Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menemukan Kebahagiaan Lagi: Ayahku Adalah Pria Paling Berkuasa?!

Menemukan Kebahagiaan Lagi: Ayahku Adalah Pria Paling Berkuasa?!

Malam pernikahan Jasmine hancur setelah ia memergoki perselingkuhan suaminya. Dalam kondisi mabuk, ia salah masuk kamar dan terjebak dalam pelukan pria asing yang ternyata paman suaminya sendiri. Setelah hamil, Jasmine berusaha lari dari pria kejam tersebut, namun ia justru diklaim secara protektif. Saat mantan suaminya memohon kesempatan kedua, Jasmine justru mengungkap hubungan barunya. Sang paman yang berkuasa pun menegaskan bahwa Jasmine kini adalah istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jasmine Pertiwi sedang hamil, tetapi anak itu bukan anak suaminya.

Dia keluar dari ruang konsultasi, kedua tangannya bergetar saat memegang hasil tes kehamilan. Kakinya terasa lemah, dan pikirannya belum pulih dari kejadian tak terduga ini.

Minggu lalu, dia baru saja menikah dengan pacarnya yang sudah menjalin hubungan dengannya selama lima tahun. Namun, pada malam pernikahan mereka, dia mengetahui bahwa suaminya telah selingkuh—ponselnya dipenuhi dengan foto-foto intim dengan selingkuhannya.

Dia minum alkohol karena sedih dan secara tidak sengaja masuk ke kamar hotel yang salah, lalu menghabiskan malam dengan pria asing.

Malam itu, dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas—dia hanya ingat bahwa pria itu memiliki aura yang kuat, hampir mencekik, dan ruangan luas tetapi sangat menyesakkan sehingga dia hampir tidak bisa bernapas.

Keesokan paginya, tanpa berani melihat lebih dekat, dia buru-buru meninggalkan ruangan.

Dia tak pernah menyangka bahwa satu malam yang gegabah akan membuatnya mengandung anak pria itu.

Jasmine tidak tahu harus berbuat apa—cemas dan kewalahan. Dia gelisah bagaikan semut di wajan panas.

Pada saat ini, ponselnya bergetar dan menyadarkannya. Ada sebuah pesan yang datang dari suaminya, Joko Santoso.

"Jasmine, aku sudah tiba di luar rumah sakit, menunggumu."

Setelah membaca pesan itu, dia memasukkan kembali ponselnya ke saku dalam diam dan berjalan menuju lift.

Dia memiliki nafsu makan yang buruk dan sering merasa pusing akhir-akhir ini. Hari ini, dia akhirnya tidak dapat menahan diri untuk tidak datang ke dokter, dan tanpa diduga, dia hamil.

Saat Jasmine keluar dari rumah sakit, hal pertama yang dilihatnya adalah mobil hitam Joko menunggu di tepi jalan.

Sambil menarik napas dalam-dalam, dia bergegas menuju mobil.

Joko keluar dari mobil dan berjalan untuk membukakan pintunya. Dia tampak lebih tampan dan anggun dalam setelan hitamnya yang rapi.

"Apa kata dokter?" tanyanya.

"Hanya sakit perut," ucapnya, suaranya datar.

"Biasanya kamu suka makanan pedas, tapi lain kali kamu harus hati-hati. Kamu tidak bisa makan makanan pedas jika perutmu tidak dalam kondisi baik."

Jasmine mengangguk sedikit. Begitu dia masuk ke dalam mobil, dia mencium aroma parfum wanita yang samar. Joko tidak pernah suka menggunakan pengharum ruangan. Aroma ini hanya bisa berarti satu hal: ada wanita lain yang pernah duduk di mobil ini.

Joko mengulurkan tangan dan mengacak-acak rambutnya dengan lembut. "Aku akan mengantarmu pulang agar kamu bisa beristirahat. Aku perlu kembali ke kantor sebentar."

"Baiklah," gumamnya.

Saat mobil menunggu di lampu merah, Joko menjawab panggilan masuk.

Jasmine bergeser sedikit dan merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang lembut. Dia mengulurkan tangan dan mengeluarkan syal sutra merah muda.

Matanya menyipit, terpaku pada syal itu—tampak terlalu tak asing untuk menjadi suatu kebetulan. Dia pernah melihat syal itu di salah satu gambar di ponselnya.

Ketika Joko menutup telepon, dia menoleh sambil tersenyum hangat. "Jasmine, aku akan mengantarmu pulang dulu, lalu aku akan pergi ke kantor untuk rapat—"

Jasmine memotong ucapannya sambil mengangkat syal itu. Suaranya tajam dan tegas. "Milik siapa ini?"

Mata Joko berkilat panik, tetapi dia menutupinya dengan tawa tegang. "Pasti dari klien tadi pagi. Aku akan mengembalikannya besok."

