Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR

PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR

Terlilit utang sebesar lima ratus ribu dolar, Selena Watson terpaksa menemui Cristian di kantornya. Meski sempat merasa terhina oleh gurauan pria itu, Selena tak punya pilihan selain menerima tawaran kerja demi melunasi kewajibannya. Insiden memalukan dengan mantan kekasihnya ternyata membawa Selena pada kesepakatan besar. Cristian menjanjikan uang berlimpah, namun syaratnya sangat mengejutkan. Alih-alih tugas biasa, Cristian justru meminta Selena untuk menikahinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kini aku di depan rumah sahabatku. Karena aku tidak tahu harus pergi kemana lagi. Mungkin hanya Lili dan Sarah yang bisa menolongku sekarang.

Aku memencet bel dengan tangan bergetar. Karena di luar cuacanya sangat dingin lalu di tambah dengan perasaanku yang hancur. Itu menambah semakin tersiksanya aku.

Wajah yang pertama kali kulihat sekarang adalah Lili. Dia sahabatku saat di sekolah SMA. Gadis dengan rambut keriting itu memelukku. Dia mengatakan jika sangat merindukan aku. Lalu dia melepas pelukannya dan melihat wajahku dengan kasihan.

"Ya Tuhan! Apa yang terjadi denganmu? Apa kau menangis semalaman? Matamu tampak sangat sedih,"

Aku hanya bisa mengangguk mendengar kalimat yang terucap dari mulut Lili.

"Ya Tuhan, cepat masuklah Selena," kata Lili menarik pergelangan tanganku dengan cepat.

Sarah kini keluar dari kamarnya dan dia juga sangat kaget melihat kedatanganku. Tentu dia kaget karena seakan aku adalah gelandangan. Aku membawa tas besar dan wajahku juga sangat kusut.

"Ceritakan kepada kami berdua apa yang terjadi?" Sarah memegang kedua pergelangan tanganku.

Aku semakin menangis sesegukan. Mengingat betapa jahatnya Cody.

"Apa kau tersakiti karena Cody? Apa dia meminta putus denganmu?" tanya Lili sangat penasaran.

Aku mengangguk tiga kali dan kini aku mulai berbicara. Aku berusaha mengontrol emosiku.

"Aku sangat kacau sekarang. Hidupku benar benar seperti sampah. Aku di pecat dari pekerjaanku. Cody juga tiba tiba memutuskan hubungan denganku. Dia pergi membawa uang dan kalung emas milikku. Bahkan dia meminjam uang atas nama aku. Sekarang aku yang harus membayar semuanya. Kalian tahu berapa jumlahnya? Lima ratus ribu dollar!" Ucapku dengan mata membelalak. Aku menghela nafas dengan berat.

"Dasar! Cody gila! Aku berjanji akan menonjoknya jika aku bertemu dengan Cody!" teriak Sarah dengan mengepalkan kedua tangannya.

"Sebaiknya kau bekerja di tempatku saja!" ucap Lili dengan antusias.

Aku terdiam sejenak. Pekerjaan Lili di sebuah hotel. Ia menjadi tukang bersih bersih hotel. Itu artinya harus membersihkan setiap kamar yang kotor di hotel.

"Baiklah mungkin itu tidak terlalu buruk. Aku akan mencobanya," ucapku dengan menganggukkan kepala.

Untuk sementara aku tinggal di rumah Lili dan Sarah. Hanya mereka yang saat ini bisa membantu aku.

Beberapa hari setelahnya aku sudah siap untuk bekerja di hotel. Lili mengajariku banyak hal tentang pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih.

"Lili, sebenarnya aku gugup sekali bekerja di hotel semewah ini. Karena semua tamu yang ada di hotel ini adalah orang orang penting. Aku takut akan membuat kecerobohan," ucapku dengan lirih.

"Kau tenang saja. Jika sudah terbiasa kau pasti bisa melewati semuanya dengan baik. Sekarang giliranmu membersihkan kamar nomer 311,"

Kini aku mendorong peralatan bersih bersih ku. Ada lap dan segalam macem alat kebersihan. Aku melihat pintu kamar itu dan ternyata tidak terkunci. Ya, mungkin tamu itu lupa mengunci pintu setelah keluar kamar.

Aku berjalan dengan santai dan tiba tiba saja aku melihat sepasang kekasih sedang ada dalam satu selimut di atas tempat tidur.

"Maaf, maafkan saya. Saya benar benar tidak tahu ada orang di kamar ini," seruku dengan cepat dan segera melangkah keluar tapi tiba tiba saja pria itu berteriak kencang.

"Hei! Wanita bodoh! Sini kau!" Seru pria itu dan aku terpaksa harus menghentikkan langkah.

Aku berbalik dengan pelan. Kulihat wajah pria itu tampak marah.

