Sampul Novel Rahasia Aneh Para Suami

Rahasia Aneh Para Suami

8.1 / 10.0
Dalam Rahasia Aneh Para Suami, seorang istri terjebak antara cinta pada suami mapan dan hasrat yang tak terpuaskan. Romance novel ini menyajikan misteri gelap di balik pernikahan modern yang sempurna. Akankah ia bertahan atau memilih jalan pengkhianatan? Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Ringkasan Rahasia Aneh Para Suami
Kehidupan pernikahanku dengan pria mapan yang lembut semula terasa sempurna. Namun, di balik kasih sayangnya, tersimpan rahasia yang mengusik batin. Setelah malam-malam penuh gairah mendadak sirna, aku terjebak dilema antara kesetiaan dan hasrat yang tak terpenuhi. Saat mulai mencari pelarian, aku justru menemukan misteri gelap yang lebih dalam dari sekadar fisik. Kini aku harus memilih: bertahan dalam cinta yang hampa atau menempuh jalan penuh pengkhianatan.
Baca Selengkapnya

Rahasia Aneh Para Suami Bab 1

PRANG!

Suara kaca pecah membuatku terlonjak dari kamar. Hati berdegup kencang, aku segera melangkah keluar. Di halaman, ibu dan ayahku sudah muncul, wajah mereka tegang. Rizky dan Ridho ikut berdiri di samping mereka, matanya membesar melihat keributan yang tak biasa.

Di depan rumah Pak Jaya, Andri berdiri dengan bambu di tangan, wajahnya merah padam, amarahnya menyala seperti api yang siap membakar. Tubuhnya gemetar, napasnya tersengal-sengal, matanya menatap tajam ke bapaknya Fitri.

"Ini apa-apaan! Lu sudah menghina gue? Menghancurkan hubungan gue dengan Fitri, anak lu yang sudah gue bina selama dua tahun?!" teriak Andri, suaranya menggema di halaman, membuat beberapa tetangga menoleh penasaran. Andri memang arogan.

Fitri berdiri di pintu, bibirnya tampak gemetar, matanya berkaca-kaca. Ia menunduk, tak berani menatap Andri, seolah terperangkap antara cinta dan kewajiban pada keluarganya. Tubuhnya tampak kecil, rapuh di tengah keributan yang begitu besar.

Pak Jaya, ayah Fitri hanya diam, menunduk, wajah pucat. Ayah dan ibuku tampak menahan diri, sepertinya tak ingin menambah keributan. Napas semua orang terasa tercekat; bahkan beberapa tetangga mulai berkumpul di halaman, menyaksikan adegan dramatis itu, bergumam pelan dan saling menatap.

Andri melangkah maju, bambu di tangannya bergetar karena kemarahan yang tak tertahan.

"Lu pikir cuma Haji Atma aja yang berhak bahagia! Gue gak bakal diam? Fitri bukan barang yang bisa lu jual-belikan Jaya!" teriaknya lagi, suara kerasnya membuat beberapa jendela rumah seolah ikut bergetar.

Aku menahan napas, jantung berdegup kencang, merasa seperti menonton pertunjukan yang terlalu nyata, menegangkan, dan... menyedihkan. Dunia yang selama ini terasa aman dan biasa, mendadak berubah kacau hanya dalam beberapa detik.

Andri melangkah lebih dekat, hampir menepuk bahu Fitri, tapi ditahan oleh beberapa lelaki dewasa.

"Fitri, kamu bilang cinta... tapi kenapa bisa secepat ini diberubah ke Haji Atma? Kamu tak peduli perasaanku, Fitri!" suaranya pecah, menembus malam yang sunyi, seolah menahan tangis dan kesal.

Fitri hanya bisa menunduk, air matanya bercucuran di kedua pipinya.

"Aku... aku... aku harus menurut... keluargaku, Ndri... Maafkan aku..." ucapnya pelan, nyaris tak terdengar.

PRANG!

Sekali lagi suara benda keras menghantam sesuatu-mungkin sisa kaca. Andri mengamuk, tubuhnya seakan meledak dalam amarah yang lama tertahan. aku, yang menyaksikan dari kejauhan, merasakan jantungnya berdetak kencang. Dunia kampung yang biasanya tenang, kini berubah menjadi panggung ketegangan penuh emosi yang sulit dipercaya.

Tiba-tiba terdengar suara lantang seorang bapak-bapak, Bang Karta, memotong keributan.

"Andri... tenang, jangan macam-macam di sini!" serunya, berusaha menenangkan Andri yang masih memegang bambu dengan tangan gemetar.

Namun Andri tak mengalah. Matanya masih menyala merah, amarahnya meledak-ledak. "Gue nggak mau tenang! Kalian pikir bisa seenaknya menghancurkan gue begitu saja?!" bentaknya, suaranya mengguncang udara sore itu.

