Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU

RASA CINTA UNTUK OMKU

Nicky telah lama menyembunyikan kekaguman mendalam kepada majikan mudanya yang ia sapa dengan sebutan Om. Di tengah peliknya dinamika kehidupan sang pria, mampukah ia menemukan ruang untuk membalas perasaan tulus gadis itu? Meski sosok Nicky pernah muncul dalam karya sebelumnya, kisah romansa modern ini berdiri sendiri sepenuhnya. Ikuti perjalanan emosional mereka dalam menghadapi kerumitan takdir demi mencari kebahagiaan sejati yang dinantikan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nicky memandang beberapa wanita yang tengah ribut di hadapannya, mereka dengan wajah tak niat, bahkan ada yang dari mereka menjambak rambut satu sama lain.

Ia tak mengerti mengapa mereka meributkan dirinya, hingga semua nampak memperhatikan mereka, Nicky tak berniat melerai mereka, bahkan ayahnya saja entah kenapa.

Biarkan saja mereka lakukan apa yang mereka mau, ia sama sekali tak perduli.

Dia meminum wine lagi dalam sekali tegukan dan air berwarna merah itu habis diminumnya, ia memperhatikan gelas dengan bentuk seperti terompet ini, sebenarnya barang unik seperti gelas ini bagusnya menjadi pajangan dari pada menjadi sungguhan.

Dari celah gelas di depannya, ia melihat di antara mereka semua, ada gadis dengan rambut yang mengepang panjang ke bawah menatap hal didepannya dengan wajah sedih.

Dia memegang sebuah kota didepannya dengan erat, wajahnya yang chubby mengingatkan dia dengan seseorang. Melihat tubuh gadis itu berbalik ia hanya tau satu nama. "Puspita!"

Ia berjalan melewati kerumunan wanita yang entah memperebutkan apa, hingga ia berada di depan gadis yang tinggi mungkin hanya sampai dadanya.

Pandangan mereka bertemu, Nicky memikirkan kesempatan ini untuk kabur dari wanita-wanita rese itu. Dengan cepat dia berjalan mendekati Puspita dan menariknya pergi. "Ayo kita pergi, ada sesuatu yang harus aku katakan."

Tangannya tiba-tiba di tarik, membuat Puspita menatap tak percaya. Perlahan-lahan tapi pasti langkah itu semakin cepat, hingga mereka pergi ke area taman belakang rumah itu.

"Huh, mereka benar-benar," ucap Nicky lega, sedangkan Puspita hanya menatap terpesona pada pria di depannya. Pria yang tadi baru saja menghembuskan nafas lega mantapnya dengan ramah. "Maaf ya, namamu siapa?"

Puspita terkejut, ia kira pria ini menyebut namanya karena kenal, tapi kenapa dia bertanya lagi? Karena tak ada jawaban Nicky menggaruk kepalanya tak gatal. "Aku tadi menyebut namamu karena ingat dengan adik kecilku, dan kesempatan untuk kabur juga, mereka benar-benar gila? Apa yang mereka inginkan dariku, iyakan?"

Puspita hanya tersenyum, senyuman tipis itu entah kenapa membuat jantung Nicky berdetak. Gadis pendek itu sangat manis dengan senyuman lembut miliknya. "Mungkin mereka sangat menyukai anda, Tuan muda."

Nicky mengangguk memang tak aneh, diluar negri pun dia juga kadang menjadi pacar impian para kaum hawa, tapi yang lebih brutal di negara sendiri. "Tapi aku tidak menyukai mereka."

"Lalu seperti apa yang anda suka?"

Pria itu terdiam sebentar mendengar pertanyaan gadis yang ada didepannya. "Aku suka gadis yang ... Manis."

Puspita hanya tertawa kecil mendengarnya, biasanya pria menginginkan wanita yang cantik, bertubuh seksi dan sesuatu yang binal tentang bagian tubuh mereka.

Beberapa teman sekolahnya bicara seperti itu, tentang type ideal mereka tapi kenapa didepannya ini berbeda. "Apa anda suka dengan gadis yang banyak gula di wajahnya?"

