Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pertunangan Berdarah

Pertunangan Berdarah

Sebuah unggahan konsultasi yang viral di media sosial mendadak menyita perhatianku. Di sana, sang penulis mengaku mengidap HIV namun sengaja merahasiakan kondisi tersebut dari kekasih yang akan segera bertunangan dengannya. Karena penasaran dengan kisah yang disukai ribuan orang itu, aku pun membaca detailnya lebih jauh. Namun, rasa ingin tahu itu berubah menjadi kengerian saat aku menyadari bahwa sosok pacar yang sedang dijebak dalam postingan tersebut memiliki kemiripan mutlak dengan diriku sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku melihat sebuah postingan konsultasi di media sosial. Penulisnya mengatakan bahwa dia mengidap HIV, tetapi menyembunyikan hal ini dari pacar yang akan segera bertunangan dengannya. Postingan tersebut disukai oleh ribuan pembaca dan karena penasaran, aku membacanya lebih detail. Ternyata, pacar yang diceritakan di situ sangat mirip dengan aku.

"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pacarku. Dia cantik dan juga seorang akuntan senior. Keluarganya cukup mapan dan berasal dari kota ini juga. Satu-satunya kekurangan adalah dia tidak mau berhubungan intim sebelum menikah."

"Sebagai laki-laki, bagaimana aku bisa tahan untuk tidak menyentuh wanita yang aku cintai dan temui setiap hari? Dia bersikeras untuk tidak memberi, jadi aku terpaksa melampiaskannya pada wanita di luar. Namun, siapa sangka aku terjerat oleh wanita murahan dan terkena HIV!"

"Aku benar-benar mencintai pacarku, kami bahkan sudah bertemu orang tua minggu lalu, dan segera akan bertunangan. Tapi kalau dia tahu tentang hal ini, pasti dia akan minta putus denganku. Haruskah aku memberitahunya?"

Aku tertegun membaca konten yang ditulis oleh penulis postingan itu

Karena kebetulan, pekerjaanku juga sebagai akuntan senior, dan dua hari yang lalu, pacarku, Charlie Subrata baru saja membawaku ke rumahnya untuk bertemu dengan orang tuanya.

"Sebenarnya ini tidak sepenuhnya salahku, siapa suruh dia tidak mau memberi. Bisa dibilang aku ini hanya apes!"

Di bawahnya, banyak komentar warganet yang mencaci maki.

Bagaimanapun, HIV adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Jika pacar ini menikah dengannya, hidupnya akan hancur selamanya!

Namun, ada juga yang mempertanyakan dan beranggapan bahwa postingan ini hanya untuk meningkatkan jumlah pengikut karena penulis hanya memposting ini dan tidak ada rekam jejak menyukai apa pun, kelihatannya seperti akun baru.

Penulis tidak membalas komentar-komentar itu, hanya menyematkan komentar yang paling banyak disukai : "Jangan bilang apa-apa. Kalau bilang pasti putus. Lebih baik segera menikah. Setelah menikah dan punya anak, meskipun dia tahu nanti, dia tidak akan bisa pergi lagi!"

Aku merinding membaca komentar itu, dan saat hendak mengetik untuk membalas, ponselku berdering.

Aku melihat ponselku, ternyata itu pesan dari pacarku Charlie, yang menanyakan apakah aku punya waktu untuk menonton film nanti.

Aku melihat jam, baru sekitar jam tiga sore dan kebetulan tidak ada urusan lainnya, jadi aku setuju.

Sementara, aku menyingkirkan pikiran tentang postingan itu. Aku cepat-cepat berdiri untuk berdandan, dan keluar dalam waktu seperempat jam.

Charlie datang menjemputku dengan mobil.

Aku duduk di kursi penumpang, memandang pacarku yang tampan dan tegap di samping.

Aku dan Charlie diperkenalkan oleh seorang tante di salon langganan ibuku. Konon, keluarganya menjalankan usaha kecil dan cukup berada. Charlie juga sangat lembut dan perhatian terhadapku, jadi kami memutuskan untuk pacaran setelah tidak lama berkenalan.

Aku bahkan merasa beruntung bisa menemukan pacar yang sebaik ini.

Orang seperti ini seharusnya bukan tipe laki-laki berengsek, 'kan?

"Lagi mikir apa?" Melihat aku terdiam menatapnya, Charlie bertanya dengan bingung.