"Kemari kau!" Perintahnya dengan tegas. Sementara kulihat wanita yang ada di sampingnya melihatku seperti sampah.

"Jika kau tidak ingin di pecat. Jangan sampai kau mengatakan kejadian ini pada siapapun. Kau mengerti?"

"Baik saya mengerti Tuan," ucapku dengan menunduk. Karena aku benar benar takut sekali. Lagi pula aku akan bercerita kepada siapa. Aku bahkan tidak mengenal pria di depanku ini.

"Keluar sekarang juga!" ucap pria itu dengan tegas.

Kini aku segera saja pergi dari kamar itu dan menutup pintu dengan rapat. Bola mataku melihat ke atas sambil menarik nafas berat berjalan di lorong yang panjang.

"Ya Tuhan, kenapa aku bisa ceroboh sekali. Sebenarnya pria itu juga salah. Kenapa dia tidak mengunci pintunya? Dasar pria gila. Ah sudahlah. Aku tidak perlu memikirkan pria itu. Aku berharap tidak akan bertemu dengan pria itu lagi," ucapku dengan penuh harap di dalam hati.

Cristian's pov

"Aku sudah tidak bernafsu lagi," ucapku dengan cepat duduk.

Wanita yang merupakan sekertarisku ini tiba tiba berwajah cemberut.

"Christina tolonglah. Jangan membuat aku marah. Aku masih menginginkanmu Christian," ucap Kitty dengan wajah cemberut. Dia begitu manja sekali.

"Kapan-kapan saja kita akan melanjutkan lagi," ucapku dengan malas. Meski aku tidak tahu kapan aku akan tertarik lagi dengan Kitty.

Kini aku segera pergi ke kamar mandi. Setelahnya aku sudah siap untuk menemui klien di hotel ini. Satu jam lagi meeting akan di mulai. Aku berniat pergi ke restoran hotel ini untuk makan.

Kitty memegang lenganku dengan manja. Wajahnya sangat terlihat memohon.

"Crhistian aku berharap kau tidak akan melupakan kejadian ini sayang,"

"Lepaskan aku Kitty," ucapku dengan tegas sambil menggerakkan tanganku dan Kini aku terlepas dari genggamannya.

"Christian!" Panggil Kitty dengan nada marah.

"Hentikan suara kerasmu itu. Aku tidak suka! kuberikan kau uang saja," ucapku dengan cepat membuka ponsel dan mengirimnya sejumlah uang.

Kitty segara melihat layar ponselnya dan terlihat nominal yang sangat banyak menurut Kitty.

"Ini terlalu banyak Christian. Kau sangat baik sekali," ucap Kitty dengan tersenyum manis melihat layar ponselnya.

"Nikmatilah!" Kini aku pergi dengan langkah cepat setelah mengatakan itu.

Sampai di sebuah restoran yang ada di hotel ini. Terlihat oranamen yang begitu mewah sekali dengan lapisan emas. Semuanya serba berwarna emas. Kesan mewah sangat kental sekali di ruangan ini.

Saat aku sedang menikmati makanan lezatku tiba tiba saja seseorang menyenggol siku tanganku. Sial, ternyata dia adalah tukang bersih bersih hotel yang salah masuk ke kamarku.

"Kenapa kau selalu saja ceroboh! Dasar wanita bodoh!" ucapku dengan kesal.

"Maaf tuan, maafkan saya," ucapnya dengan wajah bersalah. Tangannya memegang alat bersih.

"Kau pasti tidak akan percaya harga makanan ini. Ini makanan sangat mahal. Kalau sampai jatuh aku yakin kau tidak akan mampu membayarnya," ucapku dengan kesal sambil melihat makanan lezatku yang hampir saja berantakan gara gara gadis bodoh di depanku ini.

"Maaf tuan, sekali lagi saya minta maaf," ucapnya dengan tidak fokus melihat wajahku. Gadis ini melihat ke belakangku dan tiba tiba saja dia berjalan dengan cepat ke arah yang ada di belakangku. Dasar tidak sopan sekali gadis tukang bersih ini.

"Cody! Untuk apa kau ada di hotel mahal ini? Kau bahkan bisa makan di restoran ini. Ya Tuhan, aku tidak percaya ini," ucap gadis tukang bersih itu dengan nada tinggi. Ia memarahi seorang pria yang sedang duduk bersama dengan wanita cantik.

Sialnya aku mendengar pertengkaran mereka dan itu membuatku tidak nyaman.

"Hei! Selana! Jangan membuatku marah. Sekarang kau ini bukan lagi menjadi kekasihku! Sebaiknya kau pergi sana!" Bentak pria itu dengan marah.

"Bagaimana bisa kau makan dengan gadis yang ada di sampingmu itu di sebuah hotel yang mahal seperti ini? Sedangkan kau mempunyai hutang lima ratus ribu dollar! Dan aku harus melunasi hutang itu! Kau benar benar jahat Cody! Kenapa kau harus memakai namaku untuk meminjam hutang itu?"

