Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pernikahan karena mandat sang ibu membuat seorang pria mapan terpaksa mengikat janji suci dengan Husniah, gadis muda yang jauh dari kriterianya. Selama setahun penuh, ia menelantarkan istrinya yang dianggap tidak menarik demi mengejar perempuan idaman lain. Namun, dinamika rumah tangga mereka bergeser saat Husniah bertransformasi menjadi sosok wanita yang sangat anggun dan memikat hati. Sayangnya, kesadaran dan penyesalan sang suami datang ketika semuanya sudah terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hanan, Ibu memintamu pulang untuk menikah. Ibu sudah menyiapkan semuanya, kamu tinggal menyiapkan diri dan hafalin ijab kabul," ucap wanita yang sudah melahirkan diriku itu.

Aku tiba-tiba saja dihubungi oleh orang tuaku, diminta buru-buru pulang kampung dan tiba-tiba saja dinikahkan. Aku pikir Bapak memintaku untuk pulang segera, karena Ibu kenapa-napa. Wanita dengan usia lebih dari setengah abad itu memang kadang suka tiba-tiba sakit. Aku khawatir.

"Hanan bisa cari istri sendiri, Bu. Tidak perlu dijodoh-jodohkan seperti ini."

"Kapan, mana? Usiamu sudah lewat tiga puluh. Teman-temanmu di sini sudah pada punya anak, ada yang lebih dari satu malahan." Lagi, ibu menyebut hal yang sama setiap kali memintaku menikah.

Bahkan orang tuaku itu mengira aku tidak tertarik pada lawan jenis. Ah, mereka tidak tahu saja aku sudah menaruh hati bertahun-tahun pada teman kantorku.

"Sebentar lagi Hanan akan bawain Ibu menantu."

"Dari dulu sebentar lagi terus, bosan Ibu mendengarnya. Apa kamu mau Ibu meninggal tanpa sempat mengendong cucu," ucap Ibu dengan nada sedih.

Kalau sudah begini, aku memilih untuk tidak mendebat.

"Anak Ibu kan bukan cuma aku, Bu. Ada Syifa juga."

Kusebut nama adik perempuanku, kami hanya dua bersaudara.

"Syifa masih kecil, baru juga kuliah di tahun ke dua. Baru dua puluh tahun."

Jarakku dan adikku memang cukup jauh, sepuluh tahun lebih. Aku memiliki adik saat memasuki Sekolah Menengah Pertama.

"Tapi wanita yang Ibu akan jadikan menantu itu lebih muda lagi dari Syifa, Bu. Baru sembilan belas tahun. Baru mau dua puluh tahun. Dia lebih pantas jadi adikku daripada jadi istriku."

Keinginanku untuk tidak mendebat Ibu tiba-tiba menguap sudah.

"Husniah beda, Han. Dia dewasa di usianya. Lagipula gadis itu yatim piatu. Hidup sebatang kara, tidak ada yang menjaganya. Kasian dia, Han. Bundanya yang merupakan teman Ibu, meninggal seminggu yang lalu. Tidak ada yang menjaganya," terang Ibu panjang lebar.

"Apa semua teman ibu yang anaknya jadi yatim piatu harus aku nikahi?"

"Hanan!" bentak Ibu dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Mas Hanan, Mas!"

Lamunanku buyar mendengar panggilan lembut dari seorang wanita. Lita, wanita yang sudah aku nantikan kesiapannya menikah sejak dua tahun yang lalu itu sedang berdiri di depan mejaku dengan tas selempang tersangkut di bahunya.

"Nglamun aja, udah waktunya pulang. Bisa bareng gak? Aku lagi gak bawa kendaraan," ucap wanita itu sambil tersenyum.

"Bisa, ayo!" sahutku dengan bersemangat.

"Memangnya sudah siap pulang?"

"Sudah."

Aku memang sudah merapikan pekerjaanku sejak tadi, dan menunggu waktu pulang yang tinggal beberapa menit lagi malah membuatku larut dalam lamunan.

"Adikmu udah selesai kuliah, Ta?" tanyaku sambil fokus menyetir.

Kami sudah hampir setengah jalan untuk sampai ke rumahnya.

