Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sandiwara Cinta Sang CEO

Sandiwara Cinta Sang CEO

Nayla mengira pernikahannya dengan Bayu, sang pengusaha sukses, berjalan sempurna. Namun, kenyataan pahit terungkap saat Bayu diam-diam berpoligami dengan Indri. Ironisnya, Indri sebelumnya diperkenalkan sebagai sepupu oleh Bayu dan ibu mertuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Nayla harus menghadapi tekanan dari keluarga suaminya yang hanya menganggapnya sebagai benalu. Mampukah ia bertahan saat sandiwara cinta sang suami hancur berkeping-keping?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suasana pagi di rumah terasa lebih hening dari biasanya. Nayla sibuk di dapur, memotong sayuran dengan penuh konsentrasi, sampai sebuah suara menyapanya dari belakang.

"Selamat pagi, Mbak."

Nayla menoleh sekilas dan mendapati Indri sudah berdiri di sampingnya, memperhatikan setiap gerakannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Indri, kamu sudah bangun?" tanyanya santai.

Indri tersenyum tipis. "Mbak Nayla memang istri idaman. Pantas saja Mas Bayu sangat mencintai Mbak."

Nayla hanya membalas dengan senyum kecil sambil tetap melanjutkan pekerjaannya. Namun, kata-kata Indri berikutnya membuat tangannya terhenti.

"Mbak, pernah nggak kepikiran kalau Mas Bayu tiba-tiba mengkhianati Mbak?"

Seketika Nayla memalingkan wajahnya ke arah Indri, menatapnya dengan alis berkerut.

"Aku percaya sama Mas Bayu," jawabnya pelan namun tegas. "Aku yakin dia nggak akan mengkhianati aku."

Indri tersenyum miring, tatapannya berubah tajam. "Ya, bisa aja kan? Mas Bayu itu pria tampan, kaya, baik hati. Jujur aja, Mbak, mana ada wanita yang menolak pria seperti dia?" Indri menghela napas dramatis sebelum menambahkan, "Kalau dia bukan sepupuku, mungkin aku sendiri mau jadi istri keduanya."

Deg.

Nayla merasakan dadanya seperti dihantam sesuatu. Tangannya gemetar, dan pisau yang dipegangnya terjatuh ke meja.

"A-aku mau ke belakang dulu. Harus memeriksa cucian," gumam Nayla tergesa-gesa, berusaha melarikan diri dari situasi yang tiba-tiba menyesakkan.

Di ruang laundry, Nayla duduk di kursi kecil, menarik napas dalam-dalam. Kata-kata Indri terus terngiang di telinganya.

"Apa mungkin Mas Bayu tega mengkhianati aku?"

Dia mencoba menyangkal, tapi hatinya tahu, di luar sana banyak wanita yang pasti tergoda oleh Bayu. Dengan wajah tampan, harta berlimpah, dan statusnya sebagai CEO, pria seperti itu adalah incaran banyak orang.

"Tapi... tidak mungkin, kan? Mas Bayu bukan tipe pria seperti itu."

"Nayla! Sayang!" suara Bayu menggema di seluruh rumah.

Nayla buru-buru menghapus air matanya dan keluar menemui suaminya.

"Ada apa, Mas?"

"Sayang, kamu lihat kaos kesayanganku nggak? Aku sudah cari ke mana-mana tapi nggak ketemu."

Nayla mencoba mengingat. "Aku cari di ruang laundry dulu, ya."

Ia segera beranjak, meninggalkan Bayu yang masih berdiri di ruang makan. Kaos itu memang favorit Bayu, selalu ia kenakan sebelum memakai kemeja kerja. Namun, setelah menggeledah ruang laundry, kaos itu tidak ditemukan.

"Mas, kaosmu nggak ada," katanya ketika kembali.

"Aduh, di mana ya? Aku suka banget pakai kaos itu kalau cuaca panas."

Nayla menepuk lengan Bayu lembut. "Sudah, Mas mandi dulu aja. Aku cari lagi nanti."

Bayu tersenyum dan mengecup kening Nayla. "Kamu memang istri terbaikku."

Namun, sebelum Bayu sempat melangkah ke kamar, suara Indri tiba-tiba terdengar.

"Mas, ini kaosmu?"

Nayla langsung menoleh. Matanya membulat saat melihat Indri berdiri di tangga, memegang kaos favorit Bayu.

"Kaos Mas Bayu ada di Indri? Tapi... bagaimana bisa?"

Bayu menatap kaos itu, lalu mengernyit. "Iya, ini kaosku. Kok bisa ada di kamu?"

"Tadi aku nggak sengaja menemukannya di dekat kamarku," jawab Indri santai. "Karena kaos ini milik laki-laki, aku pikir pasti milik Mas."

Bayu meraih kaos itu, lalu melirik ke arah dapur, tepat ke arah Nayla yang diam memperhatikannya.

"Terima kasih ya," katanya cepat, sebelum bergegas ke kamar.

Nayla menggigit bibirnya, berusaha menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar kencang.

"Aneh. Kamar Indri dan kamar kami berada di arah yang berbeda. Bagaimana mungkin kaos itu bisa sampai ke sana?"

Dia mencoba mencari alasan logis, tapi pikirannya terus dipenuhi dengan bayangan buruk.

"Ah, mungkin semua ini cuma kebetulan."

Namun, benarkah hanya kebetulan?

Nayla berusaha menepis pikirannya dan kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak lama kemudian, semua sudah berkumpul di meja makan, kecuali dirinya yang masih sibuk menata makanan.

"Nayla, cepat!" suara Ratna terdengar ketus.