Tiba tiba saja saat gadis itu selesai berbicara. Pria itu menggebrak meja. Aku yang penasaran melihat mereka berdua. Karena beberapa orang juga melihat mereka yang sedang bertengkar .

Kulihat pria itu menampar dengan kasar gadis itu. Entah kenapa aku sangat marah sekali dengan tindakan pria itu.

Gadis tukang bersih- bersih itu melawan pria itu dengan berusaha menonjok tapi sayangnya gadis itu terlalu lemah. Gadis itu mendapat pukulan di wajahnya hingga hidungnya berdarah. Sial! Aku tidak bisa membiarkan ini terus berlangsung. Aku sangat benci dengan pria yang menyakiti gadis seperti itu. Aku berjalan cepat menuju ke meja itu.

"Jangan sakiti gadis ini! Jika kau tidak pergi dari sini sekarang juga. Aku akan mengusirmu dari sini!" Bentakku kepada pria itu dengan kasar.

Dia melihatku dengan sinis. Tapi setelahnya dia terlihat ketakutan. Mungkin karena penampilanku yang menandakan aku adalah orang kaya. Itu membuat pria dan gadis di sampingnya itu memilih pergi dengan cepat dari meja restoran .

"Apa kau baik baik saja?" tanyaku dengan khawatir kepada gadis tukang bersih-bersih itu. Kulihat ia menunduk dengan memegangi hidungnya yang berdarah.

Aku memegang tangannya dengan cepat.

"Ikut aku ke rumah sakit sekarang," ucapku dengan cepat.

Sampai di rumah sakit aku menunggu di ruang tunggu. Aku berharap gadis itu baik baik saja. Karena aku sungguh kasihan melihat gadis yang terluka seperti itu.

"Apa kau baik baik saja?" tanyaku dengan cemas melihat gadis yang ada di depanku.

"Aku sudah merasa baik-baik saja sekarang," jawab gadis itu sambil memegangi bibirnya yang terlihat lebam. Hidungnya kini juga sudah tidak lagi keluar darah.

"Maaf, tapi aku tidak bisa membayar kebaikan anda tuan, saya sungguh akan mengganti uang nya jika saya mendapatkan gaji di hotel itu. Atau mungkin aku akan di pecat. Tapi aku janji akan membayar biaya rumah sakit," kata gadis itu dengan sungguh sungguh.

Aku menarik nafas dengan pelan. Aku mempunyai ide yang cemerlang sekarang. Mungkin gadis ini sangat membutuhkan uang yang banyak. mengingat percapakan dia dengan mantan pacarnya saat di hotel tadi.

"Ini kartu namaku. Aku harap kau mau bekerja di tempatku," ucapku dengan tegas.

Gadis itu menerima kartu namaku dengan wajah heran.

"Aku pergi dulu, sampai ketemu lagi," ucapku dengan cepat melangkah pergi.

Semoga saja dia akan menemuiku di kantor besok pagi. Karena aku sangat membutuhkan gadis itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Miskin, tapi Bohong
8.2
Maya adalah pewaris kaya yang memilih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia justru mendapat perlakuan kejam dari mertua dan suaminya sendiri. Dirga, sang suami yang dahulu memohon untuk menikahinya, ternyata hanya mengincar harta tabungan Maya dan meremehkannya. Meski menderita, Maya terpaksa bertahan demi melindungi sosok yang ia cintai. Akankah ia mampu melepaskan diri dari belenggu keluarga Dirga, atau selamanya terjebak menjadi budak mereka?
Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Dunia Kirana runtuh saat suaminya, Bima Nugraha, memamerkan kehamilan selingkuhannya di depan publik. Demi kelancaran bisnis, Bima dan keluarga angkat Kirana bersekongkol menjadikannya tahanan di rumah sendiri. Kirana difitnah gila dan dipaksa menggugurkan kandungannya. Namun, mereka tidak tahu identitas asli Kirana. Dengan satu panggilan, ia menghubungi ayah kandungnya, Antony Suryoatmodjo, konglomerat kuat yang siap menghancurkan Bima hingga tak bersisa.
Sampul Novel Gairah Liar Setelah Menikah
9.6
Kebahagiaan milyarder ini memuncak setelah menikahi akhwat impiannya. Namun, baru seminggu membina rumah tangga, sang istri mulai kewalahan menghadapi gairah suaminya yang tak terbendung. Sang suami terus meminta jatah di berbagai situasi, mulai dari ruang tamu hingga saat istrinya memasak di dapur. Meski sempat menolak karena sedang sibuk, sang istri akhirnya menyerah pada desakan suaminya. Keperkasaan sang suami yang luar biasa membuatnya lemas tak berdaya.