laptop, tiba-tiba kursinya di tabrak oleh seseorang dan pakaiannya ketumpahan kopi.

"Eh, maaf-maaf."

Saat Karina mendongak, manik mata Karina bersitatap dengan manik seorang laki-laki yang ia kenal.

"Elard."

"Karina." Mereka berucap bersamaan.

"Sory banget, Kar. Berapa harga kemejamu? Biar aku ganti," ujar Alard.

"Gak perlu. Gak papa kok, cuma basah sedikit," sahut Karina.

Tiba-tiba, Alard melepas jasnya lalu ia memasangkan jas tersebut ke tubuh Karina. "Buat nutupin pakaian kamu yang basah," ujarnya.

"Terima kasih. Tapi kamu gak usah repot-repot."

"Sama sekali gak ngerepotin. Sekalian, ya, aku traktir kamu."

Saat Karina hendak menolak, Alard menyelanya. "Jangan nolak."

Karina tersenyum pasrah. "Oke."

"Lagi ngerjain tugas?" Alard bertanya setelah mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Karina.

"Iya."

"Kamu jurusan apa?" Alard kembali bertanya.

"Masak kamu lupa."

"Aku memang pelupa."

"Jurusan tata busana."

Elard berucap, "Semangat, ya. Kamu dua semester lagi lulus."

Tiba-tiba ponsel Elard berdering yang menandakan ada telepon masuk. Elard pun segera mengangkatnya.

"Halo," ucap Elard memulai percakapan.

"..."

"Oke, aku akan ke sana." Elard mematikan teleponnya lalu menatap Karina sambil berkata, "Maaf, Kar, aku ada urusan mendadak. Kamu mau aku anterin pulang? Sekalian aku mau pergi."

"Terima kasih. Tapi aku bisa pulang sendiri."

"Jangan nolak. Anggap aja ini sebagai permintaan maafku karena sudah membuat pakaianmu basah."

Karina tersenyum pasrah. Ia tidak akan bisa menentang kemauan Elard. Ia pun berdiri dan mengikuti Elard masuk ke dalam mobil Elard. Mobil Elard pun melaju membelah padatnya jalanan kota.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka sampai mobil mereka pergi tak terlihat lagi. Sosok tersebut menyeringai, menatap foto di ponselnya sambil tertawa bahagia.

•••

"Kamu gak buru-buru pulang 'kan?" tanya Elard. Kini mereka sedang dalam perjalanan.

"Nggak, sih. Tapi aku khawatir sama Ibu. Tidak ada yang mengurusnya. Nanti kalau Ibu butuh apa-apa bagaimana?"

Tiba-tiba Elard menghentikan mobilnya. "Kok berhenti?" tanya Karina.

"Aku mau beliin kamu kemeja. Cuma sebentar aja kok," ucap Elard keluar dari mobil. Mereka kini sedang berada di depan mall.

"Gak usah repot-repot, El!" Sayangnya seruan Karina tidak dihiraukan oleh Elard.

Karina pun menghela nafas pasrah dan memilih membuka ponselnya. Seketika matanya membola ketika Langit mengirim foto-foto Karina dan Elard di kafe tadi. Ada foto Elard memegang tangan Karina, memakaian jas di tubuh Karina, dan mereka yang mengobrol sambil saling melempar senyum.

Karina seketika dikuasai amarah ketika melihat caption yang ditulis Langit.

Langit: Gak cukup denganku, Karina juga menggoda anak Pak Dosen. Benar-benar murahan

Air mata Karina jatuh membasahi pipi. Ia segera mengetikkan balasan.

Karina: Jangan ngarang. Aku tadi gak sengaja ketemu Elard di kafe. Dia gak sengaja numpahin kopi di kemejaku makanya dia pinjemin aku jasnya. Kami gak ada hubungan apa-apa. Maksud kamu apa mengikuti dan menuduhku sembarangan? Belum puas kamu mengganggu hidupku?

Bertepatan dengan itu, Elard kembali dengan beberapa kantong berisi belanjaan di tangannya. Elard kaget ketika mendapati Marissa sedang menangis. "Kamu kenapa, Karina?"

Karina tidak langsung menjawab. Ia mengusap air matanya lalu memperlihatkan layar ponselnya kepada Elard. Elard pun membaca pesan Langit dan seketika ia melotot.

