Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahannya, Makam Rahasianya

Pernikahannya, Makam Rahasianya

Maya Prameswari terjebak dalam pernikahan beracun dengan miliarder Bima Wijaya. Bima menghina Maya sebagai wanita mata duitan, tanpa tahu dialah penyelamat rahasia hidupnya. Hasutan jahat Sarah Hartono membuat Bima makin membenci Maya. Demi keadilan ibunya dan keselamatan Bima dari musuh tak terlihat, Maya nekat memalsukan kematiannya. Namun, kepergian Maya justru memicu duka mendalam dan bahaya baru bagi Bima yang masih dibutakan oleh kebohongan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rahang Bima mengeras mendengar pengakuan Maya.

Kilatan penasarannya yang singkat lenyap, digantikan oleh dingin yang akrab.

"Bereskan ini," katanya, menunjuk samar ke arah meja, lalu berbalik dan berjalan keluar dari dapur bersama Sarah.

Maya mengambil uang satu juta rupiah itu, kerenyahannya terasa seperti penghinaan. Dia melipatnya dengan hati-hati dan memasukkannya ke dalam sakunya.

Kemudian, suara-suara dari kamar Bima tidak salah lagi.

Tawa, lalu suara Sarah, mendesah memanggil nama Bima.

Lalu, sebuah frasa yang menusuk ingatan Maya: "Mawar Gurunku."

Itulah panggilan Bima untuknya dulu, di hari-hari mereka yang cerah di Jakarta, ketika cinta mereka terasa seluas dan seliar lanskap kota.

Dia menggunakan masa lalu mereka, mempersenjatai keintiman mereka, untuk menyiksanya sekarang dengan Sarah.

Maya mundur ke kamarnya yang kecil dan steril di ujung lain penthouse. Rasanya lebih seperti kamar pelayan daripada kamar tidur.

Dia berbaring di tempat tidur sempit, menatap langit-langit.

Dia teringat mimpi mereka membangun komunitas sadar lingkungan, rumah yang bernapas dengan alam, bukan melawannya. Dia teringat lekukan spesifik atap yang mereka rancang bersama, sebuah garis yang menurut Bima seanggun lehernya.

Air mata akhirnya datang, panas dan sunyi, membasahi bantalnya.

Pagi harinya, bantal itu basah, tetapi tekadnya telah mengeras. Dia akan bertahan. Dia akan menemukan momennya. Dan kemudian dia akan bebas darinya, bebas untuk mengejar Tanoe.

Keesokan paginya, Sarah Hartono masih di sana.

Ini baru. Wanita lain tidak pernah menginap.

Asisten rumah tangga, Bu Tuti, yang biasanya pendiam, menatap Maya dengan kasihan saat dia menyajikan sarapan untuk Sarah di beranda, memperlakukannya seperti seorang ratu. Bima duduk di sampingnya, penuh perhatian, tangannya sering kali menggenggam tangan Sarah.

Status Maya di rumah itu, yang sudah tidak jelas, semakin merosot.

Seminggu kemudian, Bima mengadakan pesta mewah di penthouse.

Secara kasat mata, itu untuk merayakan kesepakatan baru Nusantara Hijau Konstruksi, tetapi fokus sebenarnya adalah Sarah.

Bima bersulang untuknya, memuji kecemerlangannya, kesetiaannya. Dia memberinya gelang tenis berlian yang berkilauan di bawah lampu gantung.

Maya, mengenakan gaun hitam sederhana yang diperintahkan Bima untuk dikenakannya – "seperti staf" – bergerak di antara kerumunan, mengisi ulang gelas sampanye, menahan bisikan dan tatapan simpatik.

"Itu istrinya, tahu. Yang dia sembunyikan."

"Kasihan. Dia memamerkan wanita PR itu tepat di depan wajahnya."

Penghinaan membakar, tetapi Maya menjaga ekspresinya tetap netral.

Sarah menemukannya di dekat pintu Prancis yang menuju ke balkon.

"Bisa kita bicara, Maya?" Suara Sarah lembut, hampir ramah.

Maya berbalik. "Tidak ada yang perlu dibicarakan, Sarah. Kamu tidak berutang penjelasan apa pun padaku."

"Tapi aku ingin menjelaskan," desak Sarah, matanya menatap Maya. "Aku sudah mencintai Bima selama bertahun-tahun. Sejak kuliah. Kamu memilikinya, dan kamu membuangnya. Apa kamu tahu apa yang dia lalui setelah kamu pergi?"

