Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Panas Tuan Lucas

Ranjang Panas Tuan Lucas

Flora terkejut saat Lucas, pemilik Blackwood yang dingin, menagih utang besar mendiang orang tuanya secara mendadak. Meski baru bertemu di sebuah pesta, pria yang terpaut lima belas tahun lebih tua itu tak memberi celah untuk bernegosiasi. Flora yang hanya staf magang kini terjepit dalam kontrak gelap yang mengikatnya. Tanpa uang untuk melunasi kewajiban tersebut, Lucas memaksa Flora menyerahkan kehormatannya malam ini juga sebagai bentuk pembayaran mutlak.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lucas menyeringai melihat raut ketakutan di wajah Flora, matanya penuh dengan niat yang gelap.

Dalam sekejap, tanpa peringatan, ia menarik Flora lebih dekat dan mencium bibir ranum itu dengan brutal. Ciuman itu penuh kekerasan, seolah ingin menguasai tanpa peduli pada protes dan ketakutan yang jelas terpampang di wajah cantik itu.

"Berhenti! Tolong, jangan!" isak Flora, suaranya bergetar di antara tangis yang tak tertahankan.

Dia meronta, mencoba mendorong tubuh Lucas agar menjauh. Kedua tangannya memukul dada pria itu sekuat tenaga, tetapi tidak cukup untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.

Lucas dengan dingin dan tanpa belas kasihan, mencengkeram kedua pergelangan tangan Flora dan menahannya kuat-kuat di atas kepalanya, memaksa gadis itu berhenti melawan.

"Diam, Flora," bisiknya dengan suara rendah, tetapi penuh ancaman. "Kau tidak akan menang melawanku."

Tangisan Flora semakin keras, tubuhnya terasa semakin lemah. Ia tahu, di bawah kekuatan Lucas, dia tak bisa berbuat banyak. Meski begitu, hatinya tidak ingin menyerah.

Lucas mengangkat tubuh Flora dengan mudah, menggendongnya menuju ranjang hotel yang luas.

Dalam sekejap, dia menghempaskan Flora ke atas kasur putih, membuat tubuh mungil itu sedikit memantul. Flora bahkan belum sempat bangkit ketika Lucas sudah mendekat, menundukkan tubuh untuk mengurungnya di bawah bayangan tubuh kokoh nan besar.

"Kita lakukan malam ini, Flo. Penuhi kamar hotel ini dengan desahanmu, aku mau mendengar seperti apa seksinya suaramu," bisik Lucas.

Lucas mendekatkan wajahnya, menyentuhkan bibirnya dengan penuh gairah ke pipi dan dahi Flora.

Ciumannya terasa panas, sementara Flora hanya bisa memalingkan wajahnya, ketakutan besar menyelimuti dirinya sekarang. Tangannya berusaha menutupi wajahnya, tetapi Lucas terus mendesak, seolah tidak memberi ruang bagi Flora untuk bernapas.

Pria itu menegakkan tubuh, melapas dasi yang lantas ia gunakan untuk mengikat kedua pergelangan tangan Flora.

"Begini lebih baik," gumamnya saat berhasil menyatukan kedua tangan Flora di atas kepala. "Tanganmu itu hanya menggangguku!"

"Aku mohon ... jangan lakukan ini padaku. Tolong jangan siksa aku, aku mohon ...," rintih Flora, yang tentu saja tak mampu meraih rasa iba Lucas.

Lucas menatap Flora dengan senyum menggoda, suaranya rendah bernada dingin. "Kau tahu, Flora, ada sesuatu yang sangat menarik tentangmu. Aku bahkan sudah mengincarmu sejak lama. Sejak ... kematian kedua orang tuamu. Dan baru malam ini aku bisa membawamu setelah menyusup ke dalam hotel itu."

Setiap kata yang keluar dari mulutnya seakan memicu rasa takut yang semakin menguat dalam diri Flora.