"Kurang ajar banget si Langit. Biar aku hajar dia. Orang seperti dia harus diberi pelajaran," geram Elard.

"Gak usah. Aku gak mau memperpanjang masalah."

"Kenapa? Aku lihat dia sering ganggu kamu. Apa kamu gak muak dengan itu semua? Kalau aku jadi kamu, sudah ku sobek mulutnya Langit itu!"

"Gak apa-apa, aku sudah biasa. Aku mohon biarin aja"

Elard melunak melihat tatapan memohon Karina. "Oke, tapi kalau aku lihat dia ngusik kamu lagi jangan halangi aku untuk memberinya pelajaran."

Karina mengangguk. Mereka lalu kembali menaiki mobil menuju rumah Karina. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal Karina dan ibunya.

Tanpa diduga, Elard ikut keluar dari mobil. "Aku ingin sekalian menjenguk ibumu. Apakah boleh?"

"Tentu saja, silahkan masuk."

Elard pun mengambil semua kantong belanjaannya dan mengikuti Karina masuk ke dalam rumah. Mereka lalu memasuki kamar Kasih yang terdapat Kasih sedang terbaring lemah di kasurnya. Elard pun menyalami Kasih dengan sopan.

"Perkenalkan saya Elard, teman kampus Karina," ujar Elard.

"Salam kenal, Nak Elard. Maaf merepotkan, ya."

"Tidak sama sekali, Bu. Bagaimana kondisi Ibu sekarang?"

"Ibu baik-baik aja, cuma agak lemas aja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dangerous Feeling
8.4
Elaine Natalie menyambut kembalinya impian masa lalu, namun ia justru terjebak dalam obsesi Saga Revander. Sebagai kakak tiri sekaligus senior yang keras kepala, Raven memperlakukan Elaine layaknya kekasih tanpa memedulikan ikatan keluarga mereka. Kehadiran Raven yang dominan mulai menggoyahkan perasaan Elaine terhadap Damian. Di tengah keraguan yang mendalam, Elaine harus memilih: tetap setia pada Damian atau menyerah pada cinta lama yang kembali bersemi demi Raven.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Gairah Liar Ayah Mertua
9.7
Kejadian tak terduga muncul saat aku menyadari reaksi fisik ayah mertuaku di balik sarungnya. Meski merasa gugup, aku justru diam saat ia menarik tanganku untuk menyentuh bagian pribadinya. Tak ada penolakan dariku meski tindakannya sangat berani. Aku terkejut merasakan ukurannya yang jauh lebih besar dibanding milik suamiku. Situasi kian memanas ketika ia memintaku masuk ke dalam sarungnya, membiarkanku menyentuh langsung fantasi yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam perselingkuhan dengan Raihan, pria yang terikat pernikahan tanpa cinta. Meski dihantui rasa bersalah terhadap suaminya, Galih, dan sahabatnya, Laras, Dian sulit melepaskan diri. Saat ia mencoba menjauh, obsesi Raihan justru kian menguat. Situasi memanas ketika Laras mendatangi kamar Dian tanpa curiga. Kini, Dian harus menghadapi konsekuensi atas dosa yang mengancam menghancurkan reputasi, persahabatan, serta masa depannya selamanya.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suamiku
9.8
Kebahagiaan Sophia atas kehamilannya setelah dua tahun menikah seketika hancur saat Nathan justru meminta cerai. Di tengah insiden pembunuhan yang mengancam nyawanya, Nathan mengabaikan panggilan darurat Sophia hingga ia terpuruk dalam keputusasaan. Sophia pun memilih pergi ke luar negeri demi memulai hidup baru. Namun, saat ia hendak menikah lagi, Nathan muncul kembali dengan penuh penyesalan dan menuntut penjelasan atas anak yang telah Sophia lahirkan.
Sampul Novel Pewaris yang Mereka Khianati
9.5
Claire Harrington menjalani hidup sempurna dengan dukungan suami hebat, Gavin, dan kakaknya, Graham. Namun, dunianya runtuh saat Nina, saudari yang menggantikannya dulu, ditikam secara tragis. Di ambang maut, Claire dikhianati oleh orang-orang tercintanya. Gavin dan Graham justru memprioritaskan keselamatan penyerang Nina demi wanita lain bernama Marissa. Terungkaplah fakta pahit bahwa kasih sayang mereka selama ini palsu, meninggalkan Claire hancur dalam kepedihan.