Suara Sarah bergetar. "Dia seperti hantu. Dia hampir tidak makan, hampir tidak tidur. Nusantara Hijau hancur. Dia hancur."

Maya tetap diam. Dia tahu. Dia telah menjalaninya dari jauh, tidak berdaya untuk menghiburnya secara langsung.

"Aku ada di sana untuknya," lanjut Sarah, suaranya menguat. "Aku membantunya membangun kembali. Aku menemukan investor yang menyelamatkan Nusantara Hijau."

Hening sejenak.

Kemudian, Sarah mencondongkan tubuh lebih dekat, suaranya turun menjadi bisikan konspirasi.

"Dan ketika dia sakit, benar-benar sakit, setelah kamu pergi... ketika dia membutuhkan transplantasi sumsum tulang untuk menyelamatkan hidupnya... akulah yang cocok. Akulah yang mendonor. Dia tidak tahu itu aku, dia pikir itu donor anonim dari registri. Tapi aku menyelamatkan hidupnya, Maya."

Darah Maya terasa dingin. Transplantasi sumsum tulang? Bima separah itu? Ini adalah lapisan penderitaannya yang tidak dia ketahui, sebuah rahasia yang telah dipersenjatai oleh Sarah. Ingatannya yang kabur tentang rumah sakit, tentang rasa sakit, apakah itu terhubung? Atau apakah Sarah juga berbohong tentang ini, sama seperti investor itu?

Sarah melangkah mundur, senyum kecil yang sedih di bibirnya. "Dia milikku sekarang, Maya. Dia berutang nyawanya, perusahaannya padaku. Segalanya."

Dia berhenti. "Pesta ini, ini adalah perayaan sejatiku. Ulang tahunku minggu depan. Dan aku ingin Bima. Itu hadiahku. Aku ingin kamu memberikannya padaku. Selamanya."

Maya menatap Sarah, pada rasa lapar yang putus asa di matanya.

Setelah hening lama, Maya mengangguk perlahan. "Baiklah, Sarah. Dia milikmu."

Senyum Sarah melebar, tetapi tidak mencapai matanya.

"Satu hal lagi," kata Sarah, suaranya tiba-tiba tajam. "Kamu harus memastikan dia benar-benar melupakanmu. Bahwa dia membenci ingatan tentangmu."

Sebelum Maya bisa bereaksi, Sarah mengeluarkan jeritan kecil yang tajam. Dia terhuyung mundur, memegangi lengannya, matanya melebar dengan rasa sakit yang aneh dan teatrikal. Kemudian, dengan gerakan tiba-tiba dan keras, Sarah membenturkan lengannya sendiri ke tepi marmer tajam dari meja konsol di dekatnya.

Suara retakan yang memuakkan menggema dalam keheningan yang tiba-tiba.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
8.4
Tiga tahun Wenny Cladia merawat Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun, setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan dan menjadi bahan cemoohan, Wenny memilih mundur dan mengirimkan surat cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang mencari istrinya, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggap buruk rupa kini telah menjelma menjadi dokter ahli medis yang sangat memukau.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Gadis Simpanan
8.4
Rachel Oktaviani kehilangan segalanya saat sang paman merampas harta warisannya. Nasib tragis membawanya menjadi jaminan utang judi hingga ia nyaris tertabrak mobil mewah saat melarikan diri. Daren Beltrand, sang pengemudi, menyelamatkannya namun dengan niat terselubung. Rachel kini terperangkap bagai burung dalam sangkar emas sebagai simpanan Daren. Tanpa disadari, pria itu ternyata sudah beristri. Bagaimana hancurnya hati Rachel saat rahasia kelam Daren terungkap?
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek
9.4
Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?
Sampul Novel Karier Magang Putri Presdir
8.4
Memulai hari pertama kerja di kantor baru, sang protagonis langsung dihadapkan pada situasi absurd. Seorang rekan kerja baru dengan percaya diri mengeklaim dirinya sebagai putri dari presdir, membuat seluruh kantor sibuk menjilatnya demi keuntungan pribadi. Di sisi lain, sang protagonis justru difitnah kejam sebagai simpanan dari seorang pria tua. Merasa geram dan tidak terima dengan tuduhan palsu tersebut, ia memutuskan untuk langsung menelepon sang presdir yang sebenarnya adalah ayahnya sendiri.