Flora tak sanggup menjawab, hanya air mata yang menjadi saksi betapa tersiksanya ia malam ini. Manik bening itu membelalak saat lagi-lagi Lucas mendekatkan wajah padanya, kali ini lidah hangat itu menyapu leher jenjangnya.

"Tunggu ... jangan!" serunya dengan nada panik, dadanya berdegup kencang.

Flora berusaha menggerakkan kakinya, tetapi lagi-lagi Lucas langsung menindih dan membuatnya kembali tak berdaya.

Ciuman itu turun ke bahu, sedikit gigitan kecil hingga menimbulkan bercak merah yang Lucas tinggalkan di sana. Flora meraung dalam tangisnya saat Lucas menciptakan banyak kissmark di kulit mulusnya, kulit yang tak pernah tersentuh oleh pria manapun itu kini ternoda oleh Lucas.

"Aaah ...." Flora mendesah tanpa sengaja saat Lucas menggoda telinganya, membuat pria itu terkekeh senang.

"Aku sudah bilang, kan? Kau akan suka dengan permainanku malam ini," bisik Lucas, sambil terus menyapu telinga mungil itu menggunakan lidah hangatnya.

Flora sekuat mungkin menggigit bibir bawahnya, tak peduli sakit dan perih. Yang penting baginya, jangan sampai desahannya lolos lagi.

Dengan gerakan cepat, Lucas merobek dress hitam yang membalut tubuh Flora, membuat kain itu koyak dan jatuh, menampakkan tubuh mungil yang kini hanya terbalut underwear.

Flora tertegun, seluruh wajahnya memerah karena malu dan ketakutan.

"Berhenti, Lucas! Ini tidak benar!" teriaknya di sela-sela isak tangis.

"Apanya yang tidak benar, hm?" tanya Lucas sambil tangannya menyusup ke balik punggung, melepas tautan kain penyangga buah dada.

Lucas melemparkan kain itu, bersamaan dengan Flora yang memalingkan wajah saat dua gundukan sintalnya terekspos di hadapan pria asing.

"Wow ... sepetinya masih ranum. Apa belum ada pria lain yang menyentuhnya?" Lucas mengelus pucuk merah di atas gundukan sintal itu, ibu jari dan jari telunjuknya bergerak memilin dengan lembut. "Aku suka bentuknya."

Entah sudah sebanyak apa air mata yang tumpah, Flora tak peduli. Bahkan jika bisa, ia ingin pingsan saja daripada harus menahan semua penderitaan ini.

Setiap inci tubuhnya disentuh oleh pria asing, membuatnya merasa sangat ternoda.

Lucas mengulum buah dada sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas buah dada sebelah kiri.

"Jangan perlakukan aku seperti ini, aku mohon ... apa kau tidak punya adik perempuan, atau saudara perempuan? Ibumu perempuan, kan? Bagaimana kalau mereka ada di posisiku, apa kau tidak sakit hati?! Aku sebatang kara, tidak punya siapa-siapa. Dan kau dengan teganya merenggut mahkotaku," bisik Flora, suaranya serak lantaran terlalu banyak menangis.

Lucas menghentikan gerakannya, alisnya terangkat sebelah dengan pandangan menukik tajam. "Harus berapa kali aku ingatkan kalau kau itu jaminan utang mendiang orang tuamu. Bahasa kasarnya, kau sudah dijual padaku dan kau adalah barang yang ku beli!"

Lucas mengatakan itu sambil kedua tangannya terus meremas dua gundukan sintal yang menggantung indah di dada Flora, ia tak mempedulikan ribuan air mata yang menetes di pipi tirus itu.

Lucas beranjak turun, menarik kain segitiga yang menutupi inti tubuh Flora. Jemarinya bergerak cepat melepas kain itu, lantas melemparkan asal ke lantai.

Ia melirik Flora yang kini memejamkan mata, tetapi air mata masih bisa mendesak keluar.

