Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati

Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati

Tiga tahun pernikahan hanya menyisakan kepedihan mendalam bagi sang istri. Dalam kondisi mengandung, ia justru dipaksa menandatangani surat cerai oleh suaminya yang sangat kejam. Namun, setelah wanita itu pergi, sang pria baru menyadari arti cinta yang sesungguhnya. Kini, ia berusaha menebus segala luka masa lalu dengan kasih sayang tanpa batas, berharap bisa memenangkan kembali hati mantan istrinya yang telah hancur dan penuh dengan rasa kecewa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Seketika Mariana mulai berbicara, dia menyadari bahwa dia tidak dapat menyembunyikan emosinya dengan baik. Suaranya terdengar bergetar saat dia keluar dari ruangan.

"Perjanjian perceraian sudah disiapkan. Aku akan memberi kamu uang ganti rugi atas semua yang telah kamu lakukan selama tiga tahun terakhir." Sebelum dia pergi, Jerry meletakkan perjanjian perceraian di atas meja yang berada di depannya.

Mariana ingin berlari menuruni tangga, tetapi kakinya seolah terpaku di tempat dia berada sekarang.

Sekalipun dia berpura pura tidak mendengarnya ataupun menurutinya dengan menerima, dia tetap akan menceraikannya. Dia selalu bertindak seperti ini. Jika dia telah memutuskan untuk melakukan sesuatu hal, maka sudah pasti dia akan melakukannya.

Tiga tahun yang lalu, secara mengejutkan dia datang ke rumah keluarga Gojali dan memintanya dengan serius untuk menikah dengannya. Dia gembira sekali, karena perasaan cintanya yang terpendam terhadap pria tersebut terbalaskan dengan meminta dirinya untuk menikah dengannya. Tetapi pada malam pernikahan mereka, dia mengetahui bahwa pria yang menikahinya semata mata hanya untuk mengambil keuntungan atas kekuatan keluarga Gojali yang dapat membawanya dengan cepat naik ke puncak yang lebih tinggi.

Sekalipun, dia telah mengetahui alasan yang sebenarnya dari pernikahannya, dia tidak pernah menyesal menikah dengannya. Dia rela menikah dengannya dan menjadikan dirinya sebagai batu loncatan untuk karirnya. Saat itu, dia membayangkan jika nanti telah tercapai tujuannya maka dia akan diceraikannya. Dia berusaha menghibur dirinya sendiri dengan berpikir bahwa mungkin dia jatuh cinta padanya saat itu, tetapi yang membuatnya cemas, dia bahkan tidak pernah memberinya kesempatan. Jadi walaupun dia telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan perceraian, dia tidak menyangka bahwa dia akan membicarakannya secepat ini.

Dengan kembali melihat ke arahnya, Mariana tenggelam dalam pikirannya. Setelah beberapa saat, dia tergagap dalam perkataannya, "Bisakah ... Bisakah kamu memikirkannya kembali?"

"Aku sudah memutuskan dengan seksama. Tanda tangani saja," Jerry menjawab dengan tidak sabar. "Aku akan memberimu seratus empat puluh milyar rupiah sebagai uang pesangon, serta rumah baru senilai delapan puluh enam milyar rupiah di Distrik Timur."

Uang pesangon?

Mariana tidak bisa mempercayai apa yang di dengarnya.

Akhirnya dia berbalik dan mengangkat kepalanya agar dapat melihat ke arah mata suaminya, yang lebih tinggi darinya. "Uang pesangon?" Dia berkata dengan tidak percaya.

Apakah mereka memiliki hubungan antara majikan dengan karyawan? Bagaimana dia bisa menyebut ini sebagai uang pesangon? Sungguh kejam dia menggunakan dua kata ini.

"Pada hari pernikahan kita, aku telah memberitahumu alasan mengapa aku menikahimu. Ini bukanlah suatu pernikahan yang sebenarnya. Akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa kita memiliki hubungan antara majikan dengan karyawan. Jadi, aku akan membayar kamu upah kerja selama tiga tahun ini. Kemudian setelah itu, hubungan kita selesai." Pria tinggi dan tampan yang berada di depannya menatap lurus ke arahnya dengan sikap yang sudah tidak memperdulikannya. Matanya yang hitam pekat tanpa disertai emosi, tetapi sepertinya bisa menyedotnya masuk ke dalam.

"Upah karyawan?" Mariana berkata sambil bergumam pada dirinya sendiri. "Kamu benar, Kita hanya memiliki hubungan antara majikan dengan karyawan."

Dia tersenyum pahit, tetapi Jerry tidak menanggapinya sama sekali.

Dia berjalan menuju ke arahnya selangkah demi selangkah, kemudian dia duduk di sofa, sambil mengambil perjanjian itu, dan membacanya dengan cermat.

Melihat dia membaca surat cerai tersebut tanpa protes, akhirnya Jerry dapat duduk dengan santai di hadapannya. "Kesepakatan tersebut sudah sangat jelas. Jika kamu menginginkan sesuatu yang lain, kamu bisa mengatakannya kepadaku. Aku akan memberikannya padamu."

