Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PLAYBOY PENSIUN!

PLAYBOY PENSIUN!

Michael Giorgino Orlando, pria mapan dengan karier gemilang, mulai merasa jenuh dalam pernikahannya. Ia kemudian mengejar Sydney, arsitek mal miliknya, meski terus ditolak. Sikap dingin Michael membuat istrinya, Greeta, terabaikan hingga akhirnya meninggal dunia. Dilanda penyesalan mendalam, Michael harus menghadapi wasiat terakhir Greeta agar ia menikahi Sydney. Namun, Sydney yang masih trauma dengan komitmen enggan membuka hatinya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tommy berjalan berkeliling diantar Samanhudi. Sementara itu, Michaele justru menghabiskan waktu dengan melihat Sydney yang acuh dan sibuk beraktivitas dengan tablet, ponsel juga desainnya. Sydney sibuk mengutak atik sketch sembari menatap tabnya.

Michaele diam-diam mencuri pandang ke arah Sydney. Ia ingin melampiasan kekesalannya dengan memaki wanita di depannya. Belum sempat ia melampiaskan kekesalannya. Sydney membuka keheningan.

"Saya tunggu dua sampai tiga jam lagi Pak." Kata Sydney.

Tanpa basa basi, Michaele berjalan cepat menyusul Tommy. Di sepanjang sudut gedung yang ia teliti dan amati, membuatnya kagum sekaligus ingin mengumpat. Bagaimana bisa wanita yang sudah membuatnya jengkel akut tingkat dewa bisa membangun gedung megah itu dengan detail, sungguh mengagumkan.

Michaele mengepalkan tangannya. Ia ingin membuat review buruk namun itu sama saja dengan merusak bangunan gedung. Kalau ia tak membuat review buruk, Michaele tak terima. Ia merasa tersaingi oleh Sydney. Telinganya begitu panas. Di sepanjang koridor yang ia teliti, ia mendengar pujian untuk Sydney dari mulut para kuli juga mandor. Mereka ternyata diam-diam mengagumi kecantikan juga kecekatan Sydney.

Astaga……kenapa aku harus marah, wanita itu bukan pasanganku. Bukan isteriku. Lagi-lagi Michael berusaha mengingat batasannya.

Ia merasa di sepelekan oleh Sydney padahal memang Sydney harus segera pulang ke Australia. Sydney sudah berusaha profesional. Itu standar Sydney dalam bergaul dengan atasan atau rekanan kerja lainnya. Ia tak suka membawa masalah pribadi ke ranah profesi.

Tommy selesai berkeliling gedung."Good aku suka. Perfecto! Reviewku sudah ku kirim lewat surel.” Kata Tommy sembari melirik ke arah Sydney.

Sydney mengangguk. "Pak Michaele bagaimana?”

"Saya belum buat review. Saya ingin besok kamu check lagi kemari!” Kata Michaele dengan wajah datar.

"Nggak bisa gitu dong Pak! Jam kerja saya sudah habis di proyek ini. Saya harus mengerjakan proyek lain.

Bapak jangan mempersulit saya!” Kata Sydney dengan nada tinggi. Ia sudah mencoba bersabar dengan sikap arogan Michaele namun sikap Michaele sudah tidak bisa di tolerir lagi.

Michaele tak mau tahu. Ia melenggang pergi begitu saja dari hadapan Sydney.

"Mich, jangan kekanakan seperti ini!" Bujuk Tommy."Jangan bawa masalah intern ke ranah kerjaan! Dia wanita Mich! Kamu juga punya anak dan istri, kurangi sikap sewenang-wenangmu ini!”

"Please, Tom. Kamu bisa pulang dulu. Biar Samanhudi yang nemani aku.”

Tommy menghela nafas. Sebagai sahabat, ia sudah berusaha menasehati. Namun apa di kata. Tommy justru iba, nasib Sydney ke depannya bagaimana? Sebab nilai investasi Michaele jauh lebih banyak di proyek itu, 70%. Sementara dirinya hanya menggelontorkan dana 30% saja dari total investasi.

