Sampul Novel Rentang Waktu Di Antara Kita

Rentang Waktu Di Antara Kita

9.8 / 10.0
Dalam Rentang Waktu Di Antara Kita, dua insan berjuang melampaui perbedaan usia demi mempertahankan cinta mereka. Romance novel ini menyajikan konflik emosi dan harapan di tengah batas waktu. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Ringkasan Rentang Waktu Di Antara Kita
Rentang Waktu di Antara Kita menyajikan narasi romansa modern yang emosional mengenai kekuatan cinta sejati. Kisah ini menyoroti perjuangan dua insan dalam menghadapi perbedaan usia yang signifikan. Di tengah batasan waktu yang memisahkan, mereka harus bergelut dengan ketegangan perasaan serta harapan yang terus menyala. Sebuah perjalanan menyentuh hati yang membuktikan bahwa perasaan tulus mampu melampaui segala rintangan dan jarak yang tercipta.
Baca Selengkapnya

Rentang Waktu Di Antara Kita Bab 1

Langit malam Jakarta dipenuhi kelap-kelip lampu kota yang tak pernah tidur. Kian duduk di sudut sebuah kafe di kawasan Senopati, laptopnya terbuka, namun fokusnya terpecah. Ia menggeser layar ponselnya, membuka sebuah aplikasi pertemanan yang belakangan menjadi hiburannya di tengah kesepian.

Di layar muncul profil seorang wanita muda bernama Selina. Foto profilnya sederhana, menampilkan senyuman lembut dengan latar taman kampus. Deskripsinya singkat:

'Suka kopi dan buku, cari teman diskusi yang asik, ada nggak ya?'

Kian menghela napas sambil berpikir, "Kenapa gue buka aplikasi ini sih?" Namun, entah kenapa profil itu membuatnya tertarik.

"Apa salahnya nyapa?" gumamnya. Dia mengetik pesan pertama.

'Hai, Selina. Kamu beneran suka kopi atau cuma buat gaya-gayaan?'

Balasan datang cepat.

'Hai juga. Haha, suka beneran kok. Kamu suka kopi juga?'

Kian tersenyum kecil. Obrolan pun dimulai. Awalnya hanya tentang kopi, tapi perlahan pembahasan melebar ke buku, film, dan hal-hal ringan lainnya. Kian terkejut dengan cara Selina menjawab. Meskipun usianya baru 22 tahun, ia berbicara dengan cukup dewasa, membuat Kian merasa nyaman.

'Kamu sendiri kerja apa, Kian?"

'Dokter, di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kalau kamu?'

'Wah dokter! Pasti sibuk banget ya. Aku baru lulus kuliah, lagi cari kerjaan sih. Aku ambil keperawatan.'

'Wah cocok dong kalau gitu. Bisa jadi partner kerja nanti, haha.'

'Haha, bisa aja. Tapi aku belom tau mau kerja di mana. Jakarta serem ya katanya?'

'Serem? Ah enggak kok. Aku udah 10 tahun di sini, biasa aja.'

Percakapan berlangsung hingga malam semakin larut. Kian merasa aneh, karena biasanya ia bosan dengan obrolan di aplikasi semacam ini. Namun, dengan Selina, waktu terasa berlalu begitu cepat.

°°°

Seminggu kemudian, setelah beberapa kali saling bertukar pesan, Kian memberanikan diri mengajak Selina bertemu.

'Sel, kamu kapan ke Jakarta? Mungkin kita bisa ketemu, ngopi-ngopi sambil ngobrol.'

'Gue rencana minggu depan sih. Tapi, ketemu beneran? Kamu serius?'

'Ya kenapa nggak? 'Kan kamu butuh temen diskusi yang asik, hahaha.'

'Oke deh. Tapi aku nggak mau ketemu dokter yang sok jaim ya.'

'Tenang aja, aku dokter yang santai kok."

°°°

Hari itu tiba. Kian memilih sebuah kafe di kawasan Kemang untuk pertemuan pertama mereka. Tempatnya tidak terlalu ramai, dengan suasana nyaman dan musik akustik mengalun pelan.

Kian duduk di salah satu sudut, mengenakan kemeja biru muda yang digulung hingga siku. Dia melirik jam tangan, merasa sedikit gugup. "Apa gue terlalu tua buat begini?" pikirnya.

Pintu kafe terbuka, dan seorang wanita masuk, melongok mencari seseorang. Rambut hitam panjangnya tergerai rapi, mengenakan kemeja putih dan celana jeans. Wajahnya tampak cerah meskipun sederhana. Itu Selina.

"Selina?" Kian melambai.

Selina tersenyum dan berjalan mendekat. "Hai, Kian, ya? Maaf telat, tadi nyasar sedikit."

"Enggak kok, aku juga baru datang," jawab Kian, berdiri untuk menyambutnya.

Mereka duduk berhadapan, dan suasana sempat canggung selama beberapa detik. Namun, Selina langsung memecah keheningan.

"Jadi ini dokter yang katanya santai?" tanyanya sambil tersenyum jahil.

Kian terkekeh. "Iya dong. Kamu gimana tadi, perjalanan ke sini, oke?"

