Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERMAINAN PENGGODA IMAN

PERMAINAN PENGGODA IMAN

Demi menguji loyalitas pasangan, Arga dan rekan kerjanya sepakat melakukan tantangan ekstrem dari Dako saat berlibur di sebuah pulau. Mereka diizinkan saling merayu serta menggoda kekasih satu sama lain tanpa boleh merasa cemburu atau marah. Aturan permainan gila ini berlaku sepenuhnya selama mereka berada di sana dan akan berakhir begitu mereka pulang. Inilah awal mula rangkaian godaan dewasa yang mengancam komitmen serta kesetiaan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Arga mencoba mencoba memejamkan matanya di atas sofa di ruang tamu rumahnya.

"Uuuggghhh..." lelaki itu menghela nafasnya, minggu ini benar-benar hari yang melelahkan bagi batinnya.

Aryanti dan Zuraida, dua sosok wanita yang memiliki kesempurnaan tubuh yang sering diimpikan kaum hawa. Aryanti dengan gayanya yang riang dan supel membuat semua lelaki berlomba untuk berakrab ria dengannya, sambil mengagumi setiap lekuk bagian tubuh yang sempurna.

Sedangkan Zuraida, sosok wanita kalem dengan senyum yang menawan dan mata yang teduh, membuat para lelaki merasa betah untuk berlama-lama mencumbu keindahannya. Hanya saja bagi Arga, Zuraida memiliki arti lebih dari sekedar seorang wanita yang ramah, di balik tubuhnya yang selalu tertutup oleh gaun putih khas seorang dokter, Zuraida memang memiliki mistery yang begitu besar.

Sayup-sayup dirinya mendengar suara mesin mobil memasuki halaman rumahnya. Tak lama terdengar suara Aryanti yang bersenandung riang, memasuki rumah. Arga terjaga dari lamunannya.

"Sayang, aku telah mendapatkan cuti seperti yang kau mau," seru Aryanti riang, mengecup kening Arga yang tengah tiduran.

"Oh yaa? bagaimana cara kau mendapatkannya, bukankah itu tidak mudah?"

"Ya, seperti yang kau katakan tadi pagi, aku harus sedikit menggodanya, Aryanti mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya.

"Untuk mendapatkan cuti yang kau inginkan, aku harus melepas dua kancing bagian atas blazer ku ketika memasuki ruangannya, bahkan ketika duduk di depannya aku sengaja melipat kedua pahaku untuk memberikan Pak Egar sedikit tontonan yang menarik, berharap orang tua itu dapat langsung memberikan izinnya."

"Lalu?" sambar Arga cepat dengan suara yang dibuat sesantai mungkin. Matanya menatap rok Aryanti yang semakin tertarik keatas ketika istrinya itu duduk disampingnya, pikirannya mencoba membayangkan suguhan apa saja yang telah diberikan istrinya.

"Dan seperti katamu, tidak mudah untuk mendapatkan izin itu, orang tua itu justru semakin ngelunjak ketika aku mengajukan permohonan cuti, dia memintaku untuk menemaninya mengobrol disofa diruangannya, dan tahu kah kau apa yang dilakukannya selama obrolan itu terjadi," Aryanti berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya.

"Dia mulai berani meraba pahaku ini, bahkan berulangkali mencoba memasukkan jemarinya kedalam rok sempit yang jelas tidak akan cukup untuk tangan gemuknya, meski aku tau usahanya sia-sia, aku tetap menepis ulah usilnya itu," Aryanti mencoba menutup ceritanya sambil mengecup bibir suaminya.

Dengan sangat bernafsu Aryanti meneguk minuman dingin milik Arga yang ada di depannya.

Baiklah, Banyak persiapan yang harus kulakukan untuk besok, dan aku tidak ingin ada barang penting yang tertinggal nantinya, Aryanti beranjak dari duduknya, meski wajahnya sedikit pucat karena kelelahan setelah bekerja sehari penuh, namun wanita cantik itu terlihat begitu bersemangat menyambut liburan.

Sementara Arga sibuk mengingat-ingat sosok tambun Pak Egar, dengan jari-jari tangan yang juga dipenuhi lemak. Tubuhnya yang pendek membuat pria paruh baya itu semakin membulat. Namun seberkas noda yang mengering pada rok bagian belakang Aryanti membuat Arga meloncat dari peraduan.