Bang Karta melangkah lebih dekat, mencoba meredam kemarahan Andri. Tapi Andri tiba-tiba menepis tangan Bang Karta, tubuhnya kaku menahan rasa ingin meledak. Kedua lelaki itu saling menatap, napas saling memburu, seolah siap saling bentak atau lebih buruk lagi.

Tak ayal, keributan pun meluas. Warga kampung yang awalnya cuma menonton, mulai berteriak-teriak, berusaha melerai dan menenangkan kedua kubu.

"Eh, jangan sampai berantem di sini!" terika seseorang.

"Tarik si Andri bawa pergi!" teriak yang lainnya.

"Bang Karta, hati-hati!" seru seorang Bapak, suasana mendadak cheos.

Dalam sekejap, Andri ditarik menjauh oleh beberapa pemuda yang mencoba menahannya, tapi ia tetap menolak, berusaha membebaskan diri sambil terus berteriak. Sementara Bang Karta juga ditarik ke belakang oleh kelompok lain, wajahnya tegang, mulutnya masih berteriak menenangkan Andri.

Aku berdiri terpaku, jantungku berdegup kencang, merasa dunia di sekitarku mendadak gaduh dan tak terkendali. Suara teriakan, bentakan, dan gerakan panik warga bersatu jadi kekacauan yang membuat napasku tercekat. Semua terjadi begitu cepat, dan aku hanya bisa menonton dari dekat rumahku, tak tahu bagaimana ini akan berhenti.

Beberapa tetangga mulai mendatangi dan menenangkan orang tua Fitri. Namun kemarahan Andri belum mereda, dari kejauhan dia masih berteriak-teriak di antara kerumunan pemuda yang menahannya. Ia menatap rumah Fitri sekali lagi, wajahnya penuh kecewa, lalu berbalik dan berjalan menjauh, langkahnya berat, meninggalkan kerumunan dan susana yang mencekam di halaman.

Pak Jaya masuk ke rumah, juga Fitri, diikuti beberapa orang. Fitri menangis tersedu-sedu. Aku tetap berdiri di tempatku, menyaksikan drama yang baru saja terjadi. Hati kecilku bergetar, merasa sedih sekaligus lega karena diriku belum terlibat langsung, tapi aku tahu, hidup orang-orang di sekelilingku kini berubah, dan konflik ini baru permulaan dari kisah yang lebih rumit.

Aku segera masuk ke rumah dan mendekam di kamarku, menutup pintu perlahan, tapi suara-suara di halaman masih terdengar jelas. Beberapa tetangga saling bergumam, nada mereka campur antara heran, kesal, dan seakan menyalahkan Andri.

"Dasar cowok nggak tahu diri, pacaran sama Fitri tapi nggak mau bantu orang tuanya." Terdengar suara seorang bapak tetangga, agak lantang.

"Kerjanya cuma ngojek doang, males ikut nyangkul atau bantu orang tua di sawah, kebun... dasar pemuda sekarang!" sahut yang lain, nada mencemooh.

Aku menelan ludah, dada terasa sesak. Suara mereka nyaris sepenuhnya mengkritik Andri, tapi sesekali terdengar suara kecil yang mencoba membela, nyaris tak terdengar di tengah keributan.

Aku memandang keluar jendela sebentar, mencoba menangkap bayangan orang tuaku. Tapi rupanya ayah, ibu juga kedua adikku maish di rumah orang tua Fitri. Mungkin masih menenangkan situasi atau memberi dukungan moral kepada keluarga Fitri.

Aku menunduk sedikit di balik tirai, hati berdebar-debar, tapi kupaksa tetap diam. Suara-suara dari samping kamarku terdengar jelas, meski bercampur tawa kecil dan gumaman.

"Sebenarnya Haji Atma juga keterlaluan, sih. Padahal nunggu dulu Neng Fitri lulus sekolah, tinggal setahun lagi. Baru aja dia naik ke kelas tiga," suara seorang wanita terdengar lirih, seperti takut terdengar orang lain.

"Mungkin udah nggak kuat, pengen segera belah duren sama perawan, hihihi," timpal suara lainnya, disertai tawa tipis.

"Ya, bisa jadi. Kan udah lima tahun dia ngeduda sejak ditinggalin istrinya," sahut yang lain lagi, nada setengah tak percaya.

Aku menahan napas, merasakan campuran geli dan cemas di dada. Suara mereka makin jelas.

"Heran ya, Haji Atma kan uangnya banyak, kenapa harus maksa Neng Fitri. Kenapa nggak cari yang perawan udah siap berumah tangga atau janda aja sekalian. Kan harus ngurus anak-anaknya juga," suara wanita itu terdengar lagi setengah menggerutu.

"Iya sih. Tapi katanya ada sangkut paut sama urusan utang. Pak Jaya udah lama nggak bisa bayar utang ke Haji Atma," tambah yang lain.

"Emang berapa sih utangnya?" Seseorang kepo, seolah mewakili perasaanku.

"Kurang tahu. Mungkin besar makanya nggak bisa bayar," sahut suara terakhir, seakan menutup pembicaraan.