"Ah bukan seperti itu maksudku, imut. Aku suka gadis yang imut, oh iya kamu belum jawab tentang namamu?" tanya Nicky, dari semua orang hanya gadis ini yang berpakaian paling sederhana dan terkesan kampungan.

"Puspita!"

"Hah?" tanya Nicky tak percaya.

"Namaku Puspita, Om!" ucap Puspita yang tersenyum lebar, rupanya dia banyak berubah sehingga Nicky tak mengenalinya.

Wajahnya masih mematung tak percaya, hingga dia mendekat kearah wajah Puspita membuat gadis yang baru menginjak usia lebih dewasa lagi itu, memundurkan wajahnya karena terkejut. "Om mau apa?"

Tiba-tiba kepalanya dipegang Nicky yang membuat Puspita menutup matanya, dia belum siap ciumannya akan di rebut. Hingga satu menit berlalu tak ada apapun yang terjadi, membuat gadis itu kembali membuka matanya.

Ia terkejut dengan wajah Nicky yang masih ada didepannya. "Om ngapain sih?"

"Hah, aku melewatkan banyak hal tentang kamu Puspita, kamu jadi sangat besar dalam waktu singkat."

"Singkat? 8 tahun itu singkat?" tanya Puspita yang tak percaya. "Dan Om terlihat begitu dewasa, ada bulu halus juga di wajah."

Puspita memegang wajah Nicky yang membuat pria itu memandangnya lekat, karena tatapan itu buru-buru Puspita melepaskannya, ia merasa akan ada sesuatu yang meledak di dadanya.

Dia sangat tampan dan matanya juga begitu indah saat memandang, membuat dia gugup juga salah tingkah dalam satu waktu.

Nicky mengusap lembut rambut Puspita sambil tersenyum, tinggi tubuh yang berbeda jauh membuat Nicky harus membungkuk untuk melihat wajah gadis yang dulu sama kecil seperti sekarang. "Apa kamu merindukan Om, hhhmm?"

Puspita yang malu dengan perasaan menunduk sambil mengangguk, entah kenapa dia takut melihatnya, apa karena sudah dewasa jadi ia merasa sensasi aneh ini. "Iya aku kangen sama Om."

"Om juga kangen, dan apa ini?" tanya Nicky yang mengambil kota hitam dari tangan Puspita, gadis yang terkejut karena hadiah murahnya di ambil buru-buru meraihnya kembali, ia takut Nicky akan kecewa dengan barang yang ia berikan.

"Om itu bukan apa-apa, sini hin!" ujarnya yang meraih tangan Nicky yang begitu tinggi untuk di raih.

Nicky masih meledek dengan tangan yang mengacung lebih tinggi lagi, perbedaan tinggi yang jauh membuat Puspita benar-benar tak bisa meraihnya sama sekali.

Hingga gadis itu menyerah dan terdiam sambil memanyunkan bibirnya, pipinya juga ikut menggembung karena aksi itu. "Sudahlah, lagi pula itu emang buat om kok."

Nicky menurunkan tangannya, memandang kotak itu. "Buat om?"

"Iya, aku beli gak mahal jadi aku malu," ucap Puspita yang sekarang menyembunyikan seluruh tangannya di punggung.

Nicky membukanya, lalu dia tersenyum.

Cukup lama Puspita menunduk tak berani melihat, pria yang dulu sangat baik padanya. Entah kenapa sekarang ia takut kalau empatinya membuat dia salah paham pada rasa dalam dirinya.

"Lihat, bagus tidak?" tanya Nicky yang membuat Puspita melihat kearahnya, sekarang terlihat tangannya memakai jam tangan yang ia beli tadi.

"Harganya cuma 100 RB, Om."

Nicky terdiam beberapa detik, lalu mengeluarkan uang yang ada di saku celananya, beberapa lembar merah ada di sana. Nicky mengerti 5 lembar uang ke tangan Puspita yang membuat gadis itu heran. "Apa ini om?"

"Kamu jual jam tangan ini sama om, kan?"

Mendengar itu, Puspita menatapnya kesal dan haran. Ia mendorong uang itu dengan wajah tak bersahabat. "Bukan om, aku beli itu harganya 100 rb, maksud aku kalau om gak nyaman udah jangan pakai gitu, bukan aku jual jam tangan!"

