Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Perawat Papa

Pesona Perawat Papa

Santi, yatim piatu yang malang, kehilangan pekerjaannya sebagai kasir setelah dituduh mencuri. Terdesak kebutuhan ekonomi, ia terpaksa bekerja sebagai perawat pribadi 24 jam bagi seorang lansia lumpuh di sebuah rumah mewah. Di sana, ia bertemu Bimo, putra majikannya yang dikenal sebagai Casanova dengan kehidupan malam yang liar. Pertemuan tak sengaja saat Bimo mabuk mengubah segalanya. Bimo yang sulit dipuaskan akhirnya mulai terpikat dan menemukan pelabuhan hatinya pada sosok Santi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi hari Santi lebih dulu bangun ketimbang Rina yang masih molor. Dia keget pas keluar kamar mandi, hanya handuk kecil yang membalut sedikit tubuh hingga membuat payudara Santi tumpah kemana-mana. Rambutnya yang basar dan air yang mengalir di sela-sela payudara membuat belut listrik Riki bangun lagi.

"Baru selesai mandi, San?" Riki menghampiri dan celingak celinguk takut ketauan Rina.

"Iya, Rik. Kamu udah bangun!" Rina malu-malu menatap Riki dan masih membayangkan kejadian semalam.

"Ini masih pagi, kok udah bangun?" Riki berkata sambil tangannya meremas payudara Santi yang basah. Santi diam saja. Jujur dia masih penasaran dengan rasa payudara dan bagian intimnya yang dihisap saat Riki mengatakannya tadi malam.

"Ah... Ummm... Iiiya, Rik, soalnya aku lembur hari ini!" Santi berkata spontan tangannya memegang kursi disebelahnya, kursi makan.

"Mau coba yang semalam nggak? Enak nih, baru mandi dan masih basah!" Bisik Riki, Santi melirik kamar Rina.

"Kemari, disini aja, biar saat Rina bangun gue tau!" Riki menarik Santi ke dekat kamar Rina, membuka pintunya sedikit, melirik Rina masih tidur di balik selimut.

"Lo mau yang mana?"

"Apanya?" Rina yang bingung dengan pertanyaan Riki, tubuhnya sudah di dorong ke tembok.

"Kalo mau dihisap nikmat enaknya yang dibawah, pasti ketagihan!" Bisik Riki. Tangannya sudah leluasa bergerak dan bermain di area sensitif Santi.

"Ahhhh... Ahhh... Ahh...!" Santi mendesah saat tangan Riki mulai mengobok-ngobok lembahnya. Dia nggak sadar handuk yang membalut tubuhnya melorot. Air liur Riki makin mengila, dia hampir melihat tubuh toples Santi hanya sedikit handuknya jatuh di perut dan di pegang olehnya.

Saat tau Santi udah mulai mendesah tangan Riki malah memilin puting Santi yang sudah meruncing, tajam, dan mengeras.

'Wahh, begini enaknya kalo ngerjain dapat yang fresh dan belum disentuh, sekali sentuh bikin dia penasaran dan dia pasti minta nagih terus. Sepertinya gue harus sering ke sini, selain dapat jatah dari Rina, gue juga dapat jatah dari teman Rina yang nggak kalah seksi. Dua-duanya bisa gue miliki!' batin mesum Riki.

Baru saja Riki menjilati sesaat dan kedua paha Santi udah dibuka, spontan Santi menjambak rambut Riki, "Ri--Rik, eeenaakkk... Bangettt, Rikk... " Desah Santi.

"Rik, lo dimana?" suara Rina menggeliat dari ranjang. Mata Santi buru-buru terbuka. Kaget.

"Iya sayang, aku dari kamar mandi!" Riki menghampiri dan mengecup keningnya.

"Uhmm, apaan tuh?" Rina memicing dibalik boxer Riki. Yang sudah terlihat mau menyumbul keluar.

" Ahhh, ini, biasa, si lele minta sarapan? Kolamnya udah siap belum nih!" Riki melorotin celananya dan melihatkan belut listrik yang udah besar dan menegang. Santi yang masih dibalik tembok, ngintip, dia menelan ludahnya saat melihat belut besar milik Riki.

