
Sakya Kumara
Bab 3
Dewa Naga Abadi benar-benar meninggalkan kehancuran di Dunia Iblis yang sekarang bernama Dimensi Neraka ini. Rasa dendam yang membara membutakan mata Dewa Naga Abadi kalau kehidupan di Dunia Iblis ini tidak seperti bayangannya yang penuh kegelapan dan kejahatan.
Keinginannya untuk melenyapkan Iblis Alam Semesta terwujud setelah puluhan ribu tahun kemudian. Rasa puas menghinggapi Dewa Naga Abadi yang selalu dihantui mimpi muruk selama ribuan tahun untuk melenyapkan Iblis Semesta Alam.
Dewa Naga ini bahkan tidak peduli dengan kehidupan iblis yang damai di Dunia Iblis yang diciptakan oleh Iblis Semesta Alam ini.
Baginya, iblis tetaplah iblis dimanapun iblis ini berada tetap membawa hawa kejahatan yang perlu diberantas sampai ke akar-akarnya. Hanya saja pengorbanaan Iblis Semesta Alam yang mengorbankan nyawanya sebagai pengganti iblis-iblis yang menghuni Dunia Iblis membuat Dewa Naga Abadi tidak bisa memberantas semua iblis-iblis di Dunia Iblis.
*****
Setelah era kehancuran besar yang melanda Dunia Iblis, salah satu Iblis yang bernama Candra Kumara berhasil mempersatukan seluruh iblis yang tersisa untuk membentuk suatu Kerajaan Iblis baru bernama Kerajaan Kumara.
Candra Kumara mulai membangun kembali Dunia Iblis yang berada di Dimensi Neraka ini. Tapi pepohonan dan tanah yang subur yang dahulu menghiasai dunia iblis ini sudah tidak bisa dikembalikan lagi.
Hawa panas dari semburan api naga mematikan semua kehidupan di tanah yang semula sangat subur ini.
Pepohonan tidak ada yang bisa tumbuh lagi. Bahkan air di dunia iblis ini sudah tercemar dan tidak bisa diminum lagi. Kekeringan melanda Dunia Iblis membuat penghuninya kehausan dan kelaparan. Sungguh bukan hal yang mudah bagi Candra Kumara untuk membangun kembali dunia yang sudah hancur lebur ini.
Gunung-gunung berapi banyak yang bermunculan dan meletus menyemburkan asap tebal serta debu vulkanik yang banyak melanda dunia iblis. Kehidupan di Dunia Iblis memamng bagaikan neraka, jadi pantas jika Dewa Naga Abadi menamakannya Dimensi Neraka.
*****
Puluhan tahun kemudian Dimensi Neraka menjadi dunia yang lebih baik alih-alih dunia yang sangat tandus sebelumnya.
Kehidupan mulai berjalan normal, walaupun masih belum ada pepohonan yang bisa tumbuh di dunia ini.
Candra Kumara memiliki anak laki-laki bernama Sakya Kumara yang sangat tertarik dengan Dunia Pendekar.
Sakya Kumara juga tertarik dengan portal dimensi yang konon akan terbuka setiap sepuluh ribu tahun sekali.
Dunia Mortal sangat menarik baginya, terutama pendekar-pendekar di dunia ini yang mempunyai gerakan-gerakan menyerang dan bertahan yang disebut Silat.
Sejak kecil, Sakya Kumara selalu bermimpi menjadi pendekar terutama Pendekar Pedang. Jurus-jurus pedang dan tangan kosong dipelajarinya dari mimpi-mimpi yang didapatnya sejak kecil. Entah itu anugerah yang didapatnya yang murni mimpi semata atau memang Sakya bisa berpetualang ke Dunia Mortal saar sedang tertidur dan bermimpi.
Sakya Kumara juga berhasil menemukan pedang iblis yang sangat sakti yang tertempa oleh semburan naga saat Dewa Naga Abadi beserta naga-naganya menghancurkan dunia yang dicintainya ini.
Akhir-akhir ini Sakya Kumara juga sering bermimpi tentang seorang gadis yang ditemuinya di Dunia Mortal.
Gadis ini sangat cantik, bermata biru, dan memiliki senyum yang menawan hatinya. Terlihat gadis ini adalah pendekar sakti taapi bisa juga putri bangsawan kerajaan Dunia Mortal.
Namun Sakya tidak pernah bermimpi lama. Setiap bertemu dengan gadis ini, selalu dia terbangun secara tiba-tiba.