"Apakah hanya itu yang dilakukannya padamu," sela Arga sambil perlahan menarik Aryanti hingga kembali duduk disampingnya. Entah mengapa Arga begitu penasaran dengan noda yang dilihatnya.

"Ya, Setelah tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya pada bagian bawah tubuhku, tangan yang dipenuhi bulu itu menghiba kepadaku untuk bisa merasakan sedikit kepadatan payudaraku."

Arga mendengarkan cerita istrinya dengan jantung yang mulai berdegup kencang, meski ada rasa cemburu disana tapi tak ada sebersitpun gelora amarah, entah mengapa?

"Selama dia melakukannya dari luar blezerku kupikir tak mengapa, dan bisa kau tebak bagaikan anak kecil yang mendapat mainan baru, tangannya bergerak cepat meraba, meremas dan terkadang mencubit dengan kuat hingga membuatku sedikit menjerit. Tapi tak lama kemudian Pak Egar mengeluhkan blazerku yang terlalu tebal dan memintaku untuk melepas beberapa kancing yang tersisa. Aku teringat akan pesanmu tadi pagi untuk memberikan sedikit tontonan pada orang tua yang sudah hampir pensiun itu, jadi biarlah dirinya mendapatkan sedikit keindahan dari tubuhku, toh aku masih mengenakan blus yang menutupi tubuhku." Suara Aryanti semakin berat, matanya menerawang mencoba mengingat kejadian tadi siang.

"Lalu?" tanya Arga dengan suara tercekat.

"Yaaa, aku mempersilahkan tangan gemuknya itu masuk kedalam blazerku, tohhh masih ada blus yg menutupi tubuhku, Dan Mungkin hari itu memang hari keberuntungan baginya, karena aku mengenakan bra yang terlalu tipis, jadi sangat mungkin jemarinya dapat merasakan kedua puting payudaraku yang mengeras karena godaannya. Tapi bukan Pak Egar jika tidak melakukan berbagai kejutan-kejutan."

"Kejutan? Apakah dia mencoba memperkosamu?"

"Tidak, tidak, kukira dia tidak akan berani melakukan itu, dia hanya menyerang bibirku dan berusaha memasukkan lidahnya yang basah kedalam untuk merasakan lidahku. Bibirku yang tertutup rapat dan terus menolak justru membuat wajahku basah oleh jilatannya, karenanya aku membuka sedikit bibirku agar pria itu tidak melakukan tindakan yang menjijikkan itu. Bagai orang yang haus, lidahnya berusaha menarik bibirku untuk bertandang ke dalam mulutnya, bahkan berulangkali menyedot ludahku, aku tak kuasa menolak undangan itu, dan tahukah kau sayang? ternyata lidahnya begitu panas, mengait dan menghisap lidahku yang akhirnya ikut menari-nari dalam mulutnya."

Tanpa sadar Arga meneguk liurnya. (Kalo pembaca budiman yang lagi tegang mendengar penuturan Aryanti, ingin meneguk ludah juga, boleh kok)

"Namun justru di situ kesalahanku, di saat lidahnya beraksi dengan nakal dan harus kuakui aku terbuai, tanpa kusadari tangannya berhasil membuka beberapa kancing atas blus-ku dan terus menyelusup kedalam bra, dan akhirnya dia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, kedua payudaraku diremasnya bergantian, sesekali mulutku menjerit tertahan dalam pagutan bibir tebalnya ketika tangannya meremas terlalu keras."

Arga tak mampu menahan tangannya untuk tidak bertandang kedalam blus Aryanti yang telah melepas blezernya, seakan tak ingin kalah dengan cerita istrinya Arga meremas kedua bukit kembar itu dengan kuat, membuat Aryanti memekik. Aryanti mencoba mengangkat pantatnya mencoba membantu Arga yang kini berusaha menyingsingkan rok ketat itu ke pinggulnya. Aryanti sangat paham dengan tingkah suaminya yang sedang birahi.

