Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia si Fotografer

Rahasia si Fotografer

Berprofesi sebagai fotografer privat, pria ini terbiasa menerima imbalan berupa keintiman fisik dari para mahasiswi yang menggunakan jasanya. Suatu hari, ia mendapat pesanan untuk mengambil foto pranikah sepasang kekasih. Namun, situasi berubah ganjil ketika malam tiba dan sang calon pengantin wanita justru mengajaknya tidur bersama. Ia pun mulai curiga bahwa calon suami wanita itu sebenarnya tidak mampu membayar biaya jasanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku merupakan seorang fotografer privat, banyak mahasiswa perempuan memakai jasaku untuk melakukan pemotretan. Sebagai imbalannya, mereka membayarku dengan tubuh mereka.

Suatu hari, aku mendapat tawaran melakukan pemotretan pranikah untuk sepasang calon pengantin. Namun, ketika malam tiba, si calon pengantin wanita malah mengajakku tidur bersama ....

Jangan-jangan, calon suaminya tidak mampu membayar biaya pemotretan?

"Pertahankan posisinya, jangan bergerak!"

Di depan kamera sudah ada seorang gadis memakai kostum seragam sekolah sedang duduk sambil agak mendongakkan kepala. Tubuhnya condong ke depan dan menatap kamera dengan tatapan malu-malu tapi menggoda.

Aku berdiri di sampingnya, dan dari posisiku sekarang, aku dapat melihat bra berdesain beruang kecil yang sedang dia kenakan.

Belum lagi lekukan tubuhnya yang begitu menakjubkan.

Cekrek! Aku menekan tombol foto.

"Bagus sekali, ekspresi dan posenya sangat pas, sangat cantik."

Gadis di depanku itu bernama Sari Handoko, seorang mahasiswi dari kampus yang ada di dekat sini.

Dia mengamati hasil foto barusan dengan tatapan kagum. Dia foto tersebut dia terlihat bergaya polos dan imut layaknya seorang selebgram.

"Ini semua berkat bimbingan Kak Adam."

Gadis muda itu berkata pelan sambil menundukkan kepala.

Aku tertawa keras, "Sudah, sudah. Kemampuan memfotoku nggak sebaik itu, kamu memang dasarnya sudah cantik."

Wajah Sari sontak memerah. Seorang pelayan lalu mengarahkannya ke kasir usai melakukan pemotretan barusan.

Sementara itu, aku segera berjalan ke pojok ruangan untuk duduk dan merokok.

Aku membuka studio foto di dekat rumah setelah lulus. Tempatnya memang tidak besar, tapi bisnisku ini berjalan lancar karena tidak mematok biaya foto yang mahal dan pelayanan yang memuaskan.

Akhir-akhir ini, banyak orang ingin menjadi selebgram, makanya aku menyiapkan berbagai jenis pakaian di lemari. Ada seragam sekolah, baju tradisional, gaun mini, dan berbagai macam stoking baik yang warna hitam atau putih, semuanya lengkap.

Makin kesini makin banyak mahasiswi yang datang ke sini karena tertarik.

Aku bergegas menghabiskan sebatang rokok tadi, lalu hendak kembali melanjutkan pekerjaan.

Tapi begitu aku mengangkat kamera, asistenku, Winda, tiba-tiba menghampiriku dengan tergesa.

"Bos, ada sedikit masalah."

"Ada apa?"

"Ah, itu, Sari yang tadi, dia sudah lama di meja kasir tapi masih belum bayar .... Apa Bos bisa pergi memeriksanya sebentar?"

Ketika baru sampai di meja kasir, aku langsung mendengar suara tangisan Sari yang sepertinya merasa tersudutkan.

"Sudah kubilang kalau aku pasti akan bayar, tapi aku butuh waktu!"

"Nona Sari, kami nggak menerima hutang di sini."

"Aku nggak bermaksud hutang!"

Sari sedang berdebat dengan pelayan di kasir, kedua matanya sudah tampak memerah.

Begitu melihat kehadiranku, dia seperti menaruh sebuah harapan.

"Kak Adam!" Sari menarik lenganku, "Aku ...."

"Aku sudah dengar semuanya." Aku kemudian menenangkannya, "Kamu boleh bayar pakai uang nanti, tapi ...."

"Kak Adam, aku paham kok peraturan di sini!"

Sebelum aku selesai bicara, Sari sudah lebih dulu menyodorkan sebuah kartu padaku.

Wajahnya tampak memerah saat mengatakan, "Aku tunggu Kakak di tempat ini malam ini."

Dia langsung berlari pergi usai berkata demikian.

Aku menatap kartu di tanganku sambil membatin, 'Ah, lagi-lagi harus aku yang pergi ke sana.'

Aku sudah membuka studio foto ini selama tiga tahun. Ada banyak mahasiswi yang tidak bisa langsung membayar setelah melakukan pemotretan. Namun, tentu saja tidak ada yang gratis di dunia ini.

Semua orang tentu paham maksudnya.

Membayangkan tubuh mulus Sari membuat bibirku jadi kering, aku sampai menggigit bibirku sendiri.

