Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis setelah kecelakaan balapan liar, Amanda Hilman bergegas ke rumah sakit untuk mendonorkan 1000 cc darahnya. Meski diminta pulang oleh keluarganya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah yang baru ia donorkan ke tempat sampah. Di saat yang sama, suara tawa mengejek terdengar dari kamar sebelah, menyadarkannya bahwa ketulusannya hanyalah sebuah jebakan kejam.
Bab
Bagikan

Bab 4

Beberapa detik kemudian, semua pesan itu langsung ditarik kembali, seperti tidak pernah ada.

Tangan Amanda gemetar hebat memegang ponselnya, dadanya terasa dingin membuat napasnya pun terasa menyakitkan.

Ternyata, jatuh ke air, demam, hingga obat yang aia minum, semua sudah dirancang oleh mereka.

Ternyata, obat yang diminumkan Ricky hanya agar penderitaannya semakin parah.

Tak lama kemudian, Ricky menelepon.

"Kamu ke mana? Kenapa tidak ada di rumah?" Suara Ricky dalam dan terdengar agak cemas.

Amanda menarik napas panjang, berusaha agar suaranya terdengar tenang, "Aku demam parah, jadi ke rumah sakit."

Sejenak, Ricky terdiam. Lalu dia berkata, "Aku segera ke sana."

"Tidak usah, habis infus, aku akan menginap semalam dan sudah bisa pulang. Kamu kelihatan sibuk belakangan ini, lanjutkan saja pekerjaanmu." Amanda menyelanya.

Ricky kembali diam selama beberapa detik. Lalu bertanya, "Kamu sudah melihat ponselmu?"

Jadi, dia menelepon karena takut Amanda melihat pesan-pesan itu.

Amanda berbohong, "Belum, kata dokter aku hampir mati tadi, mana sempat buka ponsel."

Telepon kembali hening. Kali ini, suara Ricky terdengar menyimpan emosi yang tak jelas, "Selama aku ada, kamu tidak akan ada masalah."

Amanda menggenggam ponsel erat-erat, dadanya terasa kosong.

Ada dia di sana? Tapi bukankah semua rasa sakit ini datang darinya?

Amanda sudah keluar dari rumah sakit.

Namun baru saja melangkah keluar dan hendak memesan taksi, tiba-tiba sekelompok orang muncul dari belakang, tanpa sepatah kata langsung menutup mulut dan hidungnya.

Belum sempat dia melawan, kesadarannya sudah menghilang.

Begitu terbangun, Amanda mendapati dirinya terbaring di sebuah kamar hotel yang gelap. Tangan dan kakinya diikat, sementara beberapa preman berdiri mengelilinginya dengan senyum menjijikkan di wajah mereka.

"Sudah bangun? Jangan takut, kami akan menyayangimu." Salah satu dari mereka sambil preman menjulurkan tangan hendak merobek pakaiannya.

"Kalian siapa? Lepaskan! Lepaskan aku!"

Amanda meronta sekuat tenaga, tapi tubuhnya yang lemah jelas bukan tandingan mereka.

Dia melempar apa saja, menendang, berteriak sekeras-kerasnya, namun tidak ada yang menjawabnya.

Saat pakaian di tubuhnya nyaris terkoyak habis, dia merasa benar-benar putus asa. Air mata pun jatuh tanpa bisa dikendalikan.

Namun tepat saat ini, pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan tendangan keras.

"Semuanya keluar dari sini!" Suara Ricky bergema seperti datang dari neraka, penuh dengan amarah yang membuncah.

Beberapa preman itu ketakutan, buru-buru kabur dengan panik.

Amanda meringkuk di atas ranjang, tubuhnya gemetar hebat.

Dia mendongak memandang Ricky, untuk pertama kalinya melihat kepanikan dan kegugupan di wajah pria itu.

"Amanda …." Ricky cepat-cepat melangkah ke arahnya, tangan bergetar dan mencoba memeluknya.

Namun Amanda menyusut ke belakang seperti kelinci yang ketakutan, sorot matanya penuh ketakutan.

Tangan Ricky terhenti di udara, matanya menunjukkan secercah kesedihan.

Amanda ingin bicara, tapi matanya kembali menggelap dan pingsan lagi.

Entah sudah berapa lama, Amanda perlahan sadar kembali.

Dia mendengar suara orang berbicara di dalam kamar rumah sakit. Suara itu ditekan rendah, tapi nada marahnya tetap terdengar jelas.

"Kenapa rencana balas dendam kali ini tidak dibicarakan denganku?" Itu suara Ricky.

