Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAYHAN STORY

RAYHAN STORY

Rayhan, remaja 14 tahun, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua kandungnya meski mereka masih hidup. Selama ini, ia hanya bergantung pada paman, bibi, dan sepupunya yang protektif. Harapannya terkabul saat ia diajak pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama orang tuanya. Namun, kebahagiaan itu dibayangi kejanggalan besar. Sebuah misteri kelam dan mimpi buruk mulai mengungkap alasan tragis di balik perpisahan mereka selama bertahun-tahun yang merenggut segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Orang tua merupakan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan seseorang , Orang tua  merupakan orang yang dihormati dan dihargai dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, orang tua  memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, betapa bahagianya seseorang anak yang dapat merasakan kasih sayang dari orangtua kandungnya.

Sangat di sayangkan, masih banyak orangtua yang tak bisa merawat anaknya, melihat tumbuh kembang mereka dan menjadi dewasa tanpa peranan langsung dari orangtua kandungnya. Salah satu anak yang kurang beruntung adalah Rayhan Saga Febriano.

Remaja yang saat ini berusia 14 tahun itu, selalu merasakan kerinduan yang amat besar kepada orangtuanya yang tak pernah datang untuk menjenguk dirinya. Sedari bayi, Rayhan memanglah tidak di rawat oleh orangtua kandungnya melainkan ia di titipkan kepada paman dan bibinya. Alasan di balik itu semua tak pernah Rayhan ketahui.

Di pagi hari yang cerah ini, Rayhan masih bergelung di dalam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Seakan tak terganggu dengan cahaya matahari yang menerobos masuk melalui sela-sela jendela kamarnya. Karena terlalu kelelahan ia tak menyadari jika sang mentari sudah menunjukkan sinarnya.

Mata anak itu tampak bengkak, akibat menangis karena di ejek oleh teman-temannya. Alasannya tak pernah berubah, karena mereka belum pernah melihat kehadiran orangtua Rayhan, mereka berfikir Rayhan adalah anak yang di buang.

Ceklek.

Suara pintu yang terdorong dari luar, tak menganggu Rayhan dalam tidurnya yang begitu nyenyak. Wanita parah baya bergerak untuk mendekati kasur Rayhan, deru nafas terdengar cukup keras. Megan, bibi dari Rayhan itu menatap lekat keponakannya. Raut lelah terlihat jelas dari wajah tampaknya, ada perasaan nyeri yang timbul di dalam hatinya saat ia melihat anak itu. Anak tak berdosa yang harus berpisah dari orangtuanya karena suatu alasan.

“Ray bangun nak,” panggilan bernada lembut itu tak mengusik Rayhan.

“Ray, kamu udah hampir telat loh,” Megan menepuk pelan bahu anak itu, berharap kali ini Rayhan dapat segera bangun. Namun respon Rayhan hanya menggerakkan tubuhnya sedikit namun tak membuka matanya.

Megan menghela nafas lelah. Saat seperti ini ia harus memiliki stok kesabaran yang banyak. Perilaku Rayhan tak beda jauh dengan anak keduanya, sama-sama menguji nyali.

“Kalau kmu gak bangun sekarang. Rafa dan Rafi bakal tinggalin kamu,” ancaman dari Megan, sukses membuat Rayhan membuka matanya. Dengan nyawa yang masih setengah itu, ia terduduk dengan lesu.

Ia tersenyum kecil melihat wajah Megan yang tampak menahan lelah dan kekesalan. Rayhan belum menyadari jika matahari sudah meninggi.

“Good morning, aunty,” Rayhan berucap manis.

“Good morning too, keponakan aunty,” balas Megan “Gimana tidurnya, nyenyak?”

“Nyenyak banget tante. Sampai sampai Rayhan seperti tak ingin meninggalkan mimpi itu,” balas Rayhan. Ia memimpikan keluarga kecil yang bahagia, sangat di sayangkan karena harus terbangun lebih awal.

“Pantes aja, dari tadi gak mau bangun-bangun, emangnya kamu mimpi apa?” Megan bertanya dengan rasa penasaran yang membucah dalam hatinya.