Aku menarik napas panjang, dada terasa sesak. Semua percakapan itu seperti membuka tabir rahasia yang selama ini Fitri bisikan padaku dengan samar-samar. Dan tiba-tiba, aku sadar bahwa Fitri, teman sebaya yang biasa kuanggap ceria dan mandiri, kini tengah berada di tengah pusaran urusan yang begitu rumit, antara utang, tekanan sosial, dan kehendak orang tua.

Aku menunduk lagi, mencoba menenangkan diri, tapi rasa penasaran tetap menggantung di hati. Suara mereka perlahan mereda, tapi bayangan Haji Atma dan Fitri terus menempel di pikiranku, menimbulkan keresahan yang aneh sekaligus menegangkan.

Aku duduk di tepi tempat tidur, hati berdebar. Dari kamar pun, aku masih bisa merasakan ketegangan di halaman, perseteruan antara Andri dan keluarga Fitri juga tetangga lainnya. Dan bagaimana Fitri kini berada di tengah pusaran yang tak bisa ia kendalikan. Semua terasa nyata, seolah aku ikut terseret dalam drama yang rumit ini, meski hanya menjadi pengamat.

Sebagai sahabat paling dekat Fitri, aku tahu persis siapa Andri. Pemuda itu terlalu banyak gaya, malas bekerja, dan sukanya poya-poya. Punya uang sedikit, habis dipakai minum-minum atau nongkrong dengan teman-temannya. Selama pacaran dengan Fitri, jangankan membantu orang tuanya, membelikan Fitri pulpen saja tidak pernah. Pemarah, egois, dan terlalu percaya diri.

Aku menghela napas pelan, menahan rasa kesal sekaligus prihatin.

Meski begitu, aku juga tidak setuju dengan jalan pintas yang diambil orang tua Fitri: menjodohkan Fitri dengan Haji Atma, lelaki berusia di atas lima puluh, yang bahkan kurasa lebih tua dari ayah Fitri sendiri.

Di satu sisi, aku ingin melindungi Fitri dari Andri. Di sisi lain, aku juga ragu apakah Haji Atma, meski tajir dan berpengaruh, bisa memberinya kebahagiaan. Semua terasa salah dan rumit.

Aku menarik napas panjang, menunduk di kamar, menguping obrolan tetangga sambil merasakan campuran cemas, kesal, dan penasaran. Dunia Fitri, yang selama ini kudengar sebagai kisah manis persahabatan dan cinta muda, kini berubah jadi pusaran tekanan sosial, utang, dan keputusan orang tua yang membingungkan.

^*^

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rahasia Aneh Para Suami

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel Gadis Milik Tuan Mafia
8.7
Akiko harus berjuang melawan Leukemia Myeloid Akut di tengah penderitaan akibat kekerasan fisik orang tuanya sejak kecil. Nasibnya kian terpuruk saat ia jatuh ke tangan Glen Xander Mckenzie, seorang pemimpin mafia kejam yang bertekad menghancurkan bisnis keluarga Akiko. Namun, dinamika antara tawanan dan penculik ini berubah total seiring berjalannya waktu. Glen yang semula dingin justru mulai menaruh hati pada gadis yang seharusnya ia hancurkan tersebut.
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
9.5
Alih-alih bersanding di pelaminan, Beatrice justru meregang nyawa di hari pernikahannya. Bradley, sang calon suami, tega mengurung Beatrice yang terluka di ruang bawah tanah selama sepuluh hari demi membela Michelle, sahabat masa kecilnya. Di hari pernikahan yang gagal, Bradley malah menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh hingga membuat ibu Beatrice tewas terkena serangan jantung. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang telah membusuk, penyesalan mengerikan membuatnya kehilangan akal sehat.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.
Sampul Novel Saya Menjadi Istri Kontraknya, Tapi Dia Ingin Selamanya
8.0
Demi melunasi biaya medis sang nenek, Gianna terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Tristan, pria misterius dari masa lalunya. Gianna mengira hubungan ini murni bisnis dan akan berakhir sesuai kesepakatan. Padahal, Tristan telah memendam cinta padanya selama sepuluh tahun. Saat Gianna bersiap pergi karena merasa hanya sebagai pengganti, Tristan justru menahannya. Ia menegaskan bahwa Gianna adalah satu-satunya wanita yang ia inginkan selamanya.
Sampul Novel Senja di Matamu
8.0
Tiga tahun ketulusan Tania Sane hancur setelah mendengar percakapan telepon rahasia Chaz Limex dalam bahasa Georgia. Chaz menganggap Tania hanyalah pengganti cinta pertamanya, Nina Lopez, yang mirip tujuh puluh persen dengannya. Saat tahu Chaz berniat membuangnya demi Nina yang akan pulang, Tania memutuskan pergi. Dia menghubungi ayahnya, Pak Agus, untuk menyetujui rencana imigrasi dan pernikahan di Prancis dalam waktu satu bulan demi meninggalkan luka tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan