
Perubahan Hidup Seorang Penari
Bab 3
Seraphina berdiri di tengah ruangan mewah yang kini terasa begitu menyesakkan. Semua rasa takut, cemas, dan ragu yang sempat menguasainya kini bergumul dalam perasaan yang lebih gelap, lebih kuat. Ia tahu ia sudah melangkah terlalu jauh untuk mundur, dan Kael Westbrook jelas bukan tipe pria yang bisa disingkirkan begitu saja.
Kael tidak mengatakan apapun ketika Seraphina melangkah maju, hanya menatapnya dengan mata yang seolah bisa menembus setiap lapisan ketakutannya. Suasana di ruangan itu semakin menegangkan, seolah seluruh dunia sedang menonton setiap gerakannya.
"Seraphina," suara Kael bergema lembut namun tegas, "Jika kamu ingin bertahan, kamu harus mengikuti peraturan. Di dunia ini, aturan itu sangat jelas. Kamu akan mengerti lebih banyak malam ini."
Seraphina merasa tubuhnya semakin kaku, pikirannya berputar-putar mencari cara untuk keluar, tapi semakin ia berusaha untuk melawan, semakin dalam ia terjerumus ke dalam permainan ini. Matanya bertemu dengan mata Kael, dan untuk sekejap, dunia seakan berhenti berputar. Tatapan itu... penuh dengan kekuatan yang menakutkan dan keinginan yang sulit dimengerti.
"Apakah kamu ingin tahu apa yang sebenarnya aku inginkan darimu?" Kael bertanya, suara rendahnya seperti bisikan yang memikat.
Seraphina mengerjapkan matanya, mencoba menenangkan dirinya. "Apa yang kamu inginkan dariku?" gumamnya, suara hampir hilang dalam keraguan yang menggulung dadanya.
Kael berdiri perlahan, langkahnya seperti tarian yang teramat terkontrol, setiap gerakannya penuh dengan niat. "Aku ingin kamu menjadi milikku, Seraphina," katanya dengan nada yang hampir tidak terdengar, namun begitu menohok, menembus ke dalam jiwanya. "Tapi lebih dari itu, aku ingin tahu seberapa jauh kamu akan pergi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Seberapa besar kamu bersedia mengorbankan untuk hidupmu yang lebih baik."
Seraphina merasa hatinya terhimpit. Tidak pernah ada orang yang berbicara padanya seperti ini-tidak pernah ada yang menyatakan bahwa semua ini adalah ujian, bahwa ia adalah bagian dari permainan yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Apakah dia benar-benar memiliki pilihan? Atau, seperti yang Kael katakan, ia hanya bagian dari dunia yang terperangkap dalam jaringannya?
"Jadi, ini bukan hanya tentang uang?" tanya Seraphina, dengan suara yang lebih keras daripada yang ia kira.
Kael tersenyum tipis, senyum yang dingin dan penuh makna. "Tidak, Seraphina. Ini bukan hanya tentang uang. Ini tentang kekuasaan. Tentang kontrol. Tentang siapa yang bisa mengendalikan dunia ini, dan siapa yang hanya menjadi pion."
Seraphina menarik napas dalam-dalam, mencoba mencerna kata-kata itu. Tidak bisa disangkal, ada sesuatu yang menggetarkan dalam dirinya-sesuatu yang menyentuh bagian paling dalam dari dirinya yang mungkin sudah lama tertutup. Apa yang Kael katakan sepertinya benar. Ini bukan sekadar tentang biaya kuliah atau utang yang menumpuk. Ini tentang dunia yang tidak ia pahami, dunia yang tidak bisa dia hindari, dan yang lebih menakutkan lagi, dunia yang ternyata sangat ingin dia kenal.
"Apakah kamu siap untuk itu, Seraphina?" suara Kael memecah keheningan, membuatnya terbangun dari lamunannya. "Atau kamu hanya akan terus menjadi wanita yang lemah, yang hanya mengikuti jalan yang sudah ditentukan untuknya?"
Seraphina merasa kata-kata itu menekan, menantang, menguji batasan dirinya. Apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan terus menjadi wanita yang tak berdaya, terjerat dalam masalahnya sendiri, ataukah ini adalah saatnya untuk mengambil kendali atas hidupnya?
Kael mengamati reaksinya dengan seksama, seolah menunggu jawaban yang akan menentukan arah kisah ini.
"Aku..." Seraphina merasakan kegelisahan yang tak bisa ia sembunyikan. Namun, ketika matanya kembali tertuju pada Kael, dia tahu satu hal dengan pasti-perjalanannya baru saja dimulai. Dan tak peduli seberapa besar ia ingin mundur, semakin ia mencoba untuk melarikan diri, semakin erat jaringannya melingkupinya.
"Tidak ada jalan mundur, Seraphina," Kael berkata lagi, kali ini suaranya penuh penekanan. "Sekali kamu masuk ke dunia ini, kamu akan tahu betul betapa beratnya jalan yang harus ditempuh. Tapi jika kamu bertahan, kamu akan memiliki lebih dari apa yang pernah kamu bayangkan."
Seraphina menelan ludah, hatinya berdebar dengan cepat. Apa yang dia pilih malam ini, akan mengubah hidupnya selamanya.
Anda Mungkin Juga Suka