Samanhudi tak berkutik. Ia menemani Tommy keluar lalu mengantarnya ke bandara dengan menggunakan mobil lain yang di sediakan oleh perusahaan.

"Semoga proyek ini nggak bermasalah Pak! Kalau Pak Michaele mempersulit dan proyek ini mangkrak, kuli bangunan bakal gantung sekop Pak. Kami nggak bakal gajian lagi, padahal kami sudah cukup lama kerja bareng Mbak Sydney. Sejauh ini semuanya selalu lancar Pak.” Kata Samanhudi saat mengantar Tommy di pintu keberangkatan pesawat menuju Jakarta.

"Saya sudah berusaha sebisa saya Pak Samanhudi. Sisanya kalian harus nego dengan sahabat saya itu.” Tommy menepuk pundak Samanhudi lalu melenggang menuju garbarata dan masuk ke pesawat yang akan membawanya kembali ke Medan.

Hari sudah sore. Sydney bersiap-siap untuk pulang. Ia sedang menyelesaikan pembayaran upah para kuli dan mandor. Biasanya para mandor yang membayar upah bawahannya, namun karena Sydney sedang melakukan checking dan investigasi. Sydney sendiri yang turun langsung membagi amplop itu. Dari 100 orang pekerja yang ada saat itu, Sydney sudah menyelesaikan 95 pembayaran orang, sisanya masih ada 5 lagi.

"Next, Haryanto….” Panggil Sydney.

Pria yang bernama Haryanto maju. Dengan percaya diri, ia berdiri di hadapan Sydney. Sydney duduk di belakang meja kecil. Ia menduduki kursi bangku yang biasa di gunakan para mandor.

"Hitung dulu, habis itu baru tanda tangan!"Kata Sydney.

"Percaya deh Mbak, hitungannya nggak bakalan keliru. Masa hitungannya Bos keliru?” Ucap Haryanto dengan santai.

"Hitung!" Perintah Sydney sembari menyodorkan amplop berwarna putih itu.

Lagi-lagi Sydney membuat kagum Michaele yang pura-pura meneliti tembok yang belum di cat dan mengetukkan jarinya pada keramik yang belum di pasang full.

"Halah modus! Huuuuuuu.” Teriak para mandor dan kuli bersamaan.

"Biasanya juga di hitung bolak-balik, Yan!” Kata Budiman kemudian terbahak setelahnya.

"Berisik.” Balas Haryanto."Kalian juga sudah dapat giliran, nggak usah sewot. Bilang saja mau lama-lama mantengin wajah Mbak Sydney kan?”

"Nah lho ketahuan…………..Huuuuuuuu.” Teriak para kuli dan mandor dengan riuh dan suara yang keras.

Sydney bukannya bangga dengan sanjungan. Tapi ia senang saat melihat antusias para kuli dan mandor saat menanti upah mereka. Sabtu sore, biasanya mereka akan pergi ke pasar atau warung sembako untuk membelanjakan upah mingguan itu. Ada juga yang langsung ke warteg yang letaknya tak jauh dari gedung yang sedang di bangun untuk belanja oleh-oleh untuk keluarganya.

"Oh, jadi begini ya kebiasaan kalian! Kalau nggak di pantau susah banget buat tertib! Jangan-jangan kalian lebih banyak ngobrol saat kerja!”Kata Michaele sembari bersedekap tangan.

Michaele menganggu keriuhan itu. Padahal hari itu mereka sedang senang. Proyek Indie Corp di kuartal satu berjalan lancar, jadi mereka di jadwalkan menerima bonus. Prinsip Indie Corp, semua karyawan di bawah Indie Corp juga harus menikmati laba dan profit perusahaan tidak hanya pegawai di tingkat atas seperti para arsitek. Sydney sudah mengumumkan itu sejak pagi kedatangannya.