'Haduhhh, itu gede bangettt rasanya gimanaa kalo masuk kesini!' ucap Santi dihati dan tangannya tanpa sadar mengusap area miliknyaa.

"Ahhhh.... Rikiii, pelan sedikit dongg.... Ahh...!" Rina pagi-pagi buta udah bikin orang pengen.

Santi kabur ke kamar mandi dulu, dia segera membersihkan area miliknya yang sempat basah dijilati sebentar oleh Riki.

***

Jam 7 pagi Santi sampai di toko kue. Dia pikir masih sepi soalnya lampu belum menyala, dan toko kue buka jam 9 pagi. Waktu untuk itu biasanya dimanfaatkan untuk membersihkan ruangan dan membuat adoanan kue atau roti yang sudah habis. Tapi, biasanya anak-anak pada mulai berdatangan jam 8. Sengaja Santi duluan berangkat biar gak kena macet di jalan.

Ruangan absen ada di sebelah ruang manager Pak Harun, dan Santi udah ngeliat mobilnya datang. Berarti biasanya dia udah di ruangan. Santi berniat memberikan salam selamat pagi pada manager tokonya. Dilihat pintu pak Harun sedikit kebuka, tapi saat Santi mendekat, dia mendengar...

"Ahh... Pakkkk... Enaknyaaa, bapak jago bangettt sihhh. Aku benar-benar bisa puas dan semangat bekerja kalo tiap pagi bapak beginiin!" Santi tau itu suara, suaranya Laras.

"Hahaha, untung selalu ada kamu, Ras yang kasih jatah aku tiap pagi. Kalo begini terus, meski yang dirumah ngasih, nggak seenak kamu!"

Dan mata Santi melihat dari pintu yang terbuka. Laras sedang nungging seragamnya sudah tak berbentuk dengan payudaranya yang menempel di meja dan celana dalamnya udah di bawah kaki meja.

Laras sedang nungging dan melebarkan pada membiarkan akses untuk pak Harun memasuki lembahnya....

"Ahh... Ahh... Sshhh... Terus pakkk... Ehmm... Enakkk... Bangettt disitu... Ssshhhh...!" Desis dan desah Laras membuat tas yang yang Santi pegang di tangan jatuh, hingga membuat mereka yang sedang tinggi kaget.

"Sa-Santi? Kamu sudah datang!" Pak Harun kikuk dan segera membenarkan celananya. Menutup sarangnya rapat-rapat. Laras pun yang canggung, buru-buru membenarkan BH-nya, memasukkan dua payudaranya kesarang. Mengancingkan kemeja, menurunkan roknya dan mengambil celana dalamnya.

"Ma-maaf, Pak, saya nggak akan bilang, tadi saya cuma mau menyapa Bapak dan absen!" Kikuk Santi segera kabur dari ruangannya.

"Haduh, Pak gimana kalo mulutnya ember dan nggak bisa jaga. Bapak bisa kena masalah dan dipecat lagi!" Laras yang sebenarnya dia yang takut hubungan gelapnya di umbar sesama rekan kerja.

"Sudah, Ras, kamu tenang saja, saya yang akan atur segalanya. Lagian saya juga nggak mau kehilangan sarapan pagi saya sama kamu. Rugi banyak dong!" Pak Harun malah bersikap santai dan mendekap Laras lagi.

"Tanggung Ras, lagi yuk. Kamu kulum saja punya saya, biar cepet bangun lagi, nggak usah pake dulu celananya, nanti kalo udah bangun kamu naik aja keatas, bergoyang diatasnya saja oke!" Harun yang nggak mau kehilangan sarapan paginya meski sudah ketahuan tetap ga mau rugi.

"Ihh, masa dilanjut Pak, nanti si Santi masuk lagi!" Laras melirik pintu takut-takut Santi nongol.

Pak Harun mendekati pintu dan menguncinya, "Aman, lagian gak akan ada yang berani masuk sebelum saya izinin, yook lanjut!" Pak Harun mengajak Laras ke tempat duduknya. Membuka kembali batangnya dan menyuruh Laras mengulum dan mengisapnya.