Tidak luput dari perhatian Mariana, terlukis pada wajahnya suatu kelegaan hati dengan senyuman yang mengejek pada bibirnya tepat setelah dia setuju dengan dirinya.

Tanpa mengatakan apapun, dia mencoret bagian dari perjanjian yang melibatkan penyerahan aset, dan dengan segera memberikan tanda tangan pada namanya.

"Kamu tidak perlu membayar uang pesangon. Kita secara resmi bercerai." Dengan cara yang sopan dia mendorong kertas perjanjian tersebut di depannya.

Jerry sedikit mengangkat alisnya, ketika dia melirik bagian dari perjanjian yang telah di coret. Dari semua skenario yang telah dia bayangkan, dia tidak menyangka bahwa Mariana sendiri yang akan menolak atas penyerahan aset rumah mewah tersebut.

"Apa kamu yakin?" Matanya dipenuhi dengan perasaan tidak percaya saat dia melihat Mariana yang sudah berdiri dihadapannya.

Mariana berbalik badan dan berjalan ke lemari ketika dia menjawabnya, "Keluarga Gojali tidak akan kekurangan uang. Sejak aku menikahimu dengan dengan rela tiga tahun lalu, aku tidak akan mau untuk menerima uang pesangon."

Lagi pula, jika dia menerimanya, itu sama saja dengan mengakui bahwa mereka hanya memiliki hubungan antara majikan dengan karyawan selama tiga tahun terakhir ini.

Dia lebih baik memilih untuk menyerahkan semua hal yang berkaitan dengan materi di dunia ini, jika itu memberikan suatu arti bahwa mereka menjadi suami dan istri selama tiga tahun.

Jerry yang duduk di kursi sofa memperhatikannya mengemasi barang miliknya tanpa berkata apapun.

Mariana melipat semua pakaian yang ada di lemari dengan rapi dan memasukkannya ke dalam koper, bersama dengan beberapa sisa barang yang ada di kamar.

Dengan sengaja dia mengemasi barangnya dengan sangat lambat karena dia ingin tinggal sedikit lama disini. Dia telah tinggal sendirian di kamar ini selama hampir tiga tahun. Pada awalnya, dia merasa gelisah sendirian, tetapi setelah beberapa tahun, dia mulai menyukainya. Sekarang, dia enggan untuk pergi. Tidak menjadi masalah seberapa lambat dia berkemas, dia tidak punya pilihan selain pergi.

Ketika dia telah menyelesaikannya, dia berdiri dengan kopernya dan bersiap untuk pergi tanpa mengatakan apapun atau bahkan menatapnya.

"Biarkan aku mengantarmu pulang." Jerry, yang telah menunggunya dengan sabar saat dia berkemas, seketika berbicara.

"Tidak, terima kasih. Aku masih punya uang untuk pulang naik taksi," kata Mariana dengan nada sinis. Setiap kali dia merasa takut, dia akan bersandiwara seolah dia mampu untuk menjaga dirinya sendiri, tetapi yang terjadi dia akan melukai dirinya sendiri. Untuk kali ini tidak ada perbedaan.

Dengan koper berada di tangannya, dia turun ke bawah. Koper itu begitu besar sehingga sulit baginya untuk mengangkatnya sendiri, tetapi dia bersikeras untuk tidak meminta bantuan pada siapa pun. Suara gaduh dari koper yang diseret ketika dia menuruni anak tangga menarik perhatian dari semua orang yang berada di rumah itu.

"Mariana, kamu mau pergi kemana? Sekarang sudah larut malam." Felix Sitohang yang menggunakan piyama bertanya, dengan mencondongkan tubuh ke tangga dan melihat ke bawah.

Dia mengangkat kepalanya untuk melihat ayah Jerry, kemudian Mariana tersenyum dan berkata, "Paman Felix, silahkan kembali tidur. Ini sudah larut."

"Mariana, ada apa denganmu? Kemana kamu akan pergi?" Mendengar dia memanggilnya dengan sebutan "Paman Felix," Felix terkejut mendengarnya. Dia bergegas menuruni tangga, tetapi dihentikan oleh Nita.

Patricia melanjutkan membawa barang bawaannya ke bawah tanpa menjawabnya.

Tiga tahun yang lalu, ketika dia baru saja menikah dan masuk di dalam keluarga Sitohang, dia banyak berlatih untuk mengumpulkan keberaniannya sampai dia dapat memanggilnya dengan sebutan "Ayah." Dari semua anggota keluarga Sitohang, dia memiliki hubungan yang baik dengan ayah Jerry, yaitu Felix. Tentu saja, bahwa dia akan sangat merindukannya.

Dengan susah payah, Mariana akhirnya meninggalkan rumah dengan barang bawaannya, hal ini menjadikan para pelayan di rumah itu menjadi bingung.

Jerry, yang masih duduk di kamar lantai atas, dengan tenang tanpa ekspresi mendengar percakapan mereka dengan jelas.

Ruangan itu selalu terlihat agak kosong, tetapi sekarang setelah Mariana mengambil semua barangnya, ruangan itu menjadi tampak lebih kosong dari sebelumnya. Melihat ruangan yang besar itu, entah kenapa Jerry seketika merasa kesal.

