Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu

Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin, bencana banjir merenggut nyawa Bram saat ia mencoba menyelamatkan istri dan putranya. Sebelum tenggelam, Bram menyesali takdir mereka. Begitu terbangun, sang protagonis kembali ke masa lalu, tepat di hari saudara tirinya menjebak Bram dengan obat bius kuat di kamar terkunci. Berbekal ingatan masa depan, ia bertekad tidak lagi menjadi penawar bagi Bram demi menghindari takdir tragis yang menanti mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ketika aku kembali tersadar, mataku sudah ditutup kain hitam. Aku tidak bisa melihat cahaya sedikit pun.

Kaki dan tanganku diikat. Rasa sakit yang tajam menyebar di punggungku.

Ketika tali di belakang tubuhku ditarik, kedua kakiku pun masuk ke dalam air yang sangat dingin.

Air itu perlahan-lahan naik hingga melewati dadaku, akhirnya kepalaku pun tenggelam.

Aku tidak bisa bernapas. Suara untuk meminta tolong pun tidak bisa keluar.

Ketika aku berjuang dengan seluruh tenaga, tali itu ditarik lagi ke atas.

Aku menghirup udara dalam-dalam dan batuk tanpa mengeluarkan suara. Setelah itu, orang di tepi berbicara dengan perlahan-lahan.

"Kamu baru saja menyinggung orang yang nggak seharusnya kamu singgung. Jadi, seseorang mengirimku untuk menyiksamu."

Tanpa menungguku berbicara, tubuhku dihempaskan kembali ke air yang dalam.

Ini dilakukan berkali-kali. Setiap kali aku hampir tenggelam, aku ditarik kembali ke permukaan.

Akhirnya, aku pun dilempar ke tepi. Orang yang ada di tepi menelepon, "Bos, semuanya sudah beres."

Dari ujung telepon aku mendengar suara Bram. "Kalian cepat pergi. Sisanya biar aku yang urus."

Tidak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dari kejauhan. Ikatan di tubuhku pun dilepas dan jatuh ke dalam pelukan yang hangat.

Sebelum aku benar-benar tersadar, aku melihat mata Bram memerah.

"Maaf, Anita. Aku juga nggak tega melukaimu. Tapi, kamu nggak seharusnya menyakiti Wenny. Aku cuma menghukummu sekali ini. Semoga kamu bisa belajar."

Orang yang menyakitiku adalah kamu. Kenapa pada akhirnya kamu berlagak seolah tidak rela?

Seperti kehidupan lampau kita yang penuh konflik.

Bram membawaku kembali ke apartemen.

Sejak ibuku meninggal, Bram sering datang untuk merawatku. Aku bahkan pernah memberinya kunci rumah.

Bram memanggil dokter keluarga untuk memastikan bahwa kondisiku tidak terlalu parah. Dia duduk di samping ranjang dan menemaniku sepanjang malam.

"Anita, maaf. Setelah kita melangsungkan pernikahan, aku pasti akan menebus semuanya."

Saat fajar menyingsing, aku mendengar Bram berkata seperti itu sebelum pergi.

'Tidak akan ada pernikahan,' pikirku dalam hati.

Aku duduk meski kepalaku masih berdenyut.

Karena bekas jeratan tali, kaki kananku pincang saat berjalan.

Aku meraba saku bajuku. Ukiran giok berbentuk aku dan ibuku masih ada.

Syukurlah.

Saat ini pintu apartemenku tiba-tiba ditendang dengan keras hingga terbuka. Wenny berdiri di hadapanku.

Di belakang Wenny, ada beberapa anak orang kaya yang selalu mengikutinya.

Ketika melihat keadaanku yang begitu berantakan, Wenny tertawa terbahak-bahak. "Kak, kenapa bisa seperti ini?"

Aku malas menjawabnya dan berniat untuk segera pergi. Namun, dia berkata, "Kamu tahu kenapa kamu hampir mati semalam?"

"Kak Bram juga nggak menemanimu ke taman hiburan, 'kan?"

"Sayang sekali, Bram nggak tahu kamu akan menikah di luar negeri. Semalam kamu cuma mau mengucapkan perpisahan ke dia."