Aku kembali sadar, menggelengkan kepala dan menekan pikiran konyol itu. "Nggak ada, ayo nyetir saja."

Postingan itu mungkin hanya untuk menarik perhatian, pacarku tidak mungkin orang seperti itu.

Kami pun pergi menonton film romantis yang dipilihnya.

Setelah menonton film, kami berdua makan sambil mendiskusikan isi film tersebut.

Tiba-tiba Charlie berkata, "Yuna, lihat deh, kita ini seperti pasangan di film itu, sudah nggak muda lagi. Minggu lalu kamu juga sudah bertemu orang tuaku dan mereka sangat menyukaimu. Kenapa kita nggak segera menikah saja?"

Aku tertegun sejenak.

Aku tidak menyangka dia akan begitu terburu-buru.

Meskipun sejak bertemu orang tuanya minggu, lalu aku tahu pernikahan kami makin dekat, tapi pembicaraan tentang menikah yang mendadak ini membuatku agak tidak siap.

Aku teringat lagi tentang postingan konsultasi yang baru saja aku lihat tadi.

Setelah ragu sejenak, aku berkata kepada Charlie, "Menikah juga nggak sembarangan. Kita harus mengatur pertemuan kedua orang tua, juga melakukan pemeriksaan."

Charlie terkejut, "Pemeriksaan apa?"

"Ya, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah," jawabku. "Lagi pula, belakangan ini aku kurang sehat, sekalian saja memeriksakannya."

Aku hanya memberikan saran, dan aku merasa saran itu tidak ada salahnya, tetapi wajah Charlie tiba-tiba berubah!

"Nggak perlu sampai segitunya, 'kan?"

Charlie berbicara dengan nada sedikit emosional. "Menikah ya menikah saja, kenapa harus melakukan pemeriksaan segala?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
9.7
Hubungan asmara yang semula tenang mendadak terusik dalam novel romantis misteri ini. Kehadiran kakak sepupu sang pacar yang sedang hamil besar dan membawa anak balitanya memicu konflik baru. Menganggap sang adik sepupu sebagai sandaran hidupnya, wanita itu terang-terangan menunjukkan permusuhan. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman demi melindungi sosok yang dianggap ayahnya, mengungkap intrik manipulatif yang mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Bunga yang Terinjak
9.7
Keadilan hancur ketika pelaku pemerkosaan putriku, seorang anak dari keluarga kaya raya, dibebaskan begitu saja dari jeratan hukum. Bukannya menyesal, dia justru menghinaku dengan melemparkan segepok uang tepat ke wajahku, menegaskan kesombongannya bahwa uang mampu membeli segalanya di dunia ini. Di tengah luka mendalam dan penghinaan yang tak tertahankan itu, sebuah hasrat gelap membara di dalam diriku. Detik itu juga, aku hanya menginginkan satu hal: menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.5
Hanya karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mendekati direktur perusahaan mereka. Saat sang direktur kehilangan gelang berharga, Lucy langsung dituduh mencuri. Mantan kekasihnya bahkan menghina Lucy sebagai gadis kampung miskin yang kotor. Mereka tidak menyadari bahwa peternakan sapi milik keluarga Lucy berskala raksasa dengan puluhan ribu ekor ternak, dan total kekayaan keluarganya sebenarnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel FATED (Tuan Mafia dan Nona Badut)
9.5
Raline merasa hidupnya penuh kesialan setelah dua kali gagal menikah. Mantan kekasihnya, Aksa dan Heru, justru menikahi wanita lain meski sudah lama menjalin hubungan dengannya. Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya dengan Axel Delacroix Adams. Kakak dari rivalnya yang merupakan seorang mafia itu melamar Raline hanya dalam empat menit. Akankah ini menjadi akhir penderitaannya atau awal masalah baru? Sebuah kisah tentang rahasia jodoh yang datang tepat waktu.
Sampul Novel Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku
7.9
Dalam novel misteri modern Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku, hubungan darah tidak menjamin kasih sayang. Sang kakak sangat membenci adiknya dan terang-terangan berharap agar dia lenyap. Pertanyaan pilu sang adik tentang status persaudaraan mereka hanya dibalas dengan penolakan dingin bahwa ia tidak menganggapnya ada. Namun, setelah sebuah kecelakaan mobil tragis merenggut nyawa sang adik malam itu juga, penyesalan dan misteri mulai mengubah segalanya hingga membuat sang kakak perlahan kehilangan akal sehatnya.