Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pertunangan Berdarah

Pertunangan Berdarah

Sebuah unggahan konsultasi yang viral di media sosial mendadak menyita perhatianku. Di sana, sang penulis mengaku mengidap HIV namun sengaja merahasiakan kondisi tersebut dari kekasih yang akan segera bertunangan dengannya. Karena penasaran dengan kisah yang disukai ribuan orang itu, aku pun membaca detailnya lebih jauh. Namun, rasa ingin tahu itu berubah menjadi kengerian saat aku menyadari bahwa sosok pacar yang sedang dijebak dalam postingan tersebut memiliki kemiripan mutlak dengan diriku sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menggigit bibir. "Tapi aku tetap ingin melakukan pemeriksaan kesehatan ...."

"Tunggu saja sampai aku ada waktu." Charlie memotong perkataanku. "Baiklah, aku masih ada beberapa urusan yang belum selesai, aku hanya menelepon untuk memberi tahu bahwa aku baik-baik saja, kamu tidur lebih awal, ya."

Tanpa menunggu aku berbicara lagi, Charlie menutup telepon.

Aku menatap ponsel yang sudah terputus sambungannya.

Ini adalah pertama kalinya Charlie menutup telepon lebih dulu sejak kami menjalin hubungan.

Apakah dia marah?

Setelah ragu sejenak, aku mengirimkan pesan padanya. "Selamat malam."

Charlie tidak membalas.

Aku berbaring di tempat tidur, jariku terus menggesek layar, tetapi tidak juga mendapatkan balasan darinya. Hatiku makin gelisah.

Akhirnya aku keluar dari aplikasi itu, dan membuka yang lain. Tiba-tiba muncul notifikasi bahwa pemilik postingan itu telah membuat postingan baru.

Tanpa sadar aku mengkliknya.

"Teman-teman, hari ini aku sudah membahas tentang mahar dengannya. Dia bilang keluarganya minta 88 juta, tapi dia akan membawa sedikit uang tambahan saat menikah. Aku tidak tahu berapa banyak. Kalau bisa dapat lebih banyak uang, bisa aku gunakan untuk pengobatan!"

Aku terkejut.

Ini juga 88 juta?

Kebetulan sekali!

Aku cepat-cepat menggulir ke kolom komentar, banyak yang mencaci maki dia, ada juga yang bilang mau meneruskan tulisan ini ke pihak perempuan.

Ada satu komentar yang bertanya. "Kalau uangnya nggak cukup, bagaimana?"

Pemilik postingan itu segera menjawab.

"Kalau begitu, buat dia juga tertular penyakit ini. Tak mungkin keluarganya tidak memberinya uang untuk berobat! Begitu dia mendapatkan uang itu, aku juga bisa mengambilnya!"

Aku merinding.

Siapa monster ini?

Melihat angka itu, aku tidak bisa menahan rasa curiga dan ketakutan di dalam hati. Aku mengklik foto profilnya.

Aku ingin mencari orang ini dan mengobrol secara pribadi untuk mengetahui siapa dia.

Namun, tidak aku sangka, begitu aku masuk, semua postingan sebelumnya sudah dihapus.

Aku mengirimkan pesan pribadi, tetapi hanya muncul tanda seru merah.

Dia mengatur akunnya agar tidak bisa dihubungi.

Ketidaknyamanan di hatiku makin besar.

Aku menatap foto profilnya, berharap bisa menemukan petunjuk.

Malam itu, aku hampir tidak bisa tidur.

Keesokan harinya, sampai siang, aku tidak tahan untuk mengirim pesan ke Charlie. "Apakah kamu ada waktu hari ini?"

Beberapa saat kemudian, Charlie membalas. "Aku sedang perjalanan dinas."

Sekarang dia sedang dalam perjalanan dinas?

Kenapa dia harus pergi dinas sekarang, tepat saat aku minta dia melakukan pemeriksaan kesehatan?

Rasa curiga di hatiku tumbuh seperti tunas yang tidak bisa aku padamkan.

Aku hanya bisa menenangkan diri, mungkin dia memang sibuk dengan pekerjaan, setelah perjalanan dinas aku akan berbicara lagi tentang pemeriksaan kesehatan ini.

Namun, tidak aku sangka, malam itu, aku melihat foto dia bermain di bar bersama teman-teman prianya.