Untuk sekian waktu yang lama, dia ragu untuk berbicara dengannya tentang perceraian, karena dia berpikir bahwa dia akan menghiraukannya dan memohon padanya untuk tidak menceraikannya. Tetapi yang mengejutkannya, dia menerimanya tanpa ada perlawanan. Akan tetapi, untuk beberapa alasan, penerimaannya yang siap membuatnya merasa tersesat dan gelisah. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang.

Dalam tiga tahun terakhir, dia telah tidur di kamar ini tidak lebih dari lima malam. Dia tidak pernah berhubungan intim dengan Mariana, dan mereka jarang sekali bertemu. Jadi mengapa dia tidak bisa merasa santai sekarang? Sebaliknya, dia tidak dapat melupakan malam pertama setelah pernikahannya, ketika mereka tidur di ranjang yang sama. Dia terus mengingat ketika Mariana bergegas pergi ke Villa Daun Mas hanya untuk merapikan kamarnya setelah bekerja.

Semakin dalam Jerry memikirkan kenangan ini, semakin dia merasa kesal hatinya. Bagaimanapun, dia tidak bisa menghentikannya. Wajah Mariana terus melintas di benaknya.

Dalam kekacauan pikirannya, dia berdiri dan menendang meja kayu bundar, tetapi dia tidak bisa begitu saja menghilangkan debar jantungnya yang berdetak kencang.

Sudah tengah malam ketika Mariana tiba di rumah keluarga Gojali. Semua anggota keluarga Gojali telah tertidur lelap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANGKASA [Perjodohan]
9.5
Angkasa Lesmana Regan awalnya menentang keras ide perjodohan yang direncanakan sang ibu. Namun, pendiriannya seketika goyah dan ia langsung setuju saat mengetahui bahwa calon istrinya adalah Meisya. Di balik sikap dingin dan pura-pura tidak kenal saat berada di lingkungan sekolah, Angkasa ternyata memiliki sisi tersembunyi. Saat di rumah, ia berubah total menjadi sosok yang sangat manja bahkan melebihi bayi demi mendapatkan perhatian dari Meisya.
Sampul Novel Bunga Gugur, Rindu Pun Usai
7.9
Setelah 999 kali gagal menggoda Nathan yang dingin, sang protagonis mengira tunangannya itu hanya menjaga kesucian hingga pernikahan. Harapan itu hancur saat ia menyaksikan Nathan berciuman mesra dengan teman masa kecilnya di sebuah kamar hotel VIP. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia membatalkan pernikahan dan memutuskan untuk menikahi Darius Russell. Meskipun sang ayah memperingatkan bahwa Darius lumpuh akibat kecelakaan masa lalu, ia tidak lagi peduli pada masa depan rumah tangganya.
Sampul Novel Gerhana
9.6
Gerhana Putri Alam tak menyangka perselisihannya dengan preman garang bernama Tangguh Langit Ramadhan justru menumbuhkan benih cinta. Meski Tangguh bersikap dingin dan merasa tidak pantas bersanding dengan putri seorang jenderal, Gerhana tetap yakin ada perasaan tulus di balik sikap acuh tersebut. Tangguh bersikeras menepis kenyataan itu, namun Gerhana balik menggoda rahasia sang pria yang diam-diam sering menatap fotonya. Akankah perbedaan status menyatukan mereka?
Sampul Novel Hati Lunara
8.4
Hati Lunara mengeksplorasi spektrum kasih sayang antara orang tua, saudara, hingga sahabat. Fokus pada Lunara Ustman, gadis ini terjebak dalam cinta segitiga unik yang penuh pengorbanan tulus. Di tengah kerinduan mendalam pada ayah bundanya dan berbagai rintangan hidup yang menyakitkan, Luna memilih mengalir mengikuti takdir Tuhan. Ia berjuang menemukan kebahagiaan sejati dan ketenangan setelah badai, meyakini bahwa setiap rahasia peristiwa akan berujung indah.
Sampul Novel I Love You My Secret Daddy
9.5
Kehidupan Aisyahzaara Bellova yang serba berkecukupan berubah drastis sejak sang ayah menikah lagi. Di balik sikap manis di depan sang ayah, ibu tirinya kerap menyiksa Aisyahzaara secara diam-diam. Demi menjaga kebahagiaan ayahnya, gadis berusia 17 tahun ini memilih bungkam. Merasa haus akan kasih sayang, ia pun nekat menjadi sugar baby. Namun, sosok pria yang menjadi daddy rahasianya ternyata menyimpan sebuah fakta besar yang mengguncang takdir hidupnya.
Sampul Novel JODOH DEPAN RUMAH
9.5
Naura terkejut saat dipaksa menikah dengan Bagas, tetangga depan rumah yang sangat menyebalkan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti setelah mempelai wanita pilihan Bagas menghilang tanpa jejak. Meski awalnya tanpa cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kembalinya sang mantan kekasih menguji kesetiaan Bagas. Akankah rumah tangga mereka tetap bertahan atau justru hancur karena kehadiran orang ketiga di tengah mereka?