“Rayhan tadi tuh, mimpi ket-“

Belum sempat Rayhan menyelesaikan ucapannya, tiba tiba ia membelalakan matanya dengan perasaan panik. Tak sengaja, indera penglihatannya itu melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Pagi. Tentu Rayhan panik. Ia akan terlambat, lebih tepatnya sekarang sudah terlambat.

“HAH? SUDAH JAM TUJUH!” teriak Rayhan tanpa sadar. Suara yang melengking itu, membuat Megan tanpa sadar menutup kedua telinganya.

“Ray kalau kaget, ya kaget aja. Tapi jangan buat telinga tante tiba-tiba tuli ni,” protes Megan dengan perasaan yang masih terkejut.

“Kok tante gak bangunin Ray, sih. Sekarang Ray telat!” Rayhan balik menyalahkan Megan. Matanya sudah berkaca-kaca siap mengeluarkan air matanya yang akan membuat hati Megan luluh.

“Loh? Kenapa malah nyalahin tante,” Megan tak terima di tuduh. Kan ini juga kesalahan dari Rayhan sendiri.

“Karena tante gak bangunin Ray,” rengek Rayhan seperti anak berumur lima tahun.

“Tante udah dari tadi loh bolak balik bangunin kamu, tapi kamu tidurnya nyenyak banget sampe gak ngerasa saat tante bangunin,” kata Megan tak ingin di salahkan. Karen faktanya, ia sudah membangunkan Rayhan dari jam 6 pagi tadi.

Rayhan menundukkan wajahnya.

“Rayhan udah terlambat,” gumamnya lirih.

“Siapa yang bilang telat, gak kok, ini baru jam 7. Mending kamu cepetan mandi terus turun. Nanti kalau kama bakal makin telat, tante gak mau ya Rayhan bolos,” ujar Megan sambil berjalan ke arah pintu. Ia harus memastikan Rafa dan Rafi belum berangkat ke sekolah. Karena jika Rayhan di tinggal sudah di pastikan anak itu akan mengamuk.

Megan berjalan ke meja makan. Di situ sudah kepala keluarga dan juga kedua remaja kembar yang sedang menikmati sarapan pagi. Niatnya tadi ingin menunggu Rayhan dulu, namun karena terlalu lama akhirnya mereka sarapan duluan.

“Rayhan mana ma?” tanya Rafa saat menyadari kehadiran Megan.

“Baru mandi. Kalian tungguin Rayhan,” lontar Megan.

Ia hanya duduk di meja makan menunggu Rayhan. Mereka bertiga sudah selesai sarapan, tinggal Megan dan Rayhan.

“Ih kok baru mandi sih ma. Nanti kita akan di hukum di sekolah. Rafi gak mau ya, sampai di hukum gara-gara telat,” protes Rafi kesal. Ia sudah keseringan di hukum, dan tidak bisakah untuk hari ini saja, ia tak mendapatkan hukuman itu.

“Gak usah banyak protes. Hukuman kan sudah jadi kewajiban buat lo,” timpal Raka dengan wajah datar khasnya.

“Anj-“

“Rafi, jangan bicara kasar!” tegur Bima. Rafi hanya bisa menundukkan wajahnya,  nyali menciut jika di hadapan ayahnya itu.

Tak lama, terdengar suara langkah kaki yang terdengar menuruni tangga, lebih tepatnya sedang berlari.  Letak tangga dari dapur dan raung makan memang dekat. Sehingga mereka dapat mendengar suara langkah kaki itu semakin jelas.

Rayhan datang dengan terburu-buru menghampiri mereka.

“pagi om, tante. Kak Rafa, kak Rafi,” Rayhan menyapa satu persatu anggota keluarganya.

“Pagi jagoan,” balas Bima.

“Pagi juga kesayangan aunty,” ujar Megan langsung mendapat delikan tajam dari Rafi.

“Lama amat lo, mimpi apaan sih, sampai jam tujuh masih molor?” tanya Rafi.

“Kak Rafi gak usah tau. Intinya, Rayhan mimpi indah banget,” ujar Rayhan dengan tersenyum manis.

“Oh, sekarang gitu ya. Main rahasia-rahasiaan,” Rafi ngambek ceritanya.