Meskipun wajah Charlie tidak terlihat, aku melihat sebuah tangan yang mengenakan cincin pasangan kami.

Huruf Y&C yang diukir khusus pada cincin itu bersinar di bawah lampu bar yang gemerlap.

Hatiku langsung terasa sangat berat.

Aku segera mengirim pesan kepada Charlie. "Sekarang kamu ada di mana?"

Lama kemudian baru dia membalas. "Masih di luar kota, ada apa?"

Aku menatap tangan di foto itu, tubuhku tiba-tiba terasa dingin.

Selama seminggu penuh, aku tidak menghubungi Charlie.

Selama itu pula, Charlie menelepon dan mengirim pesan, tetapi aku pura-pura tidak melihat.

Hingga pada akhir pekan, orang tuaku bertanya, "Yuna, apa kamu bertengkar dengan Charlie? Dia menelepon kami menanyakanmu."

"Dia membahas pernikahan denganku, tapi nggak mau melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah." Aku memberi tahu orang tuaku. "Aku merasa ada yang nggak beres."

Mendengar itu, orang tuaku mengernyitkan dahi. "Seharusnya nggak begitu, kami lihat Charlie ini anak yang cukup jujur!"

Aku menunjukkan pesan sebelumnya dan foto itu kepada mereka.

Orang tuaku langsung terdiam.

Akhirnya Ibu berkata, "Kalau begitu, aku akan menghubungi orang tuanya, untuk bertanya kenapa dia nggak mau melakukan pemeriksaan kesehatan."

Melihat orang tuaku berpihak padaku, aku merasa lega.

Malam itu, Charlie menelepon lagi.

Kali ini aku mengangkatnya.

Dia langsung berkata, "Besok kita akan pergi melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B34095" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B34095
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
9.7
Hubungan asmara yang semula tenang mendadak terusik dalam novel romantis misteri ini. Kehadiran kakak sepupu sang pacar yang sedang hamil besar dan membawa anak balitanya memicu konflik baru. Menganggap sang adik sepupu sebagai sandaran hidupnya, wanita itu terang-terangan menunjukkan permusuhan. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman demi melindungi sosok yang dianggap ayahnya, mengungkap intrik manipulatif yang mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Bunga yang Terinjak
9.7
Keadilan hancur ketika pelaku pemerkosaan putriku, seorang anak dari keluarga kaya raya, dibebaskan begitu saja dari jeratan hukum. Bukannya menyesal, dia justru menghinaku dengan melemparkan segepok uang tepat ke wajahku, menegaskan kesombongannya bahwa uang mampu membeli segalanya di dunia ini. Di tengah luka mendalam dan penghinaan yang tak tertahankan itu, sebuah hasrat gelap membara di dalam diriku. Detik itu juga, aku hanya menginginkan satu hal: menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.5
Hanya karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mendekati direktur perusahaan mereka. Saat sang direktur kehilangan gelang berharga, Lucy langsung dituduh mencuri. Mantan kekasihnya bahkan menghina Lucy sebagai gadis kampung miskin yang kotor. Mereka tidak menyadari bahwa peternakan sapi milik keluarga Lucy berskala raksasa dengan puluhan ribu ekor ternak, dan total kekayaan keluarganya sebenarnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel FATED (Tuan Mafia dan Nona Badut)
9.5
Raline merasa hidupnya penuh kesialan setelah dua kali gagal menikah. Mantan kekasihnya, Aksa dan Heru, justru menikahi wanita lain meski sudah lama menjalin hubungan dengannya. Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya dengan Axel Delacroix Adams. Kakak dari rivalnya yang merupakan seorang mafia itu melamar Raline hanya dalam empat menit. Akankah ini menjadi akhir penderitaannya atau awal masalah baru? Sebuah kisah tentang rahasia jodoh yang datang tepat waktu.
Sampul Novel Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku
7.9
Dalam novel misteri modern Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku, hubungan darah tidak menjamin kasih sayang. Sang kakak sangat membenci adiknya dan terang-terangan berharap agar dia lenyap. Pertanyaan pilu sang adik tentang status persaudaraan mereka hanya dibalas dengan penolakan dingin bahwa ia tidak menganggapnya ada. Namun, setelah sebuah kecelakaan mobil tragis merenggut nyawa sang adik malam itu juga, penyesalan dan misteri mulai mengubah segalanya hingga membuat sang kakak perlahan kehilangan akal sehatnya.