Dia mengulurkan tangannya ke syal itu, tetapi Jasmine menghindari tangannya dan berkata dengan nada menantang, "Joko, mari kita bercerai."

Joko mendongakkan kepalanya karena tak percaya. "Jasmine, itu hanya syal! Kenapa kamu membesar-besarkannya? Kamu tidak bisa mengucapkan kata 'perceraian' seolah-olah kata itu tidak berarti apa-apa."

Jasmine tertawa dingin dan tak lucu. "Berapa lama lagi kamu akan terus berbohong? Kamu meninggalkanku di malam pernikahan kita demi dia, 'kan?"

Joko menatapnya, tertegun, pandangan bingung terlihat di matanya. "Itu adalah pertemuan di menit-menit terakhir. Ini bukan seperti yang kamu pikirkan."

Jasmine tidak tertarik untuk mendengar alasannya. Suaminya telah mengkhianatinya, dan sekarang dia mengandung anak pria lain. Pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan lagi.

"Demi menghormati tahun-tahun yang telah kita lalui bersama, mari kita akhiri ini dengan damai," ucapnya, nada bicaranya dingin.

Tanpa menunggu jawaban, dia mendorong pintu dan melangkah keluar.

Joko duduk tak bergerak di belakang kemudi, jari-jarinya terkepal begitu erat hingga memutih. Lalu, sambil meraung marah, dia menghantamkan tinjunya ke roda kemudi.

Jasmine pulang naik taksi. Saat dia melangkah ke ruang tamu, matanya tertuju pada foto pernikahan mereka—yang dibingkai sempurna di tengah ruang tamu, mereka berdua tersenyum bahagia. Pemandangan ini sekarang sangat ironis.

Pada malam pernikahan mereka, dia melihat foto-foto tidak senonoh Joko bersama Luna Ramdani, terlibat dalam pose-pose yang mengandung skandal.

Berpikir bahwa Joko benar-benar melakukan hal seperti itu, dia merasa sangat sedih dan marah. Lima tahun masa mudanya hanyalah lelucon!

Jasmine berlutut, tangannya menempel erat di dadanya saat penderitaan yang dipendamnya meluap keluar dalam luapan emosi mentah.

Air mata mengalir deras, menolak untuk berhenti.

Dia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu sebelum isak tangisnya akhirnya mereda. Yang dia tahu hanyalah kekosongan yang mengikutinya.

Joko tiba di rumah larut malam itu.

Jasmine berbaring diam di tempat tidur, menghadap ke arah lain. Saat pria itu menekan punggungnya, dia bergeming. Sebaliknya, dia menutup matanya.

Kulit Joko menahan dinginnya malam saat dia melingkarkan lengannya di sekeliling tubuh Jasmine di atas selimut. "Ayo berhenti bertengkar, Jasmine. Maaf atas kejadian sebelumnya. Itu tidak akan terjadi lagi. Aku mencintaimu."

Jasmine bergeser, menjauh dari sentuhannya.

Joko tertawa kecil, suaranya halus, hampir menggoda. Dia cepat-cepat menanggalkan pakaiannya dan mendekat ke arahnya.

"Ayo kita berhubungan seks malam ini. Haidmu seharusnya sudah selesai sekarang, 'kan?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera adalah wanita menawan yang merasa cukup hidup sendiri tanpa kekasih. Ia memiliki Roma, sahabat masa kecil setia yang selalu siap melakukan apa pun demi dirinya. Namun, prinsip Siera diuji saat bos besarnya yang bernama Xavier muncul di kantor. Meski dikenal sebagai pria angkuh, dingin, dan egois, Xavier perlahan luluh menghadapi kesabaran Siera. Di antara kesetiaan sahabat dan pesona sang atasan, dinamika hidup Siera mulai berubah drastis.
Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel CEO Mengejar Cinta Adik Mafia
8.0
Rio terjebak dalam pusaran dendam yang berubah menjadi cinta mendalam sekaligus penyesalan pahit. Meski perasaan di antara keduanya begitu kuat, ia dipaksa mengorbankan egonya demi melindungi keselamatan sang pujaan hati. Kisah ini membuktikan bahwa cinta tak pernah salah memilih sasaran, namun perjuangan untuk bersatu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Rio harus menerima kenyataan bahwa mencintai tidak selalu berarti harus memiliki sosok tersebut.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Obsesi Liar Mantan Bosku
8.3
Hidup Cindy Andriana Halim hancur seketika saat suaminya kalah judi dan menjadikannya sebagai jaminan utang. Kini, ia terperangkap dalam ancaman Sebastian Arson, mantan bosnya yang menuntut kepatuhan ranjang sebagai pelunasan. Sebastian kembali ke Indonesia dengan obsesi gelap untuk memiliki Cindy sepenuhnya. Terjepit antara kewajiban membayar utang besar atau menyerahkan kehormatannya, mampukah Cindy melarikan diri dari jeratan pria yang haus kekuasaan tersebut?
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.