Lucas tak peduli, ereksinya sudah sangat naik malam ini. Tanpa berlama-lama lagi, ia mendekatkan wajah pada pangkal paha dan mulai mengaduk area kewanitaan Flora hingga basah dan lembab.

"Sshhh ...!"

"Jangan ditahan, Flo. Mendesahlah, suaramu sangat seksi," bisik Lucas.

Lidahnya terus berputar, menusuk-nusuk di dalam sana dan sesekali Lucas memberikan gigitan kecil pada benjolan kecil seperti kacang di dalam sana.

"Ooough ... Aaahhh ...." Flora mendesah panjang tanpa bisa ditahan, diiringi isak tangis yang semakin meledak.

Tubuhnya menggelinjang hebat saat cairan cintanya tumpah karena ulah Lucas. Deru napasnya tersengal-sengal, kepalanya mendadak pusing detik itu juga.

Tak ingin menunggu lebih lama, Lucas langsung menanggalkan semua pakaian yang ia kenakan. Lantas memasukkan ereksinya yang sudah menegang sempurna ke dalam inti tubuh Flora.

"Aah ... Fuck! Sempit sekali, Flo!" racaunya, sambil terus mendorong miliknya agar bisa masuk.

Hingga akhirnya selaput dara itu robek juga, Lucas membenamkan ereksinya di dalam liang kewanitaan Flora.

Desahannya beriringan dengan tangisan Flora, seakan itu adalah sebuah musik yang mengalun indah di telinganya.

"Kau harus mengandung benihku, Flo!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LEP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LEP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dulu Aruna diusir dan dicaci sebagai pembawa sial yang tidak diinginkan. Luka hatinya kian dalam saat perasaan tulusnya pada Nathan hanya dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali dengan identitas baru dan kepribadian yang jauh berbeda. Takdir mempertemukannya lagi dengan sang CEO yang dulu menolaknya. Kini, Aruna siap menjalankan misi balas dendam demi menghancurkan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
El Barack Gunadhya Nagara terpaksa membeli Bellina Devanka Ammari dari bibinya demi memenuhi tuntutan kakeknya akan pewaris Nagara Group. Dalam pernikahan singkat yang penuh penderitaan ini, Bellina harus merelakan hubungannya dengan Kevin Sanjaya. Meski batinnya tersiksa karena hanya dianggap sebagai mesin penghasil keturunan, situasi mulai berubah saat El menjadikannya sosok spesial. Akankah Bellina tetap pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya?
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
William Samsons MacRay, arsitek ternama berusia 37 tahun, tak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan saat tertimpa sial di bandara. Emmy, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta, ternyata adalah karyawan baru di perusahaan milik William. Ketertarikan mendalam membuat William selalu membawa Emmy dalam perjalanan bisnis dunianya hingga hubungan mereka berkembang menjadi sugar daddy dan baby. Namun, perjodohan dari orang tua William mengancam cinta beda usia ini.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Lima tahun Anya menyamar jadi wanita miskin demi mendanai kesuksesan Bima sebagai CEO teknologi. Namun, Bima justru membawa Katrina dan mengkhianati Anya. Setelah dipermalukan di lelang bawah tanah agar tunduk, Anya mendengar pengakuan kejam bahwa dirinya hanyalah pengganti Katrina. Bima tak sadar bahwa Anya adalah investor rahasia di balik kekayaannya. Saat hubungan mereka hancur, Anya memutuskan menghubungi Kian untuk segera menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Claudya terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan miliarder ternama asal Eropa. Namun, kehidupan barunya justru penuh penderitaan karena sang suami menjadikannya pelampiasan rasa sakit hati akibat ditinggalkan mantan kekasih. Meski raga dan jiwanya sempat terpikat, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan untuk pergi menjauh demi mengakhiri segala kepedihan dalam hubungan yang tidak berlandaskan cinta tersebut.