"Aku kasih tahu dia, kalau kamu pulang ke rumah, kamu bersikap manja. Kamu dorong aku ke kolam renang. Jadi, dia suruh orang menculikmu dan menghukummu. Tapi, aku tambahkan bayaran agar mereka menyiksamu dan menenggelamkanmu. Kak, kamu sungguh menyedihkan!"

"Diam! Kamu nggak takut Bram tahu kebenarannya? Dia tidak suka dibohongi."

Wenny tertawa dengan sangat gembira. "Dia mana mungkin tahu? Kamu segera pergi ke luar negeri. Bos mafia itu sudah membunuh tiga istrinya. Kamu juga nggak akan berumur panjang."

Wenny memberi isyarat dengan matanya. Setelah beberapa gadis yang ada di belakangnya menahanku, Wenny mengambil ukiran giok yang ada di tanganku.

"Bukankah kamu bilang semua milikku berasal darimu?"

Ketika mengatakan itu, Wenny mengangkat tangannya.

"Kalau begitu, biar aku tunjukkan padamu bagaimana aku menghancurkan semua milikmu."

"Jangan!" Aku berteriak dengan keras.

Namun, semuanya sudah terlambat. Ukiran giok itu jatuh dan pecah hingga tak berbentuk.

Sebelum aku sempat memungut ukiran giok itu, Wenny sudah menyuruh pengawal untuk menyeretku masuk ke dalam mobil, dan mengantarku ke bandara.

Setelah Bram menyelesaikan pekerjaan di kantor, dia datang ke apartemen untuk menemuiku, dan menemukan bahwa apartemenku gelap gulita.

Firasat tidak enak seketika menyeruak di dadanya. Bram segera bergegas ke vila Keluarga Limbardi.

"Paman, di mana Anita?"

"Anita? Sekarang dia pasti sudah tiba di Negara H."

Jantung Bram berdetak kencang. Dia berkata dengan suara gemetar, “Kenapa dia bisa pergi ke sana?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B81056" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B81056
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda keturunan iblis, harus menjalani hukuman sepuluh kehidupan fana demi melewati bencana cinta. Meski tumbuh di alam langit, ia terus dikucilkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudarinya. Namun, Kaisar Langit memiliki rencana terselubung di balik sanksi ini. Sang Kaisar ingin Aranjo kehilangan perasaannya agar bisa meraih kekuatan absolut sebagai Dewi Agung. Akankah takdir berjalan sesuai ambisi sang penguasa, atau justru sebaliknya?
Sampul Novel Catatan Harian Jo
9.6
Jo adalah sosok makhluk tak kasatmata yang memendam kerinduan mendalam akan hadirnya cinta sejati di dalam hidupnya. Namun, meski ia memiliki keinginan yang begitu tulus, perjalanan Jo untuk menemukan pasangan yang mampu menerima keberadaannya tidaklah mudah. Ia terus menghadapi berbagai rintangan sulit dan kegagalan yang menyakitkan. Inilah kisah perjuangan Jo dalam mencari kasih sayang di tengah nasibnya yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda dari Suku Dayak Bakumpai, terjebak dalam masalah besar saat menjadi buronan di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu kesalahan pastinya, ia diburu oleh Panglima tertinggi yang sangat berambisi menangkapnya. Situasi kian genting karena Raja Saranjana menggelar sayembara dengan imbalan fantastis: separuh wilayah kerajaan serta kesempatan menikahi sang putri bagi siapa saja yang berhasil meringkus Lawen. Kini, nyawa Lawen berada dalam ancaman besar.
Sampul Novel Pelukan Cinta yang Membara dan Sabar
8.4
Tiga tahun aku bersabar menghadapi Marco, Alpha yang dingin dan selalu beralasan menjagaku yang rapuh. Di hari jadi kami, ia justru pergi demi serigala betina lain bernama Sarah. Marco meninggalkan aku sendirian di jalanan gelap saat badai demi mengejar cinta sejatinya. Di titik kehancuran itu, muncul sosok Alpha misterius dengan kekuatan luar biasa. Tatapan peraknya mengunci mataku, lalu ia mengklaim diriku sebagai miliknya dengan geraman penuh proteksi.