"Oh, om kira kamu jualan," balas Nicky yang kini menarik tangan gadis itu dan memberikan uang yang tadi di tolak oleh Puspita, secara kasar dia letakan di telapak tangannya lalu setelah itu membuat tangan itu mengepal. "Buat jajan!"

"Om banyak uang sekali ya, sampai ngasih aku uang Mulu?"

"Emang banyak sih, ini cuan secuil dari uang om di rekening, kenapa? Kurang banyak?" tanya Nicky, yang membuat Puspita menarik tangannya.

"Sudahlah, tak ada gunanya bicara sama orang kaya, taunya cuma uang-uang terus."

Puspita pergi membuat Nicky nampak heran dengan aksi itu, bukannya anak itu yang mulai bertanya, dia hanya menjawab saja. "Apa anak sekarang memang tak jelas?"

.

Pesta berjalan dengan lancar bagaimana semestinya, pesanan yang begitu banyak itu sudah di berikan ke beberapa panti asuhan, panti jompo juga pengemis di pinggir jalan, sebelum pesta ini berlangsung.

Sekarang jam 1 dini hari, Puspita nampak membantu membereskan kekacauan dengan pelayan yang lainnya, Nicky yang sekarang bersama ibunya berdiri menatap setiap hal yang mulai di rapihkan.

Wanita yang selalu duduk di kursi roda sepanjang hari itu, keluar untuk menyapa tamu yang hendak pulang, dia takut akan ada rumor aneh jika ia tidak keluar sama sekali.

Mereka nampak memperhatikan Puspita, yang dengan rajin membantu yang lain, juga tatapan Nicky yang begitu lekat.

"Anak itu cepat sekali besar ya?" tanya ibunya yang membuat Nicky terdiam, sambil mengembangkan nafas.

Entah kenapa sering kali terdengar suara batuk dari bibir ibunya, belum lagi tubuhnya yang semakin kurus. Ia sedikit ragu kalau ibunya akan melahirkan nantinya.

"Iya, mah. Aku tadi gak tau kalau itu Puspita," ucapnya sambil tersenyum.

"Kamu mau berpacaran dengan dia?" tanyanya ibunya yang serius, membuat Nicky tak paham.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Cerita Dewasa Penuh Gairah
8.8
Peringatan keras bagi para pembaca. Karya fiksi ini secara khusus menyajikan berbagai rangkaian adegan serta narasi yang mengandung konten dewasa di dalamnya. Mengusung genre romansa modern, kisah ini mengeksplorasi sisi gairah yang intens dan mendalam. Pastikan Anda telah bijak dalam memilih bacaan sebelum menelusuri lebih jauh setiap bab yang penuh dengan momen sensual ini. Cerita ini ditujukan hanya untuk audiens yang sudah cukup umur.
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa menjalani peran ganda sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia CEO bernama Ryan. Harapan indahnya saat hamil seketika hancur ketika Ryan justru lebih memedulikan cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa memutuskan pergi dan menghilang. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kehamilan Jenessa dan menuntut penjelasan. Namun, dengan penuh keberanian, Jenessa menegaskan bahwa sang mantan suami tak lagi punya hak atas hidupnya.
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Akibat hancur oleh pengkhianatan sang kekasih, Louisa terjebak dalam masalah besar hingga nyawanya terancam. Beruntung, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya. Namun, dalam kondisi emosional, Louisa justru menawarkan sebuah 'hadiah' berani sebagai tanda terima kasih atas pertolongan tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan impulsif itu menjeratnya ke dalam kehidupan sang penyelamat yang berbahaya, mengubah takdirnya selamanya.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia mengabdi sebagai istri penurut Brandon berakhir sia-sia demi wanita lain. Namun, setelah bercerai, ia muncul kembali sebagai sosok tangguh yang jauh berbeda. Brandon terkejut saat mengetahui identitas rahasia Emilia sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat pria itu berusaha mengejarnya kembali, Emilia justru menikmati kebebasan dan menunjukkan keahliannya yang tak terbatas. Kini, Brandon harus menghadapi kenyataan bahwa mantan istrinya adalah bos rahasia.