"Bukannya kamu ingin segera menyelesaikan 99 kali balas dendam agar bisa bersama Luna? Kami lihat kamu terlalu sibuk, jadi tidak perlu merepotkanmu dan langsung membantumu mengerjainya." Suara seorang pria terdengar acuh.

"Aku tidak pernah suruh kalian perkosa dia!"

Suara Ricky tiba-tiba meninggi, amarahnya nyaris tak terbendung.

Orang-orang itu kaget, lalu salah satunya berkata tak percaya, "Memangnya kenapa kalau memperkosanya? Bukankah dari awal kita mau balas dendam sekejam mungkin? Kenapa kamu marah?"

Ricky tak menjawab, hanya menendang meja teh di depannya dengan keras.

Kenapa dia begitu marah?

Dia sendiri pun tak tahu jawabannya.

Selama ini, Amanda selalu mengejarnya, seperti matahari kecil yang hangat dan bersinar, tidak pernah menyerah. Waktu dia akhirnya setuju untuk bersamanya, Amanda berdiri mematung saking terkejutnya, lalu menangis bahagia, pemandangan yang sampai sekarang masih membekas di ingatannya.

Dia tidak pernah melihat tampang Amanda seperti itu.

Amanda terbaring di sana, seperti mawar yang layu, benar-benar kehilangan nyawa.

Anehnya, dia panik, tidak ingin melihat Amanda seperti itu.

Tatapan lemah Amanda yang mengarah padanya tadi masih membuat hatinya sakit.

Saat melihat Ricky diam saja, teman-temannya mulai menyadari sesuatu.

Salah satunya tidak tahan dan berkata cemas, "Kak Ricky, sikapmu aneh … jangan bilang selama ini kalau kamu benar-benar jatuh cinta padanya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidan
9.7
Menjadi bidan tak pernah ada dalam rencana hidupku, apalagi profesi ini sering dianggap judes. Namun, seiring waktu, aku justru jatuh cinta pada pekerjaan ini hingga usiaku menginjak 25 tahun. Kini, Mama mendesakku mencari jodoh, bahkan sampai meminta bantuan sahabatku sendiri. Kesibukan di Puskesmas membuatku sulit bertemu pria, sampai akhirnya sosok mempesona muncul dan membuatku bertingkah konyol. Hidupku kini mulai berwarna di luar ruang persalinan.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Rino Rahman, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studinya di Bandung, mendambakan pengalaman asmara yang selama ini belum pernah ia rasakan. Di tengah kesendiriannya, sosok misterius hadir menawarkan bantuan untuk mewujudkan keinginan Rino melalui alam mimpi. Akankah janji pria tersebut menjadi kenyataan indah bagi Rino, ataukah tawaran itu hanyalah bualan kosong belaka? Ikuti perjalanan unik Rino dalam mencari cinta di antara realita dan imajinasi.
Sampul Novel Fantasi Tukar Pasangan Ranjang
9.2
Pasangan Maya-Adrian dan Sinta-Rizky tampak sempurna, namun hubungan mereka sebenarnya hambar. Demi mengatasi kekosongan, mereka sepakat mencoba ide ekstrem tukar pasangan. Meski awalnya canggung dan penuh kecemasan, pengalaman ini justru mengungkap keinginan yang terpendam. Di tengah konflik dan cemburu, mereka belajar menghadapi kenyataan serta menyembuhkan luka lama. Perjalanan emosional ini memaksa mereka memperbaiki fondasi cinta agar lebih tulus dan kuat dari sebelumnya.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Hyper
7.9
Zara, wanita cantik dengan gairah besar, terjebak dalam pusaran perselingkuhan yang berbahaya. Hasratnya yang tak terbendung membawanya menjalin hubungan rahasia dengan Pak Haris, atasan suaminya, hingga Dr. Zein yang memikat. Di tengah pertemuan terlarang ini, batas moralitasnya mulai memudar. Zara kini harus menghadapi konflik batin antara kenikmatan sesaat dan rasa bersalah yang mengancam kehancuran hidupnya. Mampukah ia berhenti sebelum semuanya musnah?
Sampul Novel Ketika Dusta dan Cinta Bertemu
9.8
Dikhianati di hari pernikahan, sang protagonis diselamatkan oleh Yohan, pewaris mafia kejam yang mengaku telah lama mencintainya. Selama lima tahun, pernikahan mereka tampak sempurna hingga sebuah berkas rahasia terungkap. Yohan ternyata hanya memanfaatkannya sebagai tameng demi melindungi kakak tirinya, Jessica. Saat sebuah serangan terjadi, Yohan memilih menyelamatkan Jessica, menyebabkan sang istri kehilangan janinnya dalam senyap. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah dusta yang dirancang rapi, dia pun memilih pergi selamanya.