"Haduhhh, sial bangettt sih aku. Dirumah udah ngeliat Rina nganu-nganu semalam sama Riki dan tadi pagi juga. Eh, sekarang malah liat pak Harun sama Laras. Haduh, emangnya seenak itu ya, nganu-nganu, aku jadi penasaran?" Santi bergerutu sendiri. Dia yang sudah dikamar mandi karyawan. Berniat membenahi seragamnya.

Tapi, pahanya tak segaja bergesek, Santi merasakan celana dalamnya basah lagi. Dia tetap saja penasaran meski sudah tahu saat disentuh rasa basah itu licin, geli dan enak.

Tanpa sadar, Santi malah menarik roknya sampai perut seperti yang dilakukan Laras tadi, lalu dia memasukkan tangannya lagi di area sensitifnya, tangannya kini jadi terbiasa meskipun dia baru tahu semalam rasanya enak saat di remas dan dijilat sesaat oleh Riki.

"Ahh... Rikii... Enakkkk bangettt..!" desah Santi pelan meremas dan memainkan jarinya disana. Santi yang jadi ketagihan saat melihat orang setelah nganu-nganu. Dan bayangan fantasi yang terlibat olehnya adalah Riki. Sebab dialah orang pertama yang Santi lihat telanjang bulat, meremas payudara dan menjilati area sensitifnya, meski hanya sebentar.

Tok... Tok... Tok...

"San, San... Lo di dalam?" Santi terkejut dan buru-buru menurunkan roknya dan merapikan bajunya seolah dia sedang merapikan dandanan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel CATATAN SENJA
8.9
Senja Abhinaya menganggap Langit Ananta sebagai sosok yang selalu ada namun pasti akan pergi. Sebaliknya, Langit melihat Senja bak keindahan sesaat yang akan kembali pada waktu yang tepat. Meski memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang, semesta justru mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Inilah kisah perjalanan takdir antara Langit dan Senja, sebuah romansa masa muda yang disaksikan oleh semesta dalam jalinan rencana Tuhan yang tak terduga.
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Ryn Laverna harus menghadapi kenyataan pahit saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa dikhianati dan patah hati yang mendalam, takdir membawanya ke arah yang tak terduga. Ryn justru terjebak dalam sebuah kesepakatan pernikahan kontrak selama dua tahun dengan bosnya sendiri. Kini, ia dihadapkan pada ketidakpastian besar: apakah pernikahan kontrak ini akan menjadi kesalahan terburuk dalam hidupnya, atau justru menjadi jalan penyelamat yang ia butuhkan?
Sampul Novel Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka
7.8
Sebuah foto viral memperlihatkan Charlie bersama sekretarisnya di hotel. Saat dikonfirmasi, Charlie justru memarahi istrinya sebelum memblokir panggilannya. Tragedi mengerikan terjadi ketika sang putra ditemukan tewas dengan menggenggam kartu identitas sekretaris tersebut. Bukannya peduli, Charlie yang dibutakan oleh bisnis malah balik memarahi sang istri karena membawa pergi anak mereka yang dibutuhkan untuk penandatanganan kontrak. Kehilangan segalanya, sang istri kini bertekad menggunakan kekuasaannya untuk menghancurkan seluruh masa depan suaminya.
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan
9.2
Berlatar Jawa abad ke-19, Anisa adalah gadis cerdas yang beradu prinsip dengan Raditya, pemuda kota yang angkuh. Awalnya Raditya meremehkan Anisa, sementara Anisa memandangnya sombong. Di tengah tekanan perjodohan keluarga dan perbedaan kelas sosial, benih cinta mulai tumbuh. Keduanya harus melawan ego dan tradisi demi menyatu. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka melampaui prasangka demi menemukan cinta sejati yang tulus tanpa sekat kasta.
Sampul Novel Kepentok Cinta Sang Idol
8.2
Adara adalah seorang jurnalis yang terjebak dalam masalah besar setelah dituduh menyebarkan rumor negatif tentang Benard, seorang aktor ternama. Kesalahpahaman ini membuat sang idola merasa sangat terganggu dan memojokkan posisi Adara. Namun, situasi justru berkembang ke arah yang tidak terduga saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Kini, Adara harus menghadapi dilema rumit antara karier dan perasaan cintanya kepada sang aktor pujaan.