"Satu tahun lagi, Mas. Kenapa?" Perempuan manis dengan lesung pipi itu balik bertanya.

"Cuma mau tahu saja."

Dulu saat kami berbagi cerita tentang keluarga, wanita itu mengatakan akan siap menikah jika adik laki-lakinya sudah selesai kuliah. Kami memang cukup dekat karena sering pulang kerja bersama. Lita sering menumpang padaku, meskipun arah rumah kami tak sepenuhnya searah. Aku harus berbelok cukup jauh untuk mengantarkan wanita itu hingga sampai depan rumahnya. Tidak masalah bagiku, demi mengambil hatinya.

"Mungkin aku harus mulai mencari pacar yang siap menikah kali ya," ujar Lita sambil tertawa.

"Aku siap menjadi pacarmu dan suamimu, kalau perlu besok juga bisa," sahutku dalam hati.

Ah si@l, aku malah mengingat Husniah. Apa gadis culun itu akan membuatku kehilangan kesempatan bersama dengan wanita pujaan yang aku tunggu dari sejak bertahun-tahun lalu.

Aku menghentikan kendaraan roda empat milikku begitu sampai di depan rumah Lita. Rumah orang tuanya berada di kompleks perumahan. Wanita itu bilang, rumah ini dulu perumahan subsidi jadi luas tanahnya tidak terlalu luas. Namun rumah milik orang tua Lita dibuat menjadi dua lantai begitu cicilannya sudah lunas.

"Mau mampir gak, Mas?" tanya Lita sambil tersenyum.

Menampakkan lesung pipinya yang dalam. Membuatku semakin terpesona saja. Tidak biasanya wanita ini mengajakku mampir. Apa aku ikuti saja kemauannya.

"Ayo, Mas. Sekalian kenalan sama orang tuaku. Mereka suka bertanya siapa temanku yang sering memberi tumpangan padaku."

Ah sepertinya Lita mulai membuka diri. Tanpa berpikir lagi, aku turun dari mobil dan mengikuti wanita itu. Kapan lagi bisa kenalan sama orang tuanya, mungkin inilah saatnya aku pendekatan pada wanita pujaanku ini dan juga orang tuanya.

Gadis kurus di rumahku hanyalah sebuah pajangan, nanti akan aku pindahkan kalau aku menikah dengan Lita

🍁 🍁 🍁

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cute Little Wife
9.2
Setelah menghabiskan malam yang penuh gairah bersama, Timmy dan Li Xiao Ke secara mengejutkan mendapatkan kemampuan supranatural yang misterius. Perubahan drastis ini menjadi ujian besar bagi hubungan mereka di dunia modern. Apakah kekuatan baru tersebut akan mengikat hati mereka lebih erat, atau justru menjadi pemicu kehancuran cinta yang baru saja bersemi? Ikuti lika-liku asmara penuh keajaiban ini saat mereka berjuang menghadapi konsekuensi yang tidak terduga.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Istri Pengganti Sang Miliarder
8.7
Hailey terpaksa membalas budi keluarga Brantley setelah rahasia identitas aslinya terungkap. Dia dipaksa menggantikan kakaknya untuk menikahi miliarder yang kabarnya sudah tua. Namun, kejutan besar terjadi di pelaminan saat sosok sang suami ternyata pemuda tampan bernama Mathias. Ketegangan memuncak pada malam pertama ketika Mathias menyudutkan Hailey ke dinding. Dia membongkar fakta bahwa dia tahu Hailey bukanlah putri sulung yang seharusnya dinikahinya.
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak
8.0
Tiga bulan berlalu tanpa pertemuan antara aku, suamiku Arga Pratama, dan putri kami, Dora. Saat Arga akhirnya mengajakku berkumpul di vila, aku mempersiapkan segalanya demi menyambut Dora kembali. Namun, setibanya mereka, Dora justru berpaling dariku dan memeluk erat pelayan kami, Maya. Sikap dingin Arga yang acuh tak acuh memperjelas bahwa aku tidak lagi diinginkan di tengah mereka. Ketika Arga memintaku menunggu di tepi jalan selagi mereka pergi, aku menyadari bahwa batas kesabaranku telah habis.