"Ya lumayan oke. Jakarta macetnya nggak kira-kira ya."

"Haha, itu baru macet kecil. Kamu belum ngerasain Jakarta yang bener-bener stuck."

Obrolan pun mengalir dengan lancar. Selina ternyata lebih ceria dan penuh energi dibandingkan saat mereka berbicara di aplikasi. Kian merasa ada sesuatu yang menenangkan dari caranya berbicara.

"Apa nggak berat jadi dokter, Ki?" tanya Selina sambil menyeruput kopinya.

"Kadang sih berat, apalagi kalau pasien kritis. Tapi aku suka, soalnya kerjaan ini bikin aku merasa hidup aku berarti."

"Dalem juga ya. Aku jadi makin yakin pengen kerja di rumah sakit," jawab Selina sambil tersenyum.

"Serius? Kalau gitu nanti coba lamar di tempat aku aja. Gue kenal HR-nya."

"Wah serius? Tapi jangan karena kita kenal ya, aku pengen diterima karena kemampuan aku sendiri."

"Aku cuma bantu buka pintu, sisanya tergantung kamu."

Selina tertawa kecil. "Deal. Tapi aku inget omongan kamu, ya."

Pertemuan itu berlangsung lebih dari dua jam. Kian merasa nyaman, sesuatu yang jarang ia rasakan dengan orang lain. Selina pun merasa senang, karena Kian ternyata tidak jaim seperti yang ia khawatirkan.

Saat mereka berpisah di depan kafe, Selina berbisik pelan, "Makasih ya, Ki. Aku nggak nyangka kamu seru banget diajak ngobrol."

"Selama kamu nggak bosen ngobrol sama aku, kapan aja aku siap."

Selina tersenyum dan melambaikan tangan. "Sampai ketemu lagi, dokter santai."

°°°

Malam itu, saat Kian berbaring di tempat tidur, pikirannya terus memutar ulang momen pertemuannya dengan Selina. Ada sesuatu tentang gadis itu yang terasa berbeda.

Di sisi lain, Selina duduk di kamar kosnya, memandangi layar ponsel. Dia menatap profil Kian di aplikasi pertemanan mereka, sambil tersenyum kecil.

"Dokter yang santai, tapi dalam banget," batinnya.

Tanpa mereka sadari, malam itu menjadi awal dari cerita yang akan mengubah hidup mereka berdua

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rentang Waktu Di Antara Kita

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK
9.7
Selena terjepit di antara kesetiaan cinta dan tuntutan keluarga. Kematian sang ayah dan biaya medis ibunya yang membengkak memaksa Selena mencari jalan keluar cepat. Saat kekasihnya menghilang tanpa kabar, Daniel hadir menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak. Selena terpaksa setuju demi bertahan hidup. Namun, situasi menjadi rumit saat kekasihnya kembali untuk melamar, dan terungkap bahwa Daniel memiliki ikatan keluarga dengan pria tersebut.
Sampul Novel Gairah Terpendam Suami Kontrak
8.4
Demi melunasi utang sang suami, Deryl, Kavita nekat menjalani pernikahan kontrak setahun dengan bosnya, Ezra. Namun, pengorbanan itu dikhianati saat Deryl diam-diam menikah lagi dengan Yura. Tak tinggal diam, Kavita memperpanjang kontraknya bersama Ezra untuk membalas dendam dan merebut seluruh harta Deryl hingga pria itu jatuh miskin. Ironisnya, saat semua rencananya berhasil, Ezra justru enggan melepaskan Kavita meski masa perjanjian mereka telah berakhir.
Sampul Novel La Tahzan, Miss Lemot
8.6
Vinessa adalah gadis cantik nan ceria yang harus menelan pahitnya kenyataan hidup. Meski memiliki hati yang baik, kehadirannya tak pernah diharapkan dan selalu dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Alih-alih menaruh dendam atas segala perlakuan buruk keluarganya, ia justru menerima hinaan tersebut dengan lapang dada sebagai bagian dari nasibnya. Simaklah perjuangan menyentuh hati Vinessa dalam menghadapi kerasnya dunia yang tidak memihaknya.
Sampul Novel Obsesi Sang Pewaris
8.3
Pasca lulus sekolah, Ambar Tri Handayani hanya ingin fokus kuliah dan bekerja. Namun, ancaman keselamatan memaksanya menikahi Diraja Sakala Sudibyo, pengusaha gila kerja di Sudibyo Corporation. Diraja sendiri terpaksa menerima perjodohan ini demi mempertahankan posisinya setelah diancam oleh sang ayah. Meski awalnya hanya sebuah kontrak dingin demi ambisi masing-masing, takdir mulai mengacaukan rencana hidup yang telah mereka susun dengan rapi.
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram berjuang membuktikan cintanya pada gadis masa kecil yang ia temui saat keluarganya dibantai musuh sang ayah. Setelah bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali saat dewasa. Demi melindungi sang kekasih dari fitnah keji, Bram rela mendekam di penjara. Namun, pengorbanannya dibalas kehampaan karena sang pujaan hati tak pernah datang menjenguk. Akankah Bram menemukan kebahagiaan setelah bebas, atau justru melihat wanita itu bersama orang lain?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan