
Rahasia Dalam Dendam
Bab 3
Kebiasaan keluarga Nugraha pada malam hari adalah berkumpul di ruang keluarga sambil bersantai menyantap cemilan, mengobrol manis atau sekedar menonton film bersama.
Seperti saat ini ketiganya duduk di sofa besar dengan secangkir teh. Hazel bergelayut manja di lengan Elviro dan Gama duduk di samping ayahnya.
"Sekarang kamu sudah punya pacar ya?" Celetukan Elviro sukses membuat Gama yang fokus memperhatikan film seketika buyar dan langsung menoleh dengan keterkejutan.
"Papa tahu dari mana?"
"Kamu lupa, Gama? Keluarga kita ini tidak lepas dari publik, banyak orang yang ingin mengetahui kehidupan kita, makanya kalau nembak cewek jangan di tempat umum, itulah yang terjadi pasti langsung, bom ... viral," sambung Hazel menggebu.
Niat hati ingin suasana romantis, malah ternyata ada saja tangan usil yang memfoto mereka dan menyebarkan ke sosial media bahwa Gama Yoga Wardhana telah memiliki pacar setelah lama jomblo. Sekarang Aurora pun akan ikut disorot.
"Dia sangat cantik dan begitu menawan. Kapan mau mengenalkan kepada kami?" Tanya Elviro menggoda anak lelakinya.
Gama nampak malu ketika orang tuanya membahas tentang Aurora. Ia tidak bisa menyembunyikan senyum dan rona di wajah.
"Iya, kapan mau dikenalkan ke papa dan mami?"
"Nanti akan Gama kenalkan Pa, Mi," jawabnya kemudian.
Elviro merangkul bahu Gama. "Jaga dia dan jangan pernah menyakitinya. Kalau bisa jangan terlalu lama pacaran, jika sudah merasa saling cocok segeralah nikahi dia. Laki-laki itu harus gentle," pesan Elviro yang diangguki Gama.
Ia sangat malu selalu digoda oleh orang tuanya. Suasana keluarga yang nampak bahagia. Saling bercanda kecil, kehangatan inilah yang bisa dirasakan di malam hari.
Tak berselang lama Gama segera pamit ke kamar. Setelah membicarakan Aurora ia tiba-tiba jadi merindukan gadis manis itu.
Gama lekas menelepon. Panggilan pertama gagal. Tetapi ia tetap mencoba sampai pada panggilan ke tiga kali masih belum terhubung juga.
"Sepertinya Aurora sudah tidur. Aku tidak boleh egois sampai mengganggu tidurnya. Ayolah Gama, tahan rindumu," ucapnya dengan tersenyum.
Padahal belum 24 jam, nama Aurora terus menggema di kepala. Mungkin inilah yang dinamakan lagi kasmaran. Selalu ingin setiap saat bersama wanita pujaan hati.
Segila ini Gama mencintai Aurora.
Wajar, karena ia bukanlah lelaki yang mudah jatuh cinta. Hanya Aurora yang mampu membuatnya terpikat begitu dalam, apalagi telah berhasil cinta pertamanya.
"I love you, sayang. Good night." Gama berbicara sendiri dalam posisi telentang. Menutup mata dengan bayangan wajah Aurora yang tersenyum kepadanya.
Di tempat lain Aurora juga tengah berbaring di tempat tidur. Sejak tadi ia mendengar bunyi ponsel, hanya memperhatikan saja tanpa ada niat ingin mengangkat. Melihat nama Gama yang terpampang di layar ia malas untuk mengangkat telepon tersebut.
Memikirkan Gama, Aurora jadi teringat sesuatu yang dulu sempat terpikirkan, tetapi karena ada hal lain yang lebih penting dilakukan, ia menunda rasa penasaran itu. Sekarang saatnya untuk menyelidiki.
"Bibi pernah mengatakan jika ibuku adalah istri pertama Elviro. Seharusnya umurku lebih tua daripada kak Gama, tapi kenyataannya kak Gama lebih tua dariku. Ada apa sebenarnya?"
Dia sempat terkejut ketika Gama mengatakan berusia 32 tahun sewaktu mereka PDKT. Padahal awalnya Aurora mengira usia Gama sangat jauh lebih muda, anggapan tersebut ternyata tidak benar. Ada perbedaan usia delapan tahun di antara mereka.
Ia yakin sekali bisa menemukan kebingungan ini di dalam media sosial. Aurora berselancar mencoba mengetahui apa yang terjadi. Siapa Gama sebenarnya?
"Bibi tidak mungkin berbohong, ada yang menjanggal tentang identitas Gama."
Perempuan itu terus fokus mencari berita yang diinginkan, berharap bisa menemukan yang dicari.
Ini sudah sangat lama pasti ada yang tenggelam dan telah dihapus. Aurora tidak menyerah sebelum apa yang diinginkan didapatkan. Saking gigihnya menjadi orang yang pantang untuk menyerah.
"Ketemu," ucapnya senang, menemukan sebuah berita klarifikasi Hazel mengenai Gama.
Secepat kilat Aurora membuka video tersebut. Wajah sedih Hazel begitu kentara. Tidak bisa dipastikan apakah itu benar atau hanya kepuraan Hazel semata.
"Menjawab dari banyaknya pertanyaan netizen mengenai Gama dan siapa saya sebenarnya. Kenapa tiba-tiba hadir setelah satu minggu kepergian istri dan anak mas Elviro. Kalian memang berhak mempertanyakan itu. Demi agar tidak ada kesalahpahaman saya akan menceritakan apa hubungan saya, Gama, dan Elviro."
Aurora menatap layar dengan sangat fokus, tidak sabar untuk mengetahuinya. Di video itu nampak Hazel menghembuskan nafas panjang sebelum kembali mulai bercerita.
"Saya adalah Hazel Maeva, saya istri pertama mas Elviro dan Gama adalah anak saya dan mas Elviro."
Deg!
Ia begitu terkejut mendengar cerita tersebut, sangat bertentangan dengan cerita Irena.
Selama ini Aurora hanya mengetahui dari cerita sang bibi. Baru sekarang mencoba mencari tahu sendiri. Ia menghabiskan banyak waktu memulai bisnis butik dan mendekati Gama. Serta beberapa informasi yang menurutnya penting saja.
Begitu ada video klarifikasi, Aurora sungguh kebingungan. Siapa yang benar?
"Kalian pasti bingung karena yang kalian tahu selama ini Salena lah istri pertama Elviro dan Freya anak satu-satunya."
"Kalian salah, Salena istri kedua mas Elviro yang dinikahi secara agama dan negara. Sedangkan saya hanya istri siri dari mas Elviro. Saya yang pertama tapi harus membesarkan hati untuk menerima jika hanya Salena yang diakui oleh negara sebagai istri mas Elviro." Hazel menangis, cerita yang cukup menyedihkan.
"Selama bertahun-tahun, saya dan Gama harus selalu mengalah, tapi tidak papa, saya ikhlas atas takdir yang harus dijalani. Mungkin kalian akan kembali bertanya kenapa saya hanya dinikahi secara siri oleh mas Elviro"
"Kami berdua saling mencintai. Bahkan telah berjanji akan selalu bersama selamanya. Cinta kami tidak berjalan mulus. Ibu mas Elviro, Akila tidak pernah menyetujui hubungan kami. Maka dari itu mas Elviro memaksa untuk menikahi saya secara diam-diam."
"Awalnya saya tidak mau, tapi mas Elviro terlihat begitu sedih, dia mengatakan dia tidak bisa hidup tanpa saya. Saya pun juga tak bisa hidup tanpa dirinya itulah kenapa kami akhirnya menikah hanya di mata agama saja agar pernikahan ini tidak terendus oleh media dan diketahui oleh tante Akila."
Aurora mengusap wajah, cerita Hazel sangat masuk akal. Semakin ke sini entah kejutan apalagi yang harus diterima.
Hanya ada tiga kemungkinan, bibinya berbohong, Hazel yang berbohong atau bibinya juga tidak tahu tentang Hazel sebagai istri pertama Elviro. Ia memijit kepala, pusing sekali memikirkan banyak hal dalam satu waktu.
Aurora kembali mendengar kelanjutan cerita Hazel. Semuanya akan ditonton tanpa ada yang di skip.
"Salena mengetahui kebenaran itu bahkan sebelum menikah dengan mas Elviro. Dia tetap nekad meski telah dijelaskan jika mas Elviro sama sekali tidak menyukai dan mencintainya. Akila lah yang menjodohkan Salena dengan mas Elviro."
"Saya pikir Salena begitu mencintai mas Elviro, maka dari itulah saya menyuruhnya menikah lagi demi memenuhi keinginan ibunya. Lagi dan lagi saya dan Gama harus mengalah. Kadang sedih ketika mas Elviro harus memberikan waktu lebih banyak untuk Salena dan Gama sering merindukan ayahnya."
"Saya berusaha ikhlas karena memiliki mas Elviro sebagai suaminya saya sudah lebih dari cukup. Hidup ini begitu berwarna dengan kehadiran Gama meski mas Elviro tidak bisa sering menghabiskan waktu bersama kami dan saya mencoba mengerti akan hal itu."
Hazel mengelap air mata dengan tisu, sangat terlihat begitu sedih. Aurora tidak bisa mempercayai begitu saja cerita Hazel, ia harus memastikan terlebih dulu.
"Saya pikir Salena tulus mencintai mas Elviro, ternyata dia hanya menginginkan harta mas Elviro."
Aurora membuka mulut dengan penuh keterkejutan. "Apa-apaan ini. Ibuku tidak mungkin seperti itu," gumamnya kesal.
Ada keraguan muncul, seandainya cerita itu benar apakah dia mesti berbalik arah mendendam ibunya?
Anda Mungkin Juga Suka