"Kenapa kalau mimpi yang indah-indah pasti terbangun!" Sakya kesal dengan mimpinya yang selalu terputus di tengah jalan ini.
Sakya Kumara juga mempunyai kemampuan khusus yaitu sering mendengar suara-suara yang mungkin berasal dari dimensi atau dunia yang lain.
"Apa ini kemampuanku yang tersembunyi ya? Suara-suara ini semakin lama semakin kencang saja terdengar!" pikirnya.
Kadang dia mendengar tentang legenda Pedang Dewa Langit dan Kitab Dewa Mabuk yang dibicarakan pendekar-pendekar dari Dunia Mortal.
Kadang dia juga mendengar dari Dunia Naga tentang pasukan naga yang membumi hanguskan dunianya menjadi neraka seperti sekarang.
"Aku harus mencari jalan untuk menemukan Kitab Dewa Mabuk dan Kitab Pedang Dewa langit beserta pedangnya, tapi apa mungkin aku bisa pergi dari Dunia Iblis ini?" gumamnya dalam hati.
Sakya ingin menjadi Pendekar Dewa Pedang yang sakti dengan mencari Pedang Dewa Langit dan Pedang Iblis Bumi beserta Kitab Pedangnya. Di Dunia Iblis tidak ada ilmu silat seperti halnya di Dunia Mortal, jadi Sakya Kumara sangat berambisi untuk pergi ke Dunia Mortal mewujudkan impiannya ini.
Tapi dia juga penasaran dengan Kitab Dewa Mabuk yang jurusnya masih tidak tertandingi hingga sekarang di Dunia Mortal.
"Aku harus mendapatkan semua Kitab Silat itu, biar bisa menjadi pendekar nomor satu di jagad persilatan," gumam Sakya Kumara dalam hati.
Hanya dengan menjadi Pendekar Dewa Pedang, dia bisa ke Dunia Naga untuk membalas perbuatan naga-naga ini terhadap dunianya, yang menyebabkan kehancuran besar sampai sekarang yang sulit untuk pulih seperti sedia kala lagi, bahkan hampir mustahil untuk dilakukan.
"Bagaimana ya cara ke sana? Dunia Mortal ini hanya terbuka tiap sepuluh ribu tahun sekali. tapi aku pernah mendengar tentang keretakan dimensi yang tidak menutup saat seluruh dimensi menutup kembali. Tapi ada bahayanya juga melewati retakan dimensi ini. Tubuh bisa hancur karena anomali di retakan dimensi ini tidak stabil untuk bepergian antar dimensi," pikir Sakya Kaumara.
Sakya pernah mendengar cerita dongeng turun temurun yang menyatakan ada keretakan dimensi yang terjadi di dekat kawah gunung berapi yang berada di Distrik Neraka, salah satu distrik terpanas yang ada di Dunia Iblis.
“Aku harus ke sana!”pikirnya,“Jika aku memberitahukan hal ini kepada ayah, pasti aku dilarangnya lagi ke sana!”
"Dunia Iblis yang indah dan sejuk oleh pepohonan menjadi gersang dan panas oleh tindakan naga-naga dari Dunia Naga yang tidak bertanggung jawab itu! Aku harus menghancurkan Dewa Naga Abadi beserta dunia Naganya agar dia mengerti tindakannya yang telah membuatku sengsara dari kecil," tekad Sakya Kumara.
"Kalau aku tidak mengambil resiko sekarang, aku tidak akan pernah lagi bisa memasuki Dunia Mortal untuk mencari kitab yang aku inginkan! Dunia Iblis selamanya akan menjadi Dimensi Neraka yang panas dan gersang karena Mustika Hidup Abadi dari Iblis Alam Semesta konon ada di Dunia Mortal," gerutu Sakya yang merasa kesal masih berada di Dunia Iblis saat ini.
Sakya Kumara akhirnya memutuskan pergi ke sana sendirian untuk mencari retakan dimensi yang disebabkan semburan api naga abadi yang terus menerus pada masa kehancuran Dunia Iblis.
Perjalanannya ini tidak sia-sia, karena Sakya akhirnya menemukan retakan dimensi ini di kedalaman kawah gunung berapi yang masih aktif.
Sakya harus menuruni kawah aktif ini dahulu untuk menemukan retakan dimensi ini yang berada di dekat dasar kawah ini.
Tanpa berpikir panjang lagi, dimasukinya retakan dimensi ini yang cukup muat untuk dirinya.
Apa yang akan terjadi dengan Sakya Kumara yang nekad memasuki retakan dimensi yang tidak stabil ini?
Anda Mungkin Juga Suka