Aku meletakkan kartu pemberiannya tadi di atas meja kasir, dan memilih membiarkannya.

Usai menyelesaikan pekerjaanku dan menutup studio, aku berjalan menuju ke lokasi Hotel Melati.

Kamar 808.

Aku mengetuk pintu kamar dua kali, dan Sari kemudian muncul membukakan pintu untukku.

Dia mengenakan seragam sekolah dan mengikat dua rambutnya. Pakaiannya terlihat lebih tipis daripada yang ada di studio, dan terlihat lebih menggoda.

Aku berusaha menahan gejolak dalam tubuhku, lalu bertanya, "Kenapa kamu menyuruhku datang ke sini malam-malam begini, Sari?"

"Kak Adam, Kakak kan juga sudah tahu apa alasannya!"

Sari menjawab dengan suara yang terdengar centil. Dia kemudian menarikku masuk kamar dengan wajah malu-malu.

Kamar tersebut terlihat remang-remang.

Sari menari di depanku dengan mengenakan seragam, dia juga menunjukkan berbagai pose memukau.

Posenya memang sama dengan saat pemotretan tadi, tapi kali ini benar-benar membuat darah terasa mengalir lebih kencang.

Sari menarik tanganku dan mengarahkannya ke dadanya.

"Kak Adam, tolong pelan-pelan ya nanti. Ini pengalaman pertamaku ...."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B39558" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B39558
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Leana terpaksa menggantikan kakaknya, Sasmita, yang kabur di hari pernikahan dengan Elvano Mahendra. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, Leana terus disalahkan oleh suaminya yang dingin. Ia sadar dirinya bukanlah wanita idaman Elvano. Saat Sasmita kembali, kesabaran Leana habis hingga ia menuntut cerai. Namun, Elvano justru menolak melepaskannya meski kekasih lamanya telah pulang. Mengapa Elvano bersikeras mempertahankan Leana di sisinya?
Sampul Novel Cinta Palsu Suamiku
8.8
Kehidupan pernikahan Anisa dan Aldi yang dikaruniai dua buah hati, Luna dan Syailendra, terusik oleh campur tangan sang ibu mertua, Lastri. Sikap Aldi yang selalu memprioritaskan ibunya di atas kepentingan anak dan istrinya membuat Anisa merasa bahwa kasih sayang suaminya hanyalah kepalsuan belaka. Merasa tidak lagi dihargai, Anisa akhirnya mengambil langkah tegas untuk menggugat cerai Aldi. Akankah perpisahan ini menjadi akhir dari penderitaannya?
Sampul Novel Cinta Terlarang: "Ayah Angkatku" yang Mencuri Hatiku
8.5
Di pesta ulang tahun Cathleen Kirby, sebuah momen manis terjadi saat ia menggenggam tangan Jerald Dobson, sahabat ayahnya. Namun, tragedi kebakaran hebat seketika memusnahkan keluarga Kirby, menyisakan Cathleen dan kakaknya, Gabriel. Saat kerabat serakah mengincar harta warisan mereka, Jerald muncul sebagai pelindung. Ia mengirim Gabriel ke luar negeri dan membesarkan Cathleen sendirian. Kini, Jerald menjadi satu-satunya pusat dunia bagi Cathleen.
Sampul Novel Kejatuhan si Primadona Kampus
9.6
Sebagai primadona kampus dengan citra murni, aku menyembunyikan rahasia besar sejak masa puber bahwa tubuhku berbeda. Aku mengidap penyakit aneh yang membuat hasratku terus tumbuh tak terkendali setiap hari. Tidak ada yang tahu rahasia ini sampai sahabatku sendiri memergoki kondisi fisikku yang dipenuhi nafsu. Kejadian mengejutkan tersebut akhirnya mendorong sahabatku untuk membawaku pergi ke sebuah tempat misterius.
Sampul Novel Kutukar Hidupku untuk Kalian
8.7
Menghadapi gagal ginjal stadium akhir, harapan wanita ini pupus saat ginjal yang cocok untuknya justru diberikan sang suami kepada adiknya. Ia memilih keluar dari rumah sakit dan menyerahkan seluruh hartanya pada sang adik demi senyum orang tuanya. Ia bahkan membiarkan suaminya merawat adiknya, dan merelakan anaknya memanggil sang adik dengan sebutan "ibu". Ketika semua keinginan mereka telah terpenuhi, mengapa kini penyesalan justru datang menghampiri mereka?
Sampul Novel Menggerebek Suami Dan Selingkuhannya
8.8
Maura tak tinggal diam saat mendapati suaminya berkhianat. Alih-alih meratap, ia justru memanggil warga untuk menggerebek dan memaksa pasangan gelap itu segera menikah. Sang suami dan selingkuhannya merasa sangat bahagia karena impian mereka bersatu terwujud dengan mudah. Namun, mereka tidak menyadari bahwa semua itu adalah bagian dari rencana cerdik Maura untuk menghancurkan hidup mereka lewat cara yang paling mematikan dan tak terduga.