Sesaat Arga memandangi dua paha mulus yang bertemu pada kuncup selangkangan yang begitu indah. Stocking yang masih melekat pada kaki Aryanti membuat bagian bawah Aryanti semakin menggoda. Arga membaui area intim istrinya yang basah. Tanpa menunggu persetujuan Aryanti, Arga yang sudah melepas celana kolornya berusaha melolosi celana dalam putih yang menutupi kemaluan yang ditumbuhi semak hitam. Aryanti hanya bisa pasrah ketika kakinya semakin terbuka, mengangkang, menyambut hujaman batang milik suami tercinta,

"Uuuummhhhh... milikmu masih yang terbaik sayaaaang..." dengusnya saat batang itu memenuhi rongga yang semakin basah. beberapa saat Arga menggoyangkan pantatnya dengan pelan.

"Lalu, apakah bibirnya berhasil mencicipi dua payudaramu ini?" Tanya Arga dengan suara bergemuruh.

"Oooohhh... tidak sayaaang... diaa justru memaksa bibirku untuk menerima miliknya, yang entah sejak kapan sudah terpampang di depan wajahku, dengan sedikit ancaman akan membatalkan izin cuti untukku, dan lagi-lagi dia berhasil mendapatkan yang diinginkannya, memasukkan benda hitam ituuu ke dalam mulutkuuu," Suara Aryanti terengah-engah, disatu sisi dirinya harus jujur dan menceritakan semua yang telah terjadi, di sisi lain liang cintanya yang terus mendapat hujaman-hujaman keras dari batang Arga memberikan stimulan kenikmatan ke otaknya, membuatnya tak mampu lagi menyortir apa dan bagian mana dari pengalaman gilanya yang harus disembunyikan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Menikah demi menyelamatkan bisnis keluarga, Averie memberikan segalanya untuk Brayden meski sang suami mencintai wanita lain. Saat Brayden meraih puncak kejayaan di Grup Fowler, Averie justru kehilangan bayinya dan nyaris tewas di lautan. Trauma mendalam membuatnya menuntut cerai demi memulai lembaran baru. Namun, Brayden yang kini didera penyesalan justru menolak melepaskannya. Ia bersikeras bahwa takdir telah mengikat mereka untuk tetap bersama selamanya.
Sampul Novel Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
9.2
Hidup Dea hancur setelah dikhianati papa, sahabat, dan tunangannya. Ia pun mengungsi ke rumah sang mama, namun hampir dilecehkan ayah tirinya. Beruntung, Bian sang kakak angkat sekaligus CEO tampan menyelamatkannya. Meski trauma dan enggan mencintai lagi, sebuah kesalahpahaman memaksa Dea menikah dengan Bian. Mampukah Dea menjalani rumah tangga tanpa rasa cinta? Akankah ia menyadari perasaan tulus yang telah lama Bian pendam untuk dirinya?
Sampul Novel Istri Yang Dicampakkan Menjadi Sultan
8.9
Lima tahun membina rumah tangga, Alia justru dikhianati Farhan yang meminta cerai demi wanita lain setelah pulang merantau. Meski hancur, Alia bertekad bangkit dan menyembuhkan luka hatinya sendirian. Saat hidupnya mulai membaik dan kesuksesan datang menghampiri, Farhan tiba-tiba muncul kembali. Mantan suaminya itu berusaha merayu dan menawarkan kenyamanan agar mereka bisa rujuk. Kini, Alia harus memilih antara ketenangan hidupnya atau kembali pada masa lalu.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.
Sampul Novel MOLLY, She Will Be Love
8.9
Molly adalah mahasiswi yang jenuh dengan rutinitas membosankan dan sikap kakaknya yang terlalu protektif. Sebelum masa kuliahnya berakhir, ia merancang sebuah rencana nekat untuk mendekati dosen muda di kampusnya. Namun, situasi menjadi rumit saat Molly justru terjebak di antara dua pria yang bersaing sengit demi mendapatkan cintanya. Keduanya merasa terpikat oleh pesona unik Molly, hingga menciptakan persaingan hati yang penuh dengan lika-liku tak terduga.
Sampul Novel Sebatas Pernikahan Bisnis
9.2
Arjuna Barathawardana tak lagi percaya cinta akibat pengkhianatan masa lalu ayahnya. Demi menguasai aset keluarga dan menyingkirkan ibu tirinya, ia mengajak Anjani Samitha melakukan pernikahan bisnis. Anjani yang terjerat hutang mendiang orang tuanya menerima tawaran itu, apalagi ia sudah lama memendam rasa pada Arjuna. Di tengah ambisi dan trauma yang mendalam, mampukah keduanya berdamai dengan luka lama dan mengubah ikatan kontrak ini menjadi cinta sejati?