"Iya, Bu. Sebentar lagi."

Beberapa saat kemudian, Nayla membawa piring-piring berisi nasi goreng dan telur ceplok ke meja makan. Namun, belum sempat ia duduk, suara tajam Ratna kembali terdengar.

"Kamu mau ngapain?"

Nayla menelan ludah. "A-aku juga mau sarapan, Ma."

Ratna mendengus sinis. "Sarapan? Lihat dirimu! Bau bawang, keringatan, jijik aku. Makan di dapur aja!"

Nayla mengepalkan tangannya di bawah meja, menahan emosi yang mulai membara di dalam hatinya.

"Sayang, lain kali kalau mau makan bareng, bersihin dulu diri kamu," kata Bayu tanpa menoleh. "Kamu kelihatan dekil, bikin nggak selera makan."

Deg.

Sekarang, bukan hanya Ratna yang mempermalukannya, tapi juga suaminya sendiri. Bayu, pria yang selama ini membelanya, kini ikut menyudutkannya.

"Maaf, Mas..." suaranya bergetar. Air mata mulai berkumpul di sudut matanya.

"Ya udah, cepat sana ke dapur!" bentak Bayu.

Tanpa berkata lagi, Nayla beranjak dari kursinya.

Namun, baru saja ia melangkah ke dapur, suara Indri terdengar.

"Mas, makan dulu, jangan sampai gara-gara marah malah nggak nafsu makan." Indri mengambil telur ceplok dan meletakkannya di piring Bayu.

Beberapa detik kemudian, Indri mengambil suapan pertamanya. Namun, yang terjadi selanjutnya membuat semua orang di meja makan terkejut.

Indri tiba-tiba memuntahkan makanan dari mulutnya. Wajahnya berubah pucat, dan tangannya menggenggam lehernya seolah ada sesuatu yang salah.

"Indri, kamu kenapa?"

Bayu dan Ratna saling berpandangan, sementara Nayla yang berdiri di dapur menatap mereka dengan ekspresi penuh tanda tanya. Sesuatu yang aneh sedang terjadi.

"Makanan apa ini?!"

Indri melemparkan sendoknya ke piring dengan kasar, wajahnya penuh ekspresi jijik.

"Indri, ada apa? Makanannya nggak enak?" tanya Ratna penasaran.

"Tante coba aja sendiri," balas Indri sambil melipat tangan di dada.

Ratna dan Bayu saling berpandangan sebelum akhirnya ikut menyuapkan nasi goreng ke mulut mereka. Begitu rasa asin yang berlebihan memenuhi lidah, Ratna langsung memuntahkan makanan itu.

"Ya ampun! Ini nasi goreng atau garam murni?" Ratna mengernyit jijik.

"Nayla!" Bayu berteriak, suaranya menggema di seluruh rumah.

Tak lama, Nayla muncul dengan langkah tergesa-gesa.

"Ada apa, Mas? Kok teriak-teriak gitu?" tanyanya, wajahnya penuh kebingungan.

"Kamu bisa masak nggak sih? Buat nasi goreng aja nggak becus!" bentak Bayu, tatapannya tajam menusuk ke arah Nayla.

"Eh, Nayla, ini makanan atau sampah? Rasanya asin banget!" Ratna menimpali dengan nada menyindir.

"Asin?" Nayla mengerutkan kening.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel I Love You Pak Tua
8.7
Viona tak menyangka akan jatuh hati pada bosnya yang berusia 47 tahun, Raka. Perasaan ini muncul saat ia menyamar menjadi kekasih bayaran demi menyenangkan ayah Raka yang sakit. Meski cinta bertepuk sebelah tangan, Viona tetap berjuang. Namun, orang tuanya menentang hubungan beda usia tersebut karena takut ia menyesal. Mereka pun menjodohkannya dengan Revan, sahabatnya sendiri. Akankah Viona mengejar cinta Raka atau justru menyerah pada perjodohan itu?
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Irpan sering kali dianggap sebagai pedagang cendol biasa oleh orang di sekitarnya, padahal ia menyimpan rahasia besar sebagai seorang miliarder. Pertemuan yang tidak disengaja antara dirinya dan Putri perlahan berubah menjadi ikatan takdir yang begitu indah. Namun, mampukah Irpan terus menyembunyikan status aslinya dari wanita tersebut? Akankah Putri akhirnya menyadari kekayaan luar biasa di balik sosok sederhana Irpan dalam kisah romansa penuh kejutan ini?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Nevilla melakukan kesalahan fatal saat mengejar ambisi jabatan di perusahaan dengan mendekati Adero. Keputusannya berpaling dari Aron justru membangkitkan bayang-bayang kelam dari enam tahun silam. Saat ikatan mereka kian erat, Nevilla terjebak tanpa celah untuk melarikan diri. Kini, ia harus berhadapan dengan sosok pria berbahaya yang mengancam akan menghancurkan seluruh hidupnya, menyeretnya ke dalam konflik masa lalu yang sangat mematikan.
Sampul Novel Rahim Satu Miliar Milik CEO Arogan
8.8
Arsyana Quinshaa, gadis berusia 21 tahun, terpaksa mengambil keputusan drastis demi melunasi utang besar peninggalan mendiang ayahnya, Farel Quinshaa. Ia bersedia menyewakan rahimnya senilai satu miliar rupiah kepada Kelvin Daviandra. Kelvin adalah seorang CEO yang dikenal memiliki kepribadian dingin serta arogan. Arsyana kini harus mengandung dan melahirkan anak dari pria tersebut sebagai satu-satunya jalan keluar untuk memulihkan kehormatan keluarganya.