Haryanto tanpa takut berjalan ke depan Michaele.“Saya tahu Bapak boss besar! Tapi Bapak bisa apa tanpa kami para kuli? Gedung ini hasil sulapan Aladin? Sim salabim jadi?"

"KA-MU!” Michael menunjuk wajah Haryanto dengan amarah.“Minggu depan kamu nggak usah datang ke gedung ini lagi!”

Haryanto tak menggubris perkataan Michaele. Ia justru mundur dengan santai.

Sydney berdiri dari kursinya.

" Seluruh kuli dan mandor ada di bawah komando saya Pak! Kalau Bapak baca perjanjian di pasal 6 surat kontrak kerja. Bapak jangan seenaknya. Apa sih salahnya mereka, merayakan euphoria dapat upah dan bonus. Bagi Bapak ini mungkin sepele, tapi bagi kami yang sedari awal berpeluh karena kepanasan juga kehujanan sebelum atap gedung ini jadi. Ini membahagiakan Pak! Dengan upah yang nggak seberapa menurut Bapak, mungkin Bapak anggap upah gurem saja. Kami bisa menyambung hidup, bisa makan, bisa ngisi piring dengan nasi walaupun kadang lauknya seadanya, kadang kecap dan sambel juga kerupuk udah bagus. Kadang kalau lagi butuh uang buat bayar sekolah, mereka kasbon! Bapak pernah ngarasin nggak? Mungkin Bapak nggak pernah ngrasain kekurangan uang apalagi sampai nggak punya uang sepeser pun!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Pasca diusir, Helen menyadari bahwa ia bukan putri kandung di keluarganya. Meski dirumorkan kembali ke keluarga miskin yang eksploitatif, kenyataan justru berkata lain. Ayah kandungnya adalah miliarder yang sangat memanjakannya. Di balik itu, Helen memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Saat orang lain menanti kegagalannya, ia justru meraih status legendaris dan menarik perhatian pria misterius yang berkuasa.
Sampul Novel Barter libido yuk, say !
8.8
Kenny Reagen pemuda tampan dan ber-image baik dari latar belakang keluarga kaya raya pemilik perusahaan ekspedisi terkemuka, membuat gebrakan gila dengan menawarkan barter sex pada Cherry gadis cantik, baik, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan terkenal tunduk pada pacarnya. Apa Cherry dan pacarnya setuju dengan barter gila dan tidak masuk akal ?
Sampul Novel Istri kedua tuan Salman
8.5
Aisyah Sholehatun Nisa, gadis rupawan yang terjebak dalam belenggu utang orang tuanya, terpaksa menerima perjodohan rumit. Ia harus menjadi istri kedua bagi Salman Alfarizki, pria dari keluarga konglomerat yang statusnya hanyalah putra seorang selir. Di tengah pernikahan Salman yang sudah ada, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka? Ikuti perjuangan Aisyah menghadapi takdir dan konflik perasaan dalam dinamika rumah tangga yang penuh tekanan ini.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha menderita dalam pernikahan beracun dengan Juan hingga sebuah pengkhianatan keji dari adiknya menjadi titik balik. Setelah dijebak, Kesha memilih pergi dan meninggalkan surat cerai. Tahun-tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok sukses yang memukau. Juan yang terpaku melihat kemiripan Kesha dengan cinta barunya mulai menyadari bahwa ia hanya menjadikan Kesha pengganti. Dalam keputusasaan, Juan mengejarnya demi jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Makasih Patah Hati
9.5
Amelia, wanita berusia 25 tahun, telah memilih untuk melajang selama empat tahun karena jengah dengan pria yang hanya ingin main-main. Baginya, kesendirian adalah perlindungan terbaik hingga ia bertemu Fred. Pria berusia 27 tahun itu merupakan seorang CEO muda kaya raya dengan kekuasaan besar. Ketertarikan Fred yang mendalam membawanya pada sebuah tawaran yang tak terduga. Ia meminta Amelia menjadi istrinya. Kini, Amelia harus menentukan pilihan hidupnya.