
Pesona Gadis Camilan
Bab 3
“Kau terlihat kacau, Nath,” sapa Katherin dan duduk di hadapan Nathalie.
“Hmm, aku menunjukkan sikap bodoh pada Adam Connor.”
Kening Katherin berkerut samar, cukup bingung dengan apa yang sahabatnya katakan.
“Aku menginginkannya lebih dari hubungan cinta satu malam. Aku menginginkan lebih dari pria itu.”
“Kau menyukainya?” pekik Katherin tertahan.
“Hmm, aku menyukai sentuhannya.” Nathalie menerawang, kembali memikirkan kejadian semalam, dan pagi tadi saat ia terbangun.
“Kau hanya menyukai sentuhannya, Sayang, tak lebih.” Suara Katherin berubah lembut.
“Tidak, Kath! Tiba-tiba aku ingin menjalani hubungan yang serius. Aku ingin menjadi satu-satunya di hidup Adam,” sangkalnya cepat.
“Jangan bodoh, Nath. Kita tidak diciptakan untuk itu. Kita diciptakan hanya untuk memuaskan gairah pria berduit.”
Nathalie menyesap cangkir berisi vanilla latte yang menjadi favoritnya selama lima tahun terakhir. “Ya, aku tahu itu, tetapi aku tak bisa menahan diri.”
“Jangan mengatakan bahwa kau telah mengungkapkan perasaanmu padanya.”
Hening. Katherin mendecakkan lidah frustrasi. Ia tak menyangka, bahwa sahabatnya akan seteledor ini.
“Aku bahkan penasaran dengan cara bermain yang membuat gadis nomor satu di Santa Marie tak bisa berkutik.”
Mata Nathalie membulat, kilatan-kilatan cahaya terlihat di bola matanya. “Dia sungguh luar biasa, Kath. Aku belum pernah menemukan pria seperti dirinya.” Gadis itu mendengus. “Mengapa dia tak membantah jika dirinya tak impoten?” Senyuman itu mengembang. “Oh, Kath, dia bahkan membuatku mencapai kepuasaan berkali-kali. Bukan cuma satu kali, tetapi berulang kali.”
Mulut Kath terbuka. Sekarang ia tahu mengapa sahabatnya sangat mendambakan pria itu. Nathalie adalah orang yang sulit untuk mencapai kepuasan kedua. Pelanggannya kerap tak memberi itu. Para pelanggan biasanya hanya memikirkan diri sendiri, dan tak memberikan kesempatan bagi kami untuk merasakan kenikmatan tersebut. Mereka egois, tetapi para pekerja seperti kami hanya bertugas untuk memuaskan nafsu dan tak boleh menuntut lebih dari mereka.
“Aku bahkan tidak menggunakan pengaman saat bersamanya.”
“Apa?! Kau bodoh! Kau kira dengan mengandung anaknya, dia akan datang dan bertanggung jawab atas segalanya. Jangan berpikir pendek, Nath. Pria seperti mereka tak akan mau menikahi gadis-gadis yang hanya mengandalkan tubuh semata”
Ucapan Katherin ada benarnya. Orang-orang seperti mereka tak akan pernah ingin menjadikan gadis kotor seperti dirinya menjadi partner hidup. Ia tak pernah membayangkan bahwa ia akan menginginkan salah satu pelanggannya. Ini memang konyol.
Kau memang konyol, Nona.
***
“Apa kau sudah mencari keberadaannya, Smith?”
“Hmm, dia berada di Santa Marie. Kukira ia bekerja di sana, tetapi tak ada namanya di daftar para pekerja. Aku yakin melihatnya masuk ke sana, dan salah satu dari mereka mengatakan bahwa Nathalie Benoit adalah gadis yang dijuluki si nomor satu di tempat itu.”
Javier mengerutkan kening. “Santa Marie?”
“Tempat itu adalah tempat untuk bermain-main, Javier.”
“Bermain?” Keningnya semakin berkerut bukti bahwa ia tak paham maksud dari bawahannya itu.
“Seperti rumah bordil, tetapi mereka melakukan pelayanan yang luar biasa. Tempat itu hanya diketahui oleh orang-orang yang mempunyai kuasa. Wanita-wanita itu diciptakan untuk melayani pria dari kalangan atas.”
Senyum seringai Javier mengembang. “Aku ingin bermain dengan Nathalie Benoit.”
“Wanita tua yang berjaga mengatakan bahwa gadis itu sudah tak bekerja lagi sebagai salah satu dari mereka. Ya, semacam… pensiun.”
Erangan kemarahan terdengar dari kerongkongan Javier. Ia tak menyangka bahwa gadis yang selama ini diidamkan ada di dekatnya. Di Los Angeles.
Nathalie Benoit adalah wanita yang telah membantunya beberapa tahun silam, ia mengira tak akan bertemu lagi dengannya, tetapi beberapa hari yang lalu ia tak sengaja bertemu dengan gadis itu di salah satu bar. Gadis itu membantunya yang hampir terjatuh karena mabuk. Seandainya ia tidak mabuk saat itu, seandainya alkohol sialan itu tak menghilangkan sebagian kesadarannya, ia mungkin sudah berada di atas tubuh Nathalie.
Gadis itu seksi, tubuh rampingnya terlihat sangat rapuh, dada yang berisi merupakan suguhan utama yang mungkin sangat menggairahkan, dan jangan lupakan mata birunya yang hampir menenggelamkan Javier ke dalam kubangan hasrat yang tinggi. Ia menyukai gadis itu, dulu dan sekarang. Dulu ia tak punya kuasa, sekarang ia sudah memiliki harta. Memiliki banyak uang berarti dunia ada di tanganmu, bukan?
“Apa kau menyelidiki di mana rumah Nathalie.”
“Tidak. Dalam tiga hari ini Nathalie selalu pulang di gedung tinggi itu.”
“Jika dia tidak bekerja lagi menjadi wanita penghibur, untuk apa di berada di sana?”
“Mereka tidak disebut wanita penghibur.”
“Lalu apa?” tanyanya cepat.
“Gadis camilan.”
“Camilan?”
“Ya, sesuai namanya, mereka hanya dijadikan kudapan dan santapan ringan bagi pria kaya. Para gadis camilan hanya ingin dinikmati sesaat, tidak untuk dibawa pulang atau dimiliki seutuhnya.” Penjelasan panjang Smith membuat Javier mengembuskan napas kecewa.
“Antar aku ke sana, aku ingin menemui Nathalie.”
“Kau ingin bermain dengannya?” Pandangan Smith terlihat curiga. “Kau sudah memiliki istri Javier.
“Ya, jika istri bodoh itu bisa disebut istri. Dia tidak lebih dari boneka untukku. Jika kau menginginkannya, kau pun boleh mencicipinya, Smith.”
Rahang Smith mengeras, emosinya mencapai ubun-ubun, tetapi ia tak bisa memperlihatkan itu di depan Javier. Javier adalah orang yang membayarnya, dan ia tak boleh bersikap tak sopan.
Samantha adalah istri sah Javier, putri dari pemilik hotel Royal Diamond—hotel terbesar di Los Angeles. Keduanya dijodohkan karena urusan bisnis. Javier tidak mencintai Samantha, tetapi Samantha mencintai Javier. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, dan sayangnya Smith menyukai Samantha. Namun, ia tak pernah memperlihatkan itu.
Anda Mungkin Juga Suka