“Ih gak gitu. Ini kan urusan pribadi jadi harus di privasi,” jawaban dati Rayhan justru membuat Rafi semakin ngambek.

“Terserah lo,” balas Rafi cuek.

“Masih mau ngobrol atau berangkat?” Rafa berjalan mendahului mereka. Jika di biarkan anak itu berdebat tak akan selesai sampai jam pulang sekolah. Dan terpaksalah Rayhan dan Rafi berlari menyusul Rafa. Takutnya mereka malah di tinggal.

“Ray, kenapa tuh sepupu lo,” Rafi bertanya heran mengenai Rafa yang begitu cuek dan terkesan kaku.

“Kembaran lo kali, kak,” balas Rayhan.

“Bukan kembaran gue,” Rafi berujar polos.

“OM, TAN. RAY BERANGKAT!” Rayhan berteriak, karena ia sampai kelupaan untuk pamit kepada mereka.

“KAMU BELUM SARAPAN, RAY!” Megan balas beberteriak.

“DISEKOLAH AJA MA!” bukan Rayhan yang menjawab namun Rafi, ia kini menyeret Rayhan keluar dari rumah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Setelah sepuluh tahun menetap di Malaysia, Tania pulang ke Indonesia demi mencari Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian justru bersikap asing dan tidak mengenali benda kenangan mereka. Pencarian ini membawa Tania bertemu Bian, paman Rian. Tak disangka, pertemuan itu mengungkap luka lama Bian yang kelam. Ternyata, sosok Rian yang selama ini Tania cari adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mengancam kestabilan hidup mereka yang penuh misteri.
Sampul Novel Ibu Mertuaku Mengusirku
9.1
Hidup Anjani hancur setelah divonis mandul. Ia dibuang oleh Bagas, suaminya, yang justru memilih menikahi Sinta, adik tiri Anjani sendiri. Di tengah luka pengkhianatan itu, Anjani dipaksa menikahi seorang pria lumpuh demi melunasi tumpukan utang ayahnya. Terjepit di antara nasib malang dan tekanan keluarga, mampukah Anjani bertahan? Akankah ia menerima pernikahan barunya atau memilih melarikan diri demi membalaskan dendam pada Bagas dan Sinta?
Sampul Novel Ikuti Saja Mau-Nya
9.5
Sering kali manusia merasa bahwa takdir yang digariskan Tuhan terasa tidak adil. Namun, kisah ini menyoroti perjalanan seorang hamba yang memilih untuk menjalani setiap skenario hidup tanpa keluhan berlebih. Dengan keyakinan penuh, ia percaya bahwa waktu akan membuktikan bahwa setiap keputusan Sang Pencipta adalah jalan terbaik. Melalui ketaatan dan kesabaran, ia membuktikan bahwa rencana Ilahi selalu membawa hikmah mendalam bagi hamba yang mau berserah diri.
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
9.4
Saat mendaki gunung, Chloe Winata mengalami hipotermia hingga penyakit jantungnya kambuh. Namun, dua sahabat masa kecilnya justru mengabaikan kondisinya demi melindungi Lucia, putri sopir mereka. Alih-alih menolong, mereka malah menuduh Chloe cemburu. Setelah diselamatkan oleh tim SAR dan dirawat di rumah sakit selama seminggu tanpa dijenguk, Chloe mengetahui bahwa mereka justru sibuk merayakan ulang tahun Lucia. Sadar persahabatan belasan tahunnya sia-sia, Chloe memutuskan menyerah dan menyetujui perjodohan dengan putra Keluarga Januar.
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Isu pesugihan masih menghantui pedesaan, terutama bagi mereka yang sukses. Pasangan Bintang dan Alisha merasakan tekanan ini setelah pindah ke Jawa Timur demi tugas kepolisian Bintang. Warga sekitar mencurigai mereka memelihara serta menyusui tuyul akibat serentetan peristiwa ganjil yang terjadi. Tuduhan makin memanas saat mereka membeli rumah baru di luar desa. Mampukah pasangan ini membuktikan kebenaran dan lolos dari